Anda di halaman 1dari 42

BAGIAN ILMU BEDAH LAPORAN KASUS

RSUD KABUPATEN MIMIKA MARET 2017

APPENDICITIS PERFORASI
Di susun oleh :
dr. Siti Umi Marhamah Polpoke

Konsulen :
dr. PUTU A. I. S, SpB

PRESENTASI KASUS PROGRAM DOKTER INTERNSIP


PADA BAGIAN ILMU BEDAH
RSUD KABUPATEN MIMIKA
2017
KASUS
Identitas Pasien
Identitas Pasien
Nama : Tn. A
Umur : 21 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal MRS : 18/2-17 s/d 24/2-17
No. Rekam Medik: 159663
Dirawat : Mambruk
Anamnesis
Keluhan utama : Nyeri perut kanan bawah
Riwayat Penyakit Sekarang :
Keluhan ini dirasakan sejak 3 hari sebelum
masuk RS. Nyeri dirasakan terus-menerus dan
seperti tertusuk-tusuk. Awalnya nyeri
dirasakan di bagian uluhati kemudian
berpindah & menetap di perut kanan bawah.
Menurut pasien keluhan ini sudah dirasakan
sejak 2 bulan lalu, hilang-timbul tetapi pasien
tidak pernah periksa ke dokter.
Anamnesis
Selain itu, pasien juga mengeluh demam
dirasakan naik-turun dengan waktu yg
tidak menentu, mual (+), & nafsu makan
menurun dalam 3 hari ini. Buang air
besar mencret 1 minggu terakhir,
warna kuning, lendir (-), darah (-),
frekuensi 5 kali/hari, namun kemarin
tidak BAB cair. BAK lancar, warna
kuning.
Anamnesis
Riwayat Sebelumnya :
Pernah mengalami keluhan yang sama 2
bulan yang lalu, namun tidak terlalu
nyeri seperti saat ini.
Riwayat Keluarga : Tidak ada
Riwayat Pengobatan : Tidak ada
Riwayat kebiasaan/sosial : Tidak ada
Riwayat Alergi : Tidak ada
Pemeriksaan FisiK
Tanda Tanda Vital
Tekanan Darah :100/ 60 mmHg
Nadi :97 x/menit
Pernapasan :20 x/menit

Suhu :36.50C (Aksila)


PEMERIKSAAN FISIS
Kepala : Normocephal
Mata : Conjunctiva anemis -/-, sclera ikterik -/-
THT : Otorea (-), rinorea (-), epistaksis (-)
Leher : Pembesaran KGB (-)
Paru :
Inspeksi : Simetris kanan = kiri
Palpasi : Nyeri Tekan (-)
Perkusi : Sonor +/+
Auskultasi: Vesiculer +/+, Rh -/-, Wh -/-
Jantung : BJ1, BJ2 Reguler, Murmur (-), Gallop (-)
Abdomen :
Hepar/lien : Tidak ditemukan kelainan
Genitalia : Tidak ditemukan kelainan
Ekstremitas : edema (-), deformitas
(-)
STATUS LOKALIS
Regio Abdomen :
Inspeksi : Datar, jejas (-)
Auskultasi : Bising Usus (+) kesan
normal
Palpasi : Nyeri tekan Mc. Burney
(+), nyeri lepas (+), rovsing sign (+),
Blumberg sign (+)
Perkusi : Timpani
Tes lainnya :
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium tanggal Tgl. 18-2-2017
JENIS NILAI SATUAN KISARAN NORMAL

