Anda di halaman 1dari 32

NERACA BAHAN MAKANAN

(FOOD BALANCE SHEET)


By : Sintya Fadli
NIM. 1411222012

PROGRAM STUDI ILMU GIZI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
Outline :
Pengertian Neraca Bahan Makanan (Food
Balance Sheet)
Kegunaan Neraca Bahan Makanan
Kelemahan Neraca Bahan Makanan
Konsep Neraca Bahan Makanan (Food Balance
Sheet)
Determinasi Neraca Bahan Makanan
Metode Pengukuran dalam Neraca Bahan
Makanan
Syarat-syarat Penyusunan Neraca Bahan
Makanan
Cara Pengisian Tabel Neraca Bahan Makanan
Pengertian Neraca Bahan
Makanan
NBM ?
NBM adalah penyajian data dlm bentuk tabel
yang dapat menggambarkan situasi dan kondisi
ketersediaan pangan untuk konsumsi penduduk di
suatu wilayah (negara/ provinsi/ Kabupaten)
dalam suatu kurun waktu tertentu
Di Indonesia, NBM mulai disusun pada tahun 1963
oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan bantuan
ahli dari FAO untuk keperluan intern BPS,
Kemudian secara periodik disusun NBM 1971 dan
NBM 1972.
Berdasarkan instruksi Menteri Pertanian Nomor :
12 /INS/UM/6/1975 tanggal 19 Juni 1975, dibentuk
Tim Penyusun NBM Nasional yang beranggotakan
unsur-unsur dari instansi Departemen Pertanian
dan instansi terkait untuk bersama-sama menyusun
buku Pedoman Penyusunan NBM serta menyajikan
NBM mulai PELITA I hingga sekarang.
Menyadari bahwa penyajian NBM Nasional
terlalu bersifat umum, maka pada tahun 1985
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian atas
nama Menteri Pertanian, melalui surat Nomor :
RC.220/487/B/II/1985 tanggal 20 Januari 1985
menginstruksikan seluruh kepala Kantor
Wilayah Departemen Pertanian untuk
mengembangkan Penyusunan NBM
Regional/Provinsi dengan membentuk tim
Penyusunan NBM Regional/Provinsi yang
bertugas menyusun NBM Regional/Provinsi
masing-masing.
Kegunaan Neraca Bahan Makanan
1. Melakukan evaluasi terhadap pengadaan
dan penggunaan pangan.
2. Memberikan informasi tentang produksi,
pengadaan serta semua perubahan -
perubahan yang terjadi,
3. Alat perencanaan di bidang produksi atau
pengadaan pangan dan gizi,
4. Merumuskan kebijakan pangan dan Gizi.
5. Menentukan kebijaksanaan di bidang
pertanian seperti produksi bahan makanan
dan distribusi.
6. Memperkirakan pola konsumsi
masyarakat.
7. Mengetahui perubahan pola konsumsi
masyarakat.
8. Membandingkan tingkat ketersediaan
pangan antar negara (FAO).
Kelemahan NBM
Tidak dapat memberikan informasi tentang
distribusi dari makanan yang tersedia tersebut
untuk berbagai daerah, apalagi gambaran
distribusi di tingkat rumah tangga atau
perorangan.
Tidak dapat dipakai untuk menggambarkan
perkiraan konsumsi pangan masyarakat
berdasarkan status ekonomi, keadaan ekologi,
keadaan musim dan sebagainya.
Konsep Neraca Bahan Makanan
(Food Balance Sheet)
Jenis Bahan Makanan, Bahan makanan yang
dicantumkan dalam kolom NBM adalah semua
jenis bahan makanan baik nabati maupun
hewani yang umum tersedia untuk dikonsumsi
oleh masyarakat. Bahan makanan tersebut
dikelompokkan menurut jenisnya yang diikuti
prosesnya dari produksi sampai dengan dapat
dipasarkan/dikonsumsi dalam bentuk belum
berubah atau bentuk lain yang berbeda sama
sekali setelah melalui proses pengolahan.
Produksi, jumlah hasil menurut jenis bahan makanan
yang dihasilkan oleh sektor pertanian (sub sektor
pertanian bahan makanan, peternakan, perikanan dan
perkebunan). Produksi di bagi menjadi 2, yaitu :
Produksi Input, unsur produksi yang atau akan
mengalami tingkat pengolahan lebih lanjut sebagian
atau seluruhnya.
