Anda di halaman 1dari 36

Laporan Kasus

DEMAM BERDARAH DENGUE DGN


RECURRENT SHOCK DAN EXPANDED
DENGUE SYNDROME

ANNISA SABRINA K.
Pembimbing :
dr. Juftriani Ismy,
M.ked(ped),Sp.A(K)

BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN ANAK


PENDAHULUAN
LAPORAN KASUS
Anamnesis
Keluhan Utama :
Demam
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien rujukan RSIA datang dengan keluhan demam yang
timbul sejak 2 hari SMRS. Demam dirasakan tinggi dan
menurun dengan obat penurun panas namun menurut
ibu pasien badan pasien tetap hangat. Pasien juga
mengeluhkan adanya mual muntah. Muntah berisikan
makanan yang dimakan dan muntah tidak berwarna
kehitaman. Pasien juga mengeluhkan mual dan tidak
nafsu makan. Keluhan ini dirasakan seiring dengan
timbulnya demam. Pasien juga mengeluhkan nyeri
kepala, yang disertai dengan mata terasa pedih dan nyeri
pada sendi-sendi yang timbul 2 hari SMRS. Saat tiba di
IGD RSUDZA Banda Aceh, pasien dalam keadaan gelisah
Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien tidak pernah menderita
penyakit berat sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluhan yang sama di
keluarga
Riwayat Pemakaian Obat :
Tidak ada
Riwayat Kehamilan :
Ante Natal Care dilakukan secara rutin ke puskesmas, hamil
cukup bulan, ibu tidak sakit selama hamil .
Riwayat Obstetri :
Gravida, Partus, Abortus : G2P2A0
Umur Kehamilan : 40-41 minggu minggu
Riwayat Persalinan :
Pasien anak ke 2 lahir secara per vaginam dengan usia
kehamilan cukup bulan sesuai masa kehamilan. Berat Badan
Lahir 3300 gram bayi lahir segera menangis.
Riwayat Imunisasi :
Tidak lengkap, pasien hanya mendapat vaksin Hepatitis B
Riwayat Makanan :
Pada 0 6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan 2 tahun : ASI + MPASI
2 sekarang : makanan keluarga
Pemeriksaan Fisik
Data Antropometri

Usia Kronologis :
BB : 30 kg
TB : 116 cm
IMT : 23,5
BB/U : 99%
TB/U : 90%
IMT/U : >95%
Kesan: obesitas

Status Generalis
Konjungtiva
pucat (-)
Normocepha
li
Normotia
NCH (-)
sekret (-)
Pembesaran
KGB (-)
Pucat (+)
Ret.IC (-), BJ I >
Ikterus (-)
BJ II, Reguler,
Bising (-)
Sianosis (+/
+) Simetris, Retraksi
Edema (-) (+), Bentuk dada
Gerakan normal, Pernafasan,
Soepel, Distensi (-) thorakoabdominal,
lemah
Perempuan, Tali pusat mengkilat Vs(+/+), Rh (-/-), Wh
Anus (+) (+) (-/-)
peristaltik (+)
Pemeriksaan Penunjang
Jenis 26/12 26/12 26/12 26/12 27/12
Nilai Rujukan
Pemeriksaan 02.00 08.00 17.30 23.00 06.00
Hemoglobin 17,8 16,4 14,0 16,6 16,3 12,0 14,5
g/dL
Hematokrit 51 48 40 48 48 37 47 %
Eritrosit 6,7 6,3 5,4 6,4 6,3 4,25,4
106/mm3
Leukosit 18,6 20,1 14,5 26,4 30,6 4,5-10,5
103/mm3
Trombosit 46 47 25 27 22 150-
450103/mm3
MCV 75 75 74 76 76 80-100 fL
MCH 27 26 26 26 26 27-31 pg
MCHC 35 35 35 34 34 32-36 %
RDW 18,3 18,1 17,2 18,4 18,3 11,5-14,5 %
Eosinofil 0 0 0 0 0 0-6 %
Basofil 0 0 0 0 0 0-2 %
Neutrofil 1 1 0 0 0 2-6 %
Batang
Neutrofil 60 52 69 65 68 50-70 %
Segmen
Limfosit 33 40 20 21 22 20-40 %
SGOT 1324 <31
Jenis 27/1 27/12 27/1 28/1 29/1 Nilai
Pemeriksaan 2 14.00 2 2 2 Rujukan
10.0 20.0 12.0 12.0
0 0 0 0
Hemoglobin 12,1 12,0 11,2 9,6 9 15,0 24,6
g/dL
Hematokrit 35 34 32 27 25 5,3 63 %
Eritrosit 4,6 4,7 4,3 3,6 2,5 4,4 5,8
106/mm3
Leukosit 26 25,5 31,2 27,8 3,5 5,0-21,0
103/mm3
Trombosit 24,5 30 37 68 78 150-450
103/mm3
MCV 75 74 74 74 73 80-100 fL
MCH 26 26 26 27 26 27-31 pg
MCHC 35 35 35 36 36 32-36 %
RDW 16,3 16,2 16,2 15,9 16,0 11,5-14,5 %
Eosinofil 0 0 0 0 0 0-6 %
Basofil 0 0 0 0 0 0-2 %
Neutrofil 0 0 0 1 1 2-6 %
Batang
Jenis Pemeriksaan 2/1 Nilai Rujukan
10.00
Hemoglobin 9,9 15,0 24,6 g/dL

Hematokrit 29 5,3 63 %
Eritrosit 3,9 4,4 5,8 106/mm3

Leukosit 21,4 5,0-21,0 103/mm3

Trombosit 380 150-450 103/mm3

MCV 76 80-100 fL
MCH 26 27-31 pg
MCHC 34 32-36 %
RDW 18,4 11,5-14,5 %
Eosinofil 1 0-6 %
Basofil 0 0-2 %
Neutrofil Batang 1 2-6 %
Neutrofil Segmen 40 50-70 %
Limfosit 36 20-40 %
Monosit 22 2-8 %
Diagnosa
Terapi
Planning

Edukasi keluarga
Prognosis
Demam
Berdarah
Dengue
Definisi
SIGNS AND SYMPTOMS
FAKTOR RISIKO
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSA BANDING
Predisposi Derajat Mulai Hipoksemi Respon
si Distres Gejala a Terhada
s p O2
DBD SC Aterm ++ Beberapa + +++
jam
DD Premature Preterm +++ Beberapa ++ ++
jam
Tonsilofar Ibu Pretem/ ++++ Hari ++ ++
ingitis mengalami aterm pertama/
akut infeksi lebih
TATALAKSANA
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
KESIMPULAN
TERIMAKASIH