WBC 17,75 10^3 uL 5,0 10,0

HB 15,2 g/dL 13,0 18,0


HCT 44,1 % 40 54

PLT 252 10^3/uL 150 450

Neut 75,6 % 50-70


DDR Negatif
PT 16,4 Detik 9,7-13,1
INR 1,53 Detik
Kontrol PT 11,0 Detik
APTT 23,4 Detik 23,9-39,8
Kontrol APTT 22,4 Detik
ALVARADO SCORE
Migration of pain + 1
Anorexia + 1
Nausea and or vomiting + 1
Tenderness in right lower + 2
quadrant
Rebound + 1
Elevated temperature 36,50C -
Leukocytosis 17.750/mm3 2
Shift to the left in 75,6% 1
leukocyte count
TOTAL = 9
RESUME
Seorang laki-laki usia 21 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan
nyeri perut kanan bawah yang dirasakan sejak 3 hari sebelum
masuk RS. Nyeri dirasakan terus-menerus & seperti tertusuk-tusuk.
Awalnya nyeri dirasakan di bagian uluhati kemudian berpindah &
menetap di perut kanan bawah. Selain itu, pasien juga mengeluh
demam dirasakan naik-turun dengan waktu yg tidak menentu, mual
(+) & nafsu makan menurun dalam 3 hari ini. Buang air besar mencret
1 minggu terakhir, frekuensi 5 kali/hari. Menurut pasien keluhan ini
sudah dirasakan sejak 2 bulan lalu, hilang-timbul tetapi pasien tidak
pernah periksa ke dokter. Tanda vital dalam batas normal, dan pada
pemeriksaaan fisik regio abdomen ditemukan nyeri tekan titik Mc
Burney (+), nyeri lepas (+), blumberg sign (+), rovsing sign (+).
Pemeriksaan khusus berupa Psoas sign (+). Pada pemeriksaan darah
rutin ditemukan peningkatan leukosit sebesar 17.750/mm 3 dan
neutrofil sebesar 75,6%. Total skoring Alvarado pasien adalah 9.
DIAGNOSIS

Diagnosis Awal : Appendicitis Acute


Diagnosis Post operasi : Peritonitis ec
Appendicitis perforasi dan omental necrosis
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
IVFD RL 1500 ml / 24 jam

Inj. Ranitidine 50 mg / 8 jam / iv

Inj. Ceftriaxone 1 gr / 12 jam/ iv

Inj. Metronidazole 500 mg / 8 jam / iv

Inj. Metoklopramide 10 mg / 8 jam / iv

Rencana operasi Appendektomi hari Senin,

20/2/2017 bila pasien setuju


MRS ruangan

Persiapan operasi di ruangan


PENATALAKSANAAN
Operasi (20-2-2017)
Diagnosis Pre Operasi : Peritonitis ec Appendicitis perforasi & omental necrosis
Diagnosis Post Operasi : Peritonitis ec Appendicitis perforasi & omental necrosis

Eksplorasi app:
Tindakan : Laparotomi, Apendektomi,
Omentektomi
Perforasi dengan fecolith
terbungkus omentum
Pasien terbaring dalam GA LMA
Dilakukan omentectomy
Desinfeksi
Dilakukan appendektomi
Drapping
Cuci cavum abdomen dengan NS
Insisi transversal memanjang sampai hangat 1500 ml
dengan midline
Pasang drain di cavum douglas
Diperdalam sampai dengan cavum
abdomen
Jahit lapis demi lapis
Nampak pus dan feses pada omentum dan
Operasi selesai
cavum douglas
FOLLOW UP
Hari/Tgl Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter

19/2/2017 S: IVFD RL 1500 ml/24 jam


Nyeri perut kanan bawah (+), Ceftriaxone 2x1 gr/iv
H-1 Metronidazole 3x500 mg/iv
mual (+) berkurang, BAB cair 1x,
Ranitidine 3x50 mg/iv
makan-minum (+) sedikit-sedikit. Antrain 3x1 gr/iv
BAK lancar. Rencana op tgl 20/2/2017
O: Puasa jam 03.00
Ku: Cukup, CM VAS: 4-5 SIO dan Amfrahan siap
TD: 100/60 mmHg P: 20 x/m Lapor Operator dan OK
N: 97 x/m S: 36,50C

R/ abdomen:
NT Mc. Burney (+), nyeri lepas
(+), rovsing sign (+), Blumberg
sign (+), psoas sign (+)
A:
Appendicitis acute
Gizi Cukup

