Anda di halaman 1dari 25

NAMA KELOMPOK

1. Galih Arief Rachmawan 01115076


2. Bagus Gumilang 01115092
3. Abdul Hanan 01115016
4. Ridwan Pambudi 01115068
PERHITUNGAN BIAYA
BERDASARKAN
AKTIVITAS
INFORMASI BIAYA PRODUK PER UNIT
DIPERLUKAN UNTUK:
a. Perusahaan Manufaktur: untuk penilaian
persediaan, penentuan laba dan penyediaan
input untuk berbagai keputusan, seperti
menetapkan harga, membuat atau membeli,
dan menerima atau menolak pesanan khusus,
mempertahankan atau menghentikan suatu
lini produk.
b. Perusahaan Jasa: untuk menentukan
profitabilitas, kelayakan untuk menawarkan
layanan baru, membuat keputusan harga,
efisiensi biaya.
METODE PERHITUNGAN BIAYA

Metode perhitungan biaya dibedakan menjadi:


1. Perhitungan biaya berdasarkan fungsi (Metode
Tradisional)
2. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (Activity
Based Costing)
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN
FUNGSI
Langkah-langkah dalam melakukan perhitungan
biaya berdasarkan fungsi:
a. Membebankan biaya bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung pada produk dengan
penelusuran langsung, sedangkan overhead
dibebankan dengan penelusuran penggerak
atau alokasi. Penggerak unit yang biasa
digunakan antara lain: unit yang diproduksi, jam
TKL, biaya TKL, jam mesin, biaya bahan baku
langsung.
b. Menentukan kapasitas aktivitas yang diukur
dengan penggerak tersebut
UKURAN-UKURAN KAPASITAS AKTIVITAS
Ukuran ukuran kapasitas aktivitas terdiri dari:
a. Tarif keseluruhan pabrik, perhitungannya melalui 2 tahap:
1. Biaya overhead yang dianggarkan akan diakumulasi menjadi
satu kesatuan untuk keseluruhan pabrik.
2. Biaya overhead dibebankan ke produk, dengan cara mengalikan
tarif overhead dengan jumlah total jam tenaga kerja langsung
produk.

b. Tarif
departemen, perhitungannya melalui 2 tahap:
1. Biaya overhead keseluruhan pabrik dibagi dan
dibebankan ke tiap departemen produksi
2. Overhead dibebankan ke produk dengan mengalikan tarif
departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan dalam
departemen terkait.
KETERBATASAN METODE PERHITUNGAN BIAYA
BERDASARKAN FUNGSI (TRADISIONAL)

Keterbatasan biaya berdasarkan fungsi


yaitu tarif keseluruhan pabrik dan tarif
departemen tidak dapat berfungsi dengan
baik untuk beberapa situasi (persaingan,
kepuasan pelanggan, tekanan atas
teknologi canggih), sehingga dapat
menyebabkan distorsi biaya
(ketidakakuratan pembebanan biaya)
produk dan dapat merugikan perusahaan.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE
TRADISIONAL
BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS (ABC)

Activity Based Costing (ABC) adalah suatu pendekatan


biaya terhadap biaya-biaya produk, jasa, atau pelanggan
berdasarkan banyaknya konsumsi sumber daya yang
disebabkan oleh suatu aktifitas

ABC menghubungkan biaya overhead pabrik dengan biaya


objek seperti produk atau jasa dengan cara
mengidentifikasi sumber-sumber daya dan aktifitas-aktifitas
sesuai dengan biaya-biayanya dan jumlah yang ingin
diproduksi
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN
AKTIVITAS
Dibandingkan dengan akuntansi biaya tradisional,
ABC mencerminkan penerapan biaya yg lebih
menyeluruh.
ABC menelusuri biaya ke aktivitas yg diperlukan
untuk memproduksi output.
PROSEDUR PENGALOKASIAN DUA-
LANGKAH
Prosedur pengalokasian dua-langkah digunakan untuk
menghitung biaya-biaya sumber daya yang digunakan
prusahaan, seperti:
1.biaya overhead pabrik
2.kelompok biaya

kemudian untuk membiayai objek berdasarkan besarnya cost


objek yang digunakan untuk sumber-sumber daya tersebut
Contoh 1. Sistem Tradisioanal Contoh 2.Sistem ABC
Procedur Dua-Langkah Prosedur Dua-Langkah

Biaya sumber daya Biaya sumber daya

Langkah Langkah
Satu Satu

Perencanaan biaya Aktivitas kelompok biaya


kelompok/Departemen dan Pusat Aktivitas
Langkah Langkah
dua dua
Biaya objects/Produk
Biaya objects/Produk
Biaya sumber daya Biaya sumber daya

