Anda di halaman 1dari 39

PROLAPSUS UTERI

PENDAHULUAN

Secara harafiah, prolaps berarti "jatuh


dari tempat".
Kata ini diambil dari bahasa Latin prolabi
yang berarti "rontok".
Dalam istilah medis, prolaps adalah
kondisi di mana organ terjatuh atau
keluar dari posisi semestinya
PENDAHULUAN

Diperkirakan lebih dari 50% wanita yang


pernah melahirkan normal akan
mengalami keadaan ini
Tapi tidak hanya diderita oleh wanita
yang pernah melahirkan saja.
Wanita yang belum pernah melahirkan
pun dapat mengalami gangguan ini, tapi
kemungkinannya kecil.
DEFINISI

Prolapsus uteri adalah turunnya uterus


dari tempatnya yang normal akibat
kelemahan otot dan fasia ataupun
ligamen yang menyangganya melalui
hiatus genitalis
STRUKTUR PENYANGGA
UTERUS
Prolapsus
uteri terjadi karena
kelemahan ligamen endopelvik terutama
ligamentum tranversal
STRUKTUR PENYANGGA
UTERUS
Ligamentum Sacrouterina dari permukaan
postero-lateral servik menuju permukaan anterior
sacrum dan membentuk short hammock
Ligamentum latum dari sisi lateral uterus menuju
dinding lateral panggul yang menyerupai sayap.
2/3 medial tepi atas : meso salphynx
1/3 lateral tepi atas : ligamentum
infundibulo-pelvicum.
Dasar jaringan ikat keras, menyatu
dengan dasar panggul : ligamentum
Cardinale (Mackenrodt ).
ETIOLOGI

Kelemahan ligamen endopelvis dan otot


atau fasia dasar panggul
Terlalu sering melahirkan
Partus dengan penyulit sehingga
mengakibatkan partus lama
Perasat Crede
Kelainan bawaan, terjadi pada wanita
muda atau nullipara
Menopause
ETIOLOGI

Tekanan intra abdominal yang tinggi:


Asites

Tumor pelvis
Batuk kronis

Konstipasi kronis

Asma

Obesitas

Pekerjaan - pengangkat beban berat


JENIS
Prolapsus dinding depan vagina :
Sistokel ( prolapsus kandung kemih )
Turunnya kandung kemih melalui fasia puboservikal,
sehingga dinding vagina jadi tipis dan disertai
penonjolan ke dalam lumen vagina. Pada sistokel
yang besar akan menarik utero vesical junction dan
ujung ureter ke bawah dan keluar vagina, sehingga
kadang dapat menyebabkan penyumbatan dan
kerusakan ureter bila tidak dikenali.
Urethrocele ( prolapsus urethra )
Hilangnya penyokong dari fasia puboservikal dan fasia
pubo urethralis.
JENIS

Prolapsus dinding belakang vagina :


Enterokel
Biasanya berisi usus halus atau omentum dan
mungkin menyertai uterus turun ke dalam
vagina.
Rektokel
Kelemahan dinding vagina belakang yang
menyebabkan penonjolan dari rectum ke
dalam vagina. Rectum turun melalui septum
rektovaginal dan menyebabkan dinding vagina
menonjol ke depannya.
JENIS
Prolapsus bagian atas vagina :
Prolapsus uteri.
Friedman dan Little ( 1961 ) membaginya menjadi:

Desensus Uteri : uterus turun, serviks masih dalam vagina


Derajat I : uterus turun, serviks paling rendah, tapi masih dalam
introitus vagina. Uterus sedikit turun ke dalam vagina dan
biasanya keadaan ini tidak disadari oleh penderita. Serviks
mendekati prosesus spinosus.
Derajat II : sebagian uterus keluar (kurang dari setengah bagian)
dari vagina. Serviks terdapat antara prosesus spinosus dan
introitus vagina
Derajat III : lebih dari setengah bagian atau seluruh uterus keluar
dari vagina. Keadaan ini disebut sebagai prosidensia uteri.
Serviks keluar dari introitus vagina.
JENIS

Prolapsus vagina ( vaginal vault ) :


vaginal vault adalah puncak vagina dan
bagian ini dapat turun dengan sendirinya
pasca histerektomi. Komplikasi ini terjadi
pada 15% pasien pasca histerektomi.
JENIS
GEJALA DAN TANDA
Sering tidak menimbulkan gejala atau
keluhan, terutama bila derajat masih rendah
Perasaan ada sesuatu yang mengganjal
atau keluar dari vagina
Rasa tak nyaman di abdomen bagian
bawah, terutama di panggul dan pinggang
(backache), yang berkurang atau bahkan
menghilang bila berbaring
Sistokel memeberikan gejala seperti
inkontinensia urine, dysuria, miksi sedikit-
sedikit
GEJALA DAN TANDA
Prolapsus uteri memberikan gejala:
pengeluaran serviks dari vulva sehingga terasa
mengganggu saat berjalan atau bekerja.
Gesekan portio dan celana menyebabkan lecet
bahkan sampai menyebabkan dekubitus.
Selain itu, lekore karena kongesti pembuluh
darah pada serviks dan infeksi pada portio.
Enterokel dan rektokel menyebabkan gejala
perasaan berat di rongga panggul, konstipasi,
gangguan defekasi
TERAPI

Tujuan utama terapi adalah :


Menghilangkan keluhan
Restorasi hubungan anatomis yang
normal
Restorasi fungsi organ visera
Memungkinkan aktivitas sanggama
berlangsung normal
TERAPI

