Anda di halaman 1dari 22

TEKNIKSAMPLINGAIRLIMBAH

Oleh: Asmadi, M.Sc


Pencemaran air oleh Air Limbah dpt
diidentifikasi melalui 2 cara;
Pengamatan langsung & tdk langsung;
1. Langsung melalui indra, utk
mengidentifikasi bau busuk, rasa tdk
enak, kekeruhan, warna, pertumbuhan
algae & rumput, & kematian ikan.
2. Tdk langsung ---- melalui keluhan
penduduk.
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 1
PERSYARATANPENGAMBILANSAMPEL
1. Pengambilan sampel hrs direncanakan & dilaks dgn
cermat dgn frekwensi yg cukup - shg setiap
perubahan kualitas air sewaktu2 dpt diketahui.
2. Sampel yg diambil disimpan dlm botol yg steril
(bakteriologi), bersih & sempurna (kimia)
3. Jlh air yg diambil hrs cuku banyak - guna analisa air
yg tepat (Min 250 ml utk bakteriologis, 2 lt utk fisika, & 5
lt utk analisis kimia)
4. Sampel hrs diambil dr titik2 sistem penyediaan air yg
sedapat mungkin mewakili semuanya (representatif)
5. Waktu pengambilan hrs hati2 sekali utk mencegah
kontaminasi- terutama untuk sampel bakteriologis
6. Sampel hrs diambil dgn tepat & dikirim secepat2nya
7. Penjelasan detail sampel & pemberian label pd botol
sampel
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 2
SAMPLING AIR LIMBAH
1. SUNGAI
Apabila ingin mempelajari dampak Air Limbah (AL) thd
kualitas sungai, sekurang2nya hrs diambil 3 lokasi sampel.
a. Satu lokasi berada di hulu sungai dimana air tdk tercemar.
b. Satunya lagi berada di muara sungai dimana air tercemar
secara vertikal dan lateral, Lokasi di muara diusahakan
> banyak dr pd hulu, hal ini diperlukan utk studi dampak
pencemaran secara terperinci.
c. Lokasi lainnya berada pd inlet saluran air limbah

* Utk mempelajari dampak yg lama, dibutuhkan lokasi sampel


yg cukup jauh-- utk studi dampak yg singkat, cukup bbrp
lokasi sampel yg berdekatan.

4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 3


KOTA

HULU A1
A C B1
2 SUNGAI
B2 MUARA
.

*
INDUSTRI/PABRIK
*=Air limbah
Gambar: Lokasi dan Posisi sampel di sungai
Pengambilan sampel sebaiknya pada posisi sama,
yakni 30 cm permukaan atau dari dasar sungai

30 cm

30 cm
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 4
2. DANAU
Mengingat adanya stratifikasi menurut kedalaman
air, mk paling tdk ada juga posisi/titik sampling,
yakni 1 m dibawah permukaan air, 1 m di atas
dasar danau, dan 1 meter di tengah antara
permukaan dan dasar Saluran masuk
Saluran keluar
3

2
1

GAMBAR TITIK LOKASI & SAMPLING DIDANAU


Air
limbah

4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 7


1M

1M

1M

GAMBAR : PENAMPANG
DANAU

4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 8


3. Contoh lokasi pengambilan
contoh sebelum dan setelah IPAL

Keterangan gambar:
1) Bak kontrol saluran
air limbah;
2) Inlet IPAL;
3) Outlet IPAL;
4) Perairan penerima
sebelum air limbah
masuk ke badan air;
5) Perairan penerima
setelah air limbah
masuk badan air.
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 9
Pengambilan Contoh Limbah Cair

Lokasi pengambilan
Evaluasi efesiensi UPL sebelum dan
sesudah UPL
Pengendalian pencemaran inlet, outlet
dan perairan penerima

Pengujian parameter di lapangan


DO, pH, Turbidity, Conductivity, suhu
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 10
WAKTU DAN FREKUENSI SAMPLING
- Kualitas air biasanya bervariasi menurut waktu (sehari,
(seminggu, sebulan & setahun), Pagi, Siang dan Sore
- Misal : dalam 1 th dibutuhkan 12 sampel, maka
pengambilan sampelnya sebaiknya dilakukan sebulan
sekali.

