Anda di halaman 1dari 112

Assalamualaikum wr wb

Pengampu :

ENDAH YUNIARTI S.Si, M.Sc.


Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
I. INTEGRAL
1.1 Anti Turunan (Integral Tak Tentu)
Jika kita mengenakan sepatu, kita dapat melepasnya lagi. Operasi yang kedua
menghapuskan yang pertama, yaitu mengembalikan sepatu pada posisinya yang
semula. Kita katakan dua operasi tersebut adalah operasi balikan (inversi).
Matematika mempunyai banyak pasangan operasi balikan, seperti : penambahan dan
pengurangan, perkalian dan pembagian, pemangkatan dan penarikan akar, serta
penarikan logaritma dan penghitungan logaritma. Kita telah mengkaji pendiferensialan
(penurunan); balikannya disebut anti pendiferensialan atau anti turunan.

DEFINISI :
Jika F suatu anti turunan dari f pada selang I, maka : atau
untuk semua nilai x dalam selang I. DF f F ' x f x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh 1 : Carilah suatu anti turunan dari fungsi f x 4 x 3 pada ,
F x x4 6
F x x4 Kita mencari suatu fungsi F yang memenuhi
F x x 4 F ' x 4 x 3 untuk semua x riil. Berdasarkan
4

bab diferensial kita sudah mengetahui bahwa


F . x x 4
Tetapi ternyata F x x 4 6 dan F x x 4 4
Juga memenuhi nilai F untuk anti turunan
dari F ' x 4 x .
3

Jadi anti turunan dari F ' x 4 x adalah


3

F x x4 C

Kesimpulannya adalah jika suatu fungsi f mempunyai


suatu anti turunan, ia akan mempunyai keseluruhan
famili dan setiap anggota dari famili ini dapat diperoleh
dari salah satu diantaranya dengan cara
menambahkan suatu konstanta yang cocok. Famili
fungsi ini dinamakan anti turunan umum dari f.
F ' x 4 x3
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh 2 : Carilah suatu anti turunan umum dari fungsi f x x 2 pada ,
Jawab : anti turunan umumnya adalah 1 3
x C
3
Menurut aturan Leibniz, anti turunan juga disebut integral tak tentu, cara
penulisannya adalah f x dx dengan f x
disebut tanda integral dan disebut
integran, sedangkan dx menyatakan integral terhadap x.
Sehingga, jika f x x r dan r adalah sembarang bilangan rasional kecuali -1, maka
formula umum untuk integral tak tentu adalah :

r 1
x
f x dx x dx
r
C Teorema A
r 1
Kata tak tentu mengandung arti bahwa hasil dari integral selalu mencakup suatu
konstanta sembarang.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Teorema B
(i ) kf x dx k f x dx
(ii ) f x g x dx f x dx g x dx
(iii ) f x g x dx f x dx g x dx
Latihan : Cari hasil integral tak tentu dari :
1. f x 4 x x dx
3
6.
2. f x 3x 2 2 7. y 4 y dy
2 2

3. f x x 2 3
8. y y 3 dy
2 2

4. f x 6 x 2 6 x 1
9. 3sin t 2 cos t dt
4 3
5. f x 4
x 5
x 10. 1 t t dt
2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Teorema C
r 1
g x (1)
g x g ' x dx
r
C , r 1
r 1
Jika : u g x
du g ' x dx
Maka, teorema C menjadi :
r 1
u
du r 1 C , r 1 (2)
r
u

Latihan : Cari hasil integral tak tentu menggunakan Teorema C (1) :

3x 1 3 dx 4. x 2 3 x 2 2 x 3 dx
4 2
1.

2. x 2 4 2 x dx
3
5. sin10 x cos x dx

3. 5 x 18 15 x 2 dx
3 7

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Latihan : Cari hasil integral tak tentu menggunakan Teorema C (2) :
6. 3 x 2 x 9 dx
3
4 5
9. sin 4 x cos x dx

7. 5 x 2 1 5 x3 3 x 8 dx 10. sin 5 x 2 x cos x 2 dx


6

8. 3t 3 2t 2 11 dt 11. cos 3 x 1 sin 3 x 1 dx

1.2 Integral Tentu


Jika F(x) adalah anti turunan dari f(x), maka :
b
f x dx F b F a F x
b
a a
Teorema A

a
f x dx 0
a
b a
f x dx f x dx
a b

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Teorema B
b b
(i ) kf x dx k f x dx
a a
b b b
(ii ) f x g x dx f x dx g x dx
a a a
b b b
(iii ) f x g x dx f x dx g x dx
a a a

