Anda di halaman 1dari 52

PRECISE POINT POSITIONING

(PPP)

Yogyakarta, 16 Feb 2017


GNSS
Sebuah Sistem Satelit Navigasi Global, yang dibuat
oleh berbagai negara dan membentuk jaringan
konstelasi satelit, mengirimkan sinyal-sinyal yang
dapat digunakan untuk penentuan posisi dan navigasi
dimanapun baik di permukaan darat, permukaan air
dan di udara.
ORBIT SATELIT GNSS Pada MEO
Zone
GNSS
SEGMEN GNSS :
Basic GNSS Concepts
Prinsip Penentuan Posisi dengan
GNSS
Metode Penentuan Posisi
Dengan GPS

Positioning with GPS


PPP
(Precise
Point
Positioning Surveying Navigation
)

Absolute Differential Differential Absolute


CORS

Post-processing Real-Time

Static Stop-and- Jarak Pseudora


Go Fase nge
Pseudo-kinematic Rapid Static (DGPS)
(RTK)
Kinematic
(Abidin,
2006)
Pengolahan Data Pada Pengukuran GNSS
Geodetik

Pemrosesan data survey GNSS


biasanya mencakup tiga tahapan
utama yaitu :
Pengolahan Data Baseline
Perataan Jaringan
Transformasi datum dan koordinat
Dilution of Precision (DOP)

GDOP (Geometric Dilution of Precision) dan PDOP (Position (3-D)


Dilution of Precision) adalah istilah yang menggambarkan kekuatan
akurasi dari konfigurasi geometri satelit. Ketika satelit yang muncul
berdekatan di atas langit, geometrinya menjadi lemah dan DOP-nya
tinggi. Namun ketika berjauhan maka geometrinya menjadi kuat dan
nilai DOP menjadi rendah.Sehingga dengan rendahnya nilai DOP
maka kekakuratan posisi GPS menjadi lebih baik karena adanya
separasi sudut yang luas dari satelit-satelit yang digunakan dalam
memperhitungakan posisi unit GPS.
Faktor dilakukannya proses diferensial pada data GNSS
Metode Penentuan posisi
GNSS :

Suelynn Choy, 2012


PPP (Precise Point Positioning)
Precise Point Positioning
(=PPP) adalah metode
penentuan posisi
memanfaatkan satelit
GNSS dengan
menggunakan koreksi
terhadap orbit teliti
(Precise Orbit) dan
Informasi jam satelit
yang teliti dari
International GNSS
Service (IGS -
http://igs.org).
PPP (Precise Point Positioning)
Menggunakan prinsip penentuan posisi secara
Absolut.
Data penentuan posisi : jarak one way fase dan
Pseudorange dalam bentuk kombinasi bebas
atmosfir.
Dioperasionalkan dalam metode statik.
Memerlukan data GPS dua frequensi dengan
receiver tipe Geodetik.
Ketelitian dapat mencapai 1-2 cm Untuk posisi
horizontal dan 2- 4 cm untuk vertical. Lama
pengamatan 10 sampai 45 menit setelah receiver
on.
Direct access to the Global ITRF reference
frame the same as satellite orbits. (Curent Time)
PPP (Precise Point Positioning)
Proses pengolahan data :
1. Post Prosessing :
Menggunakan soft ware ilmiah untuk mendapatkan ketelitian yang tinggi.
Soft ware pengolahan data PPP ada juga yang dapat diakses dengan gratis
di internet. Contoh : CSRS PPP Service (buatan Kanada) dan AUTO
Gypsy PPP Service (buatan USA).
2. Real Time PPP (RT PPP) :

Diperlukan data real time sistem satelit dan komunikasi


nirkabel untuk mengakses data tersebut, receiver harus
dapat menerima Precise Orbit dan informasi jam satelit
yang teliti dan algoritma RT PPP serta mengolahnya.
Perhitungan orbit satelit dan jam koreksi yang tepat melalui
jaringan CORS Global, sedangkan jaringan CORS regional
untuk menentukan koreksi atmosfer lokal. Informasi Orbit
satelit yang diperlukan dan Informasi jam dilakukan
melalui downlink satelit L-band dari satelit geostasioner.
KETELITIAN PPP
Time-plot of differences between horizontal
coordinates estimated with differential
processing and with PPP

