Anda di halaman 1dari 11

BIOMOLEKULER YULIA RAHMA

1607047012
BAHAN ALAM UNTUK TERAPI KANKER
CATHARANTHUS ROSEUS (TAPAK DARA;INDONESIA,
MADAGASCAR PERIWINKLE;MADAGASKAR)
INTRODUCTION
Catharanthus roseus atau yang lebih dikenal dengan nama tapak
dara;Indonesia atau Periwinkle adalah jenis tanaman yang mengandung
banyak senyawa dan kegunaan salah satunya untuk terapi kanker,
arrythmia, dan pengobatan yang lain.
Tanaman pada dasarnya tidak dapat bergerak, oleh karena itu untuk
melindungi diri dari serangga, bintang liar dan penyakit maka sistem
pertahanan diri membuat senyawa kimia yang disebut sebagai metabolit
sekunder.
PENGGUNAAN SEBAGAI ANTIKANKER MENGGUNAKAN
SENYAWA VINBLASTIN DAN VINKRISTIN YANG DIEKSTRAKSI
DARI TANAMAN. DIGUNAKAN UNTUK TERAPI LEUKIMIA,
HODGKINS LYMPHOMA (KUMAR ET AL, 2015)
DESCRIPTION
Tinggi : tanaman herba dengan tinggi 1 meter
Daun : bentuk daun oval dengan lebar 2,5-9 cm, hijau mengkilap
berbulu dengan pelepah pucat dan tangkai pendek dengan panjang
1-1,8 cm
Bunga: bunganya putih hingga merah muda gelap dan tengahnya
berwarna merah gelap
Buah : buahnya berbentuk kantung berpasangan sepanjang 2-4
cm
ANTICANCER PROPERTIES
Vinkristin adalah dimer-indo-alkaloid yang di ekstraksi dari daun
Catharanthus roseus. Efektif pada pengobatan seukimia sel limpositik
akut, penyakit Hodgkin dan non-Hodgkin klinis. Tetapi memiliki efek
samping yang parah, seperti neurotoksik dan jaringan, sehingga
pemakaiannya dibatasi.
Isolasi dari dua senyawa komplek indol-alkaloid, vinblastine dan vinkristin,
dimana kedua senyawa ini digunakan untuk pengobatan antikanker.
Kedua alkaloid ini mirip secara struktur, namun pengaruhnya pada jenis
tumor yang berbeda dan toksisitasnya.
Model sistem yang digunakan pada penelitian ini, dengan
mentransplantasi lymphoma pada tikus Noble strain yang dirancang
dengan Nb2 node, secara kebetulan dapat menyebabkan perkembangan
yang sangat sensitif dan spesifik untuk hormon laktogenik (Kumar et al,
2015).
MEDICINAL PROPERTIES OF
C. ROSEUS AS ANTICANCER
Pada penelitian yang dilakukan oleh El-Merzabani et al, 1979, disuntikkan
ekstrak ethanol (70%) daun C. roseus secara intraperitonial ke tikus betina.
Hasil dari senyawa alkaloid menunjukan respon yang baik terhadap tipe
kanker yang berbeda terutama pada kanker yang resisten pengobatan ganda.
Dari 19 pasien diberikan injeksi ekstrak kloroform hanya satu yang mengalami
resistensi, 5 menunjukkan respon 50% dan 6 sama sekali terobati. Baik ganas
dan tidak ganas, platelet dan kelainan terkait platelet efektif diobati dengan
alkaloid C.roseus.
Pada penelitian belakangan ini ditemukan pertumbuhan pembuluh darah yang
memperbanyak pertumbuhan tumor dihambat oleh alkaloid tersembunyi dari
C.roseus. Alkaloid ini adalah vincristin dan vinblastin yang digunakan sebagai
obat suntik antikanker dimana vinblastin sebagai Velban dan vinkristin
sebagai Oncovin (Sandeep et al, 2014).
CLINICAL PHARMACOKINETICS OF
VINORELBINE (5-
NORANHYDROVINBLASTINE)
Baru-baru ini vinorelbine dikembangkan menjadi obat semisintetis
antikanker yang termasuk kedalam golongan alkaloid dari
Catharanthus. Mekanisme kerjanya diasumsikan sama dengan
mekanisme kerja dari vinblastine dan vincristine, sebagai
antimikrotubuler agen yang menangkap pembelahan sel di mitosis.
Secara klinis, vinorelbine menunjukan aktivitas pada pengobatan
kanker paru-paru non-small-cell dan pengobbatan kanker payudara
metastatik (Kumar et al, 2015).
WARNING
Madagascar periwinkle beracun apabila ditelan atau dihisap. Hal ini
adalah penyebab keracunan pada binatang gembala. Untuk terapi kanker
pun penggunaannya harus dibawah pegawasan dokter, produk hasil dari
tanaman ini dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan
(Kumar et al, 2015).