Anda di halaman 1dari 18

Oleh

RIRI AYU ANDIRA, AMG


Vitamin A merupakan zat yang sangat
dibutuhkan namun tidak dapat diproduksi
oleh tubuh manusia dari dalam. Sehingga,
vitamin ini harus diperoleh dari luar untuk
memenuhi kebutuhan tubuh. Sumber
vitamin A sangat beragam dan banyak
terdapat di alam, Contohnya adalah dari
buah-buahan, biji-bijian, umbi, sayur, dll.
1. Penglihatan
2. Kekebalan Tubuh
3. Pertumbuhan dan Perkembangan
4. reProduksi
5. Pencegahan Kanker dan Penyakit Jantung
Vitamin A pangan hewani
Karoten pangan nabati

Vit A
Hati , Kuning telur,
Susu dan mentega
Sumber Karoten

Sayuran berwarna hijau tua dan


buah-buahan berwarna kuning
jingga, seperti : daun singkong, daun
kacang , kangkung, bayam, kacang
panjang, buncis, wortel, tomat,
jagung, pepaya, mangga, nangka
dan jeruk.
Minyak kelapa sawit yang berwarna
merah kaya akan karoten
1. Vitamin A dari Buah-buahan. Contohnya
adalah buah apel, buah manga, buah
negeri, buah pepaya, buah pisang, buah
kesemek, dan sukun.
2. Vitamin A dari Sereal. Contohnya adalah
pada jagung kuning.
3. Vitamin A dari Umbi-umbian. Contohnya
ada dalam ubi kuning, ubi rambat merah,
dan ubi jalar merah.
4. Vitamin A dari Biji-bijian. Contohnya adalah
kacang merah dan kacang ercis.
5. Vitamin A dari Sayuran. Misalnya dari
sayuran bayam, wortel, kangkung, labu
kuning , terong, semanggi, bungkil daun
talas, daun jambu, daun genjer, kacang
panjang , gandaria, kol cina, putri malu,
sawi, rumput laut, dan ranti muda.
6. Vitamin A dari Hewan. Misalnya berasal dari
daging ayam, ginjal domba, daging bebek,
hati ayam, hati sapi, ikan, dan telur.
7. Vitamin A dari hasil olahan. Seperti
mentega, minyak ikan, kepala susu,
minyak kelapa sawit, dan tepung ikan.
Apabila tubuh kita kekurangan vitamin A
maka dapat menyebabkan berbagai macam
penyakit. Jika tubuh Anda mengalami
kekurangan vitamin A, gejala pertama yang
muncul biasanya terjadi rabun senja.
Setelah rabun senja semakin parah, akan
muncul suatu pengendapan berbusa (bintik
Bitot) pada bagian putih mata (sklera).
Selanjutnya kornea mata akan menjadi keras
dan membentuk suatu jaringan parut
(xeroftalmia) yang menjadi penyebab
kebutaan permanen.
Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat
menyebabkan anemia pada beberapa orang
serta peradangan pada kulit (dermatitis)
sehingga hal ini meningkatkan
kemungkinan kulit terkena infeksi.
Kekurangan vitamin A dapat diatasi dengan
memberikan tambahan vitamin A hingga
20x dosis harian selama tiga hari. Kemudian
dilanjutkan dengan memberikan vitamin A
sebanyak 3 kali dosis harian dalam waktu 1
bulan.
Setiap bulan Februari dan Agustus. 2 x
setahun.
Vitamin A warna merah untuk bayi usia 1-5
tahun (200.000 IU)
Vitamin A warna biru untuk balita usia 6-11
bulan (100.00)
Vitamin A juga diberikan
kepada ibu nifas (ibu setelah
melahirkan paling lambat 30
hari setelah melahirkan.
Pemberian kapsul pertama 24
jam setelah partus.
pemberian kedua sebelum
masa nifas habis
Ditelan langsung atau
dipotong ujungnya kemudian
pencet isinya kedalam mulut