Anda di halaman 1dari 13

NAMA KELOMPOK

1.MOCH. MAHRUZ ZUHDIANTO (33)


2.SATRIA EDY WIBOWO(09)
3.ERWIN YULI SUSANTO(53)
4.M. MIROD SLAMET(30)
5.WELLY HUTOMO N.(15)
6.A. JAFAR(44)
Limbah cair industri pelapisan logam
mengandung logam berat Cr(VI) yang sangat
tinggi dan sangat berbahaya bagi lingkungan.
Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan
serbuk besi untuk menurunkan krom (VI)
limbah cair industri pelapisan logam. Tujuan
penelitian adalah menentukan kondisi optimum
proses penurunan krom (VI) dengan variabel
berat serbuk besi, penambahan asam sulfat
dan waktu reduksi. Proses ini dilakukan dengan
membuat fero sulfat dari serbuk besi dan
mereaksikan dengan limbah cair yang
mengandung Cr(VI) sehingga tereduksi menjadi
Cr(III). Selanjutnya larutan yang mengandung
Cr(III) diendapkan pada pH 8,5 sebagai Cr(OH)3
dipisahkan dan dikeringkan. Hasil penelitian
menunjukkan kondisi optimum pada berat
Industri pelapisan logam meng hasilkan limbah cair dan padat pada proses
produksinya. Limbah padat yaitu serbuk besi dari penghalusan logam yang akan
dilapisi, sedangkan limbah cair berasal dari air bilasan dan larutan pembersih
maupun larutan plating yang telah kotor/ jenuh dibuang pula.
Limbah cair industri pelapisan logam mengandung logam berat krom. Krom
merupakan logam berat dengan tiga keadaan valensi yaitu Cr(II), Cr(III) dan
Cr(VI). Krom merupakan bahan pencemar yang sangat berbahaya bagi
lingkungan, karena mempunyai toksisitas yang sangat tinggi.
Pengolahan limbah memerlukan biaya tambahan yang cukup besar, sehingga
faktor biaya tersebut merupakan kendala bagi industri dalam melakukan
pengelolaan limbah, khususnya bagi industri-industri skala kecil dan menengah.
Sebenarnya, di dalam limbahpun masih terdapat kandungan bahan berharga
yang apabila di daur ulang dapat memberikan laba ekonomis kepada pengusaha
(Imamkhasani S, 1998 dan Xu, Hong Bin, 2006). Salah satunya adalah
memanfaatkan serbuk besi untuk mengambil kembali krom pada limbah cairnya.
Proses pengolahan limbah cair adalah suatu suatu perlakuan tertentu yang
harus diberikan pada limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan sehingga tidak
menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
kondisi optimum penurunan krom (VI) limbah cair industri pelapisan logam
menggunakan serbuk besi.
1. Bahan dan Alat.
2. Persiapan Sampel.
3. Uji Kualitatif Adanya Cr(VI) pada Limbah Cair Industri Pelapisan Logam.(Uji
kualitatif dilakukan dengan mengambil sampel limbah cair industri
pelapisan logam, kemudian memasukkannya ke dalam tabung reaksi,
ditambah beberapa tetes HNO3 2N sampai pH menjadi 2 3. Kemudian
ditambah beberapa tetes larutan 1,5 Difenil karbazid. Apabila larutan
berwarna ungu (merah keunguan), maka positif mengandung Cr(VI).
4. Penentuan Kadar Krom (VI) Limbah Cair Industri Pelapisan Logam (Sejumlah
sampel yang telah diasamkan, dipipet dan dimasukkan dalam labu takar
50 ml. Kemudian ditambah 2, 0 ml larutan 1,5-Difenil karbazid.
Dicukupkan volumenya dengan asam sulfat 0,2 N, kemudian
dihomogenkan. Absorbansi diukur pada maks, kemudian kadar Cr(VI)
dihitung berdasarkan kurva kalibrasi.
5. Penurunan Krom(VI) dengan Serbuk Besi.
6. Analisa Krom (Cr) dengan AAS.
7. Analisis.
LIMBAH PELAPISAN
LOGAM
KONSEP
LIMBAH PADAT LIMBAH CAIR
(logam) Cr(IV)

pengolahan

HNO32N
Jika hasil no

Uji Kualitatif

Penentuan Kadar Krom (VI)


kadar Cr(VI) dihitung
berdasarkan kurva kalibrasi.
Penurunan Krom(VI) dengan Serbuk
Besi

