Anda di halaman 1dari 11

Tugas Desain Instrumen Penelitian Pendidikan IPA

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry


Dengan Alat Peraga F2MN (Free Fall Motion
Project) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan
Hasil Belajar Siswa

Disusun Oleh :
IWAN DAHLAN
( I2E. 016. 015 )

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MATARAM
2017
Keterampilan
Berpikir Kritis

Facione
Robert H. Ennis Jennifer Moon
Robert H. Ennis

Berpikir kritis adalah berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan
nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan
dilakukan. Berpikir kritis akan terus berusaha memahami dan coba.

Indikator Keterampilan berpikir kritis Ennis :


1. Memberikan penjelasan sederhana.
2. Membangun keterampilan dasar.
3. Kesimpulan.
4. Membuat penjelasan lebih lanjut.
5. Strategi dan taktik.
Jennifer Moon (2008)

Merupakan kemampuan berpikir secara mendalam yang ditunjukkan


dengan mengharapkan sesuatu bukan informasi yang diterima dimana
informasi tersebut kurang tepat atau memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Indikator :
1. Mempelajari kembali suatu kasus atau ide dari orang lain (review of
someone elses argument)
2. Mengevaluasi suatu objek (evaluation of an object),
3. Mengembangkan argumen (development of an argument)
4. Berpikir kritis terhadap diri sendiri (critical thinking about self)
5. Meninjau kembali suatu peristiwa (the review of an incident)
6. Terlibat dalam respon yang membangun terhadap argumen atau ide
orang lain (engage in constructive response to thearguments of others)
7. Kebiasaan terlibat dengan alam sekitar (habits of engagement with the
wold)
Facione (dalam Muhlisin et al 2016)

Menyatakan bahwa berpikir kritis sebagai pengaturan diri dalam


memutuskan sesuatu yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi,
dan inferensi, maupun pemaparan menggunakan suatu bukti, konsep,
metodologi, kriteria, atau pertimbangan kontekstual yang menjadi dasar
dibuatnya keputusan.

Indikator Keterampilan Berpikir Kritis


1. Analysis = Mengidentifikasi dan menguji ide-ide dan argumen
2. Inference = Menarik kesimpulan
3. Interpretation = mengklarifikasi makna melalui kategorisasi dan
terjemahan.
4. Self-regulation = penilaian diri dan refleksi
5. Explanation = Memberikan alasan mengenai hasil, argument dan
prosedur
6. Evaluation = Menilai argumen
Hasil Belajar

Sudijono
( Dalam Siswanto 2016 )

Hasil belajar merupakan sebuah tindakan eva-luasi yang dapat


mengungkap aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat
meng-ungkap aspek kejiwaan lainnya, yaitu aspek nilai atau sikap
(affective domain) dan aspek keterampilan (psychomotor domain) yang
me-lekat pada diri setiap individu peserta didik.

Suprijono dan Supraktiknya (dalam Widodo 2013)

Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-


pengertian, sikapsikap, apresiasi dan keterampilan.

Hasil belajar yang menjadi objek penilaian kelas berupa kemampuan-


kemampuan baru yang diperoleh siswa setelah mereka
mengikutiproses belajar-mengajar tentang mata pelajaran tertentu.
Gagne dan Driscoll

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa


sebagai akibat perbuatan belajar dan dapat diamati melalui
penampilan siswa (learners performance).

Gagne dan Briggs (dalam Purwanto 2011)

Hasil belajar merupakan kemampuan internal (capability) yang


meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah menjadi
milik pribadi seseorang dan memungkinkan seseorang itu melakukan
sesuatu.)
DEFINISI KONSEPTUAL

Hasil belajar adalah kemampuan


Keterampilan berfikir kritis internal (capability) yang meliputi
adalah kemampuan berpikir pengetahuan, keterampilan, dan
secara mendalam dan reflektif sikap sebagai akibat perbuatan
yang melibatkan pengaturan diri belajar dan dapat diamati melalui
dalam memutuskan sesuatu. penampilan siswa (learners
performance).
DEFINISI OPERASIONAL
Keterampilan Berpikir kritis :

Keterampilan Berpikir kritis Hasil Belajar :


adalah kemahiran
memberdayakan semua potensi Sesuatu yang diperoleh setelah
akal pikiran yang dimiliki agar proses pembelajaran
mampu memecahkan dilaksanakan yang seyogyanya
permasalahan yang lebih membawa dampak terhadap
kompleks. perubahan kemampuan dan
tingkah laku siswa.
Instrumen penilaian
menggunakan tes essay
indikator :
1. Menganalisis argumen
2. Mempertimbangkan hasil
observasi
3. Menghitung
4. Menentukan Kesimpulan
5. Generalisasi
REFERENSI
Muhlisin, A., Susilo, H., Amin, M., & Rohman, F. 2016. Improving critical
thinking skills of college students through RMS model for learning basic
concepts in science. Asia - Pacific Forum on Science Learning and
Teaching.

Widodo, Lusi Widayanti. 2013. Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar
Siswa Dengan Metode Problem Based Learning Pada Siswa Kelas VIIa Mts
Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurnal Fisika
Indonesia No: 49, Vol XVII, Edisi April 2013 ISSN : 1410- 2994. pdmmipa.
ugm. ac.id/ojs/index.php/jfi/article/download/83 1910. (diakses tanggal 29
Maret 2017).

Purwanto, Rudy. 2011. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi
Sistem Koordinasi Melalui Metode Pembelajaran Teaching Game Team Terhadap Siswa
Kelas XI IPA SMA Smart Ekselensia Indonesia Tahun Ajaran 2010-2011. Jurnal
Pendidikan Dompet Dhuafa edisi I / 2011.
www.undana.ac.id/JURNAL/PENINGKATAN%20MOTIVA .(diakses tanggal 29 mare
2017).

Enis, Robert. H. 2011. The nature of critical theaching : an outline of critical


thinking dispotitions and abilities. http : // Faculty. ed. uiuc. edu. rbenis.
Diakses 28 Maret 2017.
Siswanto, Budi Tri. 2016. Faktor-faktor yang
mempengaruhi hasil belajar siswa Pada
pembelajaran praktik kelistrikan otomotif Smk
di kota yogyakarta. Jurnal Pendidikan Vokasi
Volume 6, No 1. (111- 120).http://
journal.uny.ac.id/index.php/jpv/article/viewFile/81
18/6872
(diakses tanggal 29 Maret 2017).
Moon, Jennnifer A. 2008. An explanation of theory
and pravtise. Prancis : Taylor & Francis
Group.