Anda di halaman 1dari 15

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI

PESERTA DIDIK KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA


NEGERI (SMPN) DI KECAMATAN GUDO
TAHUN AJARAN 2014 / 2015

EDWIN PRASETIO
118965

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2015
STKIP PGRI Jombang
STKIP PGRI Jombang

BAB I
LATAR BELAKANG

Hasil Observasi

Minimnya ruang gerak.


?
Kebugaran Jasmani

Aktifitas gerak yang


kurang.
Perbandingan Tingkat
Pola hidup yang Kebugaran Jasmani
kurang baik.
Belum adanya tes untuk
mengetahui tingkat
kebugaran jasmani.
1. Adakah perbedaan tingkat kebugaran jasmani peserta didik Kelas VII SMPN 1
Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo?

Rumusan Masalah

2. Seberapa besar tingkat kebugaran jasmani peserta didik Kelas VII SMPN 1
Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo?

Batasan Masalah

Penelitian ini terbatas pada mengetahui tingkat kebugaran jasmani peserta


didik Kelas VII SMPN 1 Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo.

STKIP PGRI Jombang


STKIP PGRI Jombang

Tujuan Penelitian

1. Mengetahui adakah perbedaan tingkat kebugaran jasmani peserta didik


Kelas VII SMPN 1 Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo.

2. Mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani peserta didik


Kelas VII SMPN 1 Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo.

Definisi Operasional:
Berdasarkan pada pengertian kebugaran jasmani, definisi operasional
penelitian ini adalah mengetahui kemampuan fisik peserta didik dengan
mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya.
STKIP PGRI Jombang

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan


penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya
(dari kerja yang dilakukan sehari hari) tanpa menimbulkan kelelahan
berlebihan yang berarti (Kemendikbud, 2014:239).

Komponen Kebugaran
Jasmani

kekuatan, daya tahan respirasi-kardiovaskuler, tenaga otot, kelentukan,


kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, dan ketepatan.
STKIP PGRI Jombang

HIPOTESIS

Ho : tidak terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas


VII SMPN 1 Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo.
Ha : terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas VII
SMPN 1 Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo.
STKIP PGRI Jombang

BAB III
METODE PENELITIAN

Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian non-
eksperimen. Desain penelitian pada penelitian ini adalah desain komparatif,
yang berarti membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok
lainnya (Maksum, 2012:68).

Populasi Dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN
Se-Kecamatan Gudo dengan jumlah 367 peserta didik dengan rincian 217
peserta didik di SMPN 1 Gudo dan 150 peserta didik di SMPN 2 Gudo.
Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan random sampling.
Diketahui objek penelitian pada SMPN 1 Gudo adalah kelas VII-B dengan
jumlah 31 peserta didik dan objek penelitian pada SMPN 2 Gudo adalah
kelas VII-E dengan jumlah 30 peserta didik.
STKIP PGRI Jombang

Intrumen Penelitian

Instrumen adalah alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data


dalam penelitian (Maksum, 2012:111). Instrumen pada penelitian ini
adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Untuk Remaja Umur 13-15
Tahun.
Teknik Pengumpulan Data
Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Untuk Remaja Umur
13-15 Tahun
1. Tes Lari 50 meter

2. Tes Gantung Angkat Tubuh 60 detik (Putra)

3. Tes Gantung Siku Tekuk 60 detik (putri)

4. Baring Duduk 60 detik (putera dan puteri)

5. Tes Loncat Tegak

6. Tes Lari 1000 meter (putra) dan Tes Lari 800 meter (putri)

STKIP PGRI Jombang


Norma Tes Kesegaran Jasmani Untuk Remaja
Umur 13-15 Tahun
No Jumlah Nilai Klasifikasi

1 22 25 Baik sekali (bs)

2 18 21 Baik (b)

3 14 17 Sedang (s)

4 10 13 Kurang (k)

5 59 Kurang sekali (ks)

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 20.

