Anda di halaman 1dari 45

PENELITIAN KUALITATIF

Ratu Rahmi HW | Andina Oktavia SP | Eka


Puspita
OUTLINE 2

PERSPEKTIF METODE PENELITIAN

MASALAH, FOKUS DAN JUDUL KUALITATIF


Pengertian
PENELITIAN Ciri-ciri dominan kualitatif
Dasar teoritis dalam kualitatif
Pengertian masalah Perbedaan dg kuantitatif
Masalah dalam penelitian kualitatif Kemungkinan penggabungan kuantitatif dan kualitatif
Fokus penelitian Scope penelitian
Waktu penggunaannya
Bentuk rumusan masalah
Jangka waktu
Judul penelitian Kompetensi Peneliti

ETIKA PENELITIAN KUALITATIF


Prinsip etika utama
METODE PENELITIAN KUALITATIF Penerapan prinsip etika
PERSPEKTIF METODE PENELITIAN
KONSEP DASAR 4

Penelitian kualitatif dilatar belakangi oleh kurang cocoknya


penggunaan metode kuantitatif untuk bidang sosial (karena hanya
meneliti sejumlah kecil variabel di dunia nyata yang kompleks)
Pada hakekatnya mempelajari manusia dalam lingkungan
hidupnya, berinteraksi dan berusaha memahami bahasa dan
tafsiran
Memandangindividu
suatu realitas/fenomena/gejala, dipandang sebagai
sesuatu yang holistik/utuh, kompleks, dinamis, dan penuh makna
Metoda pengumpulan, pengorganisasian, dan
penginterpretasian data dalam bentuk kata untuk
mendapatkan gambaran tentang realitas dari makna kata-
kata secara benar
CIRI CIRI DOMINAN 5

Sumber data langsung berupa tata situasi alami (kondisi


obyek alamiah bukan ekspermen) dan peneliti adalah
instrumen kunci
Bersifat deskriptif

Lebih menekankan pada makna proses daripada hasil

Analisis data bersifat induktif

Pengumpulan data secara gabungan


PERBEDAAN 1
0
KUALITATIF vs KUANTITATIF
Perbedaa
n proses
penelitian

Perbedaa Perbedaa
n aksioma n
dasar karakteris
tik
penelitian
PERBEDAAN 1
1
KUALITATIF vs KUANTITATIF [1]
AKSIOMA DASAR KUANTITATIF KUALITATIF
Ganda, holistik,
Tunggal,
1 Sifat Realitas
Konkrit,
dinamis, hasil
konstruksi, dan
Teramati
Hubungan peneliti pemikiran
Interaktif tidak
Independen
dengan yang dapat dipisah
diteliti
Hubungan Sebab-Akibat Timbal
Perbed variabel (Kausal) balik/Interaktif
Kemungkinan Transferibility
aan generalisasi
Cenderung
(hanya mungkin
membuat
aksiom generalisasi
dalam ikatan koteks
dan waktu
a dasar Peranan nilai Cenderung bebas Terikat nilai
nilai
PERBEDAAN 1
2
KUALITATIF vs KUANTITATIF [2]
METODE KUANTITATIF METODE KUALITATIF
Desain Desain
a. Spesifik, jelas, rinci a. Umum
2 b. Ditentukan secara mantap
sejak awal
b. Fleksibel
c. Berkembang dan muncul
c. Menjadi pegangan langkah dalam proses penelitian
demi langkah
Tujuan Tujuan
a. Menunjukan hubungan antar a. Menemukan pola hubungan
Perbeda variabel yang bersifat interaktif
an b. Menguji teori b. Menggambarkan realitas
c. Mencari generalisasi yang yang kompleks
Karakter mempunyai nilai prediktif c. Memperoleh pemahaman
istik makna
Penelitia d. Menemukan teori
PERBEDAAN 1
3
KUALITATIF vs KUANTITATIF [3]
METODE KUANTITATIF METODE KUALITATIF
Teknik Penelitian Teknik Penelitian
a. Eksperimen, survey a. Participant observation
2 b. Kuisioner
c. Observasi dan wawancara
b. Indepth interview
c. Dokumentasi
d. Triangulasi
Instrumen Penelitian Instrumen Penelitian
a. Test, angket, wawancara a. Peneliti sebagai instrumen
terstruktur b. Buku catatan, tape recorde,
Perbeda b. Instrumen yang telah camera, handycam
an terstandar

