Anda di halaman 1dari 25

TEKNIK KOMUNIKASI EFEKTIF BARU.OK.OK.

lnk
Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk
menjelaskan komunikasi ialah menjawab
pertanyaan sebagai berikut :

Who says what in which


channel to whom with
what effect ?
Dari Rumusan pengertian Komunikasi diatas dapat
disimpulkan bahwa suatu komikasi yang lengkap
memiliki enam komponen dasar komunikasi meliputi :
1.Komunikator (COMMUNICATOR)
2.Komunikan (COMMUNICANT)
3.Pesan atau esensi komunikasi (CONTENT)
4.Adanya interaksi yang langsung maupun tidak
langsung (INTERACTION)
5.Media , adanya penggunaan media komunikasi yang
benar dan tepat (THE USE OF MEDIA)
6.Efek, serta adanya pemahamam bersama akan
essensi dan tujuan Komunikasi (Mutual understanding)
membutuhkan serangkaian kegiatan
timbal balik antara komunikator
dengan komunikan. Adanya
pengulangan siklus Komunikasi
sesuai tahapan yang terjadi
memaksimalkan pencapaian tujuan
Komunikasi, sepertti tergambar
berikut ini:
Mengirimkan PESAN Menerima
PESAN
PE
PENY
PENGIRIM ANDI
SALU PENG
NE
ARTI
(SUMBER) AN RAN AN RI
MA

Mengirimkan
Menerima
1. Perubahan Sikap (Attitude Change)
2. Perubahan Pendapat (Opinion Change)
3. Perubahan Perilaku (Behaviour Change)
4. Perubahan Sosial (Social Change)

1. Komunikasi Informatif
2. Komunikasi Persuasif
3. Komunikasi Instruktif/Koersif
4. Komunikasi manusiawi
(Human Relations)
1. Tatap Muka (Face to Face)
2. Bermedia (Mediated)
3. Verbal :
1. Lisan (Oral
2. Tulisan/Cetak (Written/Printed)
Non Verbal :
1. Kial/Isyarat Badaniah (Gestural)
2. Bergambar (Pictorial)
Komunikasi Efektif merupakan sarana interaksi dalam dinamika organisasi
untuk dapat menampilkan kinerja profesional

Komunikasi Efektif sebagai interaksi dinamika organisasi.


Bila proses komunikasi belum berhasil, maka segera diperbaiki melalui kualitas
pesan, karena pada dasarnya diantara pegirim pesan maupun penerima pesan
sangat jauh rentang perbedaannya, antara lain :

a.Perbedaan Model- mental pengetahuan, pengalaman, keterampilan, maupun


sikap

b. perbedaan budaya/Tatanan hidup, pendidikan maupun tingkatanya.

c. Kesulitan menyamakan persepsi dalam proses penyampaian pesan,maupun


makna dan arti pesan

d. Perbedaan tingkat dinamika partisipasi.

