Anda di halaman 1dari 14

WELCOM

E
Nama Kelompok

Ayu Purwani Asih P07120213014
Dwinanda Rani Wulandari
P07120213011
Putu Santika Dewi P07120213027
Ni Ketut Ayu Wiratni P07120213032
Ida Ayu Ari Adnyani P07120213038
Keperawatan Jiwa

BIMBINGAN SPIRITUAL
MENJELANG AJAL, PENYAKIT
KRONIS DAN TERMINAL
Bimbingan Spiritual


Bimbingan adalah proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar
mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan
menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan (agama
dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara
personal maupun sosial).

Spiritualitas (spirituality) merupakan sesuatu yang dipercayai oleh seseorang dalam


hubungannya dengan kekuatan yang lebih tinggi tuhan, yang menimbulkan suatu kebutuhan
serta kecintaan terhadap adanya tuhan, dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang
pernah diperbuat (Alimul, 2006).

Bimbingan spiritual adalah bimbingan kerohanian yang menggunakan dasar-dasar


keagamaan. Bimbingan spiritual secara umum adalah suatu proses pemberian bantuan
kepada individu berdasarkan ajaran agama yang dianutnya agar individu mampu hidup
selaras dengan ketentuan dan petunjuk ajarannya, sehingga dapat mencapai kebahagiaan
dunia dan akhirat.
Konsep Dasar Menjelang Ajal, Penyakit Kronis dan Terminal


Menjadi tua adalah proses alamiah yang akan dihadapi oleh setiap mahluk hidup dan
meninggal dengan tenang adalah dambaan setiap insan. Namun sering kali harapan dan
dambaan tersebut tidak tercapai. Umur harapan hidup semakin bertambah dan kematian
semakin banyak disebabkan oleh penyakit-penyakit degeneratif seperti kanker dan stroke.
Jika penyakitnya berlanjut maka suatu saat akan dicapai stadium terminal yang ditandai
dengan oleh :
a. kelemahan umum,
b. penderitaan,
c. ketidakberdayaan, dan
d. akhirnya kematian.
Sebagian besar kematian di rumah sakit adalah kematian akibat penyakit kronis dan terjadi
perlahan-lahan.
Lanjutan

1)

Penyakit kronis di definisikan sebagai kondisi medis atau masalah kesehatan
yang berkaitan dengan gejala gejala atau kecacatan yang membutuhkan
penatalaksanaan jangka panjang.
2) Penyakit kronis merupakan penyakit yang berlangsung lama, beberapa
penyakit tersebut antara lain AIDS, serangan jantung, dan kanker (Wikipedia,
2015).
3) Kondisi terminal adalah suatu proses yang progresif menuju kematian,
berjalan melalui suatu tahapan proses penurunan fisik, psikososial dan
spiritual bagi individu (Carpenito, 1995).
4) Menjelang ajal adalah menjelang ajal secara etimologi berasal dari kata dien
yang berarti mendekati kematian.
5) Menjelang ajal (dying) merupakan suatu kondisi pasien saat sedang
menghadapi kematian, yang memiliki berbagi hal dan harapan tertentu untuk
meninggal. Kematian secara klinis merupakan kondisi terhentinya pernapasan,
nadi, dan tekanan darah serta hilangnya respon terhadap stimulus eksternal,
ditandai dengan aktivitas listrik otak terhenti.
Lanjutan


Doka (1993) menggambarkan respon terhadap penyakit yang
mengancam hidup ke dalam empat fase, yaitu :
1) Fase prediagnostik : terjadi ketika diketahui ada gejala atau
faktor resiko penyakit.
2) Fase akut : berpusat pada kondisi krisis. Klien dihadapkan
pada serangkaian keputusasaan, termasuk kondisi medis,
interpersonal, maupun psikologis.
3) Fase kronis, klien bertempur dengan penyakit dan
pengobatannya. pasti terjadi.
4) Klien dalam kondisi terminal akan mengalami berbagai
masalah baik fisik, psikologis, maupun sosial-spiritual.
Bimbingan Spiritual Menjelang Ajal,
Penyakit Kronis dan Terminal