STKIP PGRI Jombang


STKIP PGRI Jombang
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Uji Pra-syarat
Tests of Normality
Sekolah Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Uji Normalitas
Statistic Df Sig. Statistic df Sig. Pada tabel Shapiro Wilk diketahui
NilaiTKJI SMPN 1
signifikan dari SMPN 1 Gudo
Gudo
.173 30 .023 .941 30 .096 adalah sig 0,096 dan sig 0,205
SMPN 2 pada SMPN 2 Gudo. Dengan taraf
.170 30 .026 .953 30 .205
Gudo sig 0,05 (5%). Data berdistribusi
a. Lilliefors Significance Correction
normal.
Test of Homogeneity of Variance
Levene df1 df2 Sig.
Uji Homogenitas
Statistic
NilaiTKJI Based on Mean .513 1 58 .477
Pada tabel homogenitas based of
Based on Median .311 1 58 .579 mean adalah sig 0,477, dengan
Based on Median and
.311 1 56.384 .579
taraf sig 0,05.
with adjusted df Data sejenis atau homogen.
Based on trimmed mean .532 1 58 .469
Perhitungan Mean (rata-rata)
Pada tabel diketahui rata-rata;
Group Statistics SMPN 1 Gudo adalah 12,60
Sekolah N Mean Std. Deviation Std. Error Mean SMPN 2 Gudo adalah 11,30
NilaiTKJI SMPN 1 Gudo 30 12.60 1.850 .338

SMPN 2 Gudo 30 11.30 1.664 .304

Uji T Kelompok Bebas Diketahui pada tabel SPSS:


(Independent) T-hitung sebesar 2,862
Sig (2 tailed) sebesar 0,006
Independent Samples Test Df (n1+ n2-2) sebesar 58
NilaiTKJI Diketahui t-tabel = 2,002, maka t-
Equal variances Equal variances hitung lebih besar dari t-tabel
assumed not assumed
Levene's Test for Equality F
(2,862 >2,002), dapat disimpulkan
.513
of Variances bahwa, ada perbedaan yang
Sig.
.477 signifikan.
t-test for Equality of Means T 2.862 2.862
Df 58 57.364
Sig. (2-tailed) .006 .006
Mean Difference 1.300 1.300
Std. Error Difference .454 .454
95% Lower .391 .391
Confidence Upper
Interval of the 2.209 2.209
STKIP PGRI Jombang
Difference
Pembahasan

Didapat rata-rata SMPN 1 Gudo sebesar 12,6 dan SMPN 2 Gudo sebesar 11,3
dengan klasifikasi pada kategori kurang, dengan rincian pada SMPN 1 Gudo
adalah 12 peserta didik dengan kategori sedang, 16 peserta didik kategori
kurang, dan 2 peserta didik kategori kurang sekali, sedangkan pada SMPN 2
Gudo dengan rincian, 5 peserta didik kategori sedang, 21 peserta didik kategori
kurang, dan 4 peserta didik kategori kurang sekali. hasil penelian ini
berkesimpulan bahwa kebugaran jasmani peserta didik kelas VII adalah kurang.

Menurut Suryanto (2005:13) Untuk mendapatkan kebugaran jasmani yang baik


perlu memahami pola hidup sehat, yaitu: (1) Makan yang cukup, baik kualitas
maupun kuantitas, (2) Istirahat, supaya tubuh memiliki waktu untuk recovery
(pemulihan), sehingga dapat melakukan aktivitas dengan nyaman, dan (3)
Berolahraga, yaitu salah satu alternatif yang paling efektif untuk memperoleh
kebugaran, sebab berolahraga bermanfaat untuk fisik, psikis, maupun sosial. Di
samping itu untuk meningkatkan dan mempertahankan kebugaran jasmani perlu
menghindari gaya hidup yang kurang baik, supaya tidak mempengaruhi
kesehatan, sehingga tubuh selalu dalam keadaan sehat dan bugar.
Dapat disimpulkan bahwa, perlunya meningkatkan kebugaran jasmani peserta
didik kelas VII SMPN 1 Gudo dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo
dengan meningkatkan aktifitas fisik (olahraga), serta tugas guru untuk
menanamkan pengetahuan tentang bagaimana cara memelihara kebugaran
STKIP PGRI Jombang
jasmani agar peserta didik dapat menjaga dan memelihara kebugaran jasamani.
STKIP PGRI Jombang

BAB V
SIMPULAN

Simpulan

1. Analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, t = 2.862, dan


signifikan 0,006 (2 tailed) dengan taraf signifikan 5 % atau 0,05, dan df =
n1+n2-2 = 58. Sehingga signifikan 0,05 lebih besar dari 0,006 dan t-hitung
lebih besar dari t-tabel (2,862 > 2,002). Dapat disimpulkan bahwa, ada
perbedaan tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas VII SMPN 1 Gudo
dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Gudo.

2. Peserta didik kelas VII di SMPN 1 Gudo memiliki tingkat kebugaran


jasmani dengan rata-rata 12,6 dan rata-rata tingkat kebugaran jasmani
peserta didik kelas VII di SMPN 2 Gudo adalah 11,3. Sehingga dapat
disimpulkan, rata-rata tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas VII dari
kedua sekolah adalah kurang.
STKIP PGRI Jombang

TERIMA KASIH ATAS


KESEDIAAN DEWAN
PENGUJI.