Anda di halaman 1dari 43

Romawi Kuno

What ? Apa yang dianalisa dalam analisis ini?

Peradaban Bangsa Romawi Kuno dalam


berbagai aspek
When ? Kapan kebudayaan perdaban romawi kuno berkembang ?

Bangsa romawi kuno didirikan pada abad 8 SM. Namun,


waktu berdirinya kota Roma sebagai pusat
peradabannya yang terletak dilembah sungai Tiber tidak
diketahui secara pasti menurut legenda bangsa romawi
kuno didirikan pada 750 SM
Where ? Dimana Peradaban Romawi kuno berkembang ?

Peradaban Romawi kuno dikembangkan suku Latia yang menetap di


lembah sungai Tiber. Peradaban Romawi kuno terletak di semenanjung
Apenina atau Italia.
Who ? Siapa yang mengembangkan peradaban romawi kuno ?

Bangsa romawi kuno adalah percampuran darah antara penduduk asli dengan
suku kelana.Peradaban Romawi kuno dikembangkan suku Latia yang pada
awalnya suku latia merupakan bagian dari kerajaan etruskia. Lalu, Pada
tahun 500 SM, bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia
dan berhasil memerdekakan diri sehingga hal tersebut menjadi cikal bakal
muncul dan berkembangnya peradaban romawi kuno.
Namun, Legenda menyebut bahwa Bangsa Romawi kuno didirikan oleh dua
bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus.
Why ? Mengapa peradaban romawi kuno dapat memengaruhi
peradaban peradaban di dunia ?

Karena bangsa romawi kuno menyumbangkan banyak pengaruh terhadap


pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam
dunia khususnya dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki
pengaruh besar didunia hingga saat ini.
How ? Bagaimana tiga aspek budaya dalam
Peradaban bangsa romawi kuno ?

Peradaban Romawi kuno merupakan salah satu dari peradaban yang ada di
dunia Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota
Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke 8 SM. Selama
keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi kuno berubah dari
sebuah monarki ke sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas.
Bangsa romawi kuno datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah
sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Romawi kuno
merupakan salah satu bangsa yang ada di Eropa yang mampu memberikan
pengaruh terhadap dunia di saat masa kejayaannya. Hal tersebut di karenakan
taraf perekonomiannya yang mantap, letak geografis yang strategis, aksara
angka romawi yang di kenal hingga saat ini, sistem kepercayaan yang
politheisme, sistem pemerintahannya yang di takuti oleh bangsa-bangsa yang
ada di sekeliling romawi dan peninggalan-peninggalan budaya romawi kuno
yang terkenal hingga saat ini
Karakteristik Arsitektur Romawi
Arsitektur Romawi lebih mengutamakan fungsi (utilitarian), kontruksi bangunan dan
suasana (grandeur)
Mengadopsi pilar-pilar dari yunani yaitu Doric, Ionic dan Chorinthian selanjutnya
digabung dan dikembangkan menjadi Composite dan Tuscana.
Membangun bangunan monumental ( menciptakan kesan agung dengan bangunan
berskala besar ) Penggunaan kubah. Memiliki dinding yang kuat.
Material yang digunakan Batu kapur Beton Mortar (mortir)
Dinding Romawi terdiri dari batu dan beton, yang merupakan karakter kubus.
Pembuatan lengkung busur, ditunjang oleh rangka kayu sampai beton mengeras.
Konsep penataan bangunan dan landscape perkotaan dirancang berorientasi
kedalam skala yang luas atau dalam skala kota demikian juga sebaliknya.
Skala dan bentuk bangunan bersifat monumental atau mengutamakan kesan agung
dan mengesankan keanggunan formal yang berorientasi birokratik, tersusun secara
sistematik, praktis dan variatif dalam langgam.
Peninggalan Arsitektur Pada Masa Romawi Kuno

Akuaduk
Kolosseum
Ara Pakis
Basilika
Akuaduk
Akuaduk

Akuaduk di Prancis, dibangun sekitar tahun 19 SM.