Karakter Data Data


a. Kuantitatif a. Deskriptif
istik b. Hasil pengukuran variabel b. Dokumen pribadi, catatan,
Penelitia dioperasikan menggunakan ucapan, tindakan responden
PERBEDAAN 1
4
KUALITATIF vs KUANTITATIF [4]
METODE KUANTITATIF METODE KUALITATIF
Sampel Sampel
a. Besar a. Kecil
2 b. Representatif
c. Sedapat mungkin random
b. Tidak representatif
c. Purposive, snowball
d. Ditentukan sejak awal d. Berkembang selama
penelitian
Analisis Analisis
a. Setelah pengumpulan data a. Terus menerus
Perbeda b. Deduktif b. Induktif
an c. Menggunakan statistik c. Mencari model, pola, teori,
tema
Karakter
Hubungan dengan Hubungan dengan
istik Responden Responden
Penelitia a. Berjarak, tanpa kontak a. Empati, akrab
PERBEDAAN 1
5
KUALITATIF vs KUANTITATIF [5]
METODE KUANTITATIF METODE KUALITATIF
Usulan desain Usulan desain
a. Luas dan rinci a. Singkat

2 b. Literatur berhubungan dengan


masalah dan variabel penelitian
c. Prosedur memiliki langkah-langkah
b. Literatur dan teori tetap ada namun
tidak diyakini 100%
c. Prosedur bersifat umum
yang rinci dan spesifik d. Masalah bersifat sementara dan
d. Masalah dirumuskan dengan rinci akan ditemukan setelah studi
dan jelas pendahuluan bersama dengan
e. Dirumuskan hipotesis fokus penelitian
e. Tidak dirumuskan hipotesis hasil
Perbedaa penelitian tapi memungkinkan
adanya propose (dugaan)
n Selesainya Penelitian Selesainya Penelitian
Karakteri Setelah semua data yang direncanakan
terkumpul
Setelah tidak ada data baru/data sudah
jenuh
stik Kepercayaan dg Hasil Penelitian Kepercayaan dg Hasil Penelitian
Penelitia Pengujian validitas dan realibilitas Pengujian kredibilitas, depenabilitas
PERBEDAAN 1
6
KUALITATIF vs KUANTITATIF [6]
Proses Penelitian
Kualitatif TAHAP REDUKSI TAHAP SELEKSI
TAHAP DESKRIPSI
Mengurai
3 Memasuki
konteks
Menentukan
fokus: memilih fokus menjadi
sosial : ada diantara yang komponen
tempat, aktor, telah yang lebih
aktivitas dideskripsikan rinci
KESIMPULAN KESIMPULAN KESIMPULAN
Perbeda
an TEMUAN
Proses
INFORMASI INFORMASI INFORMASI
Peneliti DESKRIPTIF KOMPARATIF ASOSIASI
an
PERBEDAAN 1
7
KUALITATIF vs KUANTITATIF [7]
Proses Penelitian
Penggunaan aspek logika untuk merumuskan hipotesis
Kuantitatif
Penggunaan aspek metodologi untuk menguji hipotesis
3 yang diajukan

Perbed
aan
Proses
Peneliti
an
KEMUNGKINAN 1
8
NGGABUNGAN KUALITATIF & KUANTITATIF [
To the conclusion that Each methodology CAN
qualitative and BE USED TO
quantitative can NEVER COMPLEMENT the other
BE USED TOGETHER. within the same area of
Since the method are inquiry, since they have
linked to different different purpose of aims
paradigms and since
one must choose between
mutually exclusive and
antagonistic world views,
choose
one must also Thomas D Cook and
Charles Reichardt, 1978 Susan Stainback, 1988
between the method
KEMUNGKINAN 1
9
NGGABUNGAN KUALITATIF & KUANTITATIF [
Kesimpulan HASIL PENELITIAN
Metode Kualitatif dan Metode
kuantitatif dapat digunakan
untuk meneliti objek yang
sama tetapi dengan tujuan
yang berbeda
2 KUANTITATIF
PENGUJIAN
HIPOTESIS
Metode Kualitatif digunakan
untuk menemukan hipotesa
1 KUALITATIF
sementara metode kuantitatif PENEMUAN HIPOTESIS
digunakan untuk menguji
hipotesa
SCOPE PENELITIAN 2
0

