Anda di halaman 1dari 16

METODE SEISMIK

REFLEKSI
(Pantulan)
Novi Herlinda
044
Metode Seismik Pantul (Refleksi)
Metode seismik refleksi merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan
sumber seismik buatan (dapat berupa ledakan, pukulan, dll). Setelah gelombang buatan
tersebut diberikan, maka gelombang tersebut akan merambat melalui medium tanah/batuan
di bawah permukaan, dimana perambatan gelombang tersebut akan memenuhi hukum-
hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan maupun pembiasan sebagai
akibat dari adanya perbedaan kecepatan ketika melalui pelapisan medium yang berbeda.
Pada jarak tertentu di permukaan, gerakan partikel tersebut direkam sebagai fungsi waktu.
Berdasarkan data rekaman tersebut selanjutnya dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur
bawah permukaan.
Pada metode seismik refleksi, jenis gelombang yang digunakan yaitu gelombang body
terutama pada gelombang P (Longitudinal) atau gelombang kompresi. Gelombang
kompresi ini atau disebut dengan gelombang suara, yaitu gelombang yang arah gerak
partikelnya searah dengan arah rambatnya dan kecepatannya lebih besar dari gelombang S
(Transversal) yang arah gerak partikelnya tegak lurus dengan arah rambatnya.
Dalam hubungannya dengan seismik eksplorasi, terdapat
dua jenis gelombang yang digolongkan berdasarkan cara
bergetarnya yaitu:
1. Gelombang longitudinal atau gelombang primer merupakan
gelombang yang arah getar (osilasi) partikel-partikel
mediumnya searah dengan arah perambatannya.
Gelombang ini disebut juga sebagai gelombang kompresi
(compressional wave) karena terbentuk dari osilasi tekanan
yang menjalar dari satu tempat ke tempat yang lain.
Dan persamaan kecepatan gelombangnya adalah adalah
sebagai berikut: Dimana vp adalah kecepatan gelombang
longitudinal, k adalah modulus bulk, adalah modulus geser
dan adalah densitas.

2. Gelombang transversal merupakan gelombang yang arah


getar (osilasi) partikel-partikel mediumnya tegak lurus dengan
arah perambatannya dan persamaan kecepatan
gelombangnya adalah adalah sebagai berikut:
Keuntungan Dan Kekurangan
Seismik Refleksi
Keunggulan :
a) pengukuran seismik pantul menggunakan offset yang lebih kecil
b) seismik pantul dapat bekerja bagaimanapun dalam perubahan kecepatan
sebagai fungsi kedalaman
c) seismik pantul lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks

Kekurangan :
d) karena lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan citra
bawah permukaan yang lebih baik, maka biaya akuisisi menjadi lebih mahal
e) prosesing seismik refleksi memerlukan komputer yang lebih mahal, dan
system data base yang jauh lebih handal
f) karena banyaknya data yang direkam, pengetahuan terhadap database harus
kuat, diperlukan juga beberapa asumsi tentang model yang kompleks dan
interpretasi membutuhkan personal yang cukup ahli
Seismik refleksi, analisis dikonsentrasikan pada energi yang
diterima setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang
dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua
interface antar lapisan di bawah permukaan.
Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo
sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar.
Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan
amplitudo gelombang refleksi yang direkam. Struktur bawah
permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan
masih sama dengan seismik refraksi, yaitu analisis berdasar kontras
parameter elastisitas medium.
Tujuan Metoda Seismik
Refleksi
Tujuan utama dari suatu survei seismik refleksi adalah
memberikan informasi mengenai geologi bawah permukaan.
Metoda seismik refleksi ini dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu :
Seismik dangkal (shallow seismic reflection) yang umumnya
digunakan dalam eksplorasi batu bara dan bahan tambang
lainnya.
seismik dalam digunakan untuk eksplorasi daerah prospek
hidrokarbon (minyak dan gas bumi). Kedua kelompok ini tentu
saja menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda begitu pula
dengan teknik lapangannya.
.
Parameter-
parameter yang
Harus Diperhatikan
Data seismik sangat ditentukan oleh kesesuaian parameter
lapangan yang digunakan dengan kondisi geologi dan kondisi
permukaan daerah survei.
Beberapa parameter lapangan yang harus ditentukan dan
disesuaikan dengan kondisi lapangan adalah sebagai berikut :
1. Jumlah dan susunan geopon
2. Interval sampling
3. Jumlah bahan peledak dan kedalaman lubang bor
4. Jarak antar titik tembak
5. Jarak antara geopon
6. Geometri penembakan
7. Filter (high-cut dan low-cut).
Cara Penentuan Parameter Lapangan

Analisa Noise (gangguan)


Susunan Geophone (array geophone)
Test Kedalaman dan Jumlah Dinamit
Jarak Titik Tembak
Geometri Penembakan
Filter (Low Cut And High Cut)
Sampling Rate
Prosedur Pengambilan Data di
Lapangan
Pemasangan Patok
Pemasangan Geophone
Pemasangan Sumber Peledak
Persiapan Alat Perekaman Data
Seismik
Penembakan
Pencatatan Data Pengamatan
Pada Observasi Log
Apa saja tahapan dari
metode seismic refleksi ?
Pada umumnya metode seismik refleksi terbagi atas tiga tahapan
utama, yaitu:
1. Pengumpulan data seismik (akuisisi data seismik): semua kegiatan
yang berkaitan dengan pengumpulan data sejak survey pendahuluann
dengan survey detail.
2. Pengolahan data seismik (processing data seismik): kegiatan untuk
mengolah data rekaman di lapangan (raw data) dan diubah ke bentuk
penampang seismik migrasi.
3. Interpretasi data seismik: kegiatan yang dimulai dengan
penelusuran horison, pembacaan waktu, dan plotting pada penampang
seismik yang hasilnya disajikan atau dipetakan pada peta dasar yang
berguna untuk mengetahui struktur atau model geologi bawah
permukaan.
Seismik Refleksi Untuk
Eksplorasi
Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang elastis
yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada
umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (pada media
air menggunakan sumber getar berupa air gun, boomer atau sparker).

Gelombang bunyi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menembus sekelompok


batuan di bawah permukaan yang nantinya akan dipantulkan kembali ke atas permukaan
melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan.

Gelombang yang dipantulkan ke permukaan ini diterima dan direkam oleh alat
perekam yang disebut geophone (di darat) atau Hydrophone (di laut), (Badley, 1985).
Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau
jurang. Metoda seismic repleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi
perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah
Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas
tiga bagian penting yaitu :

1. Akuisisi data seismik yaitu merupakan kegiatan


untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvei

2. Pemrosesan data seismik sehingga dihasilkan penampang


seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap
untuk diinterpretasikan

3. interpretasi data seismik untuk memperkirakan keadaan


geologi di bawah permukaan dan bahkan juga untuk
memperkirakan material batuan di bawah permukaan.
TERIMAKASIH