e. Monitoring dan Evaluasi Penyampaian dan penerimaan tidak


berkesinambungan.
Karakteristik Pesan yang harus diperhatikan dalam melaksanakan komunikasi yaitu :
Pesan yang ingin disampaikan harus jelas.
Disampaikan secara bertahap
Usahakan pesan yang ingin disampaikan itu lengkap.
Pilih metode penyampaian yang tepat
Dilakukan pengulangan bila perlu.
Dirasakan manfaatnya
Relevan
Diketahui referensi sumbernya.
Prosedur mencapai effect yang di kehehendaki, menurut Wilbur Schraam adalah
dengan metode AIDDA :
Attention (Perhatian0
Interest (Kepentingan)
Desire (Keinginan)
Decission (keputusan)
Action (Tindakan)
Disebabkan Karena :
Pengorganisasian Informasi, ide, pesan dan waktu yang kurang memadai.
Kurang kerja sama.
Penyampaian pesan kurang jelas.
Tempat yang kurang nyaman.
Media yang salah.
Kurang Persiapan Penerimaan pesan
Kegagalan persiapan Penerimaan pesan
Hambatan Emosinal kedua belah pihak
Antara lain :
Tujuan Interaksi Komunikasi Jelas.
Penyusunan pesan dalam urutan yang logis, sederhana dan mudah dimengerti.
Temukan persamaan antara pemberi dan penerima pesan agar terjadi proses
penyesuaian dalam taraf berfikir, keterampilan dan nilai yang membawa
kepada penampilan sikap.
Bicara dalam bahasa yang sama dan dapat dimengerti.
Menggunakan Empati, kecepatan pikiran, Emosi, Keterampilan dan sikap yang
tepat.
Terlalu banyak informasi dan terlalu kurang informasi. Perlu penyesuaian dan
estimasi yang memadai
Cepat, tanggap dan bereaksi
Memonitor, mempelajari, mengevaluasi pengalaman masa lalu dan tantangan
iptek mendatang untuk komunikasi efektif
Presentasi, khususnya presentasi lisan, merupakan bagian
komunikasi, dimana dalam proses komunikasi ini ada inti yang
di komunikasikan (content), ada proses komunikasi (metode),
dan ada media penyajian (alat bantu). Kesemua komponen ini
saling terkait dalam menciptakan suatu presentasi lisan yang
optimal dan efektif.
Apa sebenarnya konsep presentasi lisan?
Presentasi lisan dapat disimpulkan sebagai komunikasi antara
penyaji (presenter) dengan sekolompok pendengar (audience)
dalam situasi teknis, saintifik atau profesional untuk satu
tujuan dengan menggunakan teknik sajian dan media
presentasi yang terencana.
Dalam suatu presentasi, khususnya presentasi lisan, terdapat
beberapa peran yang saling mendukung efektivitas dan keberhasilan
suatu penyajian.
1.Penyaji (presenter) adalah figur utama yang menyajikan isi
presentasi dan bertanggung jawab penuh dalam kelangsungan dan
efektivitas waktu penyajian.
2.Moderator (Chairperson) adalah figur ke dua yang bertugas
mengatur mekanisme kelangsungan urutan dan tata cara penyajian.
3.Kelompok ketiga adalah pendengar (audience) yang berkumpul
mengikuti penyajian untuk tujuan yang berbeda seperti mencari
jawaban atas permasalahannya, mengikuti trend baru, diutus oleh
instasinya, atas kemauan sendiri, dan atau berbagai tujuan lainnya
yang berbeda dari satu individu kepada individu lain.
1. Presentasi Teks (Reading Presentation)
Adalah suatu bentuk penyajian lisan dimana
penyaji sepenuhnya menggunakan teks
(membaca kata demi kata).
2. Pesentasi hafalan (Memorized Presentation)
Adalah suatu gaya penyajian lisan dimana isi
bahan sajian ditulis dalam bentuk teks tertulis
lalu dihafalkan.
1. Penyajian Spontan (The Impromptu Presentation)
Adalah Penyajian lisan spontan informal tanpa persiapan yang
matang di pihak pembicara.