Makro

Complex Society Aktivitas (At)


(Masyarakat Yang
Kompleks)
Multiple Communities
(Beberapa Kelompok
Masyarakat)
A Single Community
Study (Sekelompok
Masyarakat) Situasi
Multiple Social
Institutions (Beberapa
Sosial
Lembaga Sosial) (KS)
A Single Social Orang/aktor (A) Tempat (P)
Institutions (Satu
Lembaga Sosial)
Multiple Social
Institutions
(Beberapa Situasi
Single
Sosial) Social
Situation (Satu
Situasi Sosial)
Mikro
KAPAN METODE 2
1
KUALITATIF DIGUNAKAN.?
Bila masalah

01
penelitian belum jelas,
masih remang-remang 04 Memahami perasaan
orang
atau mungkin malah
masih gelap
JANGKA WAKTU
02 05
Memahami makna di
Untuk Cukup
balik data yang lama karena tujuan
mengembangkan teori
tampak penelitian kualitatif bersifat
penemuan.
Kemungkinan jangka penelitian
03 Untuk memahami
interaksi sosial
06 Untuk memastikan
kebenaran data
berlangsung pendek jika telah
ditemukan sesuatu dan data
sudah jenuh.
Pada umumnya penelitian
07 Meneliti sejarah
perkembangan
dilaksanakan dalam tahunan.
Lama penelitian tergantung
keberadaan sumber data, interes,
dan tujuan penelitian, dan
KOMPETENSI PENELITI 2
2

Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti.

Mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada
pada konteks sosial yang akan diteliti.

Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek
penelitian (konteks sosial).

Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan, dan


wawancara mendalam secara trianggulasi, serta sumber-sumber lain.

Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan


mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema
kultural/budaya.

Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru.

Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap, dan rinci.


MASALAH, FOKUS DAN JUDUL
PENGERTIAN MASALAH 2
4
Definisi
Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang
terjadi. Yang terjadi
Penyimpangan antara teori dengan praktik;
penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan;
penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan; dan Masalah

penyimpangan antara pengalaman masa lampau dengan yang Yang diharapkan


terjadi sekarang. Masalah merupakan kesenjangan antara
yang diharapkan dengan yang terjadi
Masalah dalam penelitian
kualitatif
Setiap penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah.
Masalah dalam penelitian kuantitatif: masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian
harus jelas, spesifik, dan dianggap tidak berubah.
Masalah dalam penelitian kualitatif: masalah yang dibawa oleh peneliti masing remang-
remang, bahkan gelap kompleks dan dinamis. Masalah masih bersifat sementara, tentatif
dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan.
MASALAH DALAM 2
5
PENELITIAN KUALITATIF
Masalah sebelum peneliti masuk lapangan Masalah setelah peneliti masuk lapangan

Masalah
Masalah
tetap

Masalah
PENELITI berkemba
Masalah
MEMASUKI ng
LAPANGAN

Masalah
Masalah
diganti
FOKUS PENELITIAN [1] 2
6

Penelitian Kuantitatif
Objek penelitian
Gejala dari suatu obyek sifatnya tunggal dan parsial. 12 variabel

Peneliti dapat menentukan variabel yang akan diteliti (Batasan A B C D E F


masalah). G F G H I J
Peneliti akan membatasi penelitian dalam satu atau lebih
variabel.
Dibatasi menjadi 2
Pembatasan didasarkan pada tingkat kepentingan, urgensi, Variabel A dan E
feasebilitas masalah yang akan dipecahkan, selain juga faktor
keterbatasan tenaga, dana, dan waktu.
Untuk menilai masalah tersebut penting, urgen, dan feasible A E
maka perlu dilakukan analisis masalah.