Latihan : Cari hasil integral tentu dari :


x 2 1
2

1
2 x dx
10
1.
0
x3 dx 6. 0

3x 2 x 3 dx
2
2. 2 3 1
1 7. dt
t 2
1 2

2
1
3. y 2 3 dy 2
4
y 8. cos 2 x sin x dx
0
4 s 8
4 2
4. ds 9. 2 x sin x dx
1 s2 0
4

5.
2
cos x dx 10. x 2 x 1 dx
0
0
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
1 1
Jika
f x dx 4 dan g x dx 2 . Gunakan Teorema B Integral Tentu untuk
0 0
menghitung masing-masing integral berikut :
1
1. 3 f x dx
0
1
2. f x g x dx
0
1
3. 3 f x 2 g x dx
0
1
4. 2 g x 3 f x dx
0

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y

y = f(x)

R1 R2
x
a b c
Definisi tentang integral berhubungan dengan masalah luas untuk daerah yang
dibatasi oleh kurva. Pandang dua daerah melengkung R1 dan R2 pada Gambar di
atas dan andaikan R=R1 U R2. Jelas bahwa :
A R A R1 R2 A R1 A R2
maka,
c b c
f x dx f x dx f x dx
a a b

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
2

f x dx 2 ; f x dx 3 ; g x dx 1 dan g x dx 4.
1 2 1
Jika 0
0 1 0
Gunakan sifat-sifat integral tentu untuk menghitung :
2
1. f x 2 g x dx
0
2
2. g x dx
1
1
3. 3 f x dx
2
2
4. 2 f x 3 g x dx
0
2 0
5. f x dx f x dx
1 2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
4
Gunakan Teorema A (sifat ketambahan selang) untuk menghitung f x dx dan
0
gambarlah grafiknya.
x 2 jika 0 x 2
1. f x
x jika 2 x 4
1 jika 0 x 1

2. f x x jika 1 x 2
4 x jika 2 x 4

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 1 (TP-A-D)
Cari hasil integral dari soal berikut :

Perhatikan dua angka terakhir dari NPM saudara !


Jika GANJIL : Jika GENAP :
1. f x 2 x 4 1. f x 5 x 4 2
4 x 6 3x 5 8 2 x3 3x 2 1
2. 5
dx 2. dx
x x2
3. x 1 xdx 3. x 4 1 x3 dx
2 3

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 1 (TP-C-B)
Cari hasil integral dari soal berikut :

Perhatikan dua angka terakhir dari NPM saudara !


Jika GANJIL : Jika GENAP :
1. f x 18 x8 25 x 4 3 x 2 1. f x x 2 20 x 7 7 x 4 6
1 6 x3 3x 2 1
2. 3 7 dx 2. dx
x x x
5x 1 5 x 3 3 x 2 dx
2
3. 3. 3 x 3 x 2 7 dx

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 2 (TP-A)
NPM 130. dan 14010001-14010015 (Sesi I, pukul 10.45 -11.45)
NPM 14010016-14010044 (Sesi II, pukul 11.50 -12.50)

Soal A : Soal B :
x 1 xdx
x 1 x3 dx
2 3
1. 1. 4

4 1 2

3
2.
1 w2
dw 2.
1 t3
dt

x 1 3x dx
0 8

3 2
3.
1
3. 3 x 1 dx
5

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 2 (TP-C)
NPM 120 dan 130. Serta 14010092-14010114 (Kerjakan Soal A)
NPM 14010115-14010135 (Kerjakan Soal B)

Cari hasil integral dari soal berikut :


Soal A : Soal B :
4 8

3
1. t dt 1. w dw
0 1

3 10
7 2t 8t dt y 1 dy
2
2. 2.
3 2

0 1 0 1
3. Jika f x dx 2 ; f x dx 3 ; g x dx 1 dan g x dx 4
1 0 1 1
0
Soal A : tentukan 2 f x 3g x 4 dx
1
1 1
Soal B : tentukan g x dx g x dx
0 1

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 2 (TP-D)
NPM 14010018-14010152 (Kerjakan Soal A)
NPM 14010153-14010175 (Kerjakan Soal B)

Cari hasil integral dari soal berikut :

Soal A : Soal B :
4 1 3 2
1.
1 w 2
dw 1.
1 t 3
dt

x3 1 3x 2 dx
0 8
2. 1
2.
5
3x 1 dx

0 1 0 1
3. Jika f x dx 2 ; f x dx 3 ; g x dx 1 dan g x dx 4
1 0 1 1
0
Soal A : tentukan 2 f x 3g x 4 dx
1
1 1
Soal B : tentukan g x dx g x dx
0 1