2. Penyajian Langsung Menggunakan kartu (The Note Card


Presentation)
Uraian dalam penyajian lisan ini di sesuaikan dengan nalar
pendengar, namu inti penyajian lisan tetap disesuaikan dengan
tujuan penyajian. Teknik penyajian ini bebas, natural, dipersiapkan
dengan sebaiknya namun disesuaikan dengan tingkat respon
pendengar selama penyajian.
Mengapa suatu presentasi lisan tidak berhasil atau tidak mencapai
sasaran?????????. Yaitu
-Riset data dan bahan yang kurang lengkap
-Organisasi dan urutan isi penyajian tidak jelas
-Pemilihan kata.
-Pengucapan dan intonasi bahasa kurang jelas.
-Penjelasan isi yang bertele-tele.
-Penyaji kurang mampu meringkas sari presantasi.
-Data dalam penyajian tidak tepat dan atau tidak
UP-TO- DATE.
-Penyaji kurang menguasai teknik presentasi lisan.
-Penyaji kurang persiapan dan kurang latihan penyajian lisan
-Analisa peserta yang tidak memadai terbatas atau tidak sesuai.
-Gangguan Suara lain saat penyajian berlangsung
Meliputi :
1.THE PITCHMAN, semua penyajian disesuaikan dengan bisnis yang sedang digeluti sendiri dan
wadah penyajian digunakan sebagai bagian marketing bisnis pribadi.
2.THE APOLOGIZER, Merendahkan Kemampuan presentasi sendiri, takut ditanya, biasanya
penyaji mewakili orang lain. Pendengar kesal dan bosan akan cara dan isi penyajian yang tidak
terarah.
3.THE ANTIMIkER, Merasa Macho, suara lantang dan keras tanpa menghiraukan kehadiran
teknologi microphone.Pendengar bagian belakang biasanya kesal karena uraian penyajian
kurang jelas terdengar.
4.THE NONWIT, Pada dasarnya tipe penyaji ini cenderung formal, kaku dan memilih lelucon
yang tidak tepat.
5.THE MALVISUALIZER, Berbagai jenis alat bantu visual dipersiapka namun tidak dapat
menggunakan dengan baik karena tidak menguasai teknik sajian.
6.THE DULL READER, Penyaji membaca text tanpa menghiraukan respon pendengar terhadap
bahan sajian, penyajian terlihat monoton dan kaku.
7.THE PLATITUDER, Penyajian tanpa arah, tidak terpokus,mengambang, sesuai dengan
kesenangan dan pengalaman penyaji sendiri.
8.THE LONER, Penyajian yang tidak menghiraukan pendapat, latar belakang dan kemampuan
pendengar, Pendapat sendiri yang dipaksakan kepada pendengar.
9.THE IMPRESSER, Penyaji puppet, peniru gaya orang lain waktu kelihatan kaku dan tidak
sesuai dengan keadaan sendiri.
10.THE FUNSTER, Penyajian dengan cerita bual, tidak tepat, BOASTINGcerita besar digabung
namun tidak saling mendukung atau kurang relevan dengan thema sajiannya.
Efektifitas Komunikasi Non Verbal
Dapat dibangun Melalui :
Cara berpakaian`
waktu
Tempat
Selain Ketiga Aspek diatas. Untuk membangun efektifitas dalam komunikasi
non verbal, perlu memahami fungsi yang menunjukan ke nonverbal-an
komunikasi diantaranya :
Repetition (Pengulanagan)
Contradiction (Pertentangan/Penyangkalan)
Subtitution (Pengganti Pesan)
Complementing (Melengkapi Pesan Verbal)
Accenting (Penekanan)
FAKTOR PENGETAHUAN
FAKTOR PENGALAMAN
INTELEGENSI
FAKTOR KEPRIBADIAN
FAKTOR BIOLOGIS

KOMUNIKASI DENGAN CARA BERBICARA DAPAT DIGOLONGKAN, SEBAGAI BERIKUT :

DARI SEGI JARAK


DARI SEGI SARANA/SALURAN/MEDIA YANG DIGUNAKAN
DARI SEGI TUJUAN
DARI SEGI KEDINASAN
DARI SEGI BAHASA YANG DIGUNAKAN
DARI SEGI LAWAN BERBICARA
DARI SEGI HIERARCHI :
DOWN WARD COMMUNICATION ATAU KOMUNIKASI KEBAWAH
UPWARD COMMUNICATION ATAU KOMUNIKASI KEATAS
HORIZONTAL COMMUNICATION/LATERAL COMMUNICATION
DIAGONAL COMMUNICATION ATAU KOMUNIKASI DIAGONAL
DARI SEGI ISI
DARI SEGI PERTUMBUHAN BICARA
TEKNIK BERBICARA EFEKTIF, MELIPUTI :
1. MENARIK NAPAS SEBELUM MULAI BERBICARA
2. MENGATUR VOLUME BERBICARA
3. MENGGUNAKAN KATA-KATA YANG DIKENAL OLEH PENDENGAR
4. LAYANGKAN PANDANGAN (KIRI KE KANAN ATAU KETENGAH)