Membuat pembatasan
masalah
FOKUS PENELITIAN [2] 2
7
Penelitian Kualitatif
Gejala bersifat holistik (menyeluruh, tidak
dapat dipisah-pisahkan).
Peneliti akan menetapkan penelitiannya
berdasarkan keseluruhan situasi sosial yang
diteliti meliputi aspek tempat (place), pelaku
(actor), dan aktivitas (activity) yang
berinteraksi secara sinergis.
Batasan masalah disebut dengan FOKUS,
berisi pokok masalah yang masih bersifat
umum.
Penentuan fokus dalam proposal didasarkan
pada tingkat kebaruan informasi dari
lapangan.
Fokus penelitian didapat setelah peneliti
melakukan penjelajahan umum (gambaran
umum menyeluruh tentang situasi sosial).
BENTUK 2
8
RUMUSAN MASALAH
DESKRIPTIF
Mengarahkan peneliti untuk
mengungkapkan/memotret
situasi sosial yang akan HUBUNGAN SIMETRIS
diteliti secara menyeluruh, Hubungan suatu gejala
luas, dan mendalam. yang munculnya
bersamaan sehingga
KOMPARATIF bukan merupakan
Mengarahkan peneliti untuk hubungan sebab akibat
BENTUK RUMUSAN membandingkan antara atau interaktif.
MASALAH koteks sosial atau domain
satu dibandingkan dengan
yang lain. HUBUNGAN KAUSAL
Hubungan yang bersifat
ASOSIATIF sebab dan akibat.
Mengarahkan peneliti untuk
mengkonstruksikan
hubungan antara situasi
sosial atau domain satu HUBUNGAN
dengan yang lainnya. INTERAKTIF
Hubungan yang saling
mempengaruhi.
JUDUL PENELITIAN 2
9

01 Judul disusun berdasarkan masalah yang sudah ditetapkan.


02 Judul harus sudah spesifik dan mencerminkan permasalahan dan variabel yang
akan diteliti.

03 Judul yang dirumuskan dalam proposal masih bersifat sementara, dan akan
berkembang setelah memasuki lapangan.

04 Judul yang baik justru berubah, atau mungkin diganti.


05 Judul tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel yang diteliti, tetapi
lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomena dalam situasi sosial secara luas
dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan teori.
CONTOH 3
0

Masalah
Masalah kemiskinan perlu ditunjukan data tentang jumlah penduduk yang miskin.

Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah gambaran rakyat miskin di situasi sosial atau setting tertentu?
2. Apakah makna miskin bagi mereka yang berada dalam situasi sosial tersebut?
3. Bagaimana upaya masyarakat tersebut dalam mengatasi kebutuhan sehari-hari?
4. Bagaimana pola terbentuknya mereka menjadi miskin?
5. Apakah pola terbentuknya kemiskinan antara satu keluarga dengan yang lain berbeda?

Judul Penelitian
6. Makna Pembangunan Bagi Masyarakat Miskin
7. Kesejahteraan Menurut Orang Miskin
ETIKA PENELITIAN KUALITATIF
ETIKA PENELITIAN 3
2
Definisi Penggolongan Etika Penelitian
Etika: sebagai prinsip-prinsip moral ETIKA
ETIKA ETIKA SEBAGAI
yang mengendalikan atau SEBAGAI SEBAGAI PENCAPAIA
mempengaruhi perilaku. ATURAN PANDUAN N
Etika penelitian: aplikasi prinsip- Ketika suatu Sekelompok Kondisi
prinsip moral ke dalam perencanaan, institusi panduan dimana
pelaksanaan, dan pelaporan hasil memiliki yang dapat peneliti
seperangkat digunakan mampu
penelitian.
aturan oleh peneliti menunjukka
Fokus utama etika: membedakan mengenai dalam n baik
salah dan benar etika menghadapi dalam
penelitian dilemma perilaku,
Etika penelitian berkaitan dengan: etika proses,
1. Cara peneliti merumuskan topik penelitian maupun
penelitian hasil
penelitian
2. Merencanakan penelitian
bahwa
3. Mengakses, mengumpulkan, dirinya telah
menyimpan, dan menganalisis bertindak
data etis
PRINSIP ETIKA UTAMA 3
3

