Anda di halaman 1dari 66

POSBINDU PTM

Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular


Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan
Kementerian Kesehatan RI
PENYAKIT TIDAK
MENULAR
Penyakit Tidak Menular (PTM)

Di DUNIA Di INDONESIA
Penyebab Kematian Transisi
Utama di dunia Epidemiologik
36 juta (63%) kasus Kasus Peny. Menular
kematian = kasus (44%28,1%)
PTM
29 Juta (80%)dari Kasus PTM
kasus kematian
(41,7% 59,5%)
akibat PTM terjadi di
negara berkembang
Penyakit Tidak Menular

Sering tdk bergejala


tidak menyadari
keterlambatan penanganan
komplikasi/ kematian/
kecacatan
Angka Prevalensi Penyakit Tidak Menular Di Indonesia Berdasarkan Kelompok Umur
80

70 67 .3

63.5 Stroke
60
Hipertensi
53.7
50 DM

Peny akit Jantung


42.4 41.7
Angka Prevalensi 40

31.9
30 29.9

19.2 20.4
20 19 20.2

16.1
11.312.5
10 9.3
6.8
4.7
3.7 3.4 3.2
2.5 2.7
0.7 1.3
0
25 - 34 Tahun 35 - 44 Tahun 45 - 54 Tahun 55 - 64 Tahun 65 - 7 4 Tahun 7 5+ Tahun

Sumber : Riskesdas 2007


FAKTOR RESIKO
PENYAKIT TIDAK
MENULAR
FR Tidak Dapat Diubah PENYAKIT TIDAK
Umur, jenis kelamin MENULAR
Keturunan dll Faktor Risiko dan Fase Akhir
2.Faktor Risiko
Fisiologis Fase Akhir
FR Dapat Diubah : (Peny. Antara)
1.FR Perilaku Hipertensi PJK -PD
Merokok Hiperglikemia Stroke
Diet tinggi lemak TGT
& rendah serat Obesitas
Diabetes
Alkohol Dislipidemia
Ginjal Kronik
Aktifitas Fisik Kurang Lesi pra Kanker
Stress kanker PPOK
Bronkhitis kr/
emfisema
3.Faktor Lingkungan : paru/ efusi
Globalisasi, Sosio-ekonomi pleura
Modernisasi, Polusi dll
Faktor Risiko PTM

Rokok Cardiovascular
Cancers
Diet
Diabetes
Aktifitas Fisik Chronic Respiratory
Osteoporosis
Oral Health
Konsumsi Alkohol
Kecelakaan & Tindak
Source: WHO, Global Status Report on NCD, 2010 Kekerasan
Angka Prevalensi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Di Indonesia Berdasarkan Kelompok Umur
120

100
Makan Berlemak
94.7 95.3
93.4 93.3 93.5 93.7
Makan Asin
Stress
80 Rokok
76
Kurang Buah & Sayur
Alkohol
Aktifitas Fisik
Angka Prevalensi 60
58.5

42.9 44.4
40 37 .5
38.9 38.4 38
35 36 34.7
33.7

24.7
24.6 24.9 24.9 24.2 21.9
23.2
23
20
12.5 15.9
13.1 12.9 12 11.8
9.9 11 10.2
9
6.7 5.5
3.6 2.6
4.8 1.5
0
25 - 34 Tahun 35 - 44 Tahun 45 - 54 Tahun 55 - 64 Tahun 65 - 7 4 Tahun 7 5+ Tahun

Sumber : Riskesdas 2007


JENIS-JENIS
PENYAKIT TIDAK
MENULAR
Penyakit Jantung
Koroner
Akibat penyempitan Pembuluh
darah Koroner Serangan
Jantung

Gejala dan Tanda :


Rasa tertekan, rasa sakit, terjepit, terbakar
di dada, menjalar ke seluruh dada, bahu kiri,
lengan kiri, pungung, leher, rahang bwh
Rasa tercekik atau rasa sesak
Lama 20 menit/ lebih
Disertai keringat Dingin, rasa lemah,
berdebar, terkadang sampai pingsan
Stroke