Seiring kota-kota Romawi menjadi semakin besar, maka kebutuhan terhadap
pasokan air pun bertambah. Saluran pembuangan dialirkan ke sungai sehingga
sungai tidak layak untuk dijadikan sumber air oleh rakyat Romawi. Akhirnya
pemerintah Romawi memutuskan untuk membangun saluran air dari batu yang
sangat panjang dan digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat
sampai ke kota. Bangunan ini disebut Akuaduk, dari kata aqua (air) dan duktus
(saluran). Akuaduk pertama dibangun di kota Roma sebelum kemudian dibangun
juga di kota-kota lain. Pada akhirnya, sebagian besar kota di Romawi punya
setidaknya satu Akuaduk, sementara kota besar seperti Roma bisa punya sampai
sepuluh Akuaduk.
Akuaduk
Akuaduk tidak mudah untuk dibangun, arsiteknya harus benar-benar
memperhitungkan supaya airnya bisa sampai dengan benar, tidak berhenti di tengah
jalan atau mengalir terlalu cepat. Untuk menjaga agar alirannya tepat, pembangunan
Akuaduk seringkali harus disesuaikan dengan keadaan kota, kadang Akuaduk dibuat
dengan penyangga berbentuk lengkungan, kadang dialirkan lewat saluran batu di
tanah, bahkan kadang melalui terowongan bawah tanah.
Akuaduk dibangun di seluruh penjuru Kekaisaran Romawi, mulai dari Suriah sampai
Inggris. Penduduk kota bisa memperoleh air bersih dari Akuaduk, namun orang-
orang di desa yang tidak memiliki akses ke Akuaduk terpaksa harus mengambil air
dari sungai, yang tidak terjamin kebersihannya. Banyak wanita dan anak-anak yang
harus bersusah payah mengambil air dari sungai ke rumah mereka dengan
menggunakan wadah dari tanah liat.
Akuaduk terus digunakan sampai 400-an M. Setelah Romawi runtuh, kota-kota di
Eropa menjadi lebh kecil, dan pasokan air didapat dari sumur. Di kota Ostia, bahkan
sumur dibuat di tengah jalan raya.
Kolosseum
Kolosseum
Ketika Wespasianus menjadi kaisar pada tahun 69 SM, dia ingin menunjukkan
bahwa dia peduli pada rakyat, jadi dia meruntuhkan sebagian dari Istana Emas
Nero dan menjadikan lahannya sebagai taman umum. Wespasianus juga
membangun sebuah amfiteater baru. Amfiteater ini dibangun dari beton,
marmer, dan batu kapur. Amfiteater ini dulu diberi nama Amfiteater
Wespasianus, tapi kini dikenal sebagai Kolosseum, karena di dekatnya ada
patung Nero yang disebut Kolossus. Kolosseum sangatlah terenal di Romawi.

Di Kolosseum, orang-orang duduk dan menyaksikan pertunjukkan. Yang


diperlihatkan biasanya adalah pertarungan manusia melawan manusia dan
manusia melawan hewan. Di bagian bawah lantainya ada ruangan besar untuk
menyimpan hewan, peralatan, dan berbagai benda untuk pertunjukan. Kini
sebagian kursinya telah hilang, dan lantainya juga sudah tidak ada.
Ara Pakis
Ara Pakis
Setelah kaisar Romawi Augustus berhasil menguasai Romawi
melalui perang saudara pada masa akhir Republik Romawi,
sekitar 30 SM, dia membangun Altar Perdamaian (Ara Pakis). Dia
membangunnya untuk menunjukkan bahwa peperangan sudah
berakhir.

Augustus sangat tertarik pada seni Yunani. Dia ingin menunjukkan


betapa tingginya peradaban Romawi dengan cara mengambil
gaya seni Yunani dan mengembangkannya menjadi gaya
tersendiri. Salah satu hasilnya adalah Ara Pakis, yang
dekorasinya mirip dengan dekorasi kuil Parthenon di Yunani.
Basilika
Basilika

