Anda di halaman 1dari 54

Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR)

Measured by the Streck ESR-Auto Plus Is


Higher Than With the Sediplast
Westergren Method
A Validation Study
Vennapusa, et al (2011)

dr. I Putu Sidhi Rastu K


Pembimbing: Dr.dr. Sianny Herawati SpPK

1
ABSTRAK

2
ESR adalah indikator nonspesifik aktivitas
penyakit dan sering digunakan untuk
membantu diagnosis dan follow up
berbagai penyakit inflamasi.
Metode westergren adalah metode
referensi untuk mengukur ESR
Streck ESR-Auto Plus dilakukan tes
validasi terhadap metode Westergren

3
113 sampel darah EDTA diukur nilai ESR
nya dengan Sediplast dan Streck
Terdapat korelasi yang baik antara
metode sediplast dan streck (0.95)
menggunakan korelasi pearson.

4
Intercept y pada 6.5 mengunakan regresi
linear, mengindikasikan terdapat bias
sistematik dengan perbedaan mean 7.13
menggunakan test t (P<0,0001)
Peneliti mengubah rentang referensi untuk
mengatasi bias sistematik yang ditemukan
selama validasi

5
PENDAHULUAN

6
ESR = laju sedimentasi sel darah merah
dan sering digunakan secara nonspesifik
memantau aktivitas penyakit, dan
membantu diagnosis berbagai penyakit
inflamasi.
Terbagi menjadi 3 fase:
Agregasi sel darah merah
Presipitasi/sedimentasi
packing
7
Faktor yang mempengaruhi:
Jumlah dan bentuk sel darah merah
Viskositas plasma
Diekspresikan dalam milimeter/jam
Bervariasi berdasarkan kelompok umur
dan jenis kelamin

8
Pertama kali diperkenalkan oleh westergren dan
Fahraeus metode westergren
ICSH merekomendasikan metode westergren
Modifikasi metode westergren menggunakan
EDTA untuk menurunkan pengenceran (< 1%)
menurunkan kesalahan. 1,2,3
Metode otomatis untuk meminimalisir kontak
dengan produk darah dan memperbaiki
turnaround time

9
ESR meningkat berdasarkan umur dan
lebih tinggi pada wanita daripada pria 4,5
Sistem sediplast ESR memiliki metode
westergren (antikoagulan sitrat) dan
modifikasi (antikoagulan EDTA) metode
referensi

10
Streck ESR auto plus: otomatis, lebih
cepat
Hasil diprint otomatis
Tabung 1,2 ml berisi 3.2% sodium sitrat
sebagai antikoagulan dimasukkan darah
EDTA
Tabung vakum terdiri dari tabung high-
altitude dan low-altitude
11
MATERIAL DAN METODE

12
113 sampel darah K-EDTA untuk analisis
DL rutin di Laboratorium RS universitas
New Mexico (dua laboratorium)
Rentang usia: 2-82 tahun
53 laki-laki, 60 perempuan

13
Dilakukan dalam 12 jam setelah
pengambilan sampel dan tidak pernah
melewati 24 jam.
Sampel dari lab satelit, disimpan pada
suhu 40C, dikirim dalam 8-10 jam
diinkubasi selama 1 jam pada suhu
ruangan sebelum di tes
Tercampur dengan baik dengan inversi
tabung secara manual 10 kali setelah
pengambilan
14
Metode Sediplast Westergren
Dilakukan dengan mencampur 0,8 ml
darah K-EDTA dalam vial berisi larutan
3.8% sodium sitrat (0,2 ml). Inversi
manual 10x.
Pipet sediplast (150 mm) dimasukkan ke
dalam vial, secara otomatis darah tertarik
ke tabung sampai level 0.
Diukur selama 60 menit 1menit.