Kejadian sakit tiba-tiba akibat gangguan


peredaran darah ke otak karena sumbatan
atau pecahnya pembuluh darah sehingga otak
kekurangan oksigen dan energi kerusakan
otak permanen kecacatan-kematian dini
Stroke....
Tanda dan Gejala :
SEGERA KE RS
SEnyum Tidak simetris
GERAk Anggota Tubuh yang lemah/ tidak bisa
digerakan secara tiba-tiba
Sakit KEpala
Rabun/ gangguan penglihatan Tiba2
Suara pelo, parau atau menghilang
HIpertensi
Tekanan darah tinggi dengan
tekanan sistolik 140 mmhg,
dan diastolik 90 mmhg,
seringkali tanpa gejala

Gejala dan tanda


Sakit kepala, lelah, sesak
nafas, nafas pendek/
terengah-engah, gelisah,
pandangan kabur, mata
berkunang-kunang, mudah
marah, telinga berdengung,
sulit tidur, rasa berat di
tengkuk
Kanker Payudara
Keganasan sel yang berasal dari kelenjar dan jaringan
payudara, tapi tidak termasuk kulit payudara
Gejala dan tanda:
Perubahan ukuran dan bentuk payudara
Adanya lipatan/ cekungan pada kulit payudaraa
Keluar Cairan atau nanah/ darah dari puting susu
Benjolan atau penebalan didalam payudara atau di
bawah lengan. Benjolan keras, bentuk tidak rata,
tidak terasa sakit, tidak bergerak jika ditekan
Kanker Leher Rahim
Keganansan yang berasal dari sel rahim
Gejala dantanda :
Perdarahan saat berhubungan intim
Perdarahan diluar masa menstruasi
Keputihan berbau busuk
Keputihan bercampur darah
Nyeri aat berhubungan
Nyeri panggul
Gangguan BAK/ BAB
Diabetes melitus
Penyakit menahun ditandai dengan kadar gula
dalam darah melebihi normal
GDS 200 mg/dl, GDP 126 mg/ dl
Gejla dan tanda :
Banyak makan, Banyak Minum, Banyak Kencing,
penurunan BB tanpa sebab yang jelas
Gejala penyerta : Gatal, mengantuk, kesemutan,
mata kabur, impotensi, keputihan pd wanita
Penyakit paru obstruksi kronik
Penyakit kronik saluran nafas yang ditandai
dengan hambatan aliran udara ke dalam
paru-paru. Penyakit ini tidak sepenuhnya
reversibel, dan bersifat progresif
Gejala dan tanda :
Ssasak nafas, batuk berdahak kronik, semakin
lama semakin memburuk
Asma
Merupakan inflamasi, peradangan kronok
saluran nafas, gejala hilang timbul dan dapat
kembali normal
Tanda dan gejala :
Sesak nafas, batuk berdahak
Nafas berbunyi
Ditemukan riwayat keluarga dengan asma dan
alergi
Gangguan indera dan gungsi
Gangguan Pendengaran
Gangguan Penglihatan
POSBINDU
PTM
22 4/24/17

LATAR BELAKANG PENGEMBANGAN


POSBINDU PTM BAGI MASYARAKAT
Posbindu PTM Wadah Kegiatan PPTM
Yang Terintegrasi

Mampu memelihara
Pemberdayaan
Pemberdayaan dan meningkatkan
Proses
Proses keluarga/masy/swasta kesehatannya melalui :
keluarga/masy/swasta
Monitoring faktor risiko
Pembelajaran PTM secara teratur
Tidak merokok
Diet yg Sehat dengan
Dari,oleh,untuk
Dari,oleh,untuk dan
dan kalori seimbang melalui
bersama
bersama masy.
masy. konsumsi makanan
tinggi serat, rendah lemak
Sesuai
Sesuai sosbud
sosbud dan rendah garam
Melakukan aktifitas
Menciptakan
Menciptakan Lingkungan
Lingkungan fisik/olahraga teratur
yg
yg Kondusif
Kondusif Untuk
Untuk
Bergaya
Bergaya Hidup
Hidup Sehat
Sehat
POSBINDU PTM