Produksi Output, unsur produksi dari hasil
keseluruhan/ sebagian hasil turunannya yang
diperoleh dari hasil kegiatan berproduksi dan
dianggap belum mengalami perubahan/ pengurangan.
Besarnya output sebagai hasil dari input sangat
tergantung oleh besarnya ekstrasi dan faktor konversi.
Perubahan Stock, selisih antara stock akhir
dan stock awal periode. Nilai perubahan stock
positif berarti ada peningkatan stock yang
berasal dari komoditas yang beredar di pasar
dan bernilai negatif berarti ada penurunan stock
akibat pelepasan stock ke pasar.
Impor atau masuk, sejumlah bahan
makanan menurut jenisnya yang didatangkan
dari luar wilayah baik yang belum mengalami
proses pengolahan maupun yang sudah
mengalami proses pengolahan.
Ekspor atau keluar, sejumlah bahan makanan
menurut jenisnya baik yang belum mengalami
proses pengolahan maupun yang sudah
mengalami proses pengolahan yang dikirim keluar
wilayah. Baik yang dikirim ke daerah lain
(perdagangan antar Provinsi) maupun yang
dikirim langsung ke luar negeri (ekspor atau
perdagangan antar negara).
Pemakaian, sejumlah bahan makanan yang
dimanfaatkan oleh suatu daerah dan besarnya
sama dengan persediaan di Daerah tersebut
dikurangi dengan ekspor atau dikirim keluar dari
wilayah tersebut.
Jenis pemakaian diantaranya adalah :
Untuk makanan ternak, sejumlah b.m yang disediakan
sebagai bahan makanan ternak.
Untuk bibit, sejumlah b.m yang digunakan untuk maksud
reproduksi.
Diolah untuk makanan sejumlah b.m yg mengalami proses
pengolahan dan menjadi b.m turunannya.
Diolah untuk industri, sejumlah b.m yg digunakan sebagai
bahan baku/bahan penolong industri pengolahan b.m.
Tercecer, jumlah b.m yang hilang / tercecer dan tidak dapat
dimanfaatkan lagi yang terjadi di tempat industri, distribusi
dan penyimpanan, tidak termasuk yang tercecer di dapur
konsumen.
Tersedia untuk dimakan adalah sejumlah b.m yang tersedia
untuk dikonsumsi oleh penduduk pada suatu periode.
Ketersediaan per Kapita, sejumlah bahan
makanan yang tersedia untuk dikonsumsi setiap
penduduk Kabupaten/ kota/ wilayah tertentu
dalam suatu kurun waktu tertentu, baik dalam
bentuk natural maupun dalam bentuk unsur
gizinya.
Determinasi Neraca Bahan
Makanan
Menurut Suhardjo (1996) beberapa factor yang
menguntungkan dalam pemakaian NBM yaitu:
1. Dapat menggambarkan imbangan antara persediaan
pangan dihubungkan dengan kebutuhan yang
seharusnya dipenuhi. Dapat dibandingkan terhadap
konsumsi pangan yang nyata dari survei konsumsi
pangan.
2. Bila persediaan total energi yang dibandingkan dgn
perkiraan kebutuhan tidak banyak berbeda,
maka diduga tidak terdapat masalah kekurangan
gizi serius bila distribusinya merata. Namun
demikian bila persediaannya jauh lebih rendah
dari perkiraan kebutuhan, maka dapat
menyebabkan masalah kekurangan gizi berat.
3. Secara mudah dapat menggambarkan perkiraan
persediaan zat gizi dari berbagai kelompok jenis
pangan, seperti energi, protein, lemak, vitamin
dan mineral.
4. Sangat berarti sebagai alat komunikasi diantara
para ahli gizi, pertanian, dan ekonomi.
Metode Pengukuran dalam
Neraca Bahan Makanan
C = P - S + I - E
dimana :
C = Bahan makanan yang tersedia untuk pemakaian di
dalam Provinsi.
P = Produksi bahan makanan di dalam Provinsi.
S = Perubahan stock, selisih antara stock akhir dengan
stock awal.
I = Bahan makanan yang diimpor atau masuk Provinsi
E = Bahan makanan yang diekspor atau keluar Provinsi
Cara perhitungan NBM :
Menghitung kapasitas produksi makanan
dalam satu tahun (berasal dari persediaan/
cadangan, produksi dan impor bahan
makanan dari negara/ wilayah lain).