Hari/Tgl Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter

20/2/2017 S: IVFD RL 1500 ml/24 jam


Nyeri perut kanan bawah (+), Ceftriaxone 2x1 gr/iv
H-2 Metronidazole 3x500 mg/iv
pasien sempat minum air putih
Ranitidine 3x50 mg/iv
dan susu ultra ( 100 ml) jam Antrain 3x1 gr/iv
06.00 WIT. Rencana op hari ini
O: Lanjut puasa (+)
Ku: Cukup, CM VAS: 4-5 Menunggu panggilan OK
TD: 100/60 mmHg P: 20
x/m INSTRUKSI POST OP (13.10):
IVFD RL:D5 2:1/24 jam
N: 71 x/m S:
Cefoperazone 2x1 gr/iv
36,50C Metronidazole 3x500 mg/iv
R/ abdomen: Ranitidine 3x50 mg/iv
NT Mc. Burney (+), nyeri lepas Antrain 3x1 gr/iv
(+), rovsing sign (+), Blumberg Jika sadar baik MSS 4
sign (+), psoas sign (+) jam kemudian diet susu
A: 6x100 cc bila tidak
mual/muntah
Appendicitis Acute
Observasi produksi drain
Gizi Cukup Observasi VS

Hari/Tgl Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter
S: IVFD RL:D5 2:1/24 jam
21/2/2017 Nyeri luka op (+), minum susu (+), Cefoperazone 2x1 gr/iv
mual/muntah (-), flatus (-), Metronidazole 3x500 mg/iv
H-3 Ranitidine 3x50 mg/iv
mobilasasi mika-miki (+)
Antrain 3x1 gr/iv
O: Diet susu 6x100 cc mulai
Ku: Cukup, CM VAS: 3 diet bubur saring 3x1 porsi
TD: 100/70 mmHg P: 20 x/m siang ini
N: 68 x/m S: 36,50C Observasi produksi drain
R/ abdomen: Mobilisasi bertahap
Supel, BU (+) kesan normal, nyeri
tekan daerha op (+), luka terawat,
rembesan darah (-), terpasang
drain produksi minimal (5 ml)
warna serous
A:
Post operasi laparatomi +
omentectomy + Appendektomi
tabac H1
Gizi Cukup
Hari/Tgl Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter

22/2/2017 S: IVFD RL:D5 2:1/24 jam


Nyeri luka op (+), makan/minum Cefoperazone 2x1 gr/iv
H-4 Metronidazole 3x500 mg/iv
(+), mual/muntah (-), flatus (+),
Ranitidine 3x50 mg/iv
mobilasasi duduk (+), BAB (-) Antrain 3x1 gr/iv
O: Diet lunak TKTP 3x1 porsi
Ku: Cukup, CM VAS: 2 Bladder training Aff DC
TD: 110/80 mmHg P: 22 x/m GV dan rawat luka op
N: 66 x/m S: 36,50C Observasi produksi drain
R/ abdomen: Mobilisasi bertahap
Supel, BU (+) kesan normal, nyeri
tekan daerah op (+), luka
terawat, darah (-), pus (-),
terpasang drain produksi minimal
(5 ml) warna serous
A:
Post operasi laparatomi +
omentectomy + Appendektomi
tabac H2
Gizi Cukup

Hari/Tgl Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter
23/2/2017 S: IVFD RL:D5 2:1/24 jam
Nyeri luka op (+) berkurang, makan/ minum (+), Cefoperazone 2x1 gr/iv
H-5 mobilisasi duduk (+), BAB (-) Metronidazole 3x500
mg/iv
O:
Ranitidine 3x50 mg/iv
Ku: Cukup, CM VAS: 1 Antrain 3x1 gr/iv
TD: 120/80 mmHg P: 20 x/m N: 82 x/m S: Diet lunak TKTP 3x1 porsi
360C Bladder training Aff DC
R/ abdomen: GV dan rawat luka op
Supel, nyeri tekan daerah op (+), luka terawat, darah Aff drain
(-), pus (-), terpasang drain produksi minimal (3 ml) Mobilisasi bertahap
warna serous
A:
Post operasi laparatomi + omentectomy +
Appendektomi tabac H3
Gizi Cukup