Faktor yang harus dipertimbangkan dalam


menentukan terapi prolaps ialah
keadaan umum
Umur
masih bersuami atau tidak
tingkat prolaps
NON OPERATIF
Terapi agresif seringkali tidak perlu dikerjakan
tidak bersifat life threatening .
Kekurangan pengobatan dengan cara ini
adalah bersifat sementara dan kurang
memuaskan
Pilihan ini dapat diaplikasikan pada kasus-
kasus seperti:
Prolaps tanpa keluhan
Masih ingin punya anak

Menolak dioperasi

Kondisi jelek (inoperable)


NON OPERATIF

Latihan otot dasar panggul

untuk memperkuat otot dasar panggul dan


otot yang mempengaruhi miksi.
dilakukan selama beberapa bulan.
Caranya penderita diminta mengecupkan
anus dan jaringan dasar panggul seperti
setelah selesai berhajat atau penderita
diminta membayangkan sedang kencing dan
tiba-tiba menghentikannya. Kegiatan ini
sering dikenal sebagai senam kegel.
NON OPERATIF
Kontraksi otot dasar panggul saat sedang berlatih
dapat diukur dengan menggunakan perineometer.
Alat ini untuk memastikan tekanan udara dalam
vagina setelah seorang wanita diminta untuk
memerasnya sekeras mungkin dan sekaligus untuk
mengukur hasil dari senam kegel yang telah ia
lakukan.
Arnold Kegel (1894-1981) adalah dokter kandungan
yang menemukan Perineometer Kegel dan latihan
kegel.Alat ini dibuat berdasarkan pengamatan bahwa
otot-otot dasar panggul melemah pasca melahirkan
OTOT DASAR PANGGUL
PERINEOMETER
NON OPERATIF
Stimulasi otot-otot dengan alat listrik, elektrode dipasang
dalam pessarium yang dimasukkan dalam vagina.

Pemasangan pessarium, Indikasi:


Kehamilan
Bila penderita belum siap atau menolak operasi
Sebagai terapi tes, menyatakan bahwa operasi harus
dilakukan
Untuk menghilangkan simptom yang ada, sambil
menunggu operasi dilakukan.
PESSARIUM
OPERATIF
Anterior kolporafi

untuk koreksi sistokel dan urethrokel.


memperbaiki fascia puboservikal untuk menyangga
vesica urinaria dan urethra.
setelah diadakan sayatan dan dinding vagina depan
dilepaskan dari kandung kencing dan uretra, kandung
kencing didorong ke atas, dan fasia puboservikalis
sebelah kiri dan kanan dijahit di garis tengah.
sesudah dinding vagina yang berlebihan dibuang,
dinding vagina yang terbuka ditutup kembali.
OPERATIF
Posterior kolporafi = kolpoperineoplastik

untuk koreksi rektokel dan enterokel.


mukosa dinding vagina belakang disayat dan dibuang berbentuk
segitiga dengan dasarnya batas antara vagina dan perineum,
dan dengan ujungnya pada batas atas rektokel.
lalu fasia rektovaginalis dijahit di garis tengah, dan kemudian m.
Levator ani kiri dan kanan didekatkan di garis tengah.
Luka pada dinding vagina dijahit, demikian pula otot otot
perineum yang superfisial.
Kanan dan kiri dihubungkan di garis tengah dan akhirnya luka
pada perineum dijahit.
OPERATIF
Ventrofiksasi
Untuk wanita yang tergolong muda dan masih ingin memliki
anak, dilakukan operasi untuk membuat uterus ventrofiksasi
dengan memendekkan ligamentum rotundum atau mengikatkan
ligamentum rotundum ke dinding perut atau dengan cara operasi
Purandare.

Operasi MANCHESTER
Merupakan kombinasi kolporafi anterior, lalu dilakukan amputasi
servik yang memanjang (elangosiokoli) dan kolpoperineorafi
posterior, lalu menjahit ligamentum Cardinale di depan puntung
servik supaya lebih pendek sehingga uterus anteversio.
Tindakan ini dapat mengakibatkan infertilitas, abortus, partus
prematurus, dan distosia servikalis pada persalinan
Histerektomi vaginal
Dikerjakan pada kasus prolapsus uteri tingkat
lanjut, dan pada wanita yang telah
menopause. Setelah uterus diangkat, puncak
vagina digantungkan pada ligamentum
rotundum kanan kiri, atas pada ligamentum
infundibulo pelvikum, kemudian dapat
dilanjutkan dengan kolporafi anterior dan
posterior untuk mencegah prolaps vagina di
lain hari.
Colpocleisis ( operasi Neugebauer-Le Fort)
Pada waktu obat-obat serta pemberian anastesi dan
perawatan pra/pasca operasi belum baik untuk wanita
tua yang tidak aktif lagi secara seksual dilakukan
operasi sederhana dengan menjahitkan dinding vagina
depan dengan dinding vagina belakang, sehingga
lumen vagina tertutup dan uterus terletak di atas
vagina. Tetapi operasi ini tidak memperbaiki sistokel
dan rektokelnya sehingga dapat menimbulkan
inkontinensia urine. Obstipasi serta keluhan prolaps
lainnya juga tidak hilang.
Colpopleksi

Menggantung puntung vagina


(transvaginal atau transabdominal) pada
sacrum atau ligamentum sacrospinosum
atau ligamentum sacrouterina
KOMPLIKASI

Keratinisasi mukosa vagina dan portio


uteri.
Ulkus servik (dekubitus).
Hipertrofi serviks uteri dan
elangosiokoli
Hemoroid
Infeksi jalan kencing
Inkarserasi usus halus
PENCEGAHAN
Menjaga berat badan dengan merubah gaya
hidup
Latihan otot dasar panggul ( Kegel Exercise )
Hindari konstipasi
Olah raga teratur
Berhenti merokok
Jangan mengangkat beban berat
Memperbaiki mekanisme persalinan
TERIMA KASIH