15
16
Streck ESR-Auto Plus
Tabung vakum ESR high-altitude berisi
sitrat
Diisi secara manual sampai level yang
ditandai di tabung.
Mencampur sampel dengan sitrat selama
3 menit dengan mixer yang telah
disediakan
Tabung dimasukkan dalam alat, setelah
30 menit, hasil pengukuran secara
otomatis di print oleh instrumen 17
18
Evaluasi pengambilan langsung
menggunakan tabung Streck
Darah diambil dengan menggunakan
tabung high-altitude dan low-altitude dari
10 sukarelawan sehat
Perbedaan antara level pengisian ideal
dan aktual setelah sampling diukur dalam
milimeter.
nilai positif = diatas level ideal
Nilai negatif = dibawah level ideal
19
Analisis data
Korelasi pearson
Regresi linear
Paired t test

20
HASIL

21
22
Metode Streck Metode sediplast
westergren
Rentang nilai ESR 2-120 mm/jam 0-134 mm/jam
sampel
Dalam nilai 75 sampel 84 sampel
referensi
(sediplast
westergren)
Diluar nilai 38 sampel 29 sampel
referensi
Perbedaan nilai 28 mm/jam 7 mm/jam
paling tinggi
23
Korelasi pearson : 0.954 korelasi baik
Slope : 1.04
Y-intercept : 6.5

24
25
Nilai ESR lebih tinggi pada metode Streck
dibandingkan metode Westergren
Sediplast (P < .0001) pada semua grup
usia, baik dalam rentang ataupun diluar
rentang normal
Perbedaan Mean: 7.13

26
Presisi metode Streck auto plus

SD (95% CI) CV

Sampel 0.5 (0.3-0.9) 4.7 %


dalam nilai
referensi

Sampel diluar 2.5 (1.7-4.5) 3.6 %


nilai referensi

27
Laki-laki, 50 th Laki-laki, > 50 th
manual otomatis manual otomatis
Mean 4 9 5 11
SD 3.6 5.6 5.5 7.8
Mean + 2 SD 11.2 20.2 16 26.6
Nilai referensi
(mm/jam) :
Sediplast 0-15 - 0-20 -
(lama)
Streck (baru) - 0-21 - 0-25

28
Perempuan, 50 Perempuan, > 50 th
th
manual otomatis manual otomatis
Mean 7 13 10 18
SD 5.7 7.5 5.6 7.7
Mean + 2 SD 18.4 28 21.2 33.4
Nilai referensi
(mm/jam) :
Sediplast 0-20 - 0-30 -
(lama)
Streck (baru) - 0-28 - 0-33
29
30
Analisis tabung metode Streck
Tabung Streck low altitude secara
signifikan kurang terisi (m = -9.3 mm)
dibandingkan dengan tabung high altitude
( m = +2.7 mm) dengan P < .0001
Hasil ESR tidak berbeda signifikan (P = .
27)

31
PEMBAHASAN

32
Hasil ESR Streck ESR-Auto Plus lebih
tinggi daripada metode Sediplast
Westergren secara signifikan (P < .0001)
y-intercept pada garis regresi sebesar 6.5
mengindikasikan bias sistematik pada
metode Streck
Sesuai dengan survei sebelumnya oleh
College of American Pathologists (ESR-A
2009)6
33
ESR juga lebih tinggi pada metode
otomatis merk lain dibandingkan dengan
metode manual.
Kontrol bukan dari darah segar bukan
alasan karena didesain lebih stabil

34
ESR berbanding terbalik dengan ketinggian
(altitude)7
Laboratorium berlokasi 1 mil / 5.280 kaki diatas
level permukaan air, sehingga populasi pasien
mereka diharapkan memiliki ESR yang rendah
karena penurunan tekanan oksigen dan
polisitemia.
Hasil penelitian menunjukkan ESR metode
Streck yang tinggi, berkebalikan dengan yang
diharapkan.
35
ICSH1,2 merekomendasikan penggunaan
pengenceran pada hematokrit lebih dari
35%, sementara nilai referensi penelitian
memakai rentang 36%-45%
Antikoagulan yang digunakan adalah sitrat
yang menghasilkan pengenceran darah
pada metode sediplast westergren dan
Streck.

