Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DENGAN REMAJA

Oleh :

NICE FORESA
NIM 1514201102
Data Umum

1. Nama Kk : Tn.I
2. Usia : 41Tahun
3. Pekerjaan KK : Wiraswasta
4. Pendidikan KK : SMP
5. Alamat : Jrng Piladang
6. Tanggal pengkajian : 30 April
2016
7. Komposisi keluarga
Status Imunisasi
Hub Polio Hepatitis DPT
Umu Pekerjaa
No Nama JK dg BC Campa Ket
r n
KK G 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 k

1. Tn.I L KK 41 th Wiraswa Tn.I dan Ny.S


sta tidak tahu
2. Ny. S P Istri 38 th IRT apakah mereka
3. An. R P Anak 14 th Pelajar mendapatkan
4. An. P P Anak 10 th Pelajar imunisasi
5. An. A P Anak 4 th Belum lengkap atau
sekolah tidak
9. Struktur keluarga : keluarga inti
10. Suku bangsa : minang
11. Agama : islam
12. Status sosek : menengah ke
atas, Tn. I adalah seorang
wiraswasta dengan pendapatan
Rp 5.000.000/bulan
13. Aktivitas rekreasi keluarga :
Keluarga Tn.I jarang berkumpul
bersama di rumah Namun,
keluarga Tn.I sering pergi
berwisata sekeluarga minimal 1x
dalam sebulan.
14. Tahap perkembangan keluarga saat
ini tahap perkembangan keluarga
remaja
15. Tahap Perkembangan Keluarga yang
Belum Terpenuhi kekurangoptimalan
keluarga dalam memberikan kebebasan
yang seimbang terhadap anak-anaknya,
mempertahankan hubungan intim dalam
keluarga, serta mempertahankan
komunikasi yang terbuka antara anak dan
orang tua
17. Riwayat Keluarga Inti Tn.I sudah 15
tahun menikah dengan Ny.S dan
mempunyai tiga orang anak perempuan.
Anak pertama berumur 14 tahun, anak
kedua 10 tahun , dan anak ketiga 4 tahun,
Riwayat Kehatan keluarga Saat Ini :
Ny.S setiap sekali tiga hari menjalani pengobatan
alternatif karena Ny.S mengeluh mengalami
gangguan pernapasan terutama jika terkena oleh
debu dan cuaca dingin. Ketiga orang anaknya
saat ini tidak mengalami gangguan kesehatan.
18. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Tn.I pernah dirawat dengan diagnose TB pada
tahun 1998 dan mengkonsumsi obat selama 6
bulan. Tn. I mengatakan dulunya beliau adalah
seorang perokok dan pengkonsumsi alcohol
19. Karakteristik tetangga dan Komunitas RW
Hubungan keluarga Tn.I dengan tetangga
berjalan cukup baik. Namun, keluarga Tn.I tidak
dapat berinteraksi terlalu sering karena sibuk
menjaga mini marketnya. Tipe komunitas
bersifat homogen
Klasifikasi
Secara klinis
Sirosis hati kompensata,
Sirosis hati dekompensata
Secara morfologi Sherrlock membagi
berdasarkan besar kecilnya nodul, yaitu :
Makronoduler (Ireguler, multilobuler)
Mikronoduler (reguler, monolobuler)
Kombinasi antara bentuk makronoduler dan
mikronoduler.
Menurut Gall seorang ahli penyakit hati,
membagi penyakit sirosis hati atas :
Sirosis Postnekrotik,
Nutrisional cirrhosis , faktor lipotropik.
Sirosis Post hepatic
Patofisiologi
PATHWAYS
Komplikasi
Hepatic Perdarahan
encephalopathy Gastrointestinal
Hepatorenal Koma hepatikum
syndrome Ulkus peptikum
Karsinoma
Hepatopulmonary
hepatoselular
syndrome
Infeksi
Hypersplenism
Kanker Hati
(hepatocellular
carcinoma)
Pemeriksaan
Diagnostik
Skan / biopsi hati
Masa Protrotombin
Kolesistografi atau PTT
atau Fibrinogen
kolangiografi BUN
Esofaguskopi Amonia Serum
Portografi Glukosa Serum
transhepatic Elektrolit
perkutanius Kalsium
Bilirubin serum Pemeriksaan Nutrien
AST (SGOT) atau Urobilinogen Urin
ALT (SGPT), LDH Urobilinogen Fekal
Alkalin fosfatase
Albumin Serum
Globulin (IgA dan
Pengobatan
Pengobatan biasanya tidak memuaskan, tidak ada
obat yang dapat menghentikan proses fibrosis
Pemberian hepatoprotektor ( curcuma, silimarin,
lesitin dsb), hanya dapat mengurangi proses
fibrosis .
Roboransia. Vitamin B kompleks.
Pengobatan terhadap komplikasi:
Asites : diuretik, pemberian albumin serum.
Anemia : transfusi
Perdarahan : puasa maksimal 5 hari, anti
perdarahan, ligasi /pengikatan varises, SB
tube,antibiotik (neomisin)
Koma hepatikum : atasi faktor pencetus seperti
infeksi, perdarahan, gangguan elektrolit akibat
pemakaian diuretik dan batasi intake protein <
1gr/kgBB/hari, neomisin
Penatalaksanaan Diet
Tidak minum alkohol.
Pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis.
Steroid atau obat penekan kekebalan lainnya
untuk mengobati penyakit autoimun
menyebabkan kerusakan hati.
Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi
hipertensi portal (diuretic)
Istirahat yang cukup sampai terdapat perbaikan
ikterus, asites, dan demam.
Makanan tinggi kalori dan protein.
Mengatasi infeksi dengan antibiotik.
Memperbaiki keadaan gizi.
Roboransia.Vitamin B Kompleks yang cukup.
Dilarang makan-makanan yang mengandung
alkohol.
ASKEP TEORITIS
Pengkajian
Identitas pasien
Riw Kesehatan (RKS, RKD, RKK)
Riw tumbang
Riw sosek
Pemeriksaan fisik
Pola ktifitas sehari-hari
Data Labor
Pemeriksaan penunjang
ANALISA DATA
Data Subjektif Data Objektif
Pasien mengatakan : Pasien tampak lemah, pucat,
Anoreksia sesak
Cepat lelah Hb, Leukosist, Trombosit
menurun
Mudah merasa
Asites positif
kenyang
Ikterus positif
Nyeri di epigastrium
Edema positif
Perut semakin
membesar Bilirubin meningkat
Kaki odema Albumin menurun
SGOT SGPT meningkat
BAB dan muntah
berwarna hitam LED menurun
Nafas sesak Nyeri tekan kuadran atas
abdomen
BAK berwarna pekat
Hepar teraba benjol-benjol
Meminum alkohol
DIAGNOSA KEP
Kelebihan volume cairan b.d
perubahan mekanisme
regulasi
Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh
b.d ketidakmampuan ingesti
(pemasukan makanan) dan
absorbsi
Cemas b.d krisis situsional
Kelelahan b.d faktor
NCP
NCP SIROSIS.do
c

IMPLEMENTASI
EVALUASI
SEKIAN
TERIMA
KASIH