Anda di halaman 1dari 34

CACINGAN

Hendri Tamara Yuda


NIDN 0628108501
HELMINTH/
CACINGAN
Penyakit khas daerah tropis dan
sub-tropis
Biasanya meningkat ketika musim
hujan.
Cacing yang sering menyerang
tubuh manusia adalah cacing
tambang, cacing gelang dan
cacing kremi.
PENYEBAB

Kebersihan Lingkungan Mandi disungai


Kebiasaan yg buruk Makan tanpa cuci
tangan
Makanan yg tercemar larva cacing
Jajan di tempat terbuka
Tanah yg mengandung larva cacing
tidak menggunakan sandal
AKIBAT
Kasus ringan tidak menimbulkan gejala nyata
Kasus infeksi berat bisa berakibat fatal.
Infeksi pada usus kematian
Menurunnya status gizi daya tahan tubuh
menurun
Kerusakan tubuh secara signifikan
erratic
Anemia
penurunan kemampuan mental
Soil Transmitted Helminth
A.lumbricoides T.trichiura Cacing S.stercoralis
tambang
Hospes: Manusia Hospes : Manusia Hospes : Manusia Hospes :Manusia
Penyakit : askariasis Penyakit : trikuriasis Penyakit : Hospes reservoir :
nekatoriasis dan anjing dan primata.

ankilostomiasis

Distribusi geografis : Distribusi Geografis: Distribusi Geografis:


Kosmopolit kosmopolit Daerah katulistiwa,
pertambangan dan
Di Indonesia perkebunan.
prevalensinya Prevalensi di
60 90 % Indonesia sekitar
40%
Morfologi
Al TT CT SS
Siklus Hidup Ascaris lumbricoides
Siklus hidup T. trichiura
Siklus Hidup Cacing Tambang
Siklus hidup Strongiloides sercoralis
Patologi dan gejala klinis
A.lumbricoides T.trichiura Cacing S.stercoralis
tambang
Larva pd paru-paru Infeksi ringan : tanpa Stadium larva : Pada Larva menembus kulit
sindroma Loeffler. gejala kulit ground itch creeping urticarial
eruption, serpiginous
Cacing dewasa: Infeksi berat : Pada paru yang disebut larva
Gangguan usus Ditemukan cacing di pneumonitis ringan currens
ringan seluruh colon dan Stadium dewasa: Cacing dewasa
Infeksi berat : rektum Tergantung: Ringan tanpa gejala
malabsorbsi yang Prolapsus rekti a) spesies dan Sedang gejala
memperberat Sindroma disentri jumlah cacing gastrointestinal.
malnutrisi anemia. Pada hyperinfeksi
b) keadaan gizi (Fe cacing dewasa dapat
Ileus dan protein. ditemukan di seluruh
Infeksi ektopik ke Anemia hipokrom traktus digestivus dan
empedu, appendix mikrositer larvanya dapat
atau bronkus. ditemukan di berbagai
N. americanus alat dalam (paru, hati,
0,005 0,1 cc / hari ktg. empedu)---
A. duodenale disseminata
0,08 0,34 cc/hari (imunocompromise)
Pada pemeriksaan
darah eosinofilia/
hipereosinofilia.
Infeksi berat
Kematian
Diagnosis
A.lumbricoides T.trichiura Cacing S.stercoralis
tambang
Menemukan telur Menemukan telur Menemukan telur Menemukan larva
dalam tinja dalam tinja dalam tinja segar rhabditiform dalam
Pada Diagnosa spesies tinja segar, teknik
pemeriksaan biakan tinja sedimentasi atau
langsung Harada Mori dalam biakan atau
Pada dalam aspirasi
pemeriksaan duodenum.
konsentrasi
Biakan tinja
selama sekurang-
kurangnya 2x24
jam menghasilkan
larva filariform dan
cacing dewasa
hidup bebas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
tingginya prevalensi :
Usia :
Golongan rawan : anak balita
Termuda :
Infeksi Ascaris : 16 minggu
Infeksi Trichuris : 41 minggu
Lingkungan :
.A. lumbricoides dan Trichuris tanah liat
C. tambang dan S.stercoralis tanah gembur
berpasir.
Pencegahan dan Pemberantasan

1. Memutuskan rantai daur hidup dengan


cara:
Berdefekasi di kakus
Menjaga kebersihan
Pengobatan masal
2. Penyuluhan kepada masyarakat tentang
sanitasi lingkungan.
Non soil transmitted helminth

