Anda di halaman 1dari 7

MODEL PEMBELAJARAN

JIGSAW
1. ANDYTA MARIFATUL USNIA 15312241016
2. DEVI PUSPITASARI 15312241037
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan
model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam
kelompok kecil dengan anggota heterogen dan bekerja sama
saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab
atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus
dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada
anggota kelompok yang lain (Lie, 2007).
Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdapat
kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu
kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan
kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam
(heterogen). Jumlah anggota dalam kelompok asal
menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang
akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli.
Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari
anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan
untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan
menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan
topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota
kelompok asal.
Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun
kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-
masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu
kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang
telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada
materi pembelajaran yang telah didiskusikan.
Kelebihan
a. meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia
b. meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari
berbagai perspektif.
c. meningkatkan keyakinan terhadap idea tau gagasan sendiri.
d. meningkatkan kesediaan mengunakan ide orang lain yang dirasakan
lebih baik
e. meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan
yang ada
f. mengembangkan kesadaran bertanggung jawab dan saling menjaga
perasaan
g. meningkatkan sikap tenggang rasa
h. meningkatkan kemampuan berfikir divergen atau berpikir kreatif
Kekurangan
a) Kurangnya pemahaman guru mengenai penerapan pembelajaran
Cooperative Learning.
b) Jumlah siswa yang terlalu banyak yang mengakibatkan perhatian
guru terhadap proses pembelajaran relatif kecil sehingga yang hanya
segelintir orang yang menguasai arena kelas, yang lain hanya
sebagai penonton
c) Kurangnya buku sumber sebagai media pembelajaran.
d) Terbatasnya pengetahuan siswa akan sistem teknologi dan informasi
yang dapat mendukung proses pembelajaran.
e) Banyak siswa yang tidak senang bila disuruh bekerjasama dengan
orang lain.
f) Perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya
karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus
menyesuaikan diri dengan kelompok