Posbindu PTM merupakan bentuk


peran serta masyarakat dalam
upaya monitoring faktor risiko PTM,
deteksi dini dan pengendalian
faktor risiko secara mandiri dan
berkelanjutan.
PENTAHAPAN
PENGEMBANGAN
POSBINDU PTM
TUJUAN
Meningkatkan peran serta masyarakat dlm pencegahan
dan penemuan secara DINI, Faktor Resiko PTM

SASARAN KEGIATAN
Kel. Masyarakat Sehat
Kel. Masyarakat Beresiko
Kel. Masyarakat Penyandang PTM

Usia > 15 tahun


Monitoring :
Obesitas
Hipertensi Konseling :
Hiperglikemi
Hiperkolesterol Diet,
Pem.Klinis Stop
Payudara merokok
Faktor lain
Stress
Aktifitas bersama :
KIE Self Care
Aktifitas Fisik
Sarasehan
28 4/24/17

KEGIATAN UTAMA
POSBINDU PTM
Meja Meja Meja
1 2 3

Meja
3

Meja
4

Meja
5
PENCATATAN DAN
PELAPORANPencatatan dan
pelaporan faktor risiko
individu pada KMS
Faktor Risiko Penyakit
Tidak Menular dilakukan
oleh Kader dalam rangka
mawas diri individu.
Pencatatan dan
pelaporan faktor risiko
masyarakat pada Buku
Pencatatan Hasil
Kegiatan Posbindu PTM
dilakukan oleh kader
untuk meningkatkan
mawas diri kelompok.
Lb.1
Bulan :................
Tahun:................
LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

N NO. Nama Umu P/W Riwayat Riwaya Merok Aktifita Makan Konsumsi
O KTP r Penyakit t ok s Fisik Sayur minuman
Tidak Penyak dan Buah beralkoho
Menular it l
Pada Tidak
Keluarga Menula
r Pada
diri
sendiri

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Tahun:................

LEMBAR PENCATATAN HASIL POSBINDU PTM

No. Tekanan Darah (mmHg)


Urut
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Tahun:................
LEMBAR PENCATATAN HASIL POSBINDU
PTM

No. IMT (Kg/m2)


Urut
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Tahun:................ Lb.4
LEMBAR PENCATATAN HASIL POSBINDU
PTM

No. Urut Lingkar Perut (cm)


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Lb.5
Bulan :................
Tahun:................
LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

NO. Gula Darah Kolesterol Trigliserida Uji Fungsi Paru Benjolan IVA
Urut Sewaktu Darah (mg/dL) Sederhana Pada
(mg/dL) (mg/dL) (mg/dL) Payudara

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Lb.6
Bulan :................
Tahun:................

LEMBAR PENCATATAN KONSELING


FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

N NO. KTP Nama Umur Masalah Saran Tindak


P/W
O Kesehatan Lanjut
Yang Ditemukan

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Lb.7
Bulan :................
Tahun:................

LEMBAR PENCATATAN RUJUKAN

Tanggal
No. Tanggal Puskesmas Alasan Kembali
/RS yang Keterangan
Urut Rujukan Dirujuk Rujuan
Dirujuk

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


PENGENDALIAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
PADA POSBINDU PTM

Menjaga dan atau mengembalikan (bagi yang sudah


mengalami) kondisi yg berisiko penyakit tidak menular
menjadi kondisi yang normal
Pada orang sehat ditujukan agar faktor risiko tetap
terkendali dalam kondisi normal
Pada penyandang penyakit tidak menular dilakukan
untuk mencegah komplikasi kronik dan penyakit tidak
menular lainnya (gagal ginjal, impotensi, jantung
koroner, neuropati dan lain-lain)

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


PEMANTAUAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
PADA POSBINDU PTM
Pemantauan dilakukan secara rutin dan periodik
Rutin bilamana pemeriksaan kondisi kesehatan
diupayakan menjadi kebiasaan meski tidak dalam
kondisi sakit, pemantauan dilakukan 1 bulan sekali
(atau sesuai kesepakatan pihak penyelenggara).
Periodik bilamana pemeriksaan kesehatan dilakukan
secara berkala sesuai anjuran yang bermakna secara
klinis (sesuai kebutuhan).

PEMANTAUAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR


Tahapan Pemeriksaan
Faktor Risiko PTM

1.Wawancara
2.Pengukuran
3.Penilaian
Pemeriksaan Faktor Risiko
PTM
No Faktor Risiko PTM Metode Alat yang Digunakan

1 Merokok Wawancara Formulir


2 Kurang aktifitas fisik Wawancara Formulir
3 Kurang sayur dan Buah wawancara Formulir
4 Diet Tidak seimbang Wawancara Formulir
5 Stres Wawancara Formulir
6 Potensi Cedera dan Tindak Wawancara Formulir
Kekerasan
7 Hipertensi Pengukuran Tekanan darah Tensimeter, Stetoskop

8 Obesitas Pengukuran BB, Tinggi Badan, IMT Microtoise, Timbangan, Pita


dan Lingkar Pinggang/Lingkar Perut Pengukur dan Kalkulator

9 Dislipidemia Pengukuran Kolesterol,Total Lipid panel


trigliserida,HDL dan LDL
10 Kadar Gula darah terganggu Pengukuran kadar gula darah Glukometer
11
Konsumsi Minuman Pengukuran Kadar alkohol Tes kadar Alkohol pada
Beralkohol dan Amfetamin pernafasan dan Tes
Dan Amfetamin Amfetamin pada urin
Pemeriksaan Untuk Diagnosis Dini PTM
No Penyakit Tidak Menular Diagnosis Alat yang digunakan

1 Asma Pemeriksaan Fungsi Paru Peakflowmeter

2 PPOK Pemeriksaan Fungsi Paru Spirometri dan Peakflowmeter

3 Penyakit Jantung Koroner Pemeriksaan EKG dan Enzim EKG dan Rapid Test Enzim
Jantung

4 Kanker Leher Rahim Pemeriksan IVA Kit IVA

5 Kanker Payudara Periksa payudara sendiri ( Sadari )


dan CBE

6 Retinoblastoma Pemeriksaan mata kucing Senter

7 Diabetes Melitus Pemeriksaan Gula darah Glukometer

8 Osteoporosis Pemeriksaan Semenit Formulir


Osteoporosis
PENGUKURAN FAKTOR RISIKO

No Pengukuran Hasil Pengukuran Alat yang digunakan


1 Kegemukan/ Berat Badan (BB) Body Fat Analyzer/ Alat Ukur
Obesitas Indeks Massa Tubuh Analisa Lemak Tubuh
Lingkar perut Pita ukur
2 Tekanan Darah Diastolik Sphygmomanometer air
Sistolik raksa atau digital
3 Kadar Gula Darah Gula Darah Sewaktu Glukometer
Gula Darah Puasa
Gula Darah 2 Jam Setelah
Makan

PANDUAN PENYELENGGARAAN POSBINDU DALAM MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK


MENULAR
.

MEJA 1
(REGISTRASI)

Pengisian KMS FR PTM :


KMS FR PTM diisi sesuai identitas peserta :
No. Tanda Pengenal/ KTP - Alamat
Nama - Pendidikan terakhir
Tanggal - Pekerjaan
Jenis Kelamin (L/P) - Status perkawinan (menikah/
tidak menikah*) Peserta
Suku ke meja
- Golongan darah
2
Agama membawa
KMS yang
terisi
.

MEJA 2
(WAWANCARA)

Pada lembar KMS FR PTM, dilakukan Penggalian


informasi FR Perilaku dan Keturunan pada
keluarga inti yaitu :
- Peny. Kencing manis (Ya/
Merokok (+/-) tidak)
Makan sayur buah min 5 porsi (+/-)
- Peny. Hipertensi (Ya/ tidak)
Kurang aktifitas fisik 10/hr 3x/mgg(+/-)
Peny. Jantung (Ya/ tidak)
Konsumsi minuman beralkohol (+/-)
- Peny. Stroke (Ya/Peserta
tidak) ke
(*tulis [+] jika ya ; [-] jika tidak) meja 3
membawa
KMS yang
terisi
.

