Anda di halaman 1dari 11

MODEL PERENCANAAN

PANGAN
JOHANNA T. DWYER
DAN JEAN MAYER
ADINDA PITRIA YUSRIL
1411222040
MODEL JOHANNA T.DWYER DAN
JEAN MAYER
Masalah gizi merupakan masalah yang multidisiplin sehingga
saling dukung dan kerjasama antar disiplin kesehatan, gizi,
ekonomi dan sosial sangat perlu dalam membantu program
pemerintah.
Sehingga kebijakan gizi harus merupakan bagian dari
kebijakan pembangunan nasional, antara lain pertanian,
Kesehatan, Ekonomi dan perdagangan sebagai usaha untuk
menanggulangi dan memperbaiki gizi masyarakat yang juga
merupakan tujuan nasional yang tepat guna.

2
KELEMAHAN MODEL YANG ADA
Tidakdapat menggambarkan untuk siapa dan
golongan mana bahan makanan itu akan diberikan
Adanya faktor birokrasi
Adanyafaktor paksaan pemerintah untuk mengatasi
masalah secara total
Tidakmemperlihatkan kelanjutan dari sistem
pembagian pangan.

3
MODEL PERMINTAAN
TERKONTROL
Dimana kebanyakan ahli gizi mengemukakan tentang ide
mereka, ternyata mereka tidak dapat melakukannya untuk
kondisi yang tidak normal karena sukarnya mengontrol
suplai.
Adanya pemikiran bahwa perkiraan suplai perlu didekati
dengan permintaan.
Untuk mengimbangi faktor ekonomi (sering terlupakan)
seperti harga dan pendapatan, perlu dibekali dengan pend.
Gizi, pend. Kesehatan dan informasi yang lainnya yang
dibutuhkan konsumen guna mencegah timbulnya salah pilih
konsumen karena pengaruh advertensi.
Sistem pangan yang meliputi produksi, pengolahan, usaha4
PERSYARATAN PERENCANAAN
TERPADU
Informasi yang diperlukan dalam perencanaan:
Ukuran dan penyebab masalah
Target jangka pendek dan jangka panjang
Ukuran yang akan dipakai untuk mengukur rencana

5
CONT.
Masalahadalah kesenjangan antara keadaan yang diinginkan dengan
keadaan yang nyata dan menimbulkan rasa tidak puas serta berkeinginan
untuk memecahkannya.
Urutan prosesnya:
Identifikasi memecahkan
Masalah masalah
- Menemukan - merumuskan
Penyimpangan masalah
- Menentukan - mencari
prioritas alternatif
- Merumuskan - memilih
Masalah alternatif
- Identifikasi - mengambil
Penyebab keputusan
6
CONT.
Indikator untuk menentukan besarnya masalah antara lain:
Incidence atau prevalensi
Mortality rate
Fatality rate
Jumlah populasi yang kena dampak
Dll.

7
CONT.
Dasar Penentuan Prioritas masalah (dengan metode ranking
dari berbagai kriteria):
1. Magnitude - M (besaran masalah).
2. Scope - Sc (luasnya masalah)
3. Trend - T (kecenderungan dari thn ke thn)
4. Urgency - U (tingkat kemendesakan)
5. Feasibility- F (kemudahan dari aspek sumber daya,
waktu,teknologi, metode)
6. Support - Sp (dukungan dari stakeholders)
8
PERANAN AHLI GIZI
Seringmunculnya pemikiran bahwa ahli medis saja yang
sesuai dengan keterlibatan menangani masalah gizi seperti
penyakit defisiensi zat gizi yang parah diderita umumnya.
Di
beberapa negara bahkan di negara maju, penanggulangan
kemiskinan biasanya ditangani oleh dokter, penasihat
akademik dan perencana saja.
Peranan ahli medis bersifat kuratif (mengobati). Tindakan
preventif jarang dilakukan, atau sedikit sekali (hanya obat-
obatan saja) padahal masalah gizi diutamakan.
Peranahli gizi lebih menonjol untuk menerjemahkan ukuran
zat gizi ke bentuk makanan dg mempertimbangkan9
kebiasaan, keadaan sosial ekonomi, etnik group dan sistem
ANALISIS GIZI DAN SOSIAL
EKONOMI
Sering dijumpai ahli gizi yang tidak adapat menghubungkan aspek
gizi dengan aspek sosial ekonomi yang berakibat:
Keadaan intervensi masalah gizi tidak dapat dijalankan.
Tidakadanya percobaan dan evaluasi untuk mencari metode
terbaik.
Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akibat
masih belum melembaganya surveilance pangan dan gizi yang
telah dirumuskan.

10
TERIMA KASIH