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 2 (TP-B)
NPM 120 dan 130. Serta 14010046-14010070 (Kerjakan Soal A)
NPM 14010071-14010090 dan 14010112 (Kerjakan Soal B)

Cari hasil integral dari soal berikut :


Soal A : Soal B :
4 8

3
1. t dt 1. w dw
0 1

3 10
7 2t 8t dt y 1 dy
2
2. 2.
3 2

0 1 0 1
3. Jika f x dx 2 ; f x dx 3 ; g x dx 1 dan g x dx 4
1 0 1 1
0
Soal A : tentukan 2 f x 3g x 4 dx
1
1 1
Soal B : tentukan g x dx g x dx
0 1

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
1.3 Penggunaan Integral
1.3.1 Luas Daerah Bidang Rata

y f x

R x b Luas daerah di atas


a b A R f x dx sumbu x
a

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh :

1. Tentukan luas daerah R dibawah kurva y=x4-2x3+2 antara x=-1, x=2 serta y=0
y
x 2 x 3 2 dx
2
5 A R 4
1
2
y x 4 2 x3 2 x5 x 4
2 x
5 2 1

2 5 2 4 1
5
1
4

2 2 2 1
5 2 5 2

R x 51

1 2 10

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Luas dinyatakan oleh bilangan positif. Apabila grafik y=f(x) terletak di bawah
b
sumbu x, maka hasil dari
f x dx adalah bilangan negatif, sehingga tidak
a
dapat melukiskan suatu luas. Maka untuk luas daerah di bawah sumbu x
dinyatakan oleh :
b
A R f x dx Luas daerah di bawah
sumbu x
a

Contoh :
x2
2. Tentukan luas daerah R dibawah kurva y 4 , sumbu x (y=0), x=-2 dan x=3
3
y x
2 3 3 x2
A R 4 dx
2
3
R 1
3

x 2 x3 4 x
y 4 9 2
3
8 145
3 12 8
9 9
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh :
3. Tentukan luas daerah R dibawah kurva y=x3-3x2-x+3, ruas sumbu x antara x=-1,
dan x=2.
Daerah R adalah daerah yang diarsir pada
y gambar disamping. Perhatikan bahwa ada
3 sebagian di atas sumbu x dan ada yang di
y x3 3x 2 x 3
bawah sumbu x. Luas masing-masing bagian
ini harus dihitung secara terpisah. Maka :
R1 A R R1 R2
x
1 2 3
R2 A R x 3x x 3 dx x 3 3x 2 x 3 dx
1 2
3 2
1 1
1 2
x4 3 x2 x4
x2

x 3x x3 3x
4 2 1 4 2 1

7 23
4
4 4
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Cara berpikir yang dapat membantu :
Untuk daerah sederhana seperti contoh-contoh sebelumnya, penyelesaian pun
mudah. Tetapi jika kita menemui yang lebih rumit, misalnya daerah yang
dibatasi oleh dua kurva, maka pemilihan integral untuk menentukan luas akan
lebih sukar. Tetapi ada cara berpikir yang dapat membantu. Cara berpikir
tersebut terinci dalamm 5 langkah :
Langkah 1 : Gambarlah daerah yang bersangkutan
Langkah 2 : Potonglah menjadi lajur-lajur dan ambillah satu lajur untuk
dihitung
Langkah 3 : Hampiri luas lajur tersebut dengan luas persegi panjang
Langkah 4 : Jumlahkan luas semua lajur
Langkah 5 : Ambillah limit dari jumlah tersebut sehingga diperoleh suatu
integral tertentu.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y Hampiri luas lajur :
A 1 x x
x Jumlahkan semua luas lajur :

A 1 x x
y 1 x
Ambil limitnya : A lim 1 x x
x 0


4
x A 1 x dx
0
0 4

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
DAERAH ANTARA DUA KURVA

y
x
y f x
A f x g x x
b

f x g x
A f x g x dx
a

y g x
x
a b

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y
2x x 2 x 4
x y x 4

1
y 2x x 2 A 2 x x 2 x 4 x
x 1
1 2 A 2 x x 2 x 4 dx
0

5 1
x x 3
7
A x 2

3 5 0
15

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Menentukan titik potong :
y 2 4 x dan 4 x 3 y 4, maka :
3y 4 y2
y
4 4 y2 3y 4
y2 3y 4 0
4 y2 4x
4x 3y 4 y 4 y 1 0
y 4 dan y 1
y
Sehingga luasnya :
1 4 3y 4 y 2
1 A y
4 4
4
3y 4
4 y 2 1 3 y 2 y3 125
A 4 dy 4 2 4 y 3
1
4 1
24
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 2-2 (TP-A)
NPM 13010020, 13010031, 13010130, 13010131, 13010141, 14010001-
14010015 (Kerjakan Soal A)
NPM 14010016-14010044 (Kerjakan Soal B)