Coordinates estimated with differential- and PPP processing


are consistent at approximately the 0.05 meter level.
PPP a Powerfull Technique with Promising
Future:
(Sunil Bisnath and Yan Gao, GPS World
Magazine, April 2009)
Pengukuran batas bidang tanah menggunakan
GNSS dengan metode Precise Point Positioning
(Skripsi : Mahendra Tri Hartanto)
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah receiver Trimble
NetR9 yang didalamnya telah diaktifkan option RTX via L Band
Satellite.
Pergeseran lateral rata-rata (setelah transformasi) koordinat hasil
pengukuran metode RT-PPP RTX adalah sebesar 0,054 m dengan arah
timur-utara terhadap koordinat CORS.
Rata-rata selisih panjang hasil pengukuran metode RT-PPP
menggunakan RTX terhadap hasil pengukuran CORS adalah 0,042 m
untuk jarak pendek, tetapi untuk jarak yg panjang adalah 0,231 m.
Selisih luas rata-rata hasil pengukuran metode RT-PPP menggunakan
RTX terhadap hasil pengukuran CORS adalah 0,934 m2 untuk luasan
rata-rata 201,231 m2. Untuk luasan besar di atas 10 Ha dengan luas
198892,419 m2 perbedaan luas adalah sebesar 148,129 m2.
GRAFIK INISIASI RTX di Jogjakarta

Kelitian HSIG (meter)

Waktu Inisiasi (menit)

Sumber : Skripsi Mhs STPN Prog. DIV TA. 2013/2014 Sdr. Mahendra Tri
Hatarto
Perbandingan Data Ukuran metode
PPP dengan CORS
Koordinat Pengukuran Koordinat Pengukuran
RTX CORS Perbedaan
ID X Y X Y dL (meter)
1 292962.974 639315.080 292963.113 639315.013 0.154
2 292943.554 639320.089 292943.684 639320.045 0.137
3 292924.148 639325.084 292924.265 639325.018 0.134
4 292921.607 639315.376 292921.713 639315.311 0.124
5 292940.982 639310.401 292941.167 639310.353 0.191
6 292960.402 639305.419 292960.557 639305.366 0.164
7 292957.927 639295.652 292958.045 639295.669 0.119
8 292938.456 639300.597 292938.607 639300.615 0.152
9 292919.028 639305.606 292919.209 639305.642 0.185
10 292916.525 639295.980 292916.710 639295.915 0.196
11 292935.949 639290.885 292936.136 639290.836 0.193
12 292955.401 639285.968 292955.609 639285.886 0.224
13 292952.868 639276.316 292953.034 639276.201 0.202
14 292933.550 639281.221 292933.671 639281.166 0.133
15 292914.075 639286.223 292914.194 639286.188 0.124
Rata-rata 0.162
Sumber : Skripsi Mhs STPN Prog. DIV TA. 2013/2014 Sdr. Mahendra Tri
Hatarto
RT-PPP: Konsep dan Performa di Wilayah Indonesia
Brian Bramanto, Irwan Gumilar, dan Wedyanto Kuntjoro (2015)
Kelompok Keahlian Geodesi, Institut Teknologi Bandung
RT-PPP Menggunakan NAVCOM SF-3040 GNSS receivers, correction
from global Satellite Based Augmentation System (SBAS)

Source: Brian Bramanto, dkk. (2015)


RT-PPP: Konsep dan Performa di Wilayah Indonesia
Brian Bramanto, Irwan Gumilar, dan Wedyanto Kuntjoro (2015)
Kelompok Keahlian Geodesi, Institut Teknologi Bandung

Source: Brian Bramanto, dkk. (2015)


RT-PPP: Konsep dan Performa di Wilayah Indonesia
Brian Bramanto, Irwan Gumilar, dan Wedyanto Kuntjoro (2015)
Kelompok Keahlian Geodesi, Institut Teknologi Bandung

RT-PPP is a new promising method in position


determining due to its efficiency and its
performances. in general, could provide
results with an accuracy within cm-dm. To
reach a precision level within cm, it requires
initiation time at least 15 minutes before the
measurement.

Source: Brian Bramanto, dkk. (2015)


APLIKASI: Network RTK vs Standard PPP
APLIKASI: Network RTK vs Augmented PPP
PPP

Suelynn Choy, 2012


Precise Point Positioning: Is the Era of
Differential GNSS Positioning Drawing to an
End?

Because the need for CORS networks will not


disappear, the authors contend that while PPP will be
a useful addition to the GNSS toolkit, DGNSS based
techniques and services will still be a popular user
option for many years to come because the
justification for the establishment of CORS has not
been weakened by recent developments in PPP

Chris RIZOS, Volker JANSSEN, Craig ROBERTS and Thomas


GRINTER, Australia
FIG Working Week 2012, Rome, Italy, 6-10 May 2012
TERIMAKASIH