Anda di halaman 1dari 36

CASE REPORT

DESEMBER 2016

DEMAM DENGUE PADA ANAK

Oleh
dr.Nurtakbirah Tuanaya



DIBAWAKAN DALAM RANGKA PERSYARATAN
PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2016
Setiap tahun
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : An. SNH
No. RM : 061060
Tanggal lahir/Umur : 16-06-2009/ 7 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Namlea
Bangsa/suku : Indonesia
BB/TB : 19 kg/ 120 cm
Tanggal MRS : 7-10-2016
Tanggal KRS : 9-10-2016
Ruang Perawatan : Bangsal Anak
Orang Tua : Ayah Tn. MIH dan Ibu Ny.NP
Status Umum

Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis


terhadap ibu dan ayah pasien pada tanggal 8-10-
2016 saat pasien dirawat di bangsal anak.

Keluhan Utama :
Panas.

Keluhan Tambahan :
Nyeri kepala, nyeri pada mata dan muntah.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien masuk dengan keluhan demam tinggi yang
dialami 4 hari sebelumnya, panas timbul tiba-tiba
dialami terus-menurus dan kembali normal saat diberi
obat penurun panas kemudian naik lagi. Menurut ibu
pasien, panas tinggi menurut perabaan. Pasien baru
pertama kali mengalami gejala seperti ini. Pada hari
keempat sejak timbul panas tubuh pasien teraba
dingin, nafsu makan dan minum pasien menurun
disertai mual muntah sehingga pasien dalam keadaan
lemas. Pasien dibawa ke praktek dokter spesialis anak
dan dirujuk ke RSUD Namlea. Selain keluhan tersebut,
pasien juga mengalami nyeri kepala dan nyeri pada
mata mulai dari pertama panas hingga sekarang.
Kejang (-), Penurunan kesadaran (-), Sesak Napas (-),
Riwayat Penyakit Sebelumnya :
Pasien belum pernah mengalami gejala yang sama
sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Ada anggota keluarga mengalami panas dan mimisan
yaitu adiknya.
Riwayat dan Respon Pengobatan :
Pasien sebelumya diberikan obat penurun panas yaitu
sanmol, panas yang diderita pasien turun namun muncul
lagi. Pasien dibawa ke praktek dokter spesialis anak
kemudian dirujuk ke RSUD Namlea.
Riwayat Penyakit Lain
Cacar :+
Difteri : -
Thypoid : +
TBC :-
Polio : -
Pertusis : -
Difteri : -
Hepatitis : -
Tetanus : -
Lain-lain : -


Status Neonatal dan Tumbuh
Kembang
Tempat lahir : RS/RB/Rumah BBL : 2.600 gram
PBL : 49 cm
Ditolong oleh :
Riwayat IMD : -
dr/bidan/dukun
Lahir : Spontan/SC/Vacum
A/S : tidak diketahui Vit K :+
Ketuban : Jernih/keruh/tidak
Anak (Ke 1 dari 3 anak)
ada
BCB/BKB/BLB SMK/KMK
Ibu Riwayat

Keguguran : -
Berbalik : 4 bulan L. Kepala : 52 cm

Duduk : 6 bulan
L. Dada : 52 cm
L. Lengan Atas : 20 cm
Gigi pertama : 6,5 bulan
L. Perut : 54 cm
Berdiri : 8,5 bulan
Status Gizi : Gizi kurang
(standar WHO 60-90%)
Jalan sendiri : 9 bulan
Makanan : Nasi, sayur,
Bicara : 8 bulan
Ikan
BB : 19 kg ASI : Umur 1 hari - 1
PB : 120 cm minggu
Status Imunisasi

Vaksin
BCG
Hep B
Polio
DPT
Campak
Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Tampak sakit


sedang
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E4M6V5
Gizi : Gizi kurang
Tekanan Darah : Tidak di ukur
Nadi : 84 x/menit
Pernapasan : 30x/menit
Suhu : 36,70C
Tenggorokan :
Hiperemis (-)
Hidung : Rhinorea -/-
Kepala :Normocephal Leher : Pembesaran
Rambut : Hitam, KGB (-)
terdistribusi normal, Bibir : Sianosis (-),
tidak mudah tercabut. Pucat (-)
UUB : Tertutup Telinga : Othorea (-)
L. Kepala : 52 cm Gigi : Intak (-) Caries
Wajah : Tidak ada (-)
kelainan Tonsil : T2-T2 hiperemis
Ikterus : (-)
(-
Edema : (-)
Mata : Ca -/-, Si -/-
Kel. Limfe :
Pembesaran (-)
Neurologi
Refleks pupil : +/+ Refleks cahaya : RCL+/+ , RCTL+/+
N. Kranialis : Dalam batas normal