Cari hasil integral dari soal berikut :


Soal A : Soal B :
2 3 1

4
1. 1 w3
dw 1.
1 t 2
dt
0 8
2.
1
x 2 1 2 x dx 2. 5
4 x 1 4dx
0 1 0 1
3. Jika f x dx 2 ; f x dx 3 ; g x dx 1 dan g x dx 4
1 0 1 1
0
Soal A : tentukan 2 f x 3g x 4 dx
1
1 1
Soal B : tentukan g x dx g x dx
0 1

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 3 (TP-C)
Untuk semua NPM

Tentukan luas daerah R dari Gambar berikut :

1. 2. y x2 2
y y

y x3 x 2

R x R x
1 2 2 2

y x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y
3.
yx

y 2 x2
R
x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian QUIS 3 (TP-C)
H1C006046
QUIS 3 (TP-D)
Untuk semua NPM

Tentukan luas daerah R dari Gambar berikut :

1. y x2 1 2. y x2 2
y y

R x R x
1 2 2 2

y x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y
3.
yx

y 2 x2

R x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian QUIS 3 (TP-D)
H1C006046
QUIS 3 (TP-B)
Untuk semua NPM

Tentukan luas daerah R dari Gambar berikut :

1. y 2.
y y x2 2

x
3
R 1
y x2 2 x 3

R x
2 2

y x
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y
3.
yx

y 2 x2

R x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian QUIS 3 (TP-B)
H1C006046
QUIS 3 (TP-A)
Untuk semua NPM

Tentukan luas daerah R dari Gambar berikut :

1. y x2 1 2. y
y

x
3
R 1
y x2 2 x 3
R x
1 2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y
3.
yx

y 2 x2

R x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian QUIS 3 (TP-A)
H1C006046
MENGHITUNG VOLUME BENDA
Apa yang dimaksud dengan volume?
Kita mulai dengan benda-benda sederhana seperti gambar dibawah ini. Dalam tiap
kasus, benda tersebut diperoleh dengan cara menggerakkan suatu daerah pada
bidang rata sejauh h dengan arah yang tegak lurus pada daerah tersebut. Daerah
pada bidang rata tersebut, dikenal dengan luas alas A. Maka volume benda
diperoleh dari :

V A h

h
h h

A A A
A

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
x

Vi A xi xi
n
V A xi xi
i 1

x
b
V A x dx
a b
a
xi 1 xi
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
VOLUME BENDA PUTAR : Metode Cakram
Apabila sebuah daerah rata, yang terletak seluruhnya pada satu bagian bidang yang
terbagi oleh sebuah garis lurus tetap, diputar mengelilingi garis tersebut, daerah itu
akan membentuk sebuah benda putar. Garis yang tetap tersebut disebut sumbu
putar.
Contoh : Daerah segitiga diputar mengelilingi salah satu kakinya, daerah itu akan
membentuk sebuah kerucut (Gambar kiri). Apabila sebuah lingkaran diputar
mengelilingi sebuah garis pada bidang lingkaran yang tidak memotongnya, maka
diperoleh sebuah torus/ban (Gambar kanan).
Dalam tiap hal, volume benda dapat disajikan sebagai suatu integral.

sumbu

sumbu
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh 1:

y
x
x
y x x

x
x
0 4

V A x x
4

x V x dx
2
V x 0
4
4
V x dx
4 x2
16
0
x dx 8 25,13
0
2 0
2
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh 2:

y
3 y
3
3 y
y y

x 3 y
x


2
V 3 y y
3
3 3 3 5 3 93 9
V y 23
dy y 23
dy y 11, 76
0 0
5 0 5
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Latihan :

y 4 2x

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
QUIS 4 (TP-C)

y 4 x2

x
2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
VOLUME BENDA PUTAR : Metode Cincin
Ada kalanya apabila sebuah benda putar kita potong-potong tegak lurus pada
sumbu putarnya, kita memperoleh sebuah cakram yang ditengah-tengahnya ada
lubangnya. Daerah demikian kita sebut cincin.

