Anda di halaman 1dari 40

FARMASI FISIKA II

Oleh :
NAJMI HILALIYATI M,Farm.,Apt
PENDAHULUAN
FARMASI FISIKA
Merupakan penerapan ilmu fisika pada pembuatan sediaan farmasi

Obat yang sesuai


Sifat fisika zat aktif dan standar aman,
bahan pembantu (bahan berkualitas dan stabil
obat) hingga sampai ketangan
pasien
Menentukan bentuk sediaan obat yg akan
dibuat (preformulasi )
Ex : tablet, emulsi, salep dll

Teknik pembuatan ( produksi )


Ex : kecepatan putaran pengaduk yang
sifat sifat diperlukan untuk menghasilkan emulsi
yang baik
zat aktif evaluasi produk jadi sediaan
Ex: viskositas yang berkaitan dengan
kemudahan pasien dalam menuang obat
kesendok takar

melalui penerapan ilmu farmasi fisika


Waktu kadaluarsa , stabilitas obat
Peranan
farmasi fisika
bagi farmasis

sebagai dasar ilmu pengetahuan calon farmasis sebelum


melangkah ke prinsip ilmu lainnya (cabang dari ilmu farmasi
lain)
Membantu calon farmasis dalam mempelajari pengembangan
dan produksi sediaan farmasi secara optimal
LARUTAN

CAMPURAN HOMOGEN
ANTARA MOLEKUL, ATOM
ATAUPUN ION DARI DUA ZAT
Komponen
ATAU LEBIH YANG SALING penyusun :
MELARUTKAN SECARA FISIK
TIDAK DAPAT DIBEDAKAN LAGI

Konsentrasi larutan :
banyaknya zat terlarut Solut
dalam sejumlah tertentu Solvent
larutan
Kimia :
fisika : Molaritas (M)
% ,ppm, bpj Molalitas (m)
Normalitas (N)

Satuan
konsentrasi
fase solute & solvent
Kemampuan menghantarkan arus listrik
Jenis larutan

Sifat koligatif
Sifat larutan
Sifat fisikokimia obat di dalam larutan
Jenis larutan berdasarkan zat terlarut dan pelarut

Zat terlarut Pelarut Contoh


Gas Gas Udara
Cairan Gas Air dalam oksigen
Padatan Gas Uap iodium dalam udara
Gas Cairan Air berkarbonat
Cairan Cairan Alkohol dalam air
Padatan Cairan Larutan natrium klorida
dalam air
Gas Padatan Hidrogen dalam paladium
Padatan Padatan Campuran emas perak
Cairan Padatan Minyak
Kemampuan menghantarkan arus listrik

Nonelektrolit Elektrolit
Larutan yang diperoleh Larutan yang mengandung
dengan melarutkan zat zat zat yang dapat membentuk
yang tidak menghasilkan ion ion dalam larutan dan
apabila dilarutkan dalam air dapat mengahantarkan arus
sehingga tidak listrik
menghantarkan arus listrik Ex : Hcl, fenobarbital, NaS04
melalui larutan tersebut
Ex : sukrosa , gliserin, urea
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Tergantung pada
jumlah (konsentrasi)
Dikumpulkan partikel zat
Yunani
bersama-sama terlarutnya bukan
pada JENIS zat
terlarutnya
Tekanan
Osmosis

Penurunan
Kenaikan
tekanan
titik didih
uap

Penurunan
titik beku
Tekanan osmosis

Contoh :
Tekanan cairan infus yang Peristiwa mengalirnya
dimasukkan ketubuh pasien molekul zat pelarut dari
melalui pembuluh darah = larutan yang lebih encer
tekanan sel-sel darah. Bila
tekanan infus maka cairan kelarutan yang lebih
infus akan keluar dari sel darah pekat melalui selaput
semipermiabel secara
spontan
Persamaan terkait tekanan osmosis
Contoh perhitungan :
Persamaan Vant
hoff 1 g sukrosa dengan bobot
molekul 342 dilarutkan dalam
10000 ml larutan pada 37 C.
V = n RT berapakah larutan osmosis
larutan?
tekanan osmosis (atm) Mol sukrosa = g / BM
V volume larutan (L) = 1 / 342 = 0,0029
n jumlah mol zat terlarut
R konstanta gas (0,082 V = n RT
liter/atm/mol der
T temperatur absolute
10 = 0,029 . 0,082 . 310
= 7,37 atm
(T= 37 C+ 273)
Penurunan titik beku
temperatur ketika fase padat dan fase cair berada dalam kesetimbangan pada
tekanan 1 atm

