Anda di halaman 1dari 64

KEMENTERIAN KEUANGAN RI

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA-STAN
TA 2016/2017

AKUNTANSI PEMERINTAH III


Pertemuan ke-2, Senin 6 Maret 2017
Topik Hari Ini
I. Dasar Hukum
II. Perbedaan Komponen LKPD berbasis CTA dan
Akrual
III. Format dan Isi LRA
IV. Format dan Isi LPSAL
V. Format dan Isi LO
VI. Format dan Isi LPE
VII. Format dan Isi Neraca
VIII.Format dan Isi LAK
IX. Format dan Isi CaLK
Lessons LearnedSemarang
I. Dasar Hukum

4
II. Perbedaan Antara SAP Berbasis Akrual dan Kas Menuju Akrual

SAP Berbasis Kas Menuju SAP Berbasis Akrual:


Akrual:
Komponen LKPD terdiri dari 4 laporan: Komponen LKPD terdiri dari 7 laporan:
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
2. Neraca 2. Laporan Perubahan SAL
3. Laporan Arus Kas (LAK) dan 3. Laporan Operasional (LO)
4. Catatan atas Laporan Keuangan 4. Neraca
(CaLK). 5. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
6. Laporan Arus Kas (LAK) dan
7.Catatan Laporan Keuangan (CaLK)

5
KONSTRUKSI
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) terbagi ke


dalam dua subsistem besar:
1) Sistem Akuntansi SKPD sebagai entitas akuntansi;
2) Sistem Akuntansi PPKD:
2.1. Subsistem Akuntansi SKPKD sebagai SKPD
(entitas akuntansi);
2.2. Subsistem Akuntansi PPKD sebagai BUD
(entitas akuntansi);
2.3. Subsistem Akuntansi PPKD-Konsolidator (entitas
pelaporan).
Laporan keuangan dari seluruh entitas akuntansi
disampaikan kepada SKPKD (entitas pelaporan) untuk
dikonsolidasikan, sehingga menjadi Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah (LKPD).
6
KONSTRUKSI
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH (SAPD)

LK-PPKD:
LRA-PPKD
LO-PPKD
LP-EKUITAS
NERACA-PPKD
CALK-PPKD
SA-PPKD
LKPD
(KONSOLIDASIAN):
SAPD LRA; LO;
LP-EKUITAS, NERACA
LAK; CALK

LK-SPKD:
SA-SKPD LRA-SKPD
LO-SKPD
LP-EKUITAS
NERACA-SKPD
CALK-SKPD 7
TRANSAKSI-BASIS AKUNTANSI-AKUN-LAPORAN
KEUANGAN

ASET

KEWAJIBAN
NERA
CA
BASIS
EKUITAS
AKRUAL
PENDAPATAN-
TRANSAKS LO
I LO
BEBAN

PENDAPATAN-
LRA
BASIS
BELANJA LRA
KAS

PEMBIAYAAN
8
Perbandingan Laporan Keuangan Lama vs Baru
LAMA (<2015) BARU (2015)
LAPORAN KEUANGAN PEMDA
LAPORAN KEUANGAN PEMDA
1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
1. LAPORAN REALISASI
ANGGARAN 2. NERACA
2. NERACA 3. LAPORAN ARUS KAS
3. LAPORAN ARUS KAS 4. CaLK
4. CaLK 5. LAPORAN PERUBAHAN SAL (LP
SAL)
6. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
(LPE)
7. LAPORAN OPERASIONAL (LO)
LAPORAN KEUANGAN SKPD
LAPORAN KEUANGAN SKPD 1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
1. LAPORAN REALISASI 2. NERACA
ANGGARAN
3. CaLK
2. NERACA
4. LAPORAN OPERASIONAL (LO)
3. CaLK
5. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
(LPE)
KONSEPSI ANGGARAN DALAM BASIS
AKRUAL
LO disusun untuk melengkapi pelaporan dan siklus akuntansi berbasis
akrual sehingga penyusunan LO, Laporan perubahan ekuitas dan
Neraca mempunyai keterkaitan yang dapat dipertanggungjawabkan

