Anda di halaman 1dari 9

METODE

SEISMIK
REFLEKSI
(PANTULAN)
Disusun Oleh :
Asep Saepulla (10070111148)
M. Atik Bawazier (100701120..)
Ade Irma Melati(100701120..)
Susanti Lestari (100701120..)
David Chandra K (10070112047)
Rattu V (10070112...)
M. Jaka (10070112...)
METODE SEISMIK PANTUL
(REFLEKSI)
Metode seismik merupakan salah satu bagian dari
seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode
geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan
menggunakan sumber seismic (palu, ledakan, dll).
Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di
dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-
hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami
pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya
perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak
tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai
fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat
diperkirakan bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Seismik pantul, analisis dikonsentrasikan
pada energi yang diterima setelah getaran awal
diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari
adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan
dari semua interface antar lapisan di bawah
permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat
disamakan dengan echo sounding pada
teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar.
Informasi tentang medium juga dapat diekstrak
dari bentuk dan amplitudo gelombang pantul
yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat
cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan
masih sama dengan seismik bias, yaitu analisis
berdasar kontras parameter elastisitas medium.
Metoda Seismik Refleksi
Tujuan utama dari suatu survei seismik refleksi
adalah memberikan informasi mengenai geologi
bawah permukaan. Metoda seismik refleksi ini
dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
Seismik dangkal (shallow seismic reflection)
yang umumnya digunakan dalam eksplorasi
batu bara dan bahan tambang lainnya.
Seismik dalam yang umum digunakan untuk
eksplorasi daerah prospek hidrokarbon.
Parameter-parameter yang
Harus Diperhatikan
Data seismik sangat ditentukan oleh kesesuaian
parameter lapangan yang digunakan dengan kondisi
geologi dan kondisi permukaan daerah survei.
Beberapa parameter lapangan yang harus ditentukan
dan disesuaikan dengan kondisi lapangan adalah sebagai
berikut :
Jumlah dan susunan geopon
Interval sampling
Jumlah bahan peledak dan kedalaman lubang bor
Jarak antar titik tembak
Jarak antara geopon
Geometri penembakan
Filter (high-cut dan low-cut).
Cara Penentuan Parameter
Lapangan
Analisa Noise (gangguan)
Susunan Geophone (array geophone)
Test Kedalaman dan Jumlah Dinamit
Jarak Titik Tembak
Geometri Penembakan
Filter (Low Cut And High Cut)
Sampling Rate
Prosedur Pengambilan
Data di Lapangan
Pemasangan Patok
Pemasangan Geophone
Pemasangan Sumber Peledak
Persiapan Alat Perekaman Data Seismik
Penembakan
Pencatatan Data Pengamatan Pada Observasi
Log
Keuntungan Dan
Kekurangan Seismik Refleksi
Keunggulan
a) pengukuran seismik pantul menggunakan offset yang lebih kecil
b) seismik pantul dapat bekerja bagaimanapun dalam perubahan
kecepatan sebagai fungsi kedalaman
c) seismik pantul lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks

) Kekurangan

a) karena lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk


memberikan citra bawah permukaan yang lebih baik, maka biaya
akuisisi menjadi lebih mahal
b) prosesing seismik refleksi memerlukan komputer yang lebih
mahal, dan system data base yang jauh lebih handal
c) karena banyaknya data yang direkam, pengetahuan terhadap
database harus kuat, diperlukan juga beberapa asumsi tentang
model yang kompleks dan interpretasi membutuhkan personal
yang cukup ahli