Anda di halaman 1dari 22

YOGYAKARTA, 4 MARET 2014

dr. FAJAR MEITAHARTI


Pusk.Umbulharjo II
Anemia gizi besi kekurangan zat besi mrpk masalah gizi
dg prevalensi terbesar di dunia. Mnrt Soekirman (2000)
2,1 milyar orang di dunia menderita anemia gizi besi rmsk pd
tingkat berat.
50% kasus anemia krn kurangnya masukkan (intake) zat
besi (INACG 2004).
Anemia gizi mrpk salah satu masalah gizi di Indonesia mjd
masalah kesehatan masyarakat (Public Health Problem).
Data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004
menyatakan bahwa prevalensi anemia defisiensi pada balita
40,5%, ibu hamil 50,5%, ibu nifas 45,1%, remaja putri usia
10-18 tahun 57,1% dan usia 19-45 tahun 39,5%.

Anemia gizi besi dapat menyebabkan penurunan kemampuan


fisik, produktivitas kerja, dan kemampuan berpikir dan jg
penurunan antibodi sehingga mudah sakit karena terserang
infeksi (Dyah 2007).
Dari aspek kesehatan dan gizi, remaja sebagai generasi
penerus merupakan kelompok yang perlu mendapat
perhatian, Remaja putri secara normal akan mengalami
kehilangan darah melalui menstruasi setiap bulan.
Bersamaan dengan menstruasi akan dikeluarga sejumlah zat
besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin. Oleh
karena itu kebutuhan zat besi untuk remaja wanita > pria.
Di lain pihak remaja putri cenderung untuk membatasi
asupan makanan karena mereka ingin langsing. Shg
penyebab prevalensi anemia cukup tinggi pada remaja
wanita. Keadaan seperti ini sebaiknya tidak terjadi, karena
masa remaja merupakan masa pertumbuhan yang
membutuhkan zat-zat gizi yang lebih tinggi (Dep.Kes.
1998).
Anemia kondisi dimana jumlah sel darah merah yg terkandung
di dlm darah < batas normal. Kurangnya sel darah merah ini
biasanya diindikasikan o/ hitungan hemoglobin yg lebih rendah dr
N.
Kadar Normal Hemoglobin :
Nilai ambang anemia menurut WHO th 1993 dengan pemeriksaan
hemoglobine metode Cyan met hemoglobine adalah sebagai
berikut : (temu karya Nasional anemia th 1993)
Ibu Hamil : 11 g/dl
Balita : 11 g/dl
Anak usia sekolah : 12 g/dl
Remaja putri /WUS : 12 g/dl
Ibu menyusui > 3 bln : 12 g/dl
Pria dewasa : 13 g/dl

5 10 mgr / hari
Meningkat pada :
Bayi
Pertumbuhan
Prasekolah meningkat
Remaja / pubertas
Penyakit infeksi
Sangat sedikit
Pengeluaran besi Deskuamasi: sel-sel kulit, sal cerna
Keringat, urine & empedu
Anemia megaloblastik, melibatkan pembentukan yg tidak normal dr sel
darah merah, & sel darah putih, disebabkan pula o/ defisiensi vitamin
B12 dan folat.
Anemia pernisiosa a/ defisiensi vitamin B12 yg disebabkan o/ turunnya
sekresi faktor intrinsic o/ mukosa lambung yg berperanan penting pada
absorpsi vitamin B12.
Anemia aplastik ditandai dg penurunan ekstrim pembentukan eritrosit
dan hemoglobin yg biasanya dihubungkan dg granulositopenia dan
trombositopenia akibat dr hipoplastik atau aplastik sumsum.
Anemia hemolitik disebabkan o/ eritrosit matang yg tidak bertahan
lama dan kemampuan sumsum tulang u/ penggantian sel yg hidup singkat.
Dapat bersifat herediter atau didapat dan biasanya sbg akibat dari
infeksi atau kemoterapi, atau tjd sbg bagian dari proses autoimun.
Anemia sel sabit, kadang-kadang disebut penyakit sel sabit, merupakan
cacat genetis dr sintesa hemoglobin yg berhubungan dgn pertumbuhan
fisik yg buruk dan kelainan skeletal .
7