Jika orang Romawi ingin melakukan kegiatan kelompok, mereka biasanya berkumpul
di basilika. Bagian dalam basilika sedikit banyak mirip dengan gereja Kristen atau
katedral abad pertengahan; ada ruangan besar dengan tiang-tiang untuk membentuk
gang-gang. Kadang ada tempat duduk untuk orang-orang tertentu. Lantai basilika
Aemilia dibangun dari berbagai jenis marmer, yang didatangkan dari Numidia, Mesir,
Yunani, dll, untuk menunjukkan tempat-tempat kekuasaan Romawi.
Beda antara basilika dengan gereja adalah bahwa pintu masuknya terletak di sisi
panjang bangunan.
Di dalam basilika, hakim mengadili suatu perkara, politikus menggelar pidato, guru
mengajar murid-muridnya. Di tangga basilika, orang-orang menjual makanan atau
menukarkan uang. Ketika basilika Aemilia terbakar habis, banyak koin perunggu
(hasil pertukaran) yang meleleh ke lantai basilika.
Forum
Forum
Di pusat kota-kota di Romawi biasanya ada sebuah tempat yang disebut Forum.
Tempat ini adalah tempat orang-orang berkumpul, berbisnis, melakukan jual-beli,
bertemu kawan-kawannya, mencari berita terbaru, atau bersekolah. Biasanya Forum
memiliki jalan yang dilapisi batu. Di sekitarnya ada bangunan-bangunan penting; kuil,
basilika, dan kadang-kadang pertokoan. Di beberapa kota, Forum meiliki mimbar
tempat berpidato. Mimbar ini disebut Rostra. Ciri lain forum adalah adanya
peristylum.

Forum terpenting di Romawi ada di kta Roma. Orang-orang mulai berkumpul di


forum Roma sekitar tahun 500 SM, pada masa pendirian Republik Romawi. Di
dekatnya kemudian dibangun gedung senat, kuil, pelengkung kejayaan, dan basilika.
Pada masa Julius Caesar, tempat ini sangat penuh sesak, jadi Caesar membangun
forum baru di seberang forum lama. Di ujungnya ada kuil dan di dekatnya ada
pertokoan. Forum Caesar juga memiliki jalan yang dilapisi batu kapur. Tapi rakyat
Roma semakin lama semakin banyak sehingga perlu dibangun lagi forum baru, dan
kaisar Augustus pun membangun forum baru di dekat forum Caesar.
Kuil

Kuil Herkules di kota Roma


Kuil
Seperti bangsa Mesir, Asia Barat, Kartago, Yunani, dan Etruria, bangsa
Romawi juga membangun banyak kuil untuk dewa-dewa mereka. Salah satu
bangunan tertua di kota Roma adalah kuil Kapitolina, yang didirikan di puncak
Bukit Kapitolina pada masa peemrintahan para raja. Itu adalah kuil untuk tiga
dewa, Yupiter, Yuno, dan Minerwa. Namun kuil itu kini sudah hancur, dan
hanya sedikit fondasinya yang masih tersisa.

Pada periode Republik (500-1 SM), jenderal Romawi membangun ratusan kuil
di kota Roma. Kuil-kuil ini terutama dibangun sebagai rasa sukur atas
kemenangan yang diraih dalam pertempuran. Kuil-kuil itu dibangun di
sepanjang Wia Sakra (Jalan Suci) yang dilalui oleh para jenderal ketika mereka
kembali ke Roma untuk mereyakan kemenangan. Lagi-lagi, sebagian besar
dari kuil-kuil itu kini telah hancur.
Kuil Kastor dan Pollux
Kuil Kastor dan Pollux

Kuil Kastor dan Pollux ada di ujung Forum Romawi, di dekat Pelengkung Septimius
Severus. Dalam pertempuran Danau Regillus melawan pasukan Etruria pada 496
SM, beberapa prajurit berkata bahwa mereka telah melihat dua dewa kembar Kastor
dan Pollux. Kedua dewa itu membantu pasukan Romawi. Setelah menang dalam
pertempuran itu, rakyat Romawi memutuskan untuk membangun sebuah kuil untuk
kedua dewa itu. Kuil itu selesai dibangun pada tahun 494 SM pada awal masa
Republik. Kuil itu dipugar lagi pada tahun 117 SM dan 73 SM.