MEJA 3
(PENGUKURAN)

Pada lembar KMS FR PTM, dilakukan pengukuran


yaitu :
IMT (Indeks Massa Tubuh)
Lingkar Perut
Tekanan Darah

Peserta ke
meja 4
membawa
KMS yang
terisi
MENGUKUR TINGGI BADAN
Lepas alas kaki, topi/kopiah, atau sanggul.
Berdiri tegak , tumit kaki dan punggung dirapatkan pada alat
pengukur yang menempel pada dinding, lutut lurus, tangan lurus
kebawah telapak tangan merapat pada tubuh.
Pandangan menghadap kedepan.
Tarik alat pengukur TB dan letakkan menempel pada kulit kepala.
Baca nilai yang tertera pada alat.

IMT Normal= 18,5-24,9


(Kg/m2)
PANDUAN PENYELENGGARAAN POSBINDU DALAM MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK
MENULAR
CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH
PERSIAPAN
1. Sarankan pasien untuk duduk
tenang selama 5 menit tanpa
menyilangkan tungkai.
2. Pengukuran sebaiknya
dilakukan pada lengan kanan,
jika karena suatu alasan
dilakukan pada lengan kiri
CARA PEMASANGAN
MANSET
1. Letakkan lengan kanan pasien di
atas meja dengan telapak tangan
menghadap ke atas.
2. Bila mengenakan baju berlengan,
singsingkan hingga ke atas.
Manset menempel langsung ke
kulit lengan.
4. Lingkarkan manset pada lengan
atas dengan posisi selang karet
berada di daerah arteri brachialis
(di tengah). Batas bawah manset
adalah 1,2 2,5cm di atas siku
bagian dalam.
5. Kencangkan manset ke lengan
secara pas dan tidak longgar.
6. Posisikan manset setinggi posisi
ALAT TENSIMETER DIGITAL
1. Hubungkan selang 4.Akan muncul 2 7. Jika perbedaan
karet manset ke alat angka hasil kedua hasil
monitor pengukuran. Angka 10mmHg maka
2. Tekan tombol di atas pengukuran ke
On/Off, tunggu menunjukkan 3 perlu
sampai muncul
tekanan sistolik. dilakukan
angka 0 dan lambang
Angka di bawah dengan selang
hati.
menunjukkan 1 menit setelah
3. Tekan tombol
tekanan diastolik. pengukuran ke-
START, alat akan
5.Tampilan angka 2.
mengukur secara
otomatis berikut dengan 8. Setelah selesai,
huruf P di atasnya tekan tombol
berarti jumlah On/Off dan
denyut nadi/menit. lepaskan
6.Selang 1 menit, manset
tekan kembali
tombol START
untuk pengukuran
MENGUKUR LINGKAR PERUT (LP)

1. Gunakan pita pengukur.


2. Posisi berdiri tegak lurus,
3. Tandai tepi tulang rusuk paling bawah.
4. Tandai bagian atas ujung lengkung
tulang pangkal panggul.
5. Tandai titik tengah di antara tepi tulang
rusuk bagian bawah dan bagian atas
ujung lengkung tulang pangkal panggul
di atas pada kedua sisi tubuh.
6. Ukur pada akhir pernafasan.
7. Ukur dari titik tengah sisi kanan secara
mendatar melingkari pinggang kiri
melewati perut kembali ke sisi kanan.
8. Baca hasilnya dan catat.
.