MENDENGARKAN DENGAN AKTIF, ADA BEBERAPA TIP UNTUK MENDENGARKAN SECARA


AKTIF, YAITU :
1. PADA SAAT MENDENGARKAN DENGAN AKTIF, PENERIMA AKAN MENERIMA UMPAN BALIK DENGAN
MENGURAIKAN SENDIRI MELALUI KATA-KATANYA (PARAPHRASING)
2. PENERIMA PESAN MENGECHEK KEMBALI (PERPECTION CHECK) APA YANG ADA DIBALIK PESAN
YANG DITERIMANYA
3. GAMBARAN PERILAKU (BEHAVIOR DESCRIPTION)

KETERAMPILAN BERBICARA.
KETERAMPILAN VERBAL DALAM BERBICARA LISAN MERUPAKAN MENGEKSPRESIKAN BAHAN
PEMBICARAAN DALAM BAHASA KATA-KATA.

TEKNIK YANG DAPAT DIMANFAATKAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS


PENAMPILAN BERBICARA VERBAL ADALAH :
1. PERCAYA DIRI
2. UCAPKAN KATA DENGAN JELAS DAN PERLAHAN-LAHAN.
3. BICARA DENGAN WAJAR
4. ATUR IRAMA DAN TEKANAN SUARA, DAN JANGAN MONOTON
5. MENARIK NAPAS DALAM-DALAM
6. HINDARI SINDROM
7. MEMBACA PARAGRAF YANG DIANGGAP PENTING DARI TEKS TULISAN
8. SIAPKAN AIR MINUM.
ADALAH CARA BERBICARA YANG DAPAT MENIMBULKAN DAYA TARIK
PARA PENDENGAR. GAYA BERBICARA DAPAT DIGOLONGKAN :
1.GAYA BERBICARA DENGAN MENGHUBUNGKAN SUARA DENGAN
KATA-KATA ATAU DISEBUT GAYA BAHASA
2.GAYA BERBICARA DENGAN GERAK AIR MUKA (MIMIK)
3.GAYA BERBICARA DENGAN ANGGOTA BADAN (PANTO MIMIK)
4.GAYA BERBICARA DENGAN GERAK GERIK (PANTO MIMIK DAN
MIMIK)

SELAIN GAYA BERBICARA, MAKA HAL-HAL YANG MENARIK DALAM


BERBICARA ADALAH :
PAKAIAN
PANDANGAN MATA
RAUT MUKA
SIKAP BADAN
SUARA
TULISAN
SENYUM
BERJABAT TANGAN
BERPIKIR, BERTINDAK DAN SELALU TERLIHAT SENANG DAN SUKSES
INGAT NAMA
TUNJUKKAN DAYA TARIK YANG TULUS TERHADAP ORANG YANG DIHORMATI.
PER
WUJU
DAN
DIRI

HARGA DIRI

PENGAKUAN

KEAMANAN
FISIK
BERTITIK TOLAK DARI PIRAMIDA KEBUTUHAN DARI MASLOW ITU, DAPATLAH KITA
PAHAMI BAHWA KEBUTUHAN MANUSIA PALING DASAR HARUS TERPENUHI DAHULU,
SEBELUM IA MAMPU MERASAKAN KEBUTUHAN YANG LEBIH TINGGI TINGKATNYA.
Akhirnya, kami ucapkan terima kasih atas
perhatiannya. Mudah-mudahan pertemuan ini
memberi hikmat dan makna bagi upaya
pemerintahan, pembangunan & pembinaan
masyarakat di Kab. Konawe.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan


Rahmat dan Ridho-Nya atas segala upaya dan
kerja keras kita sekalian guna mewujudkan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
TERIMA KASIH