kekurangan zat gizi yg dibutuhkan dlm pembentukan eritrosit seperti


zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

INTAKE
INTAKEKURANG
KURANG
Pengetahuan
Pengetahuan<<
Tingkat
Tingkatekonomi
ekonomi
Pendidikan
PendidikanOrtu
Ortu
Konsumsi
Konsumsizatzatgizi
gizife,prot,VitC<
fe,prot,VitC<
KEBUTUHAN
KEBUTUHANMENINGKAT
MENINGKAT
ABSORBSI
ABSORBSIKURANG
KURANG Pertumbuhan
Diare Pertumbuhan
Diare Infeksi
Infeksikronis
kronis/ /berulang
berulang
Sindr
Sindrmalabsorbsi
malabsorbsi Wanita
Gizi Wanitahamil
hamil&&menyusui
menyusui
Giziburuk
buruk
Byk
Bykzat
zatpenghambat
penghambat(Fitat,
(Fitat, PENGELUARAN
PENGELUARANMENINGKAT
MENINGKAT
asam
asamoksalat,
oksalat,tanin
tanin Infeksi
Infeksicacing
cacing
bahkan fosfat
bahkan fosfat Amubiasis
Amubiasis
SINTESA wasir
wasir
SINTESABERKURANG
BERKURANG
Kongenital
Kongenitalhipo-
hipo-
transferinemia
transferinemia
Gejala tjd karena me kapasitas pengangkutan
oksigen oleh darah berupa :
Muka pucat,
Kurang bertenaga,
Mudah mengantuk dan
Sakit kepala.
Pada kondisi yang lebih parah, gejala yang muncul
dapat berupa peningkatan denyut jantung, nafas
tersenggal-senggal dan pingsan.
9

akibat menurunnya kapasitas pengangkutan


oksigen oleh darah yi.

Lesu, letih, pucat Kulit kering ,kuku pucat,


Mudah ngantuk kuku spt sendok
sering pingsan Lidah : iritasi
Sakit kepala Pembesaran jantung
Nafsu makan
kurang
Bayi dan Anak
Gangguan perkembangan motorik dan koordinasi
Gangguan perkembangan bahasa dan kemajuan belajar
Pengaruh pada psikologis dan kemampuan belajar
Penurunan aktivitas fisik
Orang Dewasa Pria dan Wanita
Penurunan kerja fisik dan daya pendapatan
Penurunan terhadap daya tahan terhadap keletihan
Wanita Hamil
Peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu
Peningkatan angka kesakitan dan kematian janin
Peningkatan risiko bayi BLR
Jenis Rendah Sedang Tinggi
Makanan
Sereal Maizena gandum Tepung Jagung Katul giling beras
Shorgum beras Tepung Putih Havermout
Tepung Terigu Katul jagng

Buah-buahan Apel Pir Blewah Jambu Biji pepaya


Alpukat plum Mangga Lemon tomat
Pisang stroberry Nenas Jeruk Manis
Anggur Persik
Sayuran Terung Wortel\ Brokoli labu
Polong-polongan Kentang Kol lobak
Tepung Kedelai Kembang Kol
Minuman Teh Anggur Merah Anggur Putih
Kopi
Kacang- Almond kacang tanah Kacang arab
kacangan Kelapa kenari

