Anda di halaman 1dari 13

KEPERAWATAN KELUARGA

DIRUMAH
DALAM RANGKA
REPLIKASI PENERAPAN
MODEL

OLEH KELOMPOK 4
LATAR BELAKANG

Visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah memandirikan masyarakat


untuk hidup sehat dan misinya adalah membuat rakyat sehat. Guna mendukung
terwujudnya Visi dan Misi tersebut, berbagai program kesehatan telah dikembangkan
termasuk pelayanan keperawatan kesehatan di rumah
Adapun strategi utama ( Grand Strategy ) DepKes RI adalah menggerakkan dan
memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans,
monitoring dan informasi kesehatan, meningkatkan pembiayaan kesehatan.
PENGERTIAN

Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah merupakan sintesa dari keperawatan


kesehatan komunitas dan keterampilan teknikal tertentu yang berasal dari spesialisasi
keperawatan tertentu. Pelayanan keperawatan di rumah mencakup pencegahan
primer, sekunder, dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan individu
dengan melibatkan keluarga atau pemberi pelayanan yang lain
TUJUAN

A. Umum : Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga


B. Khusus :
Terpenuhinya kebutuhan dasar (biologis, psikologis, sosiokultural dan spiritual) bagi pasien secara
mandiri
Meningkatnya kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan dan perawatan pasien di rumah
Meningkatnya kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah
Konsep / Model Teori Keperawatan Yang Mendukung Home
Care

Teori Lingkungan (Florence Nightingale) Nightingale lebih menekankan pada lingkungan fisik daripada
lingkungan sosial dan psikologis
Teori konsep manusia sebagai unit (Martha E. Rogers) tujuan keperawatan adalah untuk mempertahankan
dan meningkatkan kesehatan, mencegah kesakitan, dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit dan
tidak mampu dengan pendekatan humanistik keperawatan.
Teori Transkultural nursing (Leininger) seorang perawat tidak dapat memisahkan cara pandangan dunia,
struktur sosial dan keyakinan kultur (orang biasa dan profesional) terhadap kesehatan, kesejahteraan , sakit,
atau pelayanan saat bekerja dalam suatu kelompok masyarakat tertentu, karena faktor-faktor ini saling
berhubungan satu sama lain.
Theory of Human Caring (Watson, 1979) manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling
berhubungan diantaranya kebutuhan dasar biofisikial (kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan
makanan dan cairan, kebutuhan eliminasi dan kebutuhan ventilasi, kebutuhan psikofisikal (kebutuhan
fungsional) yang meliputi kebutuhan aktivitas dan istirahat, kebutuhan seksual, kebutuhan psikososial
(kebutuhan untuk integrasi) yang meliputi kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan organisasi, dan kebutuhan
intra dan interpersonal (kebutuhan untuk pengembangan) yaitu kebutuhan aktualisasi diri.
Teori Self Care (Dorothea Orem)
Perawatan Diri Sendiri (Self Care)
Self Care Defisit
Teori Dinamic dan Self Determination for Self Care (Rice) Perawat sebagai fasilitator dan
koordinator dari pilihan keseimbangan sehat sakit yang ditetapkan oleh pasien
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT

Peran
Manajer Kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan dengan anggota keluarga dan penyedia pelayanan kesehatan
atau pelayanan sosial yang lain untuk meningkatkan pencapaian pelayanan.
Pelaksana /Pemberi Asuhan : Memberikan pelayanan langsung dan melakukan supervisi pelayanan yang
diberikan oleh anggota keluarga atau pelaku rawat (care giver).
Pendidik : Mengajarkan keluarga tentang sehat sakit dan bertindak sebagai penyedia informasi kesehatan
Kolaborator : Mengkoordinir pelayanan yang diterima oleh keluarga dan mengkolaborasikan dengan keluarga
dalam merencanakan pelayanan.
Pembela (Advocate) : Melakukan pembelaan terhadap pasien melalui dukungan peraturan.
Konselor : Membantu pasien dan keluarga dalam menyelesaikan masalah dan mengembangkan koping yang
konstruktif.
Penemu Kasus dan Melakukan Rujukan : Melibatkan diri dalam menemukan kasus di keluarga dan melakukan
rujukan secara cepat.
Penata lingkungan rumah : Melakukan modifikasi lingkungan bersama pasien dan keluarga dan tim kesehatan
lain untuk menunjang lingkungan sehat.
Peneliti : Mengidentifikasi masalah praktik dan mencari jawaban melalui pendekatan ilmiah.
FUNGSI

Fungsi sebagai Manajer Kasus


Fungsi sebagai Pemberi Asuhan :
Fungsi sebagai Pendidik :
Fungsi sebagai Kolaborator :
Fungsi sebagai Pembela :
Fungsi sebagai Konselor :
Fungsi Penemu Kasus dan Melakukan Rujukan :
Fungsi Penata Lingkungan Rumah
Fungsi Peneliti :
Pengkajian Kebutuhan dan Potensi
pasien /keluarga

Saat melakukan kunjungan rumah, manajer kasus mengkaji faktor-faktor yang


mempengaruhi status kesehatan pasien meliputi:Kondisi fisik pasien , PSIKOLOGIS,
social ekonomi, pola prilaku terkait program diet, sumber-sumber yang tersedia
dikluarga maupun masyarakat.

Menggunakan data-data yang telah terkumpul untuk menentukan kebutuhan pasien


terhadap pelayanan kesehatan yang diperlukan. Pilihan kebutuhan ini disesuaikan
dengan kondisi pasien dan sumber yang tersedia.
ASUHAN KEPERAWATAN
Asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien di rumah menggunakan metode proses
keperawatan meliputi tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi

Pengkajian
Pengkajian difokuskan pada:
Pengkajian riwayat kesehatan :
a. Respon dan persepsi pasien terhadap status kesehatan
b. Riwayat penyakit masa lalu ( riwayat dirawat di RS/ pelayanan kesehatan lain,
tindakan medik/ pemeriksaan diagnostik yang pernah dilakukan)
c. Faktor risiko
d. Kemampuan mengatasi masalah
e. Riwayat penyakit keluarga
Pengkajian lingkungan sosial dan budaya yang meliputi :
. Status sosial ekonomi
. Kondisi tempat tinggal dan lingkungan
. Ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan pasien
. Tersedianya dukungan keluarga
. Faktor budaya yang mempengaruhi kesehatan
Lanjutannn

Pengkajian spiritual mencakup nilai dan keyakinan yang dianut yang mempengaruhi
kesehatan
Pemeriksaan fi sik dan status kesehatan pasien saat ini
Pengkajian kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Pengkajian kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit.
Lanjutannnn..

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengkajian adalah pasien harus
dilihat secara holistik dan unik, perawat harus selalu obyektif, format-format yang
digunakan harus sesuai, memperhatikan tempat untuk wawancara, pengumpulan data
dilakukan secara terus menerus dan dicatat secara menyeluruh, akurat dan sistimatik.
TERIMAKASIH