Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK 1

SALMA (16100061.P)
SITI RAHAYU (15100017)
DWI UTAMI M. (15100030)
ADITYA BASKARA (15100015)
RIO NANDA (15100010)
GUSTIAN R. (15100026)
RIKO BIMA P. (15100036)
PUTRA BINTORO (15100002)
M. FAHREZA (15100070)
RIDHO NOVIANSYAH (15100004)
PENGUJIAN PENETRASI
STANDAR (SPT)
PENGERTIAN SPT
Standard Penetration Test (SPT)
Adalah metode pengujian di lapangan
dengan memasukkan (memancangkan)
sebuah Split Spoon Sampler (tabung
pengambilan contoh tanah yang dapat
dibuka dalam arah memanjang) dengan
diameter 50 mm dan panjang 500 mm.
KELEBIHAN & KEKURANGAN
SPT
Kelebihan penyelidikan SPT
Test ini dapat dilakukan dengan cepat,
operasinya relatif sederhana, dan biaya
relatif murah.
Kekurangan penyelidikan SPT
Hasil yang didapat contoh tanah
terganggu, interpretasi hasil SPT bersifat
empiris dan ketergantungan pada
operator dalam menghitung.
TUJUAN SPT
Tujuan percobaan Alat dinamis (uji SPT) yang
berasal dari Amerika Serikat adalah untuk
mengetahui kedalaman lapisan tanah keras
serta sifat daya dukung setiap kedalaman.
Alasan dilakukan percobaan ini dikarenakan
sulitnya memperoleh contoh tanah tak
terganggu pada tanah granuler. Pada
pengujian ini, sifat-sifat tanah ditentukan
dari pengukuran kerapatan relative secara
langsung dilapangan.
CARA KERJA ALAT SPT
Membuat lubang bor hingga ke kedalaman uji SPT akan
dilakukan.
Suatu alat yang dinamakan standard split-barrel spoon sampler
dimasukan ke dalam tanah pada dasar lubang bor dengan
memakai suatu beban penumbuk (drive weight) seberat 140
pound (63,5kg) yang dijatuhkan pada ketinggian 30 in (76 cm
atau 76,2 cm).
Setelah split spoon ini dimasukkan 6 in (15 cm) jumlah pukulan
ditentukan untuk memasukkannya 12 in (30 cm) berikutnya.
Jumlah pukulan ini disebut nilai N (N number or N value) dengan
satuan pukulan per kaki (blows per foot).
Setelah percobaan selesai, split spoon dikeluarkan dari lubang
bor dan dibuka untuk mengambil contoh tanah yang tertahan
didalamnya.
Contoh ini dapat dipakai untuk percobaan klasifikasi semacam
batas Atterberg dan ukuran butir, tetapi kurang sesuai untuk
percobaan lain karena diameter terlampau kecil dan tidak dapat
dianggap sungguh-sungguh asli.
PENGEBORA
Teknik N yang
pemboran baik
merupakan salah satu prasyarat
untuk mendapatkan hasil uji SPT
yang baik. Teknik pemboran yang
umum digunakan adalah teknik bor
bilas (wash boring), teknik bor inti
(core drilling) dan bor ulir (auger Bila digunakan teknik bor bilas maka
boring). Peralatan yang digunakan mata bor yang digunakan harus
mempunyai jalan air melalui samping
pada masing-masing teknik
mata bor dan bukan melalui ujung
pemboran harus mampu mata bor. Apa bila air yang
menghasilkan lubang bor yang dipompakan melalui batang pancang
bersih untuk memastikan bahwa kedasar lubang keluar dari ujung mata
uji SPT dilakukan pada tanah yang bor maka aliran air dari ujung mata
relatif tidak terganggu. bor tersebut dapat mengakibatkan
terjadinya pelunakan/ganguan pada
dasar lubang bor, yang pada
gilirannya akan menghasilkan nilai N
yang lebih rendah dari pada yang
seharusnya .
CARA KERJA SPT
Bila penetrasi awal melebihi 450 Beban penumbuk 140 pound
mm, maka pengujian ditiadakan (63,5 kg)
dan nilai N diambil sama dengan
nol Tinggi jatuh 30 in
Kecepatan
(75 cm) pemukulan
direkomendasi
adalah rata-rata
30 pukulan per
menit.
casing