MEJA 4
(PEMERIKSAAN)

Pada lembar KMS FR PTM, dilakukan pemeriksaan


yaitu :
Gula Darah Sewaktu
Kolesterol Total
Trigliserid
SADARI (Disiapkan ruangan khusus pemeriksaan)
IVA (Disiapkan ruangan khusus pemeriksaan)
Peserta ke
Arus Pernafasan Ekspirasi meja 5
membawa
KMS yang
terisi
PENGUKURAN KADAR GULA DARAH
a. Alat dan Bahan :
Alat pemeriksa glukosa darah : Glukometer kapiler
Test strip (carik uji)
Lancet/ Autoclix
Alkohol 70%
Kapas
b. Cara Pengambilan Darah :
1). Bersihkan salah satu ujung jari pasien (jari manis, jari tengah, jari telunjuk) dengan
kapas yang telah diberi alkohol 70%, keringkan.
2).Tusukkan lancet/ autoclix pada ujung jari secara tegak lurus, cepat dan tidak terlalu
dalam.
3).Usap dengan kapas steril kering setelah darah keluar dari ujung jari.
4).Tekan ujung jari ke arah luar.
5).Balikkan tangan dan biarkan darah keluar setetes/ dua tetes.
6).Sentuhkan setetes/ dua tetes darah pada strip test.
7). Lakukan prosedur pemeriksaan sesuai dengan instruksi masing-masing alat periksa.
Putar
ujung
penutup Masukka
lancet ke n tes
angka- strip bila
angka gambar
Bersihkan
yang
Lepaska strip tes
ujung jari
sesuai
n muncul
(jari
dengan
penutup
manis/ jari
tebal
instrume tengah/
Masukkan lancettipisnya
nke jari
Tusukka
kulit jari
dalam tempat lancet. telunjuk)
n lancet
Putar pelindung tangan dengan
pada
penutup lancet. kapas
ujung
yang
jari telah
Pasang penutup instrumen diberi
dan putar pada posisinya. secara
Usap
alkohol
tegak
Bunyi klik menandakan dengan
70%,
lurus,
alat tempat lancet siap kapas
keringkan
cepat
digunakan steril
dan
kering
Tempelkan dan tekan tidak
lancet pada bagian pinggir setelah
Sentuhk
terlalu
darah
an satu/
ujung jari tangan dalam
keluar
dua
tetes
dari
ujung
darah
Lepaskan penutup dan Baca
jari.
sampai
lancet yang telah hasil
Tekan
memenu
digunakan. glukosa
ujung
hi
darah
jari
tengah ke
yang
arah luar
medan
.

MEJA 5
(KONSELING)

Pada lembar KMS FR PTM, dilakukan Konseling


yaitu :
Masalah kesehatan yang ditemukan
Saran dan tindak lanjut
Tanggal dirujuk
Alasan rujukan

SELESAI
MEDIA EDUKASI 56

DALAM KONSELING
57

KONSELING BERHENTI MEROKOK


1.ASK (TANYAKAN)
2. ADVICE (NASIHATI)

5 3. ASSESS (KAJI)
4. ASSIST (BERIKAN DUKUNGAN)

A 5. ARRANGE (MENGATUR)
58

KONSELING POLA MAKAN


SEHAT DAN SEIMBANG
PERENCANAAN MAKAN
Jumlah
Jumlah Kalori sesuai kebutuhan

3 Jadwal
Waktu Makan Terjadwal dengan baik

J Jenis
Komposisi karbohidrat, Protein dan
Lemak Seimbang
Nutrien spesifik Terpenuhi
59

KONSELING MELAKUKAN
AKTIVITAS FISIK
Setiap gerakan tubuh

pengeluaran
tenaga / energi
Mencuci
Menyeterika
Memasak
Berkebun
Naik-turun tangga
Mencuci mobil
RUJUKAN POSBINDU PTM

Puskesmas
Posbindu PTM Puskesmas PTM RS

Layanan Deteksi Dini, Layanan Rujukan dari


Monitoring dan Layanan Rujukan dari Masyarakat dan
Konseling serta Masyarakat untuk Tata Puskesmas lainnya
Rujukan Sesuai Laksana FR dan PTM Untuk Tatalaksana FR
Kriteria terbatas dan PTM Terintegrasi

Layanan Rujukan Balik (feed back)

AMBULANS
61 4/24/17

KRITERIA TARGET KENDALI


FR. PTM
JADWAL KUNJUNGAN
62 4/24/17

POSBINDU PTM
64

Kegiatan di
Posbindu
Flamboyan,
Kota Bogor

Kegiatan di
Posbindu
Kenanga,
Kota Bogor
65