Analisa Krom (Cr) dengan AAS Menganalisis kandungan


logam krom dengan AAS

Analisis Data yaitu melibatkan 3 parameter yaitu gram serbuk


besi, ml H2SO4 2N dan waktu reduksi.
Jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji
LSD.
Pengambilan Kembali Krom dengan
Serbuk Besi
Dengan 3
cara
Proses pembuatan FeSO4

Proses Reduksi

Proses pengendapan sampai 2802,98 ppm

pengolahan
Hasil Uji

Jika no
pH (antara 1,35 2,00) dan
Sesuai kadar
warna limbah yang coklat(asam sangat tinggi)

Penentuan Kadar Cr(VI)


Yaitu 2802,98 ppm yang di perbolehkan
1. Uji Kualitatif Cr(VI) pada Limbah Cair Industri Pelapisan Logam .(Uji kualitatif
dilakukan dengan cara sampel ditambah 1,5 difenil karbazid dalam suasana
asam, terbentuk warna merah keunguan yang berarti sampel positif
mengandung Cr(VI). Adapun reaksi antara Cr(VI) dengan 1,5 difenil karbazid
adalah sebagai berikut :

2. Hasil Uji Fisik dan pH Limbah Cair Industri Pelapisan Logam.pada tabel 1
3. Penentuan Kadar Cr(VI) Limbah Cair Industri Pelapisan Logam.pada tabel 2
4. Pengambilan Kembali Krom dengan Serbuk Besi .
a. proses pembuatan FeSO4
b. Proses Reduksi
c. Proses pengendapan
Adapun hasil analisis kadar Cr(VI), Cr(III) dan %

pengambilan kembali krom dengan serbuk besi


Abbas, E, et. al, 2005, Chromium (III) Removal and
Recovery from Tan- neryy Wastewater by Precipita- tion
Process, American Journal of Applied Sciences 2 (10):
1471 1473. Alearts,S dan Santika S.S, 1987, Metode
Penelitian Air, Usaha Nasional, Surabaya. Djarwanti,
1985, Pencemaran Lingkungan Akibat Buangan dan
Kemungkinan Penanganannya, Jakarta : Warta Balai
Industri. Hartomo, AJ., Kaneko T, 1992, Mengenal
Pelapisan Logam (Elektroplating), Penerbit Andi Offset,
Yogyakarta. Imamkhasani S, Rusyandi Y, Paudanan J,
1998, Pengambilan Kembali Krom dari Limbah Padat
Elektroplating, Buletin IPT No.4 Vol IV. Mahida, U.N.
1996. Pencemaran Air dan Pemanfaatan Serbuk Besi
Untuk Penurunan
Pemanfaatan Air Limbah Industri.
1. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian adalah:
a. Kadar krom(VI) limbah cair industri pelapisan logam
adalah 2802,98 ppm.
b. Kondisioptimum pengambilan kembali (Recovery) krom
menggunakan serbuk besi 3 gr (6%) dan 10 ml H2SO4 2N
(20%) dari limbah cair serta waktu reduksi 7 menit.
2. Rekomendasi Dari penelitian yang telah dilakukan dapat
direkomendasikan hal-hal sebagai berikut:
a. Untuk membantu mengatasi masalah pencemaran
lingkungan, proses pengambilan kembali/daur ulang limbah
menjadi bahan bermanfaat perlu digalakkan.
b. Untuk meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang
mengandung bahan beracun dan berbahaya menjadi bahan
kimia yang bermanfaat sehingga dapat meningkatkan
keuntungan perusahaan. c. Pengambilan kembali krom
dalam bentuk cairan sebagai Cr2(SO4)3 sehingga tidak
terlalu banyak bahan kimia yang digunakan dan proses lebih
singkat.