Langkah Langkah
Satu Satu

Perencanaan biaya Aktivitas kelompok biaya


kelompok/departemen dan Pusat Aktivitas
Langkah Langkah
dua dua

Biaya objects Biaya objects

Perbedaan sistem tradisional dengan sistem ABC dapat dilihat


dari dua segi:
Pertama, sistem ABC merumuskan kelompok biaya sebagai
aktifitas atau pusat aktifitas dari pada produksi pabrik atau
departemen pusat biaya.
Kedua, Cost drivers yang digunakan pada sistem ABC
digunakan untuk menugaskan biaya aktifitas terhadap biaya
objek sehingga disebut juga sebagai hubungan sebab-
akibat.
Perbedaan Penetapan Harga Pokok
Produk Tradisional dengan Metode ABC
Tingkat Biaya dan Pemicu

ABC mengakui aktivitas, biaya aktivitas, dan


pemicu
aktivitas pada tingkatan agregasi yg berbeda, yaitu
a. Unit c. Produk
b. Batch d. Pabrik
A. TINGKAT UNIT

Biaya tingkat unit biaya yg meningkat ketika


satu unit diproduksi.
Pemicu Biaya Tingkat Unit ukuran aktivitas yg
bervariasi dengan jumlah unit yg diproduksi dan
dijual.

Contoh Aktivitas: Contoh Biaya: Contoh Pemicu Aktivitas:


Pemotongan Bagian dari biaya: Unit atau pon output
Penyolderan Listrik Jam tenaga kerja
Pengecatan Bahan Baku tidak langsung
Perakitan langsung Jam mesin
B. TINGKAT BATCH

Biaya Tingkat Batch biaya yg disebabkan oleh


jumlah batch yg diproduksi dan dijual.
Pemicu Tingkat Unit ukuran aktivitas yg
bervariasi dengan jumlah batch yg diproduksi
dan dijual.

Aktivitas: Biaya: Pemicu Aktivitas:


Penjadwalan Gaji karyawan yg Jumlah batch,
Persiapan melakukan: Persiapan,
Pencampuran Penjadwalan Penggerakan bahan
Pemindahan Persiapan baku,
Penanganan Bahan Baku Pesanan produksi
C. TINGKAT PRODUK

Biaya Tingkat Produk biaya yg terjadi untuk


mendukung sejumlah produk berbeda yg
dihasilkan.
Pemicu Tingkat Produk ukuran aktivitas yg
bervariasi dengan jenis produk yg diproduksi dan
dijual.
Aktivitas: Biaya: Pemicu Aktivitas:
Desain Gaji Desainer Jumlah Produk,
Pengembangan Programmer Perubahan Desain,
Pembuatan Prototipe Biaya Iklan Jam Desain.
Periklanan Biaya Paten
Pergudangan
D. TINGKAT PABRIK

Biaya Tingkat Pabrik biaya untuk memelihara


kapasitas di lokasi produksi.
Pemicu Tingkat Pabrik luas lantai yg ditempati.

Aktivitas: Biaya: Pemicu Aktivitas:


Pemanasan Penyusutan Luas ruang yg ditempati dalam satuan
Penerangan Asuransi kaki persegi.
Pendinginan Pajak
Penyediaan Bangunan
Keamanan
KAPAN DIBUTUHKAN SISTEM ACTIVITY
BASED COSTING ?
Dimasa lalu, sistem biaya activity based costing hanya
digunakan pada saat:

Untuk mengukur biaya aktifitas dan biaya-biaya


lainnya menurun, yang dapat disebabkan adanya
komputerisasi sistem penjadwalan dilantai produksi.
Activity yang tetap, menaikkan biaya dari penetapan
harga.
Deferensiasi produk yang tinggi dalam jumlah, ukuran
ataupun kompleksitas
Menurut Kaplan dan Cooper, sistem ABC memiliki
dampak terhadap perusahaan yang:

Memiliki area luas, biaya-biayanya meningkat,


Memiliki produk, jasa, pelanggan, proses ataupun
kombinasi dari semuanya.
LANGKAH-LANGKAH DALAM
MELAKSANAKAN SISTEM ABC

Ada 3 tahap dalam melaksanakan sistem Activity


Based Costing yaitu:

1. Mengidentifikasi
Biaya Sumber Daya dan Aktifitas
2. Mengalokasikan Biaya Sumber Daya ke Aktifitas
3. Mengalokasikan Biaya Aktifitas ke Biaya Objek
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE ABC