Dikurangi dengan pengeluaran untuk bibit,
ekspor, kerusakan pasca panen dan
transportasi, diberikan untuk makanan ternak
dan untuk cadangan.
Jumlah makanan yang ada tersebut dibagi
dengan jumlah penduduk.
Diketahui ketersediaan makanan per kapita per
tahun secara nasional.
Penyusunan NBM memperhatikan 9 item
yaitu:
1) Komponen Kelompok Bahan Makanan
2) Komponen Tabel NBM
3) Metode Perhitungan NBM
4) Jenis Bahan Makanan
5) Cakupan Sumber Data
6) Konsep dan Definisi
7) Syarat Penyusunan NBM
8) Persediaan Perkapita
9) Angka Kecukupan Gizi
Syarat-syarat Penyusunan NBM
Jenis Bahan Makanan, Data Penduduk, data
jenis bahan makanan yang penduduk tahun yang
lazim atau umum bersangkutan yang
dikonsumsi oleh bersumber dari BPS yang
masyarakat suatu diperoleh dari angka
negara/daerah yang data proyeksi penduduk
produksinya tersedia secara berdasarkan Sensus
kontinyu dan resmi. Jika Penduduk, Survei
data produksi jenis bahan Penduduk Antar Sensus
makanan tersebut tidak dan Pendaftaran Pemilih
tersedia, maka bisa didekati dan Pendataan Penduduk
dengan data lain yang Berkelanjutan (P4B). Data
tersedia, misalnya data penduduk tersebut
konsumsi. termasuk penduduk asing
Besaran dan Angka Komposisi Gizi Bahan
Konversi, yg digunakan Makanan, yang
adalah besaran dan angka digunakan adalah
konversi yang ditetapkan komposisi gizi bahan
oleh Tim NBM Nasional makanan yang bersumber
dari buku Daftar Komposisi
yang didasarkan pada
Bahan Makanan (DKBM),
hasil kajian dan Publikasi Puslitbang Gizi
pendekatan ilmiah. Untuk Departemen Kesehatan dan
penyusunan NBM dari sumber lain yang
Regional, sepanjang resmi yaitu : "Food
besaran dan angka Composition Table For Use
konversi tersedia di In East Asia", dan "Food
daerah, dapat digunakan Composition Table For
angka tersebut dengan International Use",
menyebut sumbernya. Publikasi FAO. Komposisi
gizi tersebut adalah
Cara Pengisian Tabel NBM
Dalam pengisian kolom-kolom tabel NBM, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Penulisan angka mulai dari kolom (2) sampai
dengan kolom (14), dan kolom (17) adalah dalam
bilangan bulat, sedangkan untuk kolom (15), (16),
(18) dan kolom (19) dalam bilangan pecahan dua
desimal.
Apabila data tidak tersedia, maka diisi dengan
notasi strip (-).
Bila besarnya data kurang dari 500 kg, maka diisi
dengan notasi nol (0).
Kolom 1 : Jenis bahan makanan. Tuliskan nama
seluruh bahan makanan sesuai dengan kelompok
komoditas pada kolom (1).
Kolom 2 : Produksi (masukan). Tuliskan angka
produksi yang masih akan mengalami perubahan
bentuk (bila ada) pada kolom (2).
Kolom 3 : Produksi (keluaran). Tuliskan pada
kolom (3) angka unsur produksi yang merupakan
produksi asli yg diperoleh dari kegiatan berproduksi
dan belum mengalami perubahan / produksi
turunan yang sudah mengalami perubahan.
Kolom 4 : Perubahan stok. Tuliskan angka
perubahan stok (bila ada) pada kolom (4) berikut
tandanya : negatif (-) atau positif (+).
Kolom 5 : Impor. Tuliskan pada kolom (5)angka
jumlah bahan makanan yang masuk dari negara lain
atau wilayah lain.
Kolom 6 : Penyediaan Dalam Negeri sebelum
Ekspor. Tuliskan pada kolom (6) angka hasil dari
produksi (keluaran) dikurangi perubahan stok
ditambah impor.
Kolom 7 : Ekspor. Tuliskan pada kolom (7) angka
jumlah bahan makanan yang dikeluarkan wilayah
administratif/daerah ke luar negeri maupun ke
wilayah lain baik melalui laut, darat maupun udara.