Berbagai semangat dan motivasi sangat diperlukan untuk membangun rasa
kepercayaan diri, kepasrahan, ketenangan dan kebahagian lahir batin bagi pasien-
pasien di rumah sakit baik itu pasien dengan penyakit kronis, terminal maupun
pasien menjelang ajal. Bimbingan spiritual ternyata berdampak kepada
peningkatan kesembuhan dan motivasi pasien.
Adapun bagi rumah sakit kegiatan bimbingan spiritual jelas dapat memberikan
nilai tambah dalam hal pelayanan bagi pasiennya. Manfaat yang akan diperoleh:
1) Perawat mengetahui pentingnya memberikan bimbingan spiritual kepada
orang yang sedang sakit.
2) Perawat memahami tata cara bimbingan spiritual untuk pasien sesuai dengan
kepercayaan pasien.
3) Perawat mampu mereplikasi dan menjalankan kegiatan bimbingan spiritual
bagi pasien di tempat kerjanya.
4) Rumah sakit mendapat citra yang baik di mata masyarakat.
Lanjutan


Dukungan spiritual yang diberikan pada pasien dengan kondisi
tersebut sangat penting dalam memenuhi kebutuhan
spiritualnya. Bantuan spiritual itu meliputi :
1) Menanyakan kepada klien tentang harapan-harapan
hidupnya dan rencana-rencana klien selanjutnya menjelang
kematian.
2) Menanyakan kepada klien untuk mendatangkan agama
dalam hal untuk memenuhi kebutuhan spiritual.
3) Membantu dan mendorong klien untuk melaksanakan
kebutuhan spiritual sebatas kemampuannya.
Manifestasi Klinis

1)

Klien dengan kondisi penyakit terminal mungkin mencari untuk
menemukan tujuan dan makna hidup sebelum menyerahkan diri kepada
kematian. Klien mungkin minta pengampunan baik dari yang maha kuasa
atau dari anggota keluarga.

2) Perawat dan keluarga memberikan ketenangan spiritual dengan


menggunakan ketrampilan komunikasi, empati, berdoa dengan klien,
membaca kitab suci, atau mendengarkan musik. Memberikan ketenangan
spiritual mempunyai arti lebih besar dari sekedar kunjungan rohaniawan.
Perawat dapat member dukungan kepada klien dalam mengekspresikan
filosofi kehidupan.

3) Ketika kematian mendekat, klien sering mencari ketenangan dengan


menganalisis nilai dan keyakinan yang berhubungan dengan hidup dan
mati. Perawat dan keluarga dapat membantu klien dengan
mendengarkan dan mendorong klien untuk mengekspresikan tentang
nilai dan keyakinan.
Bimbingan Spiritual Pada Pasien
Menjelang Ajal


Bimbingan spiritual pada kondisi pasien
menjelang ajal tidak jauh berbeda dengan kondisinya
saat mengalami fase penyakit terminal. Pasien tetap
diberikan dukungan spiritual untuk meningkatkan
kekuatan spiritualnya. Klien pada fase ini membutuhkan
dukungan spiritual yang dapat berupa love (kasih
sayang), trust (kepercayaan), hope (harapan),
forgiveness (permohonan maaf), dan meaning
(pengertian).
Lanjutan


Pemberian bimbingan rohani diberikan secara khusus pada pasien khusus
yang menganut agama tertentu. Berikut adalah konsep bimbingan spiritual dari
agama-agama yang sebagaian besar ada di Indonesia.
Agama Kristen
Agama Islam
Tradisi Yahudi
Agama Hindu.
Dalam pemberian bimbingan rohani tersebut terdapat prosedur khusus yang
dilakukan pada kepercayaan tertentu. Jika kondisi pasien kritis, dokter akan secara
resmi menuliskan namanya didaftar kritis. Kemudian keluarga dan pemuka agama
akan diberitahu.
Lanjutan


a) Jika pasien Katolik tampak sedang menyongsong ajal, seorang pendeta harus
dipanggil untuk melakukan sakramen orang sakit. Akan lebih baik jika keluarga
hadir dan meninggalkan ruangan pada saat dilakukan pengakuan dosa.
b) Penganut agama Katolik dan keluarga menganggapnya sebagai suatu keistimewaan
karena memiliki kesempatan untuk mengaku dosa ketika masih memiliki
kemampuan..
c) Sementara hampir semua agama lainnya tidak memiliki ritual khusus seperti
sakramen ini, oleh sebab itu pemberian privasi pada pasien dan keluarga adalah hal
yang penting.
d) Pembacaan kitab suci, jika diminta, dapat menjadi bantuan spiritual untuk melalui
saat-saat kritis ini.
Sekian

TERIMA KASIH

OM SANTIH SANTIH SANTIH OM