BASIS KONSEPSI ANGGARAN DAN AKUNTANSI


KAS

BASIS
AKRUAL
Komparasi Laporan Keuangan 2015

No Laporan Keuangan Komparasi Keterangan


1 Laporan Realisasi Ya,, 2015 dan Basis CTA ada
Anggaran 2014
2 Laporan Perubahan SAL Tidak Basis CTA tidak ada

3 Laporan Operasional Tidak Basis CTA tidak ada

4 Laporan Perubahan Ekuitas Tidak Basis CTA tidak ada

5 Neraca Ya, 2015 dan Basis CTA ada


2014
1 Jan 2015
ekuitas disatukan.
6 Laporan Arus Kas Ya, 2015 dan Basis CTA ada
2014
7 Catatan Atas Laporan Menyesuaikan Basis CTA ada
Keuangan
III. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Pengertian Struktur dan Isi


Lap yg menyajikan Pendapatan
perbandingan antara Belanja
realisasi pendapatan dan
belanja dengan Pembiayaan (hanya di
anggarannya PPKD)
Manfaat
berguna dalam
memprediksi sumber daya
ekonomi yang akan
diterima untuk mendanai
kegiatan satker pemerintah
pusat/daerah dalam
periode mendatang
dengan cara menyajikan
laporan secara komparatif
LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Paragraf 32 s.d. 37
Diatur khusus dalam PSAP Nomor 2

Laporan realisasi anggaran


mengungkapkan kegiatan keuangan
pemerintah pusat/daerah yang
menunjukkan ketaatan terhadap
APBN/APBD

13
LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-pos


sebagai berikut:
(a) Pendapatan (e) Penerimaan Pembiayaan
(b) Belanja (f) Pengeluaran pembiayaan
(c) Transfer (g) Pembiayaan neto
(d) Surplus atau defisit (h) SILPA/SIKPA

Pos, judul, dan sub judul lainnya disajikan dalam Laporan Realisasi
Anggaran apabila diwajibkan oleh PSAP ini, atau apabila penyajian tsb
diperlukan untuk menyajikan Laporan Realisasi Anggaran secara wajar.

14
PENDAPATAN

Semua penerimaan Rekening Kas Umum


Daerah, yang :
menambah ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran yang
bersangkutan
menjadi hak pemerintah
tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah

15
AKUNTANSI PENDAPATAN

Pendapatan diklasifikasikan menurut jenis


pendapatan
Akuntansi pendapatan dilaksanakan
berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)
16
BELANJA
Semua pengeluaran dari Rekening Kas
Umum Daerah, yang :
mengurangi ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran
bersangkutan
tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali oleh pemerintah

17
KLASIFIKASI BELANJA

18
SURPLUS/DEFISIT

Selisih lebih/kurang antara


pendapatan dan belanja selama
satu periode pelaporan dicatat
dalam pos Surplus/Defisit

19
PEMBIAYAAN
Setiap penerimaan yang perlu dibayar
kembali dan/atau pengeluaran yang akan
diterima kembali, baik pada tahun anggaran
bersangkutan maupun tahun-tahun
anggaran berikutnya

Dalam penganggaran pemerintah terutama


dimaksudkan untuk menutup defisit atau
memanfaatkan surplus anggaran

20
AKUNTANSI PENERIMAAN PEMBIAYAAN

Penerimaan pembiayaan diakui pada saat


diterima pada Rekening Kas Umum Daerah
Akuntansi penerimaan pembiayaan
dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu
dengan membukukan penerimaan bruto, dan
tidak mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)

21
AKUNTANSI PENGELUARAN PEMBIAYAAN

Pengeluaran pembiayaan diakui


pada saat dikeluarkan dari
Rekening Kas Umum Daerah

22
LRA SKPD (Sebelum Konversi)

FORMAT LRA SKPD


LRA SKPD (Setelah Konversi)

FORMAT LRA SKPD


LRA PPKD dan LKPD (Kab/Kota)

25
26
27
LPSAL
28
IV. LAPORAN PERUBAHAN SAL

Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih merupakan komponen


laporan keuangan yang menyajikan secara komparatif dengan
periode sebelumnya pos-pos berikut :
Saldo Anggaran Lebih awal,
Penggunaan Saldo Anggaran Lebih,
Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan,
Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya,
Saldo Anggaran Lebih Akhir.
PEMERINTAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA
LAPORAN PERUBAHAN SALDO ANGGAN LEBIH
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)

