Anda di halaman 1dari 13

Komunikasi, Adopsi dan Difusi Inovasi

I. Komunikasi
a. Pengertian Komunikasi
Komunikasi: Proses penggunaan pesan ole dua orang
atau lebih, dimana semua pihak saling berganti pera
sebagai pengirim da penerima pesan, sampai ada saling
pemahaman atas pesan yang disampaikan oleh semua
pihak (Schramm, 1977)

2 model Komunikasi:
1. Komunikasi Bersifat garis lurus (Linear)
2. Komunikasi bersifat memusat (Convergence)

Pert. 3,4
dan 5
Beberapa pokok pemahaman pada proses
komunikasi memusat dalam Kegiatan Penyuluhan

1. Proses komunikasi didalam penyuluhan


harus merupakan proses timbal balik,
2. Kedudukan penyuluhan adalah sejajar
dengan klienya serta stakeholder yang
lain.
3. Respon yang diberikan oleh klien, tidak
harus sesuiai dengan yang diharapkan
oleh penyuluhnya.
b. KEJELASAN KOMUNIKASI
Kejelasan komunika si sangat tergantung
kepada keempat unsur komunikasi,yaitu:
1. Unsur penyuluh dan sasarannya,
Pada asfek ini gangguan komunikasi disebbkan oleh:
a. Kekurangtrampilan, b. Kesenjangan tingkat pengetahuan, c. Sikap
yang kurang saling menerima, d. Perbedaan latar belakang sosial
budaya.
2. Unsur Pesan, pesan yang baik:
a. Mengacu pada kebutuhan masyarakat, b. Disampaaikan dg bahsa
yang baik, c. Tidak membutuhkan korbanan yg memberatkan, d.
Memberikan harapan peluang keberhasilan yg tinggi, d. dapat
ditrapkan sesuai dengan kondisi
3. Unsur media/ saluran komunikasi
Penyuluhan = perubahan perilaku kelompok sasaran

Cara Merubah Perilaku Sasaran dalam Komunikasi:

1) Persuasive
2) Pervasion
3) Compulsion
4) Coersion
C. Mengefektifkan Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian

Kendala umum yang menyebabkan


kegagalan komunikasi:
1. Komunikasi yang tidak efisien, yang disebabkan
oleh:
- Tujuan komunikasi yang tidak jelas
- Kebasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh
komunikato (gerakan-gerakan, mengucapkan
berulang untuk kata yg sma)
2. Salah pengertian , yang disebabkan oleh:
- perbedaan tujuan antara penyuluh dan sasaran
-Perbedaan latar belakang pendidikan, ekonomi
dan sosial budayapenyuluh dengan sasaran
INOVASI
II. Pengertian Inovasi

Rogers & Shoemaker(1971):ide-ide


baru ,praktek baru/obyek yang dapat dirasakan
sebagai sesuatu yg baru oleh
individu/masyarakat sasaran penyuluhan.
Umum: sesuatu ide,produk,informasi
teknologi kelembagaan,perilaku,nilai-nilai&
praktek-praktek yg belum banyak
diketahui,diterima,digunakan/diterapkan/dilaksa
nakan oleh sebagian besar warga masyarakat
dalam suatu lokalitas tertentu yg dpt
digunakan/mendorong terjadinya perubahan-
perubahan disegala aspek kehidupan
masyarakat demi selalu terwujudnya perbaikan-
perbaikan mutu hidup setiap individu&seluruh
warga masyarakat yg
bersangkutan(Mardikanto,1988).
III. PENGERTIAN ADOPSI

Adopsi, dalam proses penyuluhan, pada


hakekatnya dapat diartikan:
Proses penerimaan inovasi dan atau
perubhan perilaku yang berupa:
Pengetahuan (cognitive), sikap (effective),
maupun keterampilan (psycho-motoric)
pada diri seseorang setela menerima
inovasi yang disampaikan penyuluh
oleh masyarakat sasaran.
a. Tahapan Adopsi
1) Awareness (Kesadaran)
2) Interest (tumbuhnya minat/ ketertarikan)
3) Evalution (Penilaian)
4) Trial (Mencoba)
5) Adoption (menerima/menerapkan)
b. Ukuran Adopsi Inovasi
Totok Mardikanto (1994), Mengukur tingkat
adopsi
dengan tiga tolak ukur:
1. Kecepatan atau selang waktu antara diterimanya
informasi dengan penerapan yang dilakukan.
2. Luas penerapan inovasi atau proporsi luas lahan
yang telah diberi inovasi baru.
3. Mutu intensifikasi dengan membandingkan
penerapan dengan rekomendasi yg
disampaikan oleh penyuluh.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Adopsi

Dari khasanah kepustakaan diperoleh informasi


bahwa kecepatan adopsi ternyata dipengaruhi oleh:

a. Sifat-sifat atau karakteristik inovasi


b. Sifat-sifat atau karakteristik calon
pengguna
c. Pengambilan keputusan adopsi
d. Saluran atau media yang digunakan
e. Kualifikasi inovator
Kajian terhadap faktor-faktor penentu adopsi inovasi
dapat dilakukan melalui lima pendekatan sekaligus,
yaitu:
I. Pendekatan Komunikasi
Bertolak dari konsep ini, maka proses adopsi inovasi
ditentukan oleh:
a. Sifat-sifat Inovasi
Sifat Intrinsik:
1. Informasi ilmiah yang melekat/diletakan pada
inovasi-nya
2. Nilai-nilai atau keunggulan yang melekat pada
inovasinya
3. Tingkat kerumitan
4. Mudah/tidaknya dikomunikasikan
5. Mudah/tidaknya inovasi tersebut dicobakan
6. Mudah/tidaknya inovasi tersebut diamati
Sifat Ekstrinsik
1. Kesesuaian inovasi dengan lingkungan stempat
2. Tingkat keunggula relatif dari inovasi yang
ditawarkan.
b. Kualitas Penyuluh

Terdapat empat tolak ukur yang perlu mendapat


perhatian:
a. Kemampuan dan keterampilan penyuluh untuk
berkomunikasi
b. Pengetahuan penyuluh tentang inovasi yang
akan disu-luhkan
c. Sikap penyuluh, baik terhadap inovasi, sasaran,
dan pro-pesinya
d. Kesesuaian latar belakang sosial-budaya
penyuluh dan sasaran.
c. Sumber informasi yang dimanfaatkan

d. Saluran Komunikasi yang digunakan


e. Status sosial ekonomi penerima atau
pengguna inovasi
II. Pendekatan Pendidikan
Proses adopsi yang merupakan sala satu bentuk
tanggapan atas ransangan yang diterima,
sangat tergantung pada manfaat atau reward.
III. Pendekatan Pysicho-social
Secara pisikologis, kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang (untuk melakukan atau tidak melakukan
sesuatu), dilatar belakangi oleh adanya motivasi.
IV. Pendekatan sistem agribisnis

V. Pendekatan Pengembangan masyarakat


Tujuan akhir dari penyuluhan pertanian adalah untuk
membentuk kelompok sasaran menjadi profesional,
mandiri dan berjiwa Enterpreneurship.