Kardiovaskular
Bentuk dada : Simetris
Lingkar dada : 52 cm
Batas kanan : Linea sternalis kanan
Batas kiri : Linea midklavikula kiri
Irama : BJ I/II reguler
Ictus cordis : Tidak terlihat
Batas atas : ICS III sinistra
Respirologi
Inspeksi : Simetris
Palpasi : VF +/+, Nyeri tekan (-)
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Buyi pernapasan dasar Vesikuler +/+
Bunyi tambahan ronki -/- wheezing -/-

Gastrointestinal
Inspeksi : Datar
Auskultasi : Peristaltik (+)
Palpasi : Nyeri Tekan (+) pada regio epigastrium
Lien : Tidak teraba Konsistensi : (-) Permukaan: (-)
Hepar : Teraba, 2cm di bawah arcus costa, konsistensi
padat, permukaan datar.
Perkusi : Timpani
Genitalia dan Pubertas
Tidak ditemukan kelainan

Ekstremitas
Kol. Vertebralis : Skoliosis (-), Gibus (-)
KPR : +/+
APR : +/+
kekuatan motorik : 55/55
Refleks Fisiologis : (-)
Refleks Patologis : (+)
L. Lengan Atas : 20 cm
Tonus : Eutoni
Edema : (-)
Tanda Rangsang Meningeal
Kaku kuduk : (-)
Kernig Sign : (-)
Brudsinki I : (-) II : (-) III : (-)
IV : (-)
Pemeriksaan penunjang
Resume Pasien
Pasien anak perempuan usia 7 tahun, BB 19 kg dengan keluhan panas
tinggi yang dialami 4 hari sebelumnya, panas timbul tiba-tiba dialami
terus-menurus selama 3 hari dan kembali normal saat diberi obat
penurun panas kemudian naik lagi. Menurut ibu pasien, panas tinggi
menurut perabaan. Pada hari keempat sejak timbul panas tubuh pasien
teraba dingin, nafsu makan dan minum pasien menurun disertai mual
muntah sehingga pasien dalam keadaan lemas. Pasien dibawa ke praktek
dokter spesialis anak dan dirujuk ke RSUD Namlea. Selain keluhan tersebut,
pasien juga mengalami nyeri kepala dan nyeri pada daerah mata mulai dari
pertama panas hingga sekarang.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan :


Nadi : 84x/menit, Pernapasan : 30x/menit, Suhu : 36,7C
Paru-paru : vesikuler +/+, ronki -/- wheezing -/-
Abdomen : nyeri tekan (+) pada region epigastrium, hepar teraba 2 cm di
bawah arcus costae, permukaan datar, konsistensi padat. peristaltik (+)
normal.
Gizi : Gizi Kurang (60%-90%)
Pemeriksaan laboratorium yang bermakna pada tanggal 7-10-2016 pukul
11.00 WIT adalah trombositopenia.
Diagnosis Kerja
Demam Dengue

Diagnosis Banding
Demam Berdarah Dengue

Terapi
Pasien diberikan terapi sebagai berikut :
IVFD RL 3cc/kgBB/jam = 57cc/jam via infuse pump
Injeksi ranitidin 25 mg/ 12 jam/ IV
Paracetamol 1 pulv jika suhu > 37,5`C
Cek DR tiap 12 jam
Follow Up

7-10-2016
Hasil laboratorium
pukul 20.00 WIT:

WBC : 6.800/ uL
HB : 12.9 g/dl
RBC : 4.90 x106/uL
HCT : 35.2 %
PLT : 54 ribu/uL
MCV : 71.8 fl
MCH : 26.3 pg
MCHC 35.6 g/dl
8-10-2016
S: Panas tadi malam (+) Hasil laboratorium pukul 06.00
Nyeri kepala (+) WIT :
Nyeri pada mata (+) WBC : 9.400/ uL
Nafsu makan menurun HB : 13.0 g/dl
Mual muntah (+) RBC : 4.93 x106/uL
BAB : normal
HCT : 35.5 %
BAK : normal
PLT : 59 ribu/uL
O: N : 130 x/m
MCV : 72 fl
P : 24 x/menit
S : 36,20C MCH : 26.4 pg
BB : 19 kg MCHC 36 g/dl