30
Intermezzo-Banyuwangi!
V. FORMAT DAN ISI LAPORAN OPERASIONAL

LO menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan


operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan
dalam
Pendapatan-LO dari kegiatan operasional
Beban dari kegiatan operasional
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional, bila ada
Pos luar biasa, bila ada
Surplus/defisit-LO
LAPORAN OPERASIONAL DAN COSTING

Laporan Operasional menyajikan informasi beban akrual yang dapat


digunakan untuk menghitung cost per program/kegiatan pelayanan

COST untuk
setiap
program/
kegiatan
LAPORAN OPERASIONAL DAN EVALUASI KINERJA

Evaluasi kinerja Konsep VFM digunakan untuk


berdasarkan konsep menilai apakah suatu organisasi
Value for Money telah mencapai benefit
(ekonomi, efisien & maksimal, dengan mengunakan
efektif) sumber daya yang ada.

efektivitas

Laporan
Operasional
efisien

ekonomi Laporan
Kinerja
PENDAPATAN LO

Pendapatan-LO diklasifikasikan menurut sumber pendapatan.


Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas
bruto, yaitu dengan membukukan pendapatan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan
pengeluaran).
Dalam hal besaran pengurang terhadap pendapatan-LO bruto
(biaya) bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan
tidak dapat di estimasi terlebih dahulu dikarenakan proses
belum selesai, maka asas bruto dapat dikecualikan.
Dalam hal badan layanan umum, pendapatan diakui dengan
mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur
mengenai badan layanan umum.
AKUNTANSI BEBAN

AKUNTANSI BEBAN

Beban diakui pada saat:


timbulnya kewajiban;
terjadinya konsumsi aset;
terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau
potensi jasa.
Dalam hal badan layanan umum, beban diakui dengan
mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur
mengenai badan layanan umum.
Beban diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi.
AKUNTANSI BEBAN

Beban Transfer adalah beban berupa pengeluaran


uang atau kewajiban untuk mengeluarkan uang dari
entitas pelaporan kepada suatu entitas pelaporan lain
yang diwajibkan oleh peraturan perundang-
undangan.

Koreksi atas beban, termasuk penerimaan kembali


beban, yang terjadi pada periode beban dibukukan
sebagai pengurang beban pada periode yang sama.
Apabila diterima pada periode berikutnya, koreksi
atas beban dibukukan dalam pendapatan lain-lain.
Dalam hal mengakibatkan penambahan beban
dilakukan dengan pembetulan pada akun ekuitas.
SURPLUS/DEFISIT DAN POS LUAR BIASA

SURPLUS DEFISIT KEGIATAN NON OPERASIONAL


Pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin perlu dikelompokkan
tersendiri dalam kegiatan non operasional.
Selisih lebih/kurang antara surplus/defisit dari kegiatan operasional
dan surplus/defisit dari kegiatan non operasional merupakan
surplus/defisit sebelum pos luar biasa.

POS LUAR BIASA


Pos Luar Biasa disajikan terpisah dari pos-pos lainnya dalam Laporan
Operasional dan disajikan sesudah Surplus/Defisit sebelum Pos Luar
Biasa.
Sifat dan jumlah rupiah kejadian luar biasa harus diungkapkan pula
dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