Prinsip utama yang mendasari perlaku Kejujuran


etis dalam penelitian yaitu Golden Rule.
Golden rule: prinsip utama yang berlaku
Plagiaris
secara universal dalam kondisi yang Kode etik
me
dilematis.
PRINSIP
Golden rule dalam prinsip etika adalah DASAR
jangan melakukan kepada orang lain apa ETIKA
PENELITIA
yang tidak akan anda lakukan kepada diri N Keikutsert
Wawancar
sendiri. a,
aan
partisipan
Pengamat
secara
an, dan
sukarela
studi
dan
lapangan
terbuka
Izin untuk
mempubli
kasikan
PENERAPAN 3
4
PRINSIP ETIKA
01 Publikasi Hasil Penelitian 03 Wawancara dan Studi Lapangan
Penelitian kualitatif mengumpulkan dan Peneliti harus memberitahu tujuan dan proses wawancara
menganalisis data yang bersifat sensitif, kepada partisipan di awal.
sehingga memungkinkan adanya pengungkapan
kondisi pribadi partisipan, bahkan mungkin Partisipan berhak menolak, mengijinkan sepenuhnya, atau
membahayakan keselamatan partisipan. mengijinkan dengan syarat tertentu proses wawancara.
Partisipan juga berhak menghentikan proses wawancara jika
Publikasi hasil penelitian dilakukan dengan dirasa perlu. Partisipan juga berhak menolak menjawab
mempertimbangkan: pertanyaan peneliti jika dirasa akan merugikan dirinya.
a. Menjaga privasi partisipan dengan cara
menjaga supaya informasi pribadi dan Merekam dan terlebih lagi mewawancarai tanpa
rahasia tidak terpublikasikan. sepengetahuan partisipan pada umumnya dianggap sebagai
b. Data dan hasil analisis dipublikasikan dengan tindakan non etis dan tidak selayaknya dilakukan.
jujur.

02 c. Analisis data dilakukan dengan kehati-hatian


Konflik Kepentingan dalam kualitas
Action
04 Etika untuk Dunia Maya
dan ketelitian guna menjaga
Research
akademis yang tinggi.
Peneliti harus tetap mengingat & menghormati hak privasi
Kemungkinan adanya konflik kepentingan antara partisipan dan calon partisipan. Peneliti harus berhati-hati
sang peneliti dan partisipan dalam penelitiannya. dan jangan menyalahgunakan kemudahan tersebut karena
dapat diartikan sebagai spam.
lzin penggunaan perlu diperoleh sebelum menggunakannya.
METODOLOGI PENELITIAN
PENDEKATAN METODE 3
6
KUALITATIF

Action Inkuiri
Fenomenolo Etnografi Biografi
Research Filosofis
gi

Teori
Case Grounde
Hostoris Kritik Netnogr
Study d
Sosial afi
Theory
1 // ACTION RESEARCH [1] 3
7

Konsep : peneliti berusaha membawa perubahan dalam organisasi,


mengembangkan kompetensi internal anggota organisasi untuk masalah
sendiri, dan menyumbangkan pengetahuan ilmiah
Keunggulan Action Research
Relevansi penelitian dengan dunia kerja atau praktik
Kelemahan Action Research
Kesulitan menyeimbangkan action dengan research
AR dekat dengan solusi permasalahan praktik, namun tidak sama dengan konsultasi
tapi juga harus berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,
mengangkat permasalahan praktik ke dalam ranah yang menarik kalangan akademisi

01 Tujuan 02 Fokus pada 03


Elemen Esensial Penelitian Action Research
04 Partisipasi 05
dan nilai konteks Perubahan ke dalam Penyebara
penelitia Fokus pada berdasark proses Hasil n
harus ditulis
n permasalahan di an data penelitian Pengetahu
dan disebarluaskan
Partisipasi paling tidak
dunia kerja
meliputi penelaahan an
masalah dan pencarian
solusi
1 // ACTION RESEARCH [2] 3
8
Proses Action Research
Proses dilakukan secara siklis, setiap tahap dilaksanakan secara urut dan kemudian
kembali ke tahap awal jika masalah belum ditemukan solusi yang cocok

01 Dua tahap
Diagnostik Terapi
Analisis kolaboratif atas Menyelesaikan masalah
masalah peneliti dan
partisipan
02 Lima tahap

Diagnostik Perencanaan Tindakan Evaluasi Pembelajaran


Membuat Implementasi Evaluasi Merumuskan apa
langkah-langkah rencana tindakan dan yang telah
utk perencanaan dipelajari pada
menyelesaikan tahap ke 1-4
masalah Pengetahuan
diperoleh oleh
peneliti dan
partisipan
2 // CASE STUDY 3
9

Konsep : penelitian lapangan yang dimaksudkan untuk mempelajari


secara intensif ttg latar belakang keadaan saat ini, serta interaksi unit
sosial tertentu yang bersifat apa adanya
Metodologi penelitian yang menggunakan bukti empiris (bukan hasil
penelitian laboraturium) untuk membuktikan apakah suatu teori dapat
Metodologi
diimplementasikan Pertanyaan
pada Perlu
suatu kondisi pengendalian
atau tidak Fokus pada kejadian
penelitian terhadap perilaku masa kini?
kejadian?
Case study Bagaimana, mengapa? Tidak Ya

