Anda di halaman 1dari 33

Laporan Kasus

PENATALAKSANAAN SUSPEK RUPTUR


ARTERI CAROTIS EXTERNA e.c.
TRAUMA TEMBUS COLLI DEXTRA

Pembimbing
Dr. James W. Gedy

Oleh :
Matheis J. Tanati
BAB I
PENDAHULUAN
Trauma tembus leher gawat darurat,
mengancam nyawa Penanganan segera
dan hati-hati
Terdapat struktur-struktur vital yg tdak
dilindungi tulang
5-10 % dari seluruh kasus trauma
Keberhasilan penanganan trauma tembus
leher tergantung pada wkt mulai mendapat
pertolongan , ketepatan dosis dan
ketepatan penanganan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi
Terdapat 2 metode pembagian
daerah leher dari luar yaitu segitiga
dan zona
Segitiga
anteroir
Segitiga
psoterior

Zona I s/d III


Zona I (base of neck) paru, trakea, esofagus,
a. karotis komunis, v. jugularis interna, a.
subklavia, a. Innominata, a. vertebralis, fleksus
brakhialis, tiroid dan medula spinalis.
Zona II (midneck) bagian leher yang paling
terpapar,, trauma tembus (60-75%). Pada zona
ini terdapat laring, trakea, esofagus, a. karotis,
v. jugularis interna, a. vertebralis, medula
spinalis, n.laringeus rekuren dan saraf kranial.
zona III (leher atas) a. Karotis interna bagian
distal, v. Jugularis interna, a. vertebralis,
cabang-cabang a. karotis eksterna, faring,
kelenjar parotis, medula spinalis dan saraf
kranial IX - XII.
Struktur-2x dileher dibungkus oleh 2
facia : fascia superfisian & fascia
cervical profunda Melindungi
struktur
penting
Fascia superfisial m. Platisma penilaian
trauma leher
Fascia cervikal profunda tergantung
rusaknya
Lap. otot ini
investing,
lap.
Pretrakea, Lap.
dan lap. Pretrakea
paravertebra penting
berhibungan
dengan leher
sampe dada-

MEDIASTINITI
S
Klasikasi

Anatomi Stabilitas pasien


Biasanya
tidak
memerluka
n explorasi
Stabil tidakCITO
mengancam nyawa
Zona I s/d zona III Perdarahan
masif,
hematom
Tidak stabil
luas,
mengancam nyawa.
hemodinami
k tdk stabil,
hemomedias Penanganan
tinum, segera
hematothora
x, syok &
gangg.
respirasi
Gambaran Klinis
Gejala dan Tanda
Struktur yang
Terlibat
Cedera pembuluh Syok
darah Hematoma
Perdarahan
Nadi lemah atau hilang
Defisit neurologi
Bruit atau thrill di leher
Cedera Emfisema subkutis
laringotrakea Sumbatan jalan nafas
Sucking wound
Hemoptisis
Dyspnea
Stridor
Suara serak/ disfoni
Cedera Emfisema subkutis
faringoesofagus Hematemesis
Disfagia atau odinofagia
Penanganan
Sesuai dengan prinsip ATLS
Penganan jalan nafas prioritas
utama
Intubasi / trakeosotomi
perdarahaan masif yg mennghalangi
jalan nafas
Penggunaan ventilasi bag-valve-
mask harus hati-hati emfisema
subkutis emboli udara
Bila jalan nafas stabil harus tetap
dievaluasi ada tidaknya
Stabilkan kardiovaskuler observasi TD, N,
pemasangan IV line + resusitasi cairan &
penekanan langsung pd lokasi perdarahan
Hipotensi tnpa disertai takikardi cedera
medula spinalis
Proteksi cervikal sampai terbukti aman
Inspeksi luka tanpa melepaskan bekuan darah
Pemeriksaan kepala, leher dan bagian tbuh
lain menyingkirkan adanya trauma multiple
Ro. Cervical & thorax menyingkirkan trauma
cervical, deteksi pneumothorax,
hematothorax, pneumomediastinum, benda
asing , emfisema
Trauma tidak stabil explorasi
segera
Trauma stabil konservatif
Explorasi segera dapat dilakukan
langsung pada trauma stabil maupun
tidak stabil dengan pertimbangan
resiko akibat explorasi < dibanding
resiko komplkasi akibat cedera
steuktur vital yg tidak terdeteksi
Alogaritma Penatalaksanaan Trauma Tembus Leher
Komplikasi

Perdarahan yg persisten,
pseudoaneurisma, fistel esofagokutan,
fistel esofagotrakeal, fistel trakeokutan,
fistel venoarterial, infeksi yang dapat
menyebabkan pembentukan abses leher,
sepsis, mediastinitis, stenosis dari stuktur
berlumen seperti trakea dan esofagus serta
defisit neurologi.
Cara terbaik untuk mencegah terjadinya
komplikasi adalah melakukan evaluasi
yang lengkap dan teliti serta follow-up
ketat pasca tindakan serta pemberian
antibiotika
BAB III
LAPORAN KASUS