VOLUME DAN MACAM SAMPEL


Volum sampel hrs cukup untuk berbagai keperluan
termasuk Analisa pendahuluan & ulangan.
Ada bbrp hal yg perlu mendapat perhatian , yakni
menghindari kontak antara sampel dengan UDARA
LUAR pd pemeriksaan DO, BOD, COD parameter
dijaga kualitasnya
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 11
Volume contoh (sampel) tergantung dr jenis
pemeriksaan yg diperlukan, yaitu;

1. Untuk pemeriksaan sifat fisika air limbah 2 lt


2. Untuk pemeriksaan sifat kimia air limbah 5 lt

PENYIMPANAN / PENGAWETAN :
Untuk mempertahankan kemurnian sampel diperlukan
upaya pengawetan.--- Pengawetan dpt dilakukan
dgn 2 cara, yaitu;
1. Pengawetan cara fisika dilakukan dgn cara
pendinginan sampel pd suhu 4 C.
2. Pengawetan cara kimia, dilakukan tergantung jenis
parameter yg diawetkan, an;
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 12
PENANGANAN / PENGAWETAN SAMPEL
preservasi HNO3 sampai pH 2, dinginkan 4 C
untuk analisis logam atau logam berat
preservasi H2SO4 sampai pH 2, dinginkan 4 C
untuk COD, amonia, minyak & lemak, phenols
tanpa pengawet (5 liter), dinginkan 4 C
untuk pestisida, TSS, TDS, kekeruhan, nitrit,
silikat, chrom hexavalen
dlm botol BOD gelap
untuk inkubasi BOD pada 20 C, selama 5 hari.
(dlm jangka waktu 48 jam, sampel didinginkan 4 C)
PENANGANAN / PENGAWETAN SAMPEL (lanjutan)

preservasi NaOH sampai pH 12, dinginkan 4 C, gelap


untuk analisis sianida (CN)
preservasi dg 4 tetes 2N Zn-asetat/100 ml, ditambah
NaOH sampai pH 9
untuk analisis kandungan H2S
dalam botol steril (100 ml), dinginkan 4 C
untuk bakteri coliform
Pengukuran langsung di lapangan :
suhu atau temperatur (air, udara)
kecerahan (kedalaman Secchi)
pH
Oksigen terlarut (DO)
DO awal untuk penentuan BOD (DOi)
warna air, lapisan minyak (visual)
benda terapung / sampah (visual)
salinitas
Persyaratan Alat Pengambil
Sampel

Bahan tidak mempengaruhi sifat contoh


Mudah dicuci
Contoh mudah dipindahkan
Kapasitas 1 -5 L
Mudah dan aman dibawa
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 16
Alat Pengambil Contoh Uji Kimia

Botol biasa Tipe mendatar (Wohlenberg)

Pengambil sampel Tipe tegak (Ruttner)


4/26/17 sederhana Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 17
Continue

Automatic Sampler

DO (Tipe Casella)

Integrated Deep Sampler


4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 18
Sarana Pengambilan Contoh

Jembatan atau lintasan gantung


Perahu
Sumber yang dangkal dapat menerawas

Volume Contoh :
Sifat fisik 2 L
Sifat kimia 5 L
Bakteriologi 250 mL
Biologi 0,5 20 L
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 19
Pengambilan Contoh

4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 20


METODE PENGAMBILAN SAMPEL;
1. Metode komposit (gabungan waktu) dilakukan
secara kontinyu utk jangka waktu tertentu
2. Grab (sampel sesaat)= dilakukan sekali pd
waktu & tempat tertentu, misal pengambilan
sampel sumber air permukaan, Badan air

TAHAP PENGAMBILAN SAMPEL;


a. Menetapkan lokasi pengambilan yg dpt mewakili
effluen dr sumber pencemaran
b. Menyiapkan alat pengambil sampel yg sesuai
c. Membilas alat dgn sampel yg akan diambil sebanyak
3 kali
d. Melaksanakan pengambilan sampel sesuai metode
yg dipilih (apabila dr bbrp titik mk volum sampel tiap
titik hrs sama.
4/26/17 Sampling Air Limbah, ASMADI, M.Sc 21
Terimakasih