Pada akhirnya Kuil Kastor dan Pollux mengalami kebakaran dan hancur. Pada tahun
6 SM, kaisar Tiberius membangunnya lagi dengan arsitektur bergaya Korinthos. Kuil
itu dipakai sebagai tempat penyimpanan harta kekaisaran. Setelah Romawi runtuh,
banyak bagian dari kuil itu diambil untuk dipakai pada bangunan lain hingga tinggal
tiga tiang saja yang tersisa. Ketiganya runtuh saat terjadi gempa bumi. Kini ketiga
tiang itu sudah dipugar kembali.
Pantheon Hadrianus
Pantheon Hadrianus
Sekitar tahun 10 SM pada masa kaisar Augustus, seorang jenderal bernama Agrippa
membangun sebuah kuil di pusat kota Roma. Kuil ini disebut Pantheon dan
diperuntukkan bagi semua dewa. Pada tahun 80 M, pada masa kaisar Titus, kuil ini
hangus terbakar. kaisar Domitianus membangun kembali kuil ini dan di kemudian
hari bangunan ini kagi-lagi terbakar habis. Sekitar tahun 120 SM, kaisar Hadrianus
membangun lagi kuil ini. Di bagian pintunya, dia membuat tulisan bahwa Agrippa
yang membangun kuil ini sebgai penghormatan kepada Agrippa. Kuil hasil renovasi
Hadrianus ini terus bertahan hingga masa kini.

Pantheon dibangun dengan gaya Yunani, di bagian depannya ada empat tiang dan di
bagian atasnya ada pedimen. Atap Pantheon adalah sebuah kubah yang sangat
besar, kubah terbesar pada masa Romawi, dengan diameter 43 meter, dan jaraknya
dari lantai ke puncak kubah juga 43 meter. Untuk menopang kubah in, dinding
Pantheon dibangun dari batu bata dan beton dengan tebal enam meter. Di puncak
kubah, ada sebuah lubang yang disebut oculus. Kaisar Phocas memberikan
Pantheon pada Paus pada 609 M, yang kemudian menjadikann sebagai gereja
Pasar Traianus
Pasar Traianus
Setelah dibuatnya Forum Yulius Caesar dan Forum Augustus, para kaisar pada
masa selanjutnya juga membuat perluasan dari Forum Romawi, untuk memberi lebih
banya ruang untuk bisnis.Kaisar Traianus membangun forum baru sekitar tahun 100
M.
Dalam forum, ada dua perpustakaan (satu untuk buku-buku Yunani dan satu untuk
buku-buku Latin). Di antara dua perpustakaan itu, berdiri Tiang Traianus. Di bagian
belakang forum, dibangun pula banyak toko yang menghadap bukit. Apollodoros,
arstitek Romawi, membuat suatu inovasi dalam kompleks pertokoan ini. Dia
membangun suatu mal (pusat perbelanjaan) yang megah.
Apollodoros membangun mal Traianus dari bata dan beton, seperti istana Domitianus
yang dibangun beberapa tahun sebelumnya. Batu bata itu ditutupi dengan marmer
dan plesteran. Beberapa toko berada di luar, menghadap jalan yang telah dilapisi
batu hampar basalm, seperti trotoar zaman sekarang. Sementara beberapa toko
lainnya ada di dalam bangunan mal, yang terdiri dari dua lantai dengan ruangan
yang sangat luas.
Pelengkung Konstantinus
Pelengkung Konstantinus
Setelah Konstantinus membunuh Maxentius dalam pertempuran di Jembatan
Milvianus pada tahun 312 M, dia berarak dengan jaya menuju kota Roma. Untuk
mengabadikan kemenangannya, Konstantinus memutuskan untuk membangun
sebuah pelengkung kejayaan. Di bagian atas pelengkunya, ditulis inskripsi yang
ditujukkan untuk dewa, tapi tidak jelas dewa yang mana, bisa jadi dewa Yupiter tapi
bisa juga Tuhan Kristen. Di bagian bawahnya, ada ukiran yang menggambarkan
pertempuran Konstantinus. Ukuiran pada pelengkung ini menggambarkan
Konstantinus memasuki kota Roma dengan kereta perang, juga ada ukiran yang
memeperlihatkan Konstantinus memberi uang pada orang miskin. Inovasi pada
pelengkng ini adalah digunakannya pewarna, sedangkan pelengkung-pelengkung
sebelumnya tidak dilapisi pewarna.
Beberapa ukiran pada pelengkung Konstantinus merupakan ukiran-ukiran yang
diambil dari monumen-monumen lainnya dan menggambarkan kaisar-kaisar
sebelumnya. Konstantinus memodifikasi kepala pada ukiran itu supaya
menggambarkan dirinya. Mungkin Konstantinus kesulitan mencari pengukir, atau
mungkin dia kekurangan dana, atau mungkin dia ingin menjalin ikatan dengan kaisar-
kaisar sebelumnya.
Pelengkung Septimius Severus
Pelengkung Septimius Severus