Mata : anemis -/-, Ikterus -/- odem A: Demam Dengue


palpebra -/- P:
IVFD RL 3cc/kgbb/jam = 57cc/jam
Paru : BND Ves +/+ Rh -/- Wh -/-
Jantung : BJ I/II murni regular. via infuse pump
Abdomen : peristaltik (+) normal, nyeri Injeksi ranitidine 25mg/ 12 jam
tekan epigastrium (+). Hepar teraba Paracetamol 1 pulv bila suhu
2cm dibawah arcus costae. >37.5`C
Ekstremitas : edema (-) Cek DR tiap 12 jam
8-10-2016

Hasil laboratorium pukul 20.00


WIT :
WBC : 10.900/ uL
HB : 12.2 g/dl
RBC : 4.58 x106/uL
HCT : 33.2 %
PLT : 58 ribu/uL
MCV : 72.1 fl
MCH : 26.6 pg
MCHC 37.0 g/dl
9-10-2016
S: Panas (-) Hasil laboratorium pukul 07.00 WIT
Lemas (-) :
Nafsu makan baik WBC : 10.500/ uL
Mual muntah (-) HB : 12.9 g/dl
BAB : normal RBC : 4.89 x106/uL
BAK : normal HCT : 35.4 %
O: N : 110 x/menit PLT : 47 ribu/uL
P : 24 x/menit MCV : 72.4 fl
S : 36,10C MCH : 26.4 pg
BB : 19 kg MCHC 36.4 g/dl

A: Demam Dengue
Mata : anemis -/-, Ikterus -/- odem
palpebra -/-
P:
Paru : BND Ves +/+ Rh -/- Wh -/- IVFD RL 3cc/kgbb/jam = 57cc/jam via
Jantung : BJ I/II murni regular. infuse pump
Abdomen : peristaltik (+) normal. Injeksi ranitidine 25mg/ 12 jam
Hepar teraba 2cm dibawah arcus Paracetamol 1 pulv bila suhu >37.5`C
costae. Nyeri tekan epigastrium (-) Cek DR tiap 12 jam
Ekstremitas : edema (-)
9-10-2016

Hasil laboratorium
pukul 10.00 WIT :

WBC : 9.700/ uL
HB : 12.4 g/dl
RBC : 4.70 x106/uL
HCT : 33.9 %
PLT : 52 ribu/uL
MCV : 72.1 fl Permintaan pulang
MCH : 26.4 pg oleh keluarga
MCHC 36.6 g/dl pasien.
Pembahasan

Berdasarkan anamnesis, manifestasi


klinis dan pemeriksaan fisik yang
ditampilkan maka pasien didiagnosis
menderita demam dengue karena
cenderung memenuhi kriteria
demam dengue.
Demam tinggi mendadak.
World Health Organiztion
(WHO 2011)
Spektrum klinis infeksi
dengue
Fase perjalanan
penyakit
Penatalaksanaan
Rawat di rumah
Indikasi pemberian
cairan IV :
Pada pasien yang tidak dapat asupan
yang adekuat untuk cairan per oral atau
muntah.
Hematokrit yang meningkat 10%-20%
meskipun dengan rehidrasi oral dan dalam
ancaman syok atau dalam keadaan syok.
Pada fase ini dapat diberikan antipiretik,
cairan rumatan atau cairan oral apabila
anak masih mau minum dan dilakukan
pemantauan setiap 12-24 jam.
Cairan rumatan diberikan untuk 48 jam
atau lebih sesuai klinis pasien.
Indikasi untuk pulang apabila
telah terjadi perbaikan klinis
sebagai berikut :
Bebas demam minimal 24 jam tanpa
menggunakan antipiretik.
Nafsu makan telah kembali.
Perbaikan klinis, tidak ada demam, tidak ada
distress pernapasan dan nadi teratur.
Dieresis baik
Minimum 2-3 hari setelah sembuh dari syok.
Tidak ada kegawatan napas karena efusi pleura,
tidak ada asites.
Trombosit lebih >50.000/mm3
Prognosis
Angka kematian demam dengue kurang dari 1%.
Terima Kasih