Persmaan terkait

T f = Kf m

Atau T f = Kf 1000 w2
w1 M2

Ket :
Penurunan titik beku (T f )
Konstanta penurunan molal / konstanta krioskopi (K f )
air = 1,86
Contoh soal Contoh perhitungan

Berapakah titik beku larutan Berapakah penurunan titik


yang mengandung 3,42 beku larutan 1,3 m sukrosa
sukrosa dan 500 g air ? BM dalam air? Dengan
sukrosa 342 . konstanta krioskopi 2,1

Jawab : Jawab :

Gamal A. Mohamed, (2008), Alliuocide G, a new flavonoid with potent -amylase inhibitory activity from Allium cepa L., ARKIVOC , (11) 202-209.
Motode penurunan
titik beku :

Metode Beckman

Metode
Kesetimbangan
Larutan tidak jenuh : Larutan lewat
Larutan yang jenuh :
Larutan jenuh : mengandung solut Larutan pada suhu
dalam konsentrasi tertentu yang
Solute berada
dibawah konsentrasi mengandung solut
dalam
yang diperlukan lebih banyak dari
kesetimbangan
supaya terjadi pada normal
dengan fase padat
penjenuhan yang sehingga terdapat
sempurna pada suhu solut yang tidak
tertentu larut
Jambu Biji (Psidium guajava)
TINJAUAN BOTANI
Familiy :Myrtaceae
http://plants.usda.gov/java

NAMA DAERAH
Boyawat, Kowayas, Koyabas, Koyawas, Laine
Hatu, Lutu Hatu, Wayamas (Sulawesi), Glima
Breuh (Aceh) , Sotong (Bali), Anta Jau,
Attajaan, Galiman, Jambu Horsik (Batak),
Jambu Paratugala, Jambu Paratukaka, Jambu
Putih, Jambu Tella (Bugis)
Lim TK. Psidium guajava. Edible Medicinal And Non Medicinal Plants
[Internet]. Springer Netherlands; 2012. p. 684727. Available from:
http://dx.doi.org/10.1007/978-94-007-2534-8_95

SINONIM
Guajava pumila (Vahl) Kuntze, Guajava
pyrifera (L.) Kuntze, Myrtus guajava (L.)
Kuntze, Myrtus guajava var. pyrifera (L.)
Kuntze, Psidium angustifolium Lam., Psidium
aromaticum Blanco nom. Illeg.
http://dx.doi.org/10.1007/978-94-007-2534-8_95
Kegunaan
Bolivia :
Air rebusan dari Psidium guajava dicampur dengan beberapa sendok makan minyak buah
Orbigny Martiana, diminum 4 kali sehari untuk mengobati batuk.
Brazil :
Buah Psidium guajava digunakan untuk mengobati diare, sakit perut dan diabetes.
Pulau Canary : Ekstrak air panas dari buah kering digunakan sebagai antihemorrhoidal.
Cina :
biarawan di cina selatan mengkonsumsi ekstrak akar Psidium guajava untuk menekan libido.
Indonesia :
Air rebusan dari daun, secara oral digunakan untuk memperlancar menstruasi.
Thailand :
Air rebusan daun kering digunakan untuk mengobati diabetes.
Taiwan :
Jus buah segar Psidium guajava digunakan untuk mengobati diabetes, Air rebusan cabang
keringnya untuk mengobati penyakit liver.
Di beberapa negara seperti negeria, haiti, mexico, sinegal, rwanda digunakan sebagai anti
diare dan disentri.
Ross IA. Medicinal plants of the world: chemical constituents, traditional, and modern medicinal uses. Humana Press; 1999. 444 p.
Mangga (Mangivera indica)
Family : Anacardiaceae Sumac family