Jumlah
pukulan Split spoon
Ditentukan sampler
pada
Jarak 12 inc
(30 cm)
TABUNG BELAH SPT
ISSMFE merekomendasi tabung belah
SPT harus terbuat dari baja yang
diperkeras (hardened steel) dengan
kedua permukaan luar dan dalam yang
halus.
Diameter luar berukuran 51+ 1 mm dan
diameter dalamnya 31 + 1 mm.
Panjangnya minimal 457 mm.
Ujung bawah tabung belah tersebut
dilengkapi dengan sepatu pancang
(driving shoe) sepanjang 76 + 1 mm
dengan diameter dalam dan diameter
dalam dan diameter luar yang sama
dengan tabung belahnya.
Sisi luar ujung sepatu pancang dibuat
memipih kearah dalam sepanjang 19
mm.
Bahan sepatu pancang ini harus terbuat
dari bahan yang sama dengan bahan
tabung belah.
Bila sepatu pancang telah mulai aus
atau berubah bentuk maka sepatu
Sepatu pancang dapat dilengkapi dengan penahan contoh tanah
sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 1(b). Terdapat tiga tipe penahan
contoh tanah yang dapat digunakan:
Sepatu keranjang (Basket Shoes): Penahan contoh tanah ini berupa plat-
plat baja tipis yang fleksibel. Saat dipancang, contoh tanah dapat masuk
relatif tanpa tahanan, setelah contoh tanah berada dalam tabung SPT
dan saat tabung SPT diangkat, plat-plat baja tipis tersebut menutup.
Biasanya alat ini dipergunakan untuk mengambil contoh tanah pasir.
Penahan contoh tanah pegas (Spring Sample Retainer): Cara kerja
penahan contoh tanah ini mirip dengan yang sebelumnya, hanya saja
plat-plat penutup tidak serapat sistem sepatu keranjang. Biasanya
digunakan untuk membantu mengambil tanah lempung keras atau kerikil
halus.
Katup penjebak (Trap Valve): Penahan contoh tanah jenis ini
dipergunakan untuk mengambil contoh tanah yang berair atau lumpur.
Katup akan membuka saat tabung SPT ditekan dan akan menutup (kedap
air) saat tabung ditarik keluar.
Bagian atas tabung belah dilengkapi dengan kopler (coupler) atau
penyambung yang menghubungkan tabung dengan batang pancang.
Bagian dalam kopler dilengkapi dengan bola baja yang berfungsi sebagai
katup. Pada saat pemukulan dilakukan dan contoh tanah masuk ke dalam
tabung belah, air dan udara dapat keluar melalui bola katup ini. Sebaliknya
pada saat tabung belah ditarik keluar lubang, bola katup akan menutup
bagian atas tabung belah sehingga air tidak dapat masuk kembali ke
Koreksi Terhadap Jenis
Tanah
Pada tanah pasir halus dan pasir kelanauan pada saat penetrasi
tabung belah SPT akan timbul tegangan air pori yang cukup besar.
Hal ini dapat berakibat nilai N yang diperoleh lebih tinggi dari
seharusnya. Koreksi yang dianjurkan oleh Terzaghi dan Peck (1948)
adalah sbb:

N = 15 + (N 15)
Dengan N = N SPT hasil koreksi
N = n SPT lapangan; bila N < 15 nilai N tidak perlu
dikoreksi
KESUKARAN MEREPRODUKSI
NILAI N SPT
Sejak tahun 1956 uji spt distandarisaikan dalam ASTM
D 1586 dengan judul Standard Method for
Penetration Test and Spilt-Barrel Sampling of Soil.
Meskipun demikian, ternyata uji yang relatif
sederhana ini sulit untuk menghasilkan nilai N yang
sama, sekalipun dilakukan pada jarak yang
berdekatan. Dalam istilah teknisnya sukar
direproduksi. Kesulitan ini berakibat parameter nilai N
SPT yg diperoleh sukar digunakan untuk perencanaan,
terutama bila diperlukan perbandingan dengan nilai
SPT dari tempat lain dan korelasi dgn parameter
tanah lain yang diperlukan untuk perencanaan.
FAKTOR-FEKTOR KESUKARAN
MEREPRODUKSI NILAI SPT (PENELITIAN
AHLI)
1. Variasi dalam peralatan SPT yang digunakan.
2. Variasi tinggi jatuh yang tidak selalu 760 mm.
3. Gesekan yg terjadi antara palu penumbuk dgn batang pengarah
yg digunakan.
4. Pemakaian mata tabung belah yg sudah aus, bengkok atau rusak.
5. Kegagalan menempatkan tabung belah pada dasar lubang bor yg
tidak terganggu.
6. Lubang bor yg tidak bersih.
7. Muka air atau lumpur bor (drilling fluid) dalam lubang bor lebih
rendah dari MAT. Akibatnya dasar lubang bor dapat mengalami
pelunakan atau membubur (quick).
8. Ada krikil pada mata tabung belah SPT.
9. Pengeboran yang tidak baik.
10. Efek tekanan tanah (overburden pressure). Tanah dgn pedatan
sama akan memberikan nilai N yg lebih rendah bila berada dekat
dengan permukaan tanah.
INTERPRETASI N-SPT
Interpretasi hasil SPT bersifat empiris :
1. Untuk tanah pasir, maka nilai N-SPT mencerminkan
kepadatannya yang dapat pula diprediksi besar sudut
geser dalam () dan berat isi tanah (), kapasitas daya
dukung pondasi dan penurunan pondasi.
2. Tanah lempung, hasil SPT dapat menentukan secara
empiris konsistensi tanah, kapasitas daya dukung pondasi
dan penurunan pondasi. Hasil SPT pada tanah lempung ini
tidak begitu dapat diandalkan karena umumnya tanah
lempung mempunyai butiran halus dengan penetrasi yang
rendah, sehingga pada tanah lempung ditentukan
berdasarkan kekuatan gesernya yang dapat diperoleh dari
uji tekan bebas (Unconfined Compression Test).
KEGUNAAN HASIL PENYELIDIKAN SPT

Kegunaan Hasil Penyelidikan SPT


Adalah untuk menentukan kedalaman
dan tebal masing-masing lapisan tanah,
contoh tanah terganggu dapat diperoleh
untuk identifikasi jenis tanah, berbagai
korelasi empiris dengan parameter tanah
dapat diperoleh dan dapat dilakukan
pada semua jenis tanah.
SEKIAN DAN
TERIMA
KASIH