Anda di halaman 1dari 13

Sikap Dan Perilaku Remaja di

Perkotaan dan Pedesaan Tentang


faktor Resiko Kanker Serviks Dan
Pencegahannya di SMAN 3 Kupang dan
SMAN 1 Am Abi Oefeto Timur Tahun
2017.

Wesinto C. Kolmate
1407010215
Latar Belakang

Batasan remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun. Menurut Depkes RI


adalah antara 10 sampai 19 tahun dan belum kawin. Masa remaja, yakni antara usia 10-19
tahun, adalah suatu priode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut
masa pubertas,Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak-anak ke dewasa
(Widyastuti, 2010).
Kesehatan Reproduksi Remaja 2002-2003 menunjukkan 21% perempuan dan 28%
laki-laki tidak mengetahui tanda perubahan fisik apapun dari lawan jenisnya. Kurangnya
pengetahuan tentang biologi dasar pada remaja mencerminkan kurangnya pengetahuan
tentang resiko yang berhubungan dengan tubuh mereka dan cara menghindarinya.
Demikian juga halnya dengan pengetahuan mereka tentang masa subur dan resiko
kehamilan.
Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan kurangnya informasi yang
membahas khusus tentang kesehatan reproduksi remaja baik remaja di perkotaan dan
pedesaan menjadi masalah sampai saat ini. Dimana remaja yang beberapa generasi lalu
masih malu-malu kini sudah mulai melakukan hubungan seks di usia dini, 13-15
tahun(Asfriyati, 2005) . Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda
dan Berganti-ganti pasangan seksual merupakan faktor meningkatkan resiko terjadinya
kanker serviks.
lanjutan
Kanker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uterus merupakan
kanker pembunuh perempuan nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Di
Indonesia, kanker leher rahim bahkan menduduki peringkat pertama.
Kanker serviks diperkirakan disebabkan oleh HPV (Human Papilloma
Virus), biasanya terjadi pada wanita berumur 31-60 tahun, akan tetapi bukti
terkini menunjukan bahwa kanker serviks juga telah menyerang wanita berusia
antara 20 30 tahun. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian tentang Perbandingan Tingkat
Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Remaja Di Perkotaan Dan Pedesaan
Tentang Faktor Resiko Kanker Servix Dan Pencegahannya di SMAN 3
Kupang dan SMAN 1 Am Abi Oefeto Timur Tahun 2017
Rumusan Masalah

Bagaimana Tingkat Pengetahuan, Sikap dan


Perilaku remaja tentang resiko kanker servix dan
pencegahannya di SMAN 3 Kupang dan SMAN 1 Am
Abi Oefeto Timur Tahun 2017?
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum

Untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan, sikap dan


perilaku remaja , di Perkotaan dan remaja di Pedesaan tentang resiko
kanker serviks dan pencegahannya.

Tujuan Khusus

Mengetahui tingkat pengetahuan remaja di Perkotaan tentang resiko


kanker serviks dan pencegahannya.
Mengetahui tingkat sikap dan perilaku remaja di Perkotaan tentang resiko
kanker serviks dan pencegahannya.
Mengetahuai tingkat pengetahuan remaja di Pedesaan tentang resiko
kanker serviks dan pencegahannya.
Mengetahui tingkat pengetahuan sikap dan perilaku remaja di Pedesaan
tentang resiko kanker serviks dan pencegahannya.
MANFAAT
1.Bagi Dinas Kesehatan
2.Bagi Institusi Pendidikan
3.Bagi Masyarakat
4.Bagi peneliti sendiri
BAB II
TINJUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Pengetahuan


2.2 Konsep Perilaku
2.3 Kanker Leher Rahim
2.4 Konsep Remaja
2.5 Kerangka Konsep
Kerangka Hubungan
Variabel
Faktor Yang Berpengaruh

Umur
Pengetahuan Tingkat
perilaku pengetahuan ,sikap
Lingkungan pergaulan dan perilaku
Media informasi remaja terhadap
faktor resiko
kanker serviks dan
Orang tua pencegahannya
Virus hpv

KETERANGAN
= = Variabel dependen yang diteliti

= Variabel independen yang diteliti

= Variabel independen yang tidak diteliti


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan
mengunakan metode study perbandingan atau (Comparative Study)

3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Kupang dan sebagai pembanding
SMA 1 Am Abi Oefeto Timur Tahun 2017
3.1 Populasi Dan SampEL
Populasi
Pada penelitian ini adalah pelajar kelas 1 SMAN 3 Kupang dan SMA 1
Am Oefeto Timur.
Sampel
sampel penelitian ini pelajar siswi kelas 1, dengan Penentuan sampel
dilakukan secara purposive random sampling.
Defenisi Operasional Dan
Kriteria Objektif
Variabel Defenisi Alat Ukur Kriteria Skala
NO
Operasion Objektif
al

1 Tingkat pengetahuan,perilaku Pemahaman Kuisioner Baik, > 80 Ordinal


faktor resiko dan pengetahuan dan sedang, < 80
pencegahan kanker leher perilaku responden buruk< 50
rahim terhadap faktor
resiko dan
pencegahan kanker
leher rahim

Umur Bertambahnya usia Kuisioner Usia remaja Rasio


2
seseorang SMA
mempengaruhi
bertambahanya
pengetahuan
Termasuk
pengetahuan
kesehatan reproduksi
yang bisa juga
diperoleh dari
Pengalamannya
Variabel Defenisi Alat Kriteria Skala
NO
Operasional Ukur Objektif

Lingkungan Dimana Kuisioner Tempat tinggal Nominal


3.
Pergaulan responden dengan orang
tinggal,bergaul tua atau sendiri
dengan teman
yang dapat
mempengaruhi
pengetahuan
responden

Media Informasi Sumber Kuisioner Ya : jika Nominal


4.
informasi mendapat
tentang kanker informasi
servix Tidak : jika
tidak mendpat
informasi
3.5 Teknik Pengumpulan,Pongolahan Dan Analisis Data

Teknik Pengumpulan Data

1. data primer
2. data sekunder

Teknik Pengolahan Dan Analisis Data


Analisis data dimulai dengan pengecekan isi kuesioer,
editing, coding,entry, dan analisis data. Analisis data berupa
analisis deskriptif. Data dianalisis dan distribusi frekuensi
disajikan dalam bentuk tabel atau grafik.
Sekian dan
terimakasih
Gbu