Identitas
Nama : Tn. N.M
Umur : 55 Thn
Suku/bangsa : Makassar
Pekerjaan : Petani
Alamat : Arso III
Tanggal & Jam MRS : 10 10 2014 / 19.30
wit
Tanggal & Jam Kejadian : 10 10 2014 /
15.30 wit
Tempat Kejadian : Halaman rumah pasien
Mekanisme of Injury
Pasien jatuh dari pohon dengan
dengan posisi badan kanan pasien
yang menyentuh tanah lebih dulu,
leher kanan pasien tertusuk oleh
parang yang sementara tertancap
dibawah pohon.
Primary Survey
Airway = Bebas
Breathing = Dada simetris, jejas (-), retraksi
(-), R = 24 x/m; JVP (-), Defiasi Trakea (-)
Circulasi = Nadi = 76x/m; TD = 120/70
mmHg; CRT < 2
Disabillity = Kesadaran = Allert
Exposure = Buka pakaian penderita, evaluasi
Head to toe R. Colli Dextra tampak luka
tusuk ukuran 2x3 cm, udema (+), nyeri (+),
darah (+) yang tampak diluar minimal karena
sudah diklem; Regio digiti IV manus Dextra
terdapat luka robek, udema (+), darah (-)
Secondary Survey
Keluhan Utama : Leher nyeri tertusuk parang
R.P.S : Pasien merupakan rujukan dari R.S Yowari
dengan diagnosa V. Laceratum regio colli dextra +
susp. Ruptur vena jugularis. Saat ini pasien
mengeluh nyeri sehingga tidak berani
menggerakan leher, saat awal kejadian menurut
pasien terjadi banyak perdarahan dari luka dileher
tersebut, pasien lalu dibawah ke puskesmas arso III
dan lukanya dijahit, setelah itu pasien dirujuk ke
R.S Yowari selama 30 menit , di R.S Yowari pasien
selanjutnya dipasang infus RL, di R.S yowari
petugas ingin melihat sumber perdarahan namun
karena perdarahan masih terus terjadi terus,
sehingga pasien lalu dirujuk langsung ke R.S.U
jayapura
Status trauma Gieske
Sistem sirkulasi : Normal ,TD = 120/70 mmHg
Nadi = 76 x/m
Sistem Pernafasan : Frekwensi = 24x/m
Sistem urologi : Produksi Urine 600 cc
Sistem Saraf Pusat : Kesadaran = compos mentis
Perkiraan kehilangan darah : < 10 %
Dehidrasi : 4 5 %

Kepala / leher : ca -/-, si -/-, pembesaran KGB (-)
Thorax : Simetris, Retraksi (-), SN Vesikuler, Rho -/-, Whz
-/-,
Abdomen : Datar, B.U (+), supel, H/L = tak teraba, NT (-)
Extremitas : Akral hangat, edema (-)
Pelvis : Jejas (-)
R.T : tidak dilakukan
Konsultasi
Konsul dr. James W. Gedy, Sp.B
Jawaban Konsul
Resusitasi cairan
Pasang DC
Inj. Ceftriaxone 2x1 gr (iv)
Inj. Ranitidine 2x50 mg (iv)
Inj. Transamin 2x500 mg (iv)
Inj. Antrain 3x1 gr (iv)
Inj. ATS
Cek DL, CT, BT cito
Cek golongan darah
Siapkan darah
Co. Anestesi
Pro. Explorasi cito di kamar operasi
Pemeriksaan Penunjang

Jenis pemeriksaan Hasi l

Darah lengkap :
- HB - 13,7 g/dl
- Leukosit - 10,72 mm3
- Trombosit - 117 mm3
- CT - 430
- BT - 200
- Croschek gol. Darah - B
- GDS - 75 mg/dl
Tindakan
Jam 23.00 wit persiapan pasien sudah lengkap.
Vital sign terakhir : TD =- 140/80 mmHg; N = 98x/m; R =
26x/m; SB = 36,5
Jam 23.15 wit dilakukan anestesi pasien
Jam 23.30 wit operasi dimulai, laporan operasi :
Pasien tidur dalam posisi supine dibawah pengaruh G.A
Dilakukan aseptik antiseptik lapangan operasi
Regio colli sinistra tampak luka terbuka dengan ukuran 2-3
cm
Luka diperluas , tampak bekuan darah, bekuan darah
dikeluarkan tampak perdarahan dari cabang a. Carotis externa
dextra
Lakukan ligasi arteri karotis externa hingga perdarahan stop
Cuci luka dengan NaCl
Pasang drine, kontrol perdarahan
Jahit tutup luka
Operasi selesai
BAB IV
PEMBAHASAN

Anamnesis + Px. Fisik pasien mengalami


trauma tembus leher disertai banyak
perdarahan saat dirumah mebutuhkan
penanganan segera
Pasien + keluarga pasien mengaku
mengalami banyak perdarahn m namun tidak
pasien tidak mengalami kesulitan berbafas,
kesulitan bicara, leher masih dapat
digerakkan evaluasi awal ini memungkin
tidak ada gangguan pada N. Laringeus
rekuren, kemungkinan terjadi sumbatan
saluran nafas, dan fraktur cervical
Pasien dibawah kepuskesmas
terdekat dilakukan heacting situasi
dan bebat tekan
Dirujuk ke R.S kwaingga dilakukan
pemasangan I.V line 2 jalur
kemuadian dirujuk ke RS do 2 karena
masih terjadi perdarahan
Vital sign saat di R.S kwaingga stabil
dan saat tiba di R.S dok 2 masih
tetap stabil
Kemungkinan perdarahan yang
terjadi tidak lebih dari 750 cc atau
Pada pemeriksaan fisik luka tusuk
ini terjadi di zona II sesuai dengan
teori babhwa zona ini yg paling
sering terpapar
Namun kemungkinan tidak terjadi
struktur vital (mean arteri yg
melewati zona ini)
Penanganan awal yang dilakukan pada
pasien ini sudah sesuai dengan pedoman
berdasarkan ATLS saat tiba di R.S
dilakukan primary survey pasien stabil
Tetap direncanakan explorasi cito
pertimbangan terjajdinya komplikasi jika
terjadi cedera struktur vital yang masih
belum diketahui
Tindakan explorasi sesuai prosedur
dilakukan dikamar operasi
Observasi diruangan dan pemberian
antibiotik mencegah komplikasi
TERIMA KASIH
GB