Protein Hewani Keju Ikan


Telur Daging
Susu Unggas
Mengandung banyak zat besi (Fe). Seperti
daging merah, hati, havermout, kacang arab,
kacang merah, salak, mangga, jahe, katul, dan
sayuran hijau (daun ketela rambat, bawang,
kacang panjang. Namun, batasi pemberian
sayuran hijau, karena kandungan seratnya yang
tinggi dapat menghambat penyerapan zat besi
oleh tubuh.
Makanan sumber protein, yang merupakan bahan
baku pembentukan membrane sel darah merah.
Mengandung zat-zat penghambat proses
penyerapan zat besi oleh tubuh. Seperti, tanni
(teh, cokelat, jus apel, kacang tanah), polifenol
( cokelat, kacang polong, dan serealia termasuk
gandum), kalsium (di dalam susu), dan zat seng ( di
dalam beras merah).
Makanan yang merangsang produksi asam lambung,
misalnya makanan yang terlalu asam dan pedas.
1. Zat pemacu (enhancers) Fe
a. Vitamin C (asam askorbat) pada buah jambu monyet, jambu biji, pepaya,.
b. Asam malat dan tartrat sayuran: wortel, kentang, brokoli, tomat, kobis, labu kuning.
c. Asam amino cystein daging sapi, kambing, ayam, hati, ikan. akan membantu
optimalisasi penyerapan zat besi.
d. Protein hewani maupun protein nabati tdk meningkatkan absorpsi ttp walaupun dalam
jumlah yang sedikit akan meningkatkan zat besi non heme yg berasal dari serealia dan
tumbuh-tumbuhan yg disebut meat factor seperti daging, ikan dan ayam . Perlu diketahui
bahwa susu, keju dan telur tidak meningkatkan absorpsi zat besi (Yanni, 2003)
2. Zat penghambat (inhibitors) Fe
a. Fitat, asam oksalat, tanin bahkan fosfat yg ada dalam berbagai bahan makanan nabati
cenderung membentuk endapan zat besi yang tidak larut yang menyebabkan zat besi
tersebut tidak dapat diserap. dedak, katul, jagung, protein kedelai, susu coklat dan
kacang- kacangan.
b. Senyawa polifenol pd makanan nabati, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, kacang-
kacangan, sereal dan yang paling tinggi terdapat dalam teh, kopi, anggur merah, kakao
dan berbagai macam teh herbal (Hurrell, 1999).
c. Zat kapur atau kalsium pada susu, keju.

Teh banyak disukai karena selain menyegarkan juga :


membantu seseorang mendapatkan energi yang dibutuhkan
selama aktivitas sehari-hari.
meningkatkan kewaspadaan mental.
membantu meningkatkan laju metabolisme dan dengan
demikian membantu menurunkan berat badan.
membantu menjaga tingkat kolesterol dalam darah. Minuman
ini melindungi Anda tidak hanya dari penyakit jantung, tetapi
juga dari diabetes dan beberapa jenis kanker.
membantu menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh dan
dengan demikian membantu memerangi depresi.
Zat Tanin khas pd the, rasa yang sedikit sepat.
Meskipun memiliki banyak manfaat kesehatan,
mnrt penelitian yg dirilis oleh Journal of Human
Nutrition and Diabetics, konsumsi tanin >> yg
terdapat dlm teh menghambat penyerapan zat besi
non-heme dlm tubuh. Penelitian di Amerika minum
teh dpt me daya serap sel darah terhadap zat
besi 64 % . Padahal berguna u/ pembentukan sel
darah merah memicu kekurangan zat besi.
lebih baik bila dibiasakan untuk tidak minum teh
sambil makan.
1.Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, bagi wanita menstruasi atau
sedang hamil. Zat besi yg paling mudah diserap bersumber dari hewani, spt daging,
ayam dan ikan. Beberapa makanan spt sayuran, buah-buahan, sereal (yg diperkuat zat
besi), telur dan kacang-kacangan juga mengandung zat besi, namun lebih sulit dicerna.
2.Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pemacu (enhancers) penyerapan zat
besi. Beberapa jenis makanan dapat memacu penyerapan zat besi spt buah-buahan
tinggi vitamin c, wortel, kentang, tomat, jambu biji dan pisang.
3.Mengurangi makanan yang mengandung zat penghambat (inhibitors) penyerapan zat
besi. ada beberapa jenis makanan justru menghambat tubuh u/ menyerap zat besi spt
Teh, kopi, dan kacang-kacangan. Karena jenis makanan tsbt mengandung zat aktif
fitat dan polopenol. Makanan tinggi kalsium dan pospat seperti keju dan susu juga
merupakan zat aktif penghambat penyerapan zat besi.
Namun bukan berarti harus menghindari makanan-makanan tersebut, tetapi bisa
memisahkan waktu dalam mengkonsumsi makanan tinggi zat besi dengan makanan
penghambat penyerapan zat besi
4.Mengkonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter. Beberapa kelompok individu
yang rentan anemia seperti wanita hamil, menstruasi, perdarahan dan penyakit
tertentu, membutuhkan asupan zat besi yang lebih. Tetapi asupan suplemen ini perlu
pengawasan dokter karena dapat menyebabkan konstipasi dan tinja berwarna hitam
Pengobatan kausal/ penyebab
Pemberian preparat besi :
Ferro sulfat, fosfat, fumarat
Suplementasi besi
Fortifikasi besi
Transfusi darah