V V2 V1
r2
r1
r22 h r12 h
r r 2
2
1
2
h

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh :
Tentukan volume benda putar apabila daerah yang dibatasi oleh parabola-parabola
y=x2 dan y2=8x
y

V x2
2 2
8x x

y 4
8 x x 4 dx
2
V
0
y 8x
4

y x2
x
2 2
x
2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
y y

x 4 y2 x 4 y2
2 2

r1 r2
x x
1 2 1 2

2 2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
r2 4 y 2 1 4 y 2 1
r1 1

V r22 r12 h

2
2
V 1 4 y 2
1 y


2
2 2
V 1 4 y 2
1 dy
2

2

V 1 2 4 y 2 4 y 2 1 dy
2

2

V 2 2 4 y 2 4 y 2 dy
0

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Latihan :
1.Tentukan volume benda putar yang terbentuk apabila daerah yang dibatasi
oleh garis x-2y=0 dan parabola y2-2x=0 diputar mengelilingi sumbu x.
Gambarlah.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Kisi-Kisi UTS
NPM 120 dan 130. Serta 14010046-14010070 (Sesi I, pukul
10.45 -11.45)
NPM 14010071-14010090 dan 14010112 (Sesi II, pukul 11.50
-12.50)

Jumlah soal adalah 3 nomor yang terdiri dari :


1. Integral Tentu
2. Menghitung Luas Daerah
3. Menghitung Volume benda putar

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
TEKNIK PENGINTEGRALAN
A. Pengintegralan dengan Penggantian

Himpunan fungsi-fungsi yang sering kita jumpai terdiri atas apa yang dinamakan
dengan fungsi elementer, yaitu fungsi konstanta, fungsi pangkat, fungsi
logaritma dan fungsi eksponen, fungsi trigonometri dan bahkan fungsi
trigonometri balikan, berikut fungsi-fungsi yang diperoleh dengan penjumlahan,
pengurangan, pengalian, pembagian dan komposisi.

Pendiferensialan suatu suatu fungsi elementer dapat dilakukan dengan atura-


aturan yang telah kita kenal dan hasilnya selalu fungsi elementer.
Pengintegralan (anti turunan) adalah adalah persoalan yang berbeda. Ia
melibatkan sedikit teknik dan banyak sekali akal ; celakanya lagi,
hasilnya bukan selalu fungsi elementer.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Andaikan kita menghadapi integral tak tentu. Apabila bentuk ini baku, segera
dapat ditulis hasilnya. Apabila tidak, carilah sebuah penggantian yang akan
mengubahnya menjadi suatu bentuk baku. Apabila pada penggantian yang
pertama, kita tidak memperoleh bentuk baku, kita coba dengan cara lain.
Apabila sering berlatih, kita dapat menemukan penggantian yang tepat.

Daftar Integral yang dapat digunakan sebagai pengganti.

1. k du ku C
Konstanta, pangkat
u r 1

C r 1
2. u du r 1
r

ln u C r 1

3. eu du eu C
Eksponen
au
4. a du
u
C a 1, a 0
ln a

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Trigonometri Aljabar

5. sin u du cos u C du u
13. sin 1 C
a2 u2 a
6. cos u du sin u C
du 1 1 u
14. 2 tan C
7. sec 2 u du tan u C a u2 a a
8. csc 2 u du cot u C du 1 u 1 a
15. sec 1 C cos 1 C
u u2 a2 a a a u
9. sec u tan u du sec u C

10. csc u cot u du csc u C

11. tan u du ln cos u C

12. cot u du ln sin u C

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
f x dx h u du H u C H g x C
x
cos x dx
2 2

sec
2
u du
1
2
sec 2
u
cos u
u x 2 , maka du 2 x dx
x 1 1 1 1 1
cos x dx 2 x 2 2 dx
2
du sec udu
cos x 2 cos u
2 2 2
2 2
1 1
tan u C tan x 2 C
2 2 Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Latihan
3
1. dx
5 9x 2

1
6e x
2. 2
dx
x
ex
3. dx
4 9e 2x

a tan t
4. dt
cos 2 t
7
5. 2 dx
x 6 x 25

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
INTEGRAL LIPAT
Integral lipat dua untuk menghitung volume benda pejal

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Prinsip menghitung volume benda : Iris, aproksimasi dan integralkan)

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Volume kepingan dituliskan sebagai V dan dinyatakan dengan :
V A y y
Dengan prinsip : iris, aproksimasi dan integralkan, kita dapat menuliskannya
dalam : d
V A y dy
c
dimana, b
A y f x, y dx
a
Sehingga
d
b

V f x, y dx dy
c a
Atau dalam bentuk umum :
d b b d
V f x, y dA f x, y dx dy f x, y dy dx
R c a a c