Sinonim :
Mangifera amba Forssk., Mangifera anisodora
Blanco, Mangifera arbor Bonti, Mangifera
austroindica Kosterm., Mangifera austro-
yunnanensis Hu, Mangifera balba Genibrel.
[USDA]. United States Department of Agriculture. Mangifera
indica L. (mango) [Internet]. [cited 2013 Nov 23]. Available from:
http://plants.usda.gov/core/profile?symbol=MAIN3

Nama Daerah
Mamplam (aceh), pao (madura),Pelem (jawa
tengah dan Timur), mangga (jawa barat), ampelm
(bali), maga (nias) ampelam (banjarmasin), Pao
taipa (sulawesi selatan).
Nama Asing :
Abanj, Abnig, Shajratul-Anbaj, Mang, Manja,
Manjo (Arab); Mang Guo (Cina); Bobbie Manja,
Manga, Mangga, Manja, Mangoestanboom,
Mangostanboom (Belanda).

Pracaya. Bertanam Mangga. Niaga Swadaya. Jakarta; 1992. 156 p.


Kegunaan
India :
Ekstrak air panas kulit kering atau daun kering digunakan untuk mengobati diabetes,
leukorrhea, perdarahan wasir dan perdarahan paru-paru, rebusan kulit batang ditambah
dengan susu sapi digunakan untuk mengobati menarche. Ekstrak bunga digunakan untuk
diare dan disentri, Jus daun segar digunakan untuk mengobati radang mata.

Zaire :
Infusa kulit batang kering, secara oral digunakan untuk mengobati diare, sakit dada,
batuk, anemia, infeksi saluran kemih, dan diabetes. Secara eksternal, infusa digunakan
untuk luka karena infeksi dan penyakit kulit, dan aplikasi oral untuk menghilangkan karies
gigi.

Curacou :
Ekstrak air panas atau teh daun secara oral digunakan untuk mengobati tekanan darah
tinggi.

Brazil :
Rebusan kulit kering digunakan untuk mengobati kudis.4
Nikaraguai :
Ekstrak fenol / air kulit bagian dalam digunakan secara eksternal digunakan untuk luka.
Kegunaan
Panama :
Buah ini dimakan sebagai pencahar. Ekstrak air panas dari daun digunakan untuk
mengobati rematik. Daun dikunyah untuk mengobati sakit gigi dan gusi.

Nepal : Ekstrak air panas buah secara intravaginal untuk mengobati perdarahan
rahim. Ekstrak air panas biji mangga digunakan untuk mengobati asma.
Senegal : Ekstrak air panas dari kulit kering digunakan secara oral untuk luka mulut,
odontalgia, dan sebagai obat kumur untuk sakit gigi.

Tanzania : Rebusan kulit batang kering digunakan secara oral untuk sakit gigi.
Rebusan akar diambil secara oral untuk mengobati malaria.

Malaysia : Ekstrak air panas dari biji secara oral digunakan untuk
menorrhagia(pendarahan menstruasi yang berlebihan).

Ross IA. Medicinal plants of the world: chemical constituents, traditional, and modern medicinal uses. Humana Press; 1999. 444 p.
TERIMA KASIH
Konsep Kelarutan
Membantu farmasis memilih medium pelarut
yang paling baik untuk obat
Membantu mengtasi kesulitan yang timbul
pada saat pembuatan sediaan farmasi berupa
larutan
Mengetahui struktur obat dan gaya
antarmolekul obat
Definisi

Konsentrasi zat terlarut dalam suatu


Kuantitatif larutan jenuh pada temperatur
tertentu

Interaksi spontan dari dua atau lebih zat untuk


Kualitatif
membentuk dispersi molekuler homogen

U.S Jumlah ml pelarut yang akan melarutkan 1


Pharmacopeia gram zat terlarut
Istilah Kelarutan
Istilah Bagian pelarut yang diperlukan untuk
melarutkan 1 bagian zat terlarut