Septimius Severus adalah kaisar Romawi sekitar 200 M yang memutuskan


untuk membangun pelengkung kejayaan di forum Romawi untuk
mengabadikan kemenangan militernya melawan pasukan Parthia di timur
Romawi. Pelengkung Severus dibangun di dekat gedung Senat.
Pelengkung ini memiliki gaya yang berbeda dengan pelengkung Titus,
ukirannya tidak terdapat di bagian dalam, tapi di bagian depan dan belakang
pelengkung.
Di bagian atas ukiran, dibuat inskripsi dengan huruf dari perunggu, tapi
sekarang lapisan perunggunya sudah dicuri. Meski begitu, tulisannya masih
dapat dibaca. Ketika putra Severus, Caracalla, membunuh saudaranya
sendiri, Geta, Severus menghapus nama sauaranya dari inskripsi itu
Pemandian umum Caracalla
Pemandian umum Caracalla
Kaisar Romawi sering membangun tempat pemandian umum supaya rakyat Romawi
dapat bersantai. Pemandian terbesar dibangun oleh kaisar Caracalla sekitar tahun
200 M. Pemandian ini memiliki halaman dengan banyak kamar ganti. Halaman ini
berfungsi untuk berolahraga. Halaman semacam ini ada dua, masing-masing ada
tiap ujung pemandian. Dindingnya dilapisi marmer dan plesteran dan dihiasi mosaik.
Di bagian atasnya ada balkon.

Di balik halaman, ada bak air hangat, disebut tepidarium. Di atasnya ada atap kubah.
Di dekatnya ada bak air panas, disebut caldarium. Bak itu dipanaskan dengan batu
bara, dan para budak dipekerjakan untuk memasukkan batu baranya. Di sebelahnya
ada bak air dingin, disebut frigidarium atau natatorium. Bak ini berukuran besar dan
dapat dipakai sebagai tempat berenang. Pada bagian dasarnya, kolam renang ini
memiliki hiasan mosaik bergambar beragam makhluk laut. Untuk mendukung
pemandian ini, kasiar Carcalla membangun akuaduk khusus yang menyalurkan air
ke tempat pemandian ini.
Tiang Marcus Aurelius
Tiang Marcus Aurelius

Tiang Marcus Aurelius sebenarnya tidak dibangun oleh kaisar Marcus


Aurelius, melainkan oleh putranya Commodus, sekitar tahun 180-190
M. Commodus ingin mengabadikan kemenangan ayahnya dalam
perang melawan suku Marcommani di utara Romawi (Swiss modern).
Tiang Marcus Aurelius mirip dengan Tiang Trajanus, tapi reliefnya
lebih detail dan pengambarannya lebih dalam dan kejam. Selain itu
Marcus Aurelius tidak sesukses Trajanus dalam perangnya, jadi ada
banyak adegan sedih dalam tiangnya. Di keseluruhan sisi tiang,
digambarkan para tentara Romawi yang sedang berperang.
Tiang Trajanus
Tiang Trajanus
Tiang Trajanus dibangun tidak lama setelah tahun 100 M untuk
mengabadikan kemenangan Trajanus dalam perang melawan
Dacia (Rumania modern). Tiang Trajanus berdiri di Forum
Trajanus di kota Roma, di dekat Pasar Trajanus dan Forum
Roma lama. Tiang ini seluruhnya diukir dengan ukiran yang
menggambarkan para prajurit yang sedang bertempur.
Diperlihatkan tentara Romawi yang menyeberangi sungai
Danube menggunakan perahu dengan dayung. Para tentara
Romawi dalam ukiran ini digambarkan sebagai pasukan yang
kuat, tangguh, dan disiplin, dan Trajanus adalah jenderal yang
hebat, sedangkan pasukan Dacia digambarkan kacau, acak-
acakan, dan kebingungan.
7 Ciri Arsitektur Romawi
1. Konstruksi Lengkung
Seperti kita tahu, kontruksi lengkung pertamakali diciptakan oleh Bangsa Yunani. Kemudian
konstruksi ini diadopsi oleh masyarakat Romawi ke dalam bangunan-bangunan rancangannya.
Alhasil, mayoritas bangunan klasik ala Romawi tersebut pun mempunyai ruangan yang terasa
lebih luas karena tidak adanya batasan yang tegas.
2. Atap Kubah
Pada mulanya, arsitektur khas Romawi juga dilengkapi dengan atap yang berbentuk
melengkung. Pada perkembangan selanjutnya, bentuk atap ini mengalami perkembangan
menjadi kubah. Atap kubah yang berwujud setengah bulatan ini mampu menciptakan kesan
megah pada suatu bangunan.
3. Tidak Memakai Batu Utuh
Pada zaman dahulu, orang-orang umumnya menggunakan batu utuh sebagai material
bangunan. Batu-batu utuh ini kemudian disusun sedemikian rupa untuk membentuk konstruksi
arsitektur yang sesuai keinginan. Namun berbeda dengan Bangsa Yunani, mereka sudah tidak
menggunakan lagi batu utuh ini karena telah menemukan konstruksi lengkung tadi.
7 Ciri Arsitektur Romawi