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh :

Cari Volume V dari benda pejal yang dibatasi


oleh z = 4 x2 y dan dibawah oleh persegi
panjang R x, y : 0 x 1, 0 y 2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Integral lipat atas daerah bukan persegi panjang

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jika himpunan S adalah himpunan x dan y sederhana

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jika himpunan S adalah himpunan y sederhana

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jika himpunan S adalah himpunan y sederhana

b 2 x
V f x, y dA f x, y dy dx
R a 1 x

Dan jika himpunan S adalah


himpunan x sederhana :

d 2 y
V f x, y dA f x, y dx dy
R c 1 y

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jika himpunan S adalah himpunan y sederhana dan x sederhana

Gunakan pengintegralan lipat dua untuk


menentukan volume bidang empat (tetra hedron)
yang dibatasi oleh bidang-bidang koordinat dan
bidang 3x+6y+4z-12=0, dimana garis x+2y-4=0
memotong bidang xy (yang ruasnya termasuk
batas dari S)

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
INTEGRAL LIPAT TIGA (KOORDINAT KARTESIUS)

Vk xk yk zk

n
V f x, y, z dV lim f xk , yk , zk Vk
P 0
B k 1

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jika daerah B bukan balok melainkan himpunan S

2 x, y

V f x, y , z dV f x , y , z dz dA

S S xy 1 x , y

a2 2 x 2 x , y

V f x, y, z dV f x, y , z dzdydx
S a1 1 x 1 x, y
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Hitung integral lipat tiga untuk f(x,y,z) = 2xyz dalam daerah pejal S yang dibatasi
oleh tabung parabol z=2-(1/2)x2 dan bidang-bidang z=0, y=x, y=0

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Bentuk Koordinat
A. Koordinat Kartesius
Sistem Koordinat 2 Dimensi
Sistem koordinat kartesian dua dimensi merupakan sistem koordinat
yang terdiri dari dua sumbu yang saling tegak lurus, biasanya sumbu X
dan Y.
Dalam koordinat kartesius, koordinat suatu titik didefinisikan sebagai
jarak berarah dari sumbu koordinat, P(x, y).
y

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Sistem Koordinat 3 Dimensi
Sistem koordinat kartesian 3 dimensi, pada prinsipnya sama dengan
sistem koordinat kartesian 2 dimensi, hanya menambahkan satu
sumbu lagi yaitu sumbu Z, dan ketiganya saling tegak lurus.
P(x, y, z)
z

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
B. Koordinat Polar
Dalam koordinat polar, koordinat suatu titik didefinisikan fungsi dari
arah dan jarak dari titik ikatnya.
Jika O merupakan titik pusat koordinat dan garis OX merupakan
sumbu polar, maka titik P dapat ditentukan koordinatnya dalam sistem
koordinat polar berdasarkan sudut vektor () dan radius vektor (r) atau
garis OP yaitu P(r, ).
Sudut vektor () bernilai positif jika mempunyai arah berlawanan dengan
arah putaran jarum jam, sedangkan bernilai negatif jika searah dengan
putaran jarum jam.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Titik P dengan koordinat polar (r, ) berarti berada di posisi:
- derajat dari sumbu x (sumbu polar)
( diukur berlawanan arah jarum jam)
- berjarak sejauh r dari titik asal kutub O.

Perhatian:
jika r < 0, maka P berada di posisi yang
berlawanan arah.
r : koordinat radial
: koordinat sudut

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Konversi koordinat polar ke dalam koordinat kartesius.
x = r cos , y = r sin
Konversi koordinat kartesius ke dalam koordinat polar
r2 = x 2 + y 2 ,
tan = y/x, jika x 0

Contoh :
Tentukan koordinat kartesius dari (1, /2) dan (2, /3).
3 3
Tentukan koordinat polar dari dan
, (0,
2 2
2).

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
B. Koordinat Tabung

Koordinat tabung diperoleh dengan menambahkan sumbu-z pada


koordinat polar (r, ) sehingga koordinatnya menjadi (r, , z).

(r,,z)

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Konversi antara Koordinat Tabung dan Koordinat Kartesius
Koordinat tabung ke koordinat kartesius
(r,,z)
x r cos( )
y r sin( ) r
zz
Koordinat kartesius ke koordinat
tabung
r
r 2 x2 y 2
y
tan( )
x
zz

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
B. Koordinat Bola

(x,y,z)

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
0 .

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
0 2 .

Sudut .