24/2/2017 S: Pasien Bpl
Nyeri luka op (+) berkurang, mobilasasi jalan (+), BAB Extra dulcolax sup 1
H-6 (-) Cefixime 2 x 100 mg p.o
Metronidazole 3 x 500 mg
O:
p.o
Ku: Cukup, CM VAS: 1 Ranitidine 2 x 150 mg p.o
TD: 110/60 mmHg P: 21 x/m N: 68 x/m S: As. mefenamat 3 x 500
36,30C mg p.o
R/ abdomen: KIE diet tinggi protein dan
Supel, nyeri tekan daerah op (+) berkurang, luka jaga luka tetap kering
terawat.
A:
DISKUSI
ANATOMI
VARIASI LETAK APPENDIKS
DEFINISI

APPENDISI
TIS

Peradangan pada organ appendiks vermiformis

Kasus medical emergency & salah satu kasus akut


abdomen yang paling sering ditemui

Obstruksi lumen merupakan penyebab utama


appendisitis
Epidemiologi
Dapat menyerang semua umur, baik
laki-laki maupun perempuan terutama
laki-laki berusia 10-30 tahun
Insidensi apendisitis perforasi Anak
usia < 6 tahun > 50 tahun
Pasien usia > 60 tahun dilaporkan
sebanyak 50% meninggal akibat
apendisitis
ETIOLOGI
Faktor Sumbatan

Faktor Bakteri

Faktor konstipasi & pemakaian laksatif

Kecenderungan Familiar

Faktor Diet
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS
DIAGNOSIS
1. ANAMNESIS Gejala apendisitis
2. PEMFIS:
Inspeksi Penderita berjalan sambil bungkuk dan

memegang perut. Penderita tampak kesakitan. Pada


inspeksi perut tidak ditemukan gambaran spesifik.
Auskultasi Peristaltik usus sering normal.

Peristaltik (-) pd ileus paralitik


Palpasi :

Nyeri tekan (+) Mc. Burney

Nyeri lepas (+) karena rangsangan peritoneum

Perkusi Nyeri ketuk (+)


Pemeriksaan Tanda khusus
Rovsing sign
Penekanan perut kiri bawah terjadi nyeri perut kanan
bawah, karena tekanan merangsang peristaltik dan
udara usus, sehingga menggerakkan peritoneum
sekitar appendix yang meradang (somatic pain).

Blumberg sign

Disebut juga dengan nyeri lepas. Palpasi pada kuadran


kiri bawah atau kolateral dari yang sakit kemudian
dilepaskan tiba-tiba, akan terasa nyeri pada kuadran
kanan bawah karena iritasi peritoneal pada sisi yang
berlawanan.
Pemeriksaan Tanda khusus
Psoas sign
Pemeriksaan Tanda khusus
Obturator sign
Pemeriksaan Penunjang
ALVARADO SCORE
Interpretasi Alvarado
Score:
14 Sangat
mungkin bukan
appendisitis akut
57 Sangat
mungkin appendisitis
akut
8 10 Pasti
appendisitis akut
Penanganan berdasarkan
Skor Alvarado:
14 : Observasi
57 : Antibiotik
8 10 : Operasi dini
DIAGNOSIS BANDING
KOMPLIKASI

Apendikular infiltrat
Apendikular abses
Perforasi
Peritonitis
Ileus paralitik
PENATALAKSANAAN
Non-Operatif:
Pemberian antibiotika IV dapat berguna

untuk appendisitis akut bagi mereka yg


memiliki resiko tinggi untuk dilakukan
operasi.
Rujuk ke dokter spesialis bedah.
PENATALAKSANAAN
OPERATIF:
Persiapan pre-operatif:

Antibiotika preoperatif (persiapan

preoperatif)
Pemberian antibiotika preoperatif

efektif untuk menurunkan terjadinya


infeksi post operasi.
Diberikan antibiotika spektrum luas

dan juga untuk gram negatif dan


anaerob.
PENATALAKSANAAN
OPERATIF:
Open Appendektomy

Laparascopic Appendectomy
PROGNOSIS
Mortalitas appendisitis < 0,1% jika
appendisitis akut tidak pecah
Resikonya meningkat 0,6% pada
appendisitis gangrenosa
Mortalitas pd anak berkisar antara 0,1-1% &
pada pasien usia > 70 tahun, mortalitas
meningkat sekitar 20%
Prognosis membaik dgn diagnosis dini
sebelum perforasi terjadi dan dengan
antibiotik yang adekuat.