4. Denah Bervariasi
Pada zamannya, arsitektur Romawi ini bisa dikatakan sebagai mahakarya yang begitu hebat.
Bayangkan saja, ketika bangsa-bangsa lain masih mempertahankan denah bangunan yang
dianggap sebagai denah terbaik. Tetapi bangsa ini berani melakukan eksplorasi terhadap
denah bangunan-bangunannya. Kebanyakan mereka sering mengkombinasikan denah segi
empat, lingkaran, dan setengah lingkaran.

5. Kolom Penghias
Kolom pada bangunan-bangunan buatan Romawi juga tidak hanya berfungsi sebagai bagian
dari kontruksi semata, tetapi juga berperan sebagai dekorasi. Bagian kepala kolom ini biasanya
dihiasi dengan ornamen-ornamen bercorak floral. Satu lagi yang menarik, semua ornamen
tersebut juga selalu mengandung makna tersendiri.
7 Ciri Arsitektur Romawi

6. Desain Simetris
Pada dasarnya, simetris berarti sama antara kiri dan kanan atau atas dan bawah. Desain
simetris termasuk peninggalan bangsa Romawi di bidang arsitektur yang bersifat abadi. Prinsip
desain ini bahkan masih digunakan sampai sekarang sebab mampu menciptakan kesan yang
glamor dalam sekejap.

7. Batu dan Batu


Ciri-ciri arsitektur Romawi selanjutnya yaitu penggunaan batu sebagai bahan baku bangunan
yang utama. Untuk bangunan yang bersifat umum, batu yang dipakai berasal dari yang
diistimewakan lumrahnya didirikan menggunakan batu marmer. Batu ini dipandang mempunyai
kualitas yang tinggi dan bernilai mahal.
jenis batuan kapur. Sedangkan bangunan-bangunan
Kesimpulan

Romawi kuno adalah peradaban yang tumbuh dari Negara-kota Roma yang didirikan
disemenanjung Italia disekitar abad ke 8 SM. Romawi kuno terletak disemenanjung
Alpenina sekarang Italia.Lembah pegunungan Alpenina merupakan lahan subur dan
cocok dijadikan sebagai lahan pertanian. Menurut kepercayaan, Bangsa Romawi kuno
didirikan oleh Remus dan Romulus yang merupakan anak dari Rhea Silva, salah satu
keturunan Aeneas pahlawan peranag Troya. Kepercayaan masyarakat masih bersifat
animisime, kemudian berkembang menjadi kepercayaan politheisme dan menjadi agama
Kristen. Romawi kuno merupakan salah satu bangsa yang ada di Eropa yang mampu
memberikan pengaruh terhadap dunia di saat masa kejayaannya. Hal tersebut di
karenakan taraf perekonomiannya yang mantap, letak geografis yang strategis, dan lain
lain. Penyebab keruntuhan Bangsa Romawi Kuno sendiri masih diperdebatkan oleh para
ilmuwan. Saking kuatnya kekaisaran tersebut, timbul perdebatan tentang bagaimana
keruntuhannya bisa terjadi. Bahkan, para sejarawan sempat percaya bahwa kekaisaran
ini tak pernah benar-benar sirna.Beberapa dugaan penyebab keruntuhan Romawi kuno
sendiri seperti, bangkitnya romawi timur dan penyerangan oleh kaum barbar
THANK YOU