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
dengan
= jari-jari, jarak titik dari titik asal
( , ,) = sudut putar titik dari sumbu x
positif menuju sumbu y positif
= sudut kutub, sudut dari sumbu
z positif

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Konversi Koordinat Bola ke Koordinat Kartesius

Jika r sama seperti di


(x,y,z) r koordinat tabung

r2 = x 2 + y 2 + z2
z

r z r
sin( ) cos( ) tan( )
z

x r cos( ) sin( ) cos( )


y r sin( ) sin( ) sin( )
z cos( )

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Konversi Koordinat Kartesius ke Koordinat Bola

x2 y 2 z 2
(x,y,z) r
y
tan( )
x
z

r x2 y2
tan( )
z z
z z
cos( )
x2 y2 z 2

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Integral Lipat-Tiga (Koordinat Tabung dan Bola)

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Koordinat Tabung
x r cos
y r sin
x2 y 2 r 2

f x, y, z f r cos , r sin , z
F r , , z

Vk rk rk k zk

2 r2 2 r ,

f x, y, z dV
r1
f r cos , r sin , z rdzdrd
S 1 1 r,
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh :
Tentukan volume daerah pejal S yang dibatasi di atas oleh paraboloid
z= 4-x2-y2, dibawah oleh z=0, dan secara menyamping oleh y=0 dan tabung
x2+y2=2x, seperti diperlihatkan pada Gambar di bawah ini.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Koordinat Bola

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
x sin cos
y sin sin
z cos

Vk 2 sin
dxdydz 2 sin d d d

f x, y, z dV
S

f sin cos , sin sin , cos 2 sin d d d

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh :
Tentukan volume suatu benda pejal homogen S yang dibatasi di atas oleh bola a
Dan di bawah oleh kerucut , dengan a dan konstanta.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
TEKNIK PENGINTEGRALAN
B. Beberapa Integral Trigonometri
Apabila kita menggunakan metode penggantian dan dibarengi dengan pemakaian
kesamaan trigonometri yang tepat, maka kita dapat mengintegralkan banyak
bentuk trigonometri. Kita perhatikan terlebih dahulu lima jenis integral yang sering
muncul, yaitu :

a. sin n x dx dan x dx
cos n

b. sin m x cos n x dx
c. tan n x dx dan x dx
cot n

d . tan m x sec n x dx dan cot m


x csc n
x dx
e. sin mx cos nx dx ; sin mx sin nx dx ; cos mx cos nx dx

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jenis ( a) yaitu sin n x dx dan cos n x dx

1 cos 2 x 1 cos 2 x
sin 2 x & cos 2 x
2 2

x dx
5
sin

x dx x dx
2 4
sin cos

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jenis (b) yaitu sin m x cos n x dx

1 cos 2 x 1 cos 2 x
sin 2 x & cos 2 x
2 2


3 4
sin x cos x dx

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jenis (c) yaitu tan n x dx dan cot n x dx

x dx
5
tan

x dx
4
cot

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jenis (d ) yaitu tan m x sec n x dx dan cot m x csc n x dx

3
tan 2
x sec 4 x dx
1
tan x sec
3 2
x dx

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Jenis (e) sin mx cos nx dx ; sin mx sin nx dx ; cos mx cos nx dx

Untuk menyelesaikan integral jenis ini, kita gunakan kesamaan berikut :


1
sin mx cos nx sin m n x sin m n x
2
1
sin mx sin nx cos m n x cos m n x
2
1
cos mx cos nx cos m n x cos m n x
2

Contoh 9 : Tentukan sin 2 x cos 3x dx

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
II. PERSAMAAN DIFERENSIAL
Dalam Bab sebelumnya, tugas kita adalah mengintegralkan (anti penurunan)
suatu fungsi f untuk memperoleh suatu fungsi baru. Kita tuliskan :

f x dx F x C atau dF x dx F x C
Asalkan F ' x f x

Apakah Persamaan Diferensial itu ? Pertama, Perhatikan sebuah contoh.

Cari persamaan xy dari kurva yang melalui (-1,2) dan yang kemiringannya
pada setiap titik pada kurva sama dengan dua kali absis titik itu.

Jawab : dy
Kondisi yang berlaku adalah : 2x
dx

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Kedua ruas kalikan dengan dx atau lakukan perkalian silang, sehingga
didapatkan :
dy 2 x dx
Selanjutnya kedua ruas diintegralkan dan sederhanakan, menjadi :

dy 2 x dx
y C1 x 2 C2
y x 2 C2 C1
y x2 C
Kurva melalui (-1,2), maka :

2 1 C
2

2 1 C
C 1
Sehingga persamaan kurva adalah y x2 1

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
dy
Persamaan 2 x disebut sebagai suatu persamaan diferensial.
dx
Sedangkan y x 2 C disebut sebagai penyelesaian umum dari persamaan

diferensial dan y x 2 1 adalah penyelesaian khususnya.