SURPLUS / DEFISIT LO
Surplus/Defisit-LO adalah penjumlahan selisih lebih/kurang antara
surplus/defisit kegiatan operasional, kegiatan non operasional, dan
kejadian luar biasa.
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)
Kenaikan/
No URAIAN 20X1 20X0 (%)
Penurunan
KEGIATAN OPERASIONAL
1 PENDAPATAN
2 PENDAPATAN ASLI DAERAH
3 Pendapatan Pajak Daerah xxx xxx xxx xxx
4 Pendapatan Retribusi Daerah xxx xxx xxx xxx
5 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan xxx xxx xxx xxx
6 Pendapatan Asli Daerah Lainnya xxx xxx xxx xxx
7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah( 3 s/d 6 ) xxx xxx xxx xxx
9 PENDAPATAN TRANSFER
10 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-DANA PERIMBANGAN
11 Dana Bagi Hasil Pajak xxx xxx xxx xxx
12 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam xxx xxx xxx xxx
13 Dana Alokasi Umum xxx xxx xxx xxx
14 Dana Alokasi Khusus xxx xxx xxx xxx
15 Jumlah Pendapatan Transfer Dana Perimbangan (11 s/d 14) xxx xxx xxx xxx
17 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT LAINNYA
18 Dana Otonomi Khusus xxx xxx xxx xxx
19 Dana Penyesuaian xxx xxx xxx xxx
20 Jumlah Pendapatan Transfer Lainnya (18 s/d 19 ) xxx xxx xxx xxx
22 TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI
23 Pendapatan Bagi Hasil Pajak xxx xxx xxx xxx
24 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya xxx xxx xxx xxx
25 Jumlah Pendapatan Transfer Pemerintah Provinsi (23 s/d 24) xxx xxx xxx xxx
26 Jumlah Pendapatan Transfer (15 + 20 + 25) xxx xxx xxx xxx
28 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
29 Pendapatan Hibah xxx xxx xxx xxx
30 Pendapatan Dana Darurat xxx xxx xxx xxx
31 Pendapatan Lainnya xxx xxx xxx xxx
32 Jumlah Lain-lain Pendapatan yang sah (29 s/d 31) xxx xxx xxx xxx
33 JUMLAH PENDAPATAN (7 + 26 + 32) xxx xxx xxx xxx
39
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)
35 BEBAN
36 Beban Pegawai xxx xxx xxx xxx
37 Beban Persediaan xxx xxx xxx xxx
38 Beban Jasa xxx xxx xxx xxx
39 Beban Pemeliharaan xxx xxx xxx xxx
40 Beban Perjalanan Dinas xxx xxx xxx xxx
41 Beban Bunga xxx xxx xxx xxx
42 Beban Subsidi xxx xxx xxx xxx
43 Beban Hibah xxx xxx xxx xxx
44 Beban Bantuan Sosial xxx xxx xxx xxx
45 Beban Penyusutan xxx xxx xxx xxx
46 Beban Transfer xxx xxx xxx xxx
47 Beban Lain-lain xxx xxx xxx xxx
48 JUMLAH BEBAN (36 s/d 47) xxx xxx xxx xxx
50 SURPLUS/DEFISIT DARI OPERASI (33-48) xxx xxx xxx xxx
51
52 SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL
53 Surplus Penjualan Aset Nonlancar xxx xxx xxx xxx
54 Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang xxx xxx xxx xxx
55 Defisit Penjualan Aset Nonlancar xxx xxx xxx xxx
56 Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang xxx xxx xxx xxx
57 Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya xxx xxx xxx xxx
58 JUMLAH SURPLUS/DEFISIT KEGIATAN NON OPERASIONAL(53 s/d 57) xxx xxx xxx xxx
59 SURPLUS/DEFISIT SEBELUM POS LUAR BIASA (50 + 58) xxx xxx xxx xxx
60
61 POS LUAR BIASA xxx xxx xxx xxx
62 Pendapatan Luar Biasa xxx xxx xxx xxx
63 Beban Luar Biasa xxx xxx xxx xxx
64 POS LUAR BIASA ( 62-63) xxx xxx xxx xxx
65 SURPLUS/DEFISIT-LO ( 59 + 64) xxx xxx xxx xxx

40
SKPD
LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)

41
VI. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

LPE merupakan komponen laporan keuangan yang menyajikan sekurang-kurangnya pos-


pos:
ekuitas awal,
surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;
koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas,
ekuitas akhir.
Ekuitas hanya satu komponen tidak terbagi atas Ekuitas dana Lancar, Ekuitas Dana
Diinvestasikan, dll.
PEMERINTAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)

43
VII. NERACA

Neraca menggambarkan posisi


keuangan pemerintah mengenai
aset, kewajiban, dan ekuitas pada
tanggal tertentu.

44
ISI SINGKAT NERACA

Aset Lancar Kewajiban Jangka


Kas dan Setara Kas Pendek
Investasi Jangka Pendek
Piutang Kewajiban Jangka
Persediaan Panjang
RK SKPD Ekuitas
Investasi Jangka Panjang
Investasi Permanen
Investasi Non Permanen
Dana Cadangan
Aset Lainnya

45
Komponen Neraca

sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh


pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan
diharapkan mempunyai manfaat ekonomi dan/atau sosial di
masa depan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,
serta dapat diukur dalam satuan uang

utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang


penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya
ekonomi pemerintah

Kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara


aset dan kewajiban pemerintah.