Kolom 8 : Penyediaan Dalam Negeri.Tuliskan
pada kolom (8)angka hasil dari Penyediaan Dalam
Negeri sebelum ekspor kolom (6) dikurangi
ekspor pada kolom (7).
Kolom 9 : Pakan Tuliskan angka pakan pada
kolom (9).Untuk menghitung kebutuhan pakan
dapat digunakan dua cara yaitu :
a. Hasil perkalian antara total populasi ternak
(diluar ayam dan unggas ) dengan ransum
masing-masing jenis makanan
b. Hasil perkalian antara persentase pakan dengan
penyediaan dalam negeri.
Kolom 10 : Bibit/benih. Tuliskan pada kolom (10)
angka hasil perkalian antara jumlah kebutuhan bibit
kg/Ha dengan luas tanam bersih pada tahun
penyusunan NBM untuk tanaman pangan dan
persentase yang digunakan untuk bibit dengan
penyediaan dalam negeri untuk jenis
komoditas lainnya.Untuk menghitung kebutuhan
bibit, khususnya untuk tanaman pangan ada 2 (dua )
cara yang dapat ditempuh: luas panen dikalikan
dengan kebutuhan bibit per hektar.
Kolom 11: Diolah untuk makanan. Tuliskan pada
kolom (11) angka banyaknya komoditas bahan
makanan yang berasal dari penyediaan dalam negeri
yang diolah untuk makanan, bila ada.
Kolom 12 : Diolah untuk bahan makanan Tuliskan
pada kolom (12) angka banyaknya komoditas bahan
makanan yang berasal dari penyedian dalam negeri
yang diolah untuk keperluan bukan makanan, bila
ada.
Kolom 13 : Tercecer Tuliskan pada kolom (13)
angka hasil perkalian persentase tercecer dengan
penyediaan dalam negeri untuk masing-masing
komoditas .
Kolom 14: Bahan makanan Tuliskan pada kolom
(14)angka jumlah bahan makanan yang tersedia
dikonsumsi penduduk.Angka tersebut merupakan
hasil dari : kolom (8)-kolom (9)-kolom (10)-
kolom(11)-kolom (12)-kolom (13).
Kolom 15 : Kg/Tahun(Kg/year). Tuliskan pada kolom
(15)angka hasil pembagian kolom (14) dengan jumlah
penduduk pertengahan tahun.Kg/Tahun = kolom
(14)/penduduk pertengahan tahun *1000.
Dikalikan 1000 karena konversi dari ton ke kilogram
Kolom 16: Gram/Hari (Gram/Day)Tuliskan pada kolom (16)
hasil pembagian kolom (15) dengan jumlah hari dalam satu
tahun dikali 1000.Gram/Hari = (kolom (15)/365 hari*1000.
Dikalikan 1000 karena konversi dari kilogram ke gram.
Kolom 17: Energi,Kalori/hari(Energy, cal/Day). Tuliskan
pada kolom (17)angka hasil perkalian kolom (16) dengan
persen bagian yang dapat dimakan (b.d.d), kemudian kalikan
dengan kandungan energi dari 100 gram bahan makanan.
Energi kalori/hari =kolom (16) x bdd x kandungan energi: 100.
Kolom 18: Protein,Gram/Hari(Protein Gram/Day)
Tuliskan pada kolom (18) angka hasil perkalian
kolom (16) dengan persen bagian yang dapat
dimakan, kemudian kalikan dengan kandungan
protein dari 100 gram bahan makanan.
Protein gram/hari = Kolom (16) x Bdd x kandungan
protein:100.
Kolom 19 : Lemak Gram/hari (Fats Gram/day).
Tuliskan pada kolom (19) angka hasil perkalian kolom
(16) dengan persen bagian yang dapat
dimakan,kemudian kalikan dengan kandungan lemak
dari 100 gram bahan makanan.
Lemak Gram/hari = kolom (16) x Bdd xkandungan
lemak: 100.
REFERENSI

Rahmadani, 2009. Neraca Bahan Makanan


(NBM), Materi Kuliah Ekologi Pangan
Dan Gizi, Jurusan Sosek Pertania Fakultas
Pertanian Unhas.
Suhardjo, 1996. Perencanaan Pangan dan
Gizi, Jakarta; Bumi Aksara.
Diakses melalui https://
bohkasim.wordpress.com/2009/04/11/neraca-
bahan-makanan/
pada tanggal 2 April 2017
Terima Kasih