Menggunakan metode CS diawali dengan menemukan case yang menarik, suatu hal
yang dianggap baru sehingga dapat memberitahukan kepada komunitas akademik
sesuatu yang tadinya tidak diketahui
Sesuatu yang baru dapat berupa eksplorasi suatu subjek penelitian yang
baru, membantah teori yang sudah ada, atau memberikan alternatif teori lain
yang menjelaskan suatu fenomena
3 // FENOMENOLOGI 4
0

Konsep : menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena


pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa
individu
Tujuan : menjelaskan pengalaman-pengalaman yang dialami sesorang dalam
kehidupan, termasuk interaksi dengan orang lain
Bersifat induktif
Penelahaan masalah dilakukan dengan
multiperspektif atau muti sudut pandang
Data : wawancara langsung (utama), observasi,
menggunakan video, catatan lapangan
(pelengkap)
Contoh : Studi Mengenai Daur Hidup Masyarakat
Tradisional Dilihat dari Perspektif Kebiasaan Hidup
Sehat
Sumber : http://elektro.umy.ac.id/alien-or-hero/
4 // GROUNDED THEORY 4
1

Konsep : metodologi yang berusaha secara induktif menemukan teori


dengan cara peneliti mengembangkan teori dari suatu topik dan secara
simultan mendasarkan teori pada data atau oservasi empiris
Teori yang dihasilkan adalah teori menengah yang mampu menjelaskan secara
ilmiah suatu fenomena yang diamati, bukan teori besar (Grand Theory) seperti teori
relarivitas Einstein
Metode ini menekankan observasi dan
mengembangkan basis praktik hubungan intuitif
antarvariabel
Proses : melibatkan formulasi, pengujian dan
pengembangan ulang preposisi selama penyusunan
teori
Teori yang dihubungkan bersifat grounded
atau berdasarkan data asal hal itu didapat
Sumber :
Contoh : Penelitian Kearifan Lokal Masyarakat http://tiatiyedut.blogspot.co.id/2014/09/wonderful-
indonesia-great-treasure-of.html
Papua yang Memiliki Sistem Penggunaan Lahan
Sasi
5 // ETNOGRAFI 4
2
Pada awalnya berkembang pesat pada disiplin ilmu antropologi untuk invetigasi
budaya melalui studi mendalam atas rumpun-rumpun atau masyarakat budaya
Konsep : memaparkan kisah kehidupan keseharian sekelompok orang,
yang dalam kerangka menjelaskan fenomena budaya itu
Pengumpulan data Analisis data

- dilakukan secara sistematis dan


deskriptif dengan mempelajari pola - dilakukan untuk mengembangkan
perilaku, kebiasaan, dan cara hidup teori perilaku kultural
- Pengamatan tersebut cukup panjang, - penjelasan perbedaan-perbedaan
dimana dalam pengamatan tersebut budaya dan perbandingan untuk
peneliti terlibat dalam keseharian hidup menambah pernahaman atas dampak
responden atau melalui wawancara satu budaya pada perilaku manusia
per satu dengan kelompok
Contoh : Mengetahui Budaya Masyarakat Suku Baduy
6 // HISTORIS [1] 4
3

Konsep : dimaksudkan untuk merekontruksi kondisi masa lampau secara


objektif, sistematis dan akurat
Melalui penelitian historis, bukti-bukti dikumpulkan, dievaluasi, dianalisis dan
disintesiskan untuk selanjutnya dirumuskan kesimpulan

Sumber data : catatan-catatan, artifak-artifak


atau laporan-laporan verbal.
Output : narasi deksriptif atau analisis
terhadap peristiwa-peristiwa yang muncul pada
rentang waktu lama atau cukup lama di masa
lampau
Contoh : Sejarah Perkembangan Pendidikan
dari Negara yang Memiliki Penjajah yang Sama