46
47
Bingung Mengatur Uang?
VIII. Laporan Arus Kas (LAK)

memberikan informasi mengenai


sumber, penggunaan dan
perubahan kas dan setara kas
selama suatu periode akuntansi dan
saldo kas dan setara kas pada
tanggal pelaporan

50
Laporan Arus Kas

Entitas pelaporan yang wajib


menyusun dan menyajikan laporan
arus kas adalah unit organisasi yang
mempunyai fungsi perbendaharaan
(BUD)
Hampir sama dengan LRA atau LRA
ditambah penerimaan dan pengeluaran non
anggaran seperti penerimaan PFK

51
PENYAJIAN LAK

Laporan arus kas menyajikan informasi


penerimaan dan pengeluaran kas selama
periode tertentu yang diklasifikasikan
berdasarkan:
- Aktivitas Operasi,
- Aktivitas Investasi
- Aktivitas Pembiayaan
- Aktivitas Nonkeuangan & nonanggaran

52
AKTIVITAS OPERASI

indikator yg menunjukkan kemampuan operasi


pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk
membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan
datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar
Jika suatu entitas pelaporan mempunyai surat berharga
yang sifatnya sama dengan persediaan, yang dibeli untuk
dijual, maka perolehan dan penjualan surat berharga
tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi

53
AKTIVITAS INVESTASI

Mencerminkan penerimaan dan


pengeluaran kas yang bertujuan
untuk meningkatkan dan
mendukung pelayanan pemerintah
dimasa yang akan datang

54
AKTIVITAS PEMBIAYAAN

mencerminkan penerimaan dan pengeluaran


kas bruto sehubungan dengan pendanaan
defisit atau penggunaan surplus anggaran,

bertujuan memprediksi klaim pihak lain


terhadap arus kas pemerintah dan klaim
pemerintah terhadap pihak lain di masa yang
akan datang.

55
AKTIVITAS NON ANGGARAN

mencerminkan penerimaan dan


pengeluaran kas bruto yang tidak
mempengaruhi anggaran
pendapatan, belanja dan
pembiayaan pemerintah.

56
TRANSAKSI BUKAN KAS

Transaksi investasi dan pembiayaan yang


tidak mengakibatkan penerimaan atau
pengeluaran kas dan setara kas tidak
dilaporkan dalam Laporan Arus Kas.
Transaksi tersebut harus diungkapkan
dalam CaLK

57
58
59
60
IX. Catatan Atas Laporan Keuangan

Pengertian
CaLK merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
Laporan Keuangan
Tujuan & Manfaat
Memudahkan pengguna dalam memahami laporan
keuangan
Untuk meningkatkan transparansi laporan keuangan
dan penyediaan pemahaman yang lebih baik atas
informasi keuangan pemerintah
Isi:
Penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai
suatu pos yang disajikan dalam LRA, Neraca, LO, dan
LPE.
Catatan atas Laporan Keuangan CaLK

Entitas yang berkewajiban menyusun CaLK:


entitas akuntansi (pengguna anggaran: skpd,
skpkd)
entitas pelaporan (di tingkat Pemda).

Merupakan salah satu komponen laporan keuangan


yang tidak terpisahkan dari komponen laporan keuangan
lainnya seperti LRA, Neraca maupun LAK.

penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai


suatu pos yang disajikan dalam

62
Sistematika Penyusunan CaLK
PSAP No.4, paragraf 66

Kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang


Undang APBN/Perda APBD;

Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan;

Kebijakan akuntansi yang penting:


i. Entitas pelaporan;
ii. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan;
iii. Basis pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan;
iv. Kesesuaian kebijakan-kebijakan akuntansi yang diterapkan dengan ketentuan-
ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan oleh suatu entitas pelaporan;
v. Setiap kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan untuk memahami laporan
keuangan.

Penjelasan pos-pos Laporan Keuangan:


1. Rincian dan penjelasan masing-masing pos Laporan Keuangan;

2. Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh PSAP yang belum disajikan dalam lembar
muka Laporan Keuangan.

Rekonsiliasi pos-pos LK berbasis akrual ke pos-pos LK berbasis kas;

Informasi tambahan yang diperlukan; 63