36
Perbedaan volume darah pada tabung
Streck low-altitude dan high-altitude terjadi
secara signifikan, namun tidak
menunjukkan hasil ESR yang berbeda
secara signifikan (analisis pada 10
sukarelawan sehat)
Perlu diverifikasi pada sampel yang lebih
besar.

37
Pengukuran ESR pada kedua metode
dilaksanakan segera setelah pengambilan
darah dan setelah direfrigerated untuk 24
jam.
Tidak ada perbedaan hasil pada sampel
yang segera diperiksa dan yang disimpan
pada kulkas selama 24 jam (P = 0.78)
pada metode Streck

38
Normalisasi sampel darah di suhu ruangan
(1 jam) diperlukan untuk pemeriksaan
metode Streck
Perbandingan antara pemeriksaan yang
langsung dilakukan, dengan penyimpanan
pada 2-10 0 C pada 8 jam, dengan
normalisasi pada suhu ruang atau tidak,
tidak memberikan perbedaan yang
signifikan pada metode Streck
39
KESIMPULAN
Dua metode ini berkorelasi 95%
y-intercept 6.5 menandakan adanya bias
sistematik
Faktor dataran tinggi tidak berkontribusi.
Faktor pengenceran tidak berkontribusi,
karena pada Hct yang tinggi, justru
dibutuhkan pengenceran (ICSH)
Faktor antikoagulan (sitrat) tidak
berkontribusi. 40
Level pengisian tabung ESR dataran
tinggi dan rendah tidak memberikan hasil
yang berbeda
Instabilitas penyimpanan disangkal
Temperatur sampel tidak berpengaruh
pada hasil ESR menggunakan metode
Streck.
Instrumen otomatis lain juga memberikan
hasil yang sama (meningkat palsu)6
41
Diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk
mengetahui faktor yang berperan pada
perbedaan ini
Revisi standardisasi interval referensi
untuk instrumen otomatis.

42
Daftar Pustaka
1. Bull BS, Caswell M, Ernst E, et al. ICSH recommenda
tions for measurement of erythrocyte sedimentation
rate.
J Clin Pathol. 1993; 46: 198-203
2. Bull BS, Chien S, Dormandy
JA, et al. Guidelines on selection of laboratory test
s for monitoring the acute phase response.
J Clin Pathol. 1988;41:1203-1212
3. Koepke JA, Bull BS, Simson E, et al. Reference and
selected procedure for the erythrocyte sedimentation
rate (ESR) test; Approved standard, 4th ed. Wayne,
PA: National Committee for Clinical Laboratory
43
Standards; 2000. NCCLS document H2-A4
4. Bottiger
LE, Svedberg CA. Normal erythrocyte sedim
entation rate and age.
Br Med J. 1967;2:85-87
5. Shearn MA, Kang IY. Effect of age and sex
on the erythrocyte sedimentation rate. J
Rheumatol. 1986;13:297-298.
6. George TI, Etzell JE, Clarke MR, et al. ESR:
A Participant Summary. College of American
Pathologists Proficiency Surveys, 2009.
44
7. Miao G. Reference value of younger peoples eryth
rocyte sedimentation rate and altitude [letter].
J Lab Clin Med. 2004;143:367-368.
8. Hunsley B, Reiss R, McCarthy K, et al. Streck
ESR-vacuum tubes stabilize whole blood for acc
urate ESR testing for extended time.
Erythrocyte Sedimentation Rate Application Note
. Issue 1. http://www.Streck.com/pdf/Papers/Hem
atology/
Streck_ApplicationNote_ESR_320533.pdf. Acces
sed February 13, 2010.
9. Hunsley B, Reiss R, Miller-Lindholm 45A. Streck
ESR-vacuum tubes yield stable erythrocyte sedim
TERIMAKASIH

46
47
48
49
50
51
52
53
54