Sangat mudah larut Kurang dari 1 bagian

Mudah larut 1 sampai 10 bagian

Larut 10 sampai 30 bagian

Agak sukar larut 30 sampai 100 bagian

Sukar larut 100 sampai 1000 bagian

Sangat sukar larut 1000 sampai 10000 bagian

Praktis tidak larut Lebih dari 10000 bagian


Faktor faktor yang meningkatkan kelarutan Secara umum

Sifat solute & solvent pH

Tekanan Suhu

Bentuk & ukuran partikel Konstanta dielektrik


Sifat solute & solvent
Like dissolve like saling melarutkan
apabila mempunyai kemiripan kepolaran

Pelarut polar ex : air, metanol, etanol


Pelarut non polar ex : eter, heksana
Pelarut semi polar ex : aseton, kloroform

Sampel polar ex : sukrosa


sampel nonpolar ex : vaselin
pH
Menyatakan tingkat keasaman atau basa yg
dimiliki oleh suat zat, larutan atau benda
Nilai pH : normal : 7
basa : >7
asam : < 7
pH = -log (H+)
Hubungan pH & kelarutan
pH maka kelarutan
Suhu
Pemanasan pelarut dapat mempercepat
larutnya zat terlarut

Pemanasan ( suhu ) partikel bergerak


lebih cepat sehingga kontak antara solute &
solvent lebih efektif
Kelarutan gas dalam cairan
Mengandung propelan karbon dioksida atau nitrogen
Aerosol yang sebagian terlarut dengan adanya tekanan
Sediaan evervesen

Kelarutan Tekanan
Temperatur
Tergantung Adanya garam
pada Reaksi kimia antara gas dan pelarut (relatif terjadi )

Koofisien absorbsi Volume gas dalam Liter (0C tekanan 760 mm


Hg) yang larut dalam 1 L pelarut pada tekanan
bunsen () parsial gas 1 atmosfir pada temperatur tertentu
Vgas,STP = p
V larutan

p : tekanan gas parsial


: koofisien bunsen
V gas : volume gas pada keadaan tempera
temperatur dan tekanan standar
(standar temperature and pressure)
Volume oksigen 0,0112 dilarutkan dalam 1 L air
pada temperatur 25 C dan pada tekanan oksigen
300 mm Hg. Hitunglah nilai koofisien bunsen

Vgas,STP = p
V larutan

= Vgas,STP = 0,0112 = 0,0284


V larutan p 1x 300
760
Kelarutan cairan dalam cairan
Contoh Eliksir
sediaan Larutan hidroalkohol (air+alkohol)
Aqua aromatik (air + minyak menguap)
farmasi
Pi = H R T
V

V

HUKUM
RAOULT HV = Panas penguapan,
V = volume molar cairan pada
temperatur T
KELARUTAN PADATAN DALAM CAIRAN
Paling serin ditemui dan merupakan jenis larutan
farmasi paling penting
Kelarutan zat padat dalam air dipengaruhi oleh :
a. Temperatur
b. Penambahan zat terlarut lain
c. Polaritas pelarut
d. Konstanta dielektrik
e. pH larutan
f. Ukuran partikel
g. Ukuran molekul
h. Polimorfisme
Istilah dalam kelarutan

Salting in

Adanya zat terlarut tertentu yang


menyebabkan kelarutan zat utama
dalam solvent menjadi lebih besar

riboflavin tidak larut dalam air


tetapi dalam larut dalam larutan
yg mengandung nikotinamid
Adanya zat terlarut
tertentu yang
penurunan kelarutan
mempunyai kelarutan
minyak atsiri dalam air
SALTING OUT lebih besar dibanding
dengan penambahan
zat utama menyebabkan
larutan Nacl jenuh
penurunan kelarutan zat
utama
% b/b (w/w) = jumlah gram zat terlarut dalam
100 gr larutan
% b/v (w/v) = jumlah gram zat terlarut dalam
100 ml larutan
% v/v = jumlah ml zat terlarut cair dalam 100
ml pelarut cair