Enterobius(Oxyuris) vermicularis
(cacing keremi)
Hospes : Manusia
Penyakit : Enterobiasis
Penyebaran Geografik :
kosmopolit,
daerah dingin > daerah panas.
Ditunjang oleh hubungan erat antar manusia satu
dengan yang lain.
Morfologi dan Daur Hidup
Cacing dewasa:
Pada ujung anterior ada
cephalic alae
Cacing betina : 8-13 mm x
0,4 mm
Ekor panjang dan runcing
Uterus penuh dengan
telur
yg gravid mengandung
11.000-15.000 telur
Migrasi ke daerah
perianal untuk bertelur,
lalu mati.
Cacing jantan : 2-5 mm
Ekor melingkar
Mati setelah kopulasi
Cara infeksi :
tertelan telur matang
retroinfeksi
autoinfeksi
Waktu untuk daur hidup kira-kira 2 minggu
sampai 2 bulan
Daur hidup
E. vermicularis
Patologi dan gejala klinis

Gejala klinis utama : pruritus ani/vagina

Diagnosis
Menemukan telur dengan anal swab
Menemukan cacing dewasa yang keluar
anus.
Epidemiologi
Penyebaran lebih luas daripada cacing lain
Penularan terjadi antar keluarga dan
kelompok dalam satu lingkungan yang
sama
Penularan dipengaruhi oleh :
Penularan dari tangan ke mulut
Debu
Retrofeksi melalui anus
Trichinella spiralis

Hospes : Manusia, binatang (babi, tikus,


beruang, kucing, anjing, babi hutan)
Penyakit : trikinosis=
trikinelosis=trikiniasis
Penyebaran : kosmopolit, jarang di negeri
mayoritas muslim.
Morfologi dan daur hidup
Cacing dewasa halus seperti rambut
Hidup dalam mukosa usus halus
Cacing betina panjang 3-4 mm,
Vivipar
Menghasilkan 1500 ekor larva.
cacing jantan 1,5 mm.
Cara infeksi : makan daging babi mentah/kurang
matang yang mengandung kista berisi larva
Patologi dan gejala klinis
Tergantung beratnya infeksi oleh stadium
dewasa dan stadium larva.
Cacing dewasa gejala usus 1-2 hari sesudah
infeksi
Larva di otot 7-28 hari sesudah infeksi
membentuk nurse cell -larva complex nyeri
otot(myalgia) dan radang otot(myositis) disertai
eosinofilia, demam dan hipereosinofilia.
Gejala oleh larva tergantung alat tubuh yang
dihinggapi.
Infeksi berat ( 5.000 larva/kg bb) dapat
menimbulkan kemati- an dalam waktu 2-3
minggu.
KENAPA MUNCUL
MASALAH KEPERAWATAN
NUTRISI PADA PASIEN
CACINGAN????
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang
dari kebutuhan tubuh ( 00002)
(NANDA 2015-2017)

Definisi : Asupan nutrisi tidak cukup


untuk memenuhi kebutuhan metabolik
BATASAN KARAKTERISTIK
Berat badan 20% atau lebih di bawah rentang
berat badan ideal
Bising usus hiperaktif
Cepat kenyang
setelah makan Diare
Gangguan sensasi rasa
Kehilangan rambut berlebihan
Kelemahan otot pengunyah
Kelemahan otot untuk menelan
Kerapuhan kapiler
Kesalahan informasi
Kesalahan persepsi
Ketidakmampuan memakan makanan
Kram abdomen
Kurang informasi
Kurang minat pada makanan
Membran mukosa pucat
Nyeri abdomen
Penurunan berat badan dengan asupan
makan adekuat
Sariawan rongga mulut
Tonus otot menurun
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

Faktor biologis
Faktor ekonomis
Gangguan psikososial
Ketidakmampuan makan
Ketidakmampuan mencerna makanan
Ketidakmampuan mengabsorpsi nutrien
Kurang asupan makanan
NIC Domain Nutrisi

Tingkatan diet (Diet staging)


Manajemen ketidakteraturan makan
(Eating disorders management)
Manajemen Cairan
Monitoring Cairan
Konseling laktasi
Manajemen nutrisi
Therapi nutrisi
Konseling nutrisi
Monitoring nutrisi
Therapi menelan
Pengawasan Tanda-tanda Vital
Membantu meningkatkan berat badan
(Weight Gain Assistance)
Manajemen berat badan