Jadi, suatu persamaan yang mengandung satu atau beberapa turunan dari suatu
fungsi yang tidak diketahui, disebut persamaan diferensial.

Khususnya, suatu persamaan berbentuk : F x , y ,


y
, y
1 2
,..., y n
0
dimana, y(n) menyatakan turunan y terhadap x yang ke n, disebut persamaan
diferensial berorde n. Contoh-contoh persamaan diferensial berorde 1, 2 dan 3 :
y ' 2sin x 0
d2y dy
2
3x 2 y 0
dx dx
3 2
d y dy
3
e x
0
dx dx
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Pemisahan Peubah
Perhatikan persamaan diferensial :
dy x 3 x 2

dx y2
Jika kedua ruas kita kalikan dengan y 2 dx atau kita kalikan silang, maka
diperoleh :
y 2 dy x 3x 2 dx
Dalam bentuk ini, persamaan diferensial mempunyai peubah-peubah terpisah
yakni suku-suku y berada pada satu ruas dari persamaan dan suku-suku x
berada pada ruas yang lainnya. Sehingga kita bisa menyelesaikannya,

y 2
dy x 3 x 2
dx
y3 x2
C1 x 3 C2
3 2
y3 x2
x 3 C2 C1
3 2
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
2
3 x
y3 3 x 2 3C2 3C1
2
3x 2
y
3
3x 2 C
2
2
3 x
y3 3x 2 C
2
Ini adalah penyelesaian umum, sedangkan untuk penyelesaian khususnya yaitu
jika x=0 untuk y=6, maka :

3 0 2
6 3 3 02 C
2
6 3C
C 216 1
3x 2
3x2
3
Penyelesaian khusus : y 3 x 216 3 x 216
3 2 2

2 2
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Penggunaannya pada masalah gerak
Ingat kembali bahwa jika s(t), v(t) dan a(t) masing-masing menyatakan posisi,
kecepatan dan percepatan pada saat t dari suatu benda yang bergerak
sepanjang suatu garis koordinat, maka : ds
v t s ' t
dt
dv
a t v ' t
dt
Contoh 1:
Jika suatu benda dilempar ke atas dari suatu ketinggian 1000 ft dengan
kecepatan 50 ft/s, cari kecepatan dan tingginya 4 sekon kemudian (percepatan
suatu benda yang jatuh karena gravitasi adalah 32 ft/s2 )

1000 ft

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Contoh 2 :
Percepatan suatu benda yang bergerak sepanjang suatu garis koordinat
diberikan oleh a t 2t 3
3
dalam m/s 2. Jika kecepatan pada saat t=0
adalah 4 m/s, carilah kecepatannya 2 sekon kemudian.

Contoh 3 :
Dari ketinggian berapa di atas permukaan bumi sebuah bola harus dijatuhkan
agar menyentuh tanah dengan suatu kecepatan -136 ft/s ?

Contoh 4 :
Cari persamaan xy dari kurva yang melalui (1,2) dengan kemiringan pada
sembarang titik adalah 4 kali koordinat x nya

Contoh 5 :
Pada permukaan bulan, percepatan gravitasi adalah -5,28 ft/s2. Jika sebuah
benda dilemparkan ke ats dari suatu ketinggian awal 1000 ft dengan
kecepatan 56 ft/s, cari kecepatan dan tingginya 4,5 sekon kemudian.

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
dt
1. Tentukan hasil integral dari :
t 2 2t 5
du 1 1 u
Ingat bentuk : a 2 u 2 a tan

a
C

2
b
dan x
2
bx akan menjadi kuadrat sempurna dengan menambahkan
2
(15 POINT)

WAKTU : 10 MENIT

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
WAKTU : 15 MENIT

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
3. Tentukan penyelesaikan khusus dari PDL Orde I berikut :

dy y dan y = 3 pada x = 1
3x 3

dx x
(20 POINT)

WAKTU : 15 MENIT

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
4. Tentukan penyelesaian khusus dari PDL Homogen Orde II berikut :

y '' 6 y ' 7 y 0
dimana y(0) = 0 dan y(0) = 4

(20 POINT)

WAKTU : 15 MENIT

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046
TERIMA
KASIH

Endah Yuniarti
Seminar Hasil Penelitian H1C006046