Sumber : http://balailamo.blogspot.co.id/2015_11_01_archive.html
6 // HISTORIS [2] 4
4
Ciri-Ciri
- Lebih bergatung pada data hasil observasi orang lain daripada hasil ibservasi
sendiri
- Data penelitian diperoleh melalui observasi yang cermat, dimana data yang ada
harus objektif, otentik, dan diperoleh dari sumber yang tepat pula
- Data yang diperoleh bersifat sistematis menurut urutan peristiwa dan bersifat tuntas
- Mensyaratkan data pokok/data primer dan data pelengkap/data sekunder
- Diperlukan adanya kritik eksternal dan kritik internal
- Peneliti mengumpulkan data secara tuntas, bukan mengumpulkan data secara
tertulis atau apa yang dilihat saja tanpa menggali data lain lebih lanjut

Langkah-Langkah
Menuangkan
Evaluasi
Identifikasi hasil
data
dan Mendefinisik Perumusan Mengumpul penelitian
internal
perumusa an masalah tujuan kan data dalam
dan
n masalah bentuk
eksternal
laporan
7 // INKUIRI FILOSOFI 4
5
Inkuiri dalam dunia pendidikan : salah satu cara menyampaikan pelajaran dimana
siswa lebih aktif dengan penelahaan sesuatu yang bersifat mencari secara kritis, analisis
dan argumentative dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju kesimpulan
Konsep : melibatkan penggunaan mekanisme analisis intelektual untuk
memperjelas makna, membuat nilai-nilai menjadi nyata, mengidentifikasi etika,
studi tentang hakikat pengetahuan
Kategori Inkuiri Filosofis
01 Fondational Inquiry
Melibatkan analisis tentang struktur ilmu dan proses berpikir tentang penilaian atas
fenomena tertentu yang dianut bersama oleh anggota disiplin ilmiah

02 Philosopical Analyses
Bertujuan menguji makna dan mengembangkan teori yang diperoleh melalui analisis
konsep atau analisis linguistik

03 Ethical Analyses
Melibatkan analisis intelektual atas masalah etik dikaitkan dengan andil, hak, tugas, benar
dan salah, kesadaran, keadilan, pilihan, intensi, dan tanggung jawab
8 // TEORI KRITIK SOSIAL 4
6
Konsep : menemukan kritik asumsi sosial, budaya dan psikologi yang
membatasi cara masyarakat berpikir
Banyak pemahaman muncul dalam sebuah dunia fakta kemasyarakatan tertentu
diterima apa adanya, tidak didiskusikan atau diposisikan secara dogmatik oleh karena
itu peneliti berusaha untuk memberikan partisipasi tanpa paksaan di masyarakat
Contoh : Kritik Terhadap Pembangunan Jalan yang Memotong Taman Nasional

9 // BIOGRAFI
Konsep : studi tentang individu dan pengalaman yang dituliskan kembali
dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip
Tujuan : mengungkap turning point moment yaitu pengalaman menarik yang sangat
mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang
Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri
Contoh : Biografi Ebenezer Howard penemu Garden City
10 // NETNOGRAFI 4
7
Masyarakat tidak hanya merujuk untuk orang yang berada di lokasi fisik, tetapi juga
untuk hubungan yang berkembang secara online
Seperti komunitas orang-orang yang berinteraksi tatap muka, komunitas online dapat
mengembangkan budaya dan menjadi sumber dari identifikasi dan lampiran
Konsep : penggunaan metode etnografi untuk mempelajari komunitas
online
Persamaan dengan etnografi:
peneliti mempersiapkan untuk memasuki lapangan dengan menjadi akrab dengan
komunitas online, bahasa mereka dan adat istiadat
merumuskan pertanyaan penelitian eksplorasi tentang proses sosial atau orientasi
dalam komunitas
memilih sebuah komunitas yang tepat untuk belajar
Perbedaan dengan etnografi:
netnographer dapat fokus pada komunitas yang anggotanya secara fisik jauh dan
tersebar
netnographer harus menjaga catatan lapangan, baik pengamatan dan reflektif
DAFTAR PUSTAKA 4
8

Buku

Danim. Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung : CV Pustaka Setia


Sugiono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfa Beta
Sarosa, Samiaji. 2012. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Index

Internet

Rahmat, Pupu Saeful (2009). Penelitian Kualitatif. Equilibrium, Vol 5, No. 9. Tersedia di :
yusuf.staff.ub.ac.id/files/2012/11/Jurnal-Penelitian-Kualitatif.pdf
https://www.sagepub.com/sites/default/files/upm-binaries/43454_10.pdf
TERIMA KASIH
NUHUN
THANK YOU