Anda di halaman 1dari 35

PULP KIMIA

SYAHIDAH
2017
Pulp kimia yang dihasilkan
merupakan hasil pemasakan
chip dengan bahan kimia di
dalam digester, dimana dalam
proses ini panas yang diberikan
dan bahan kimia dapat
mengurangi lignin, dan mengikat
serat selulosa secara bersama-
sama tanpa adanya
pengurangan serat selulosa.
Dalam proses kimia ini diperoleh
R 50% dengan kadar lignin 3-5 %
sehingga pulp yang dihasilkan
mempunyai kekuatan tarik yang
tinggi. Dalam proses ini juga
terjadi proses bleaching yaitu
proses pemucatan warna pulp
sehingga dihasilkan pulp dengan
tingkat kecerahan yang tinggi
PROSES PEMBUATAN PULP SECARA
KIMIA

Terdiri atas 3 macam yaitu


1) Proses Asam : Sulfit
2) Proses Basa : Soda, Sulfat,
Kraft
3) Proses Organosolv :
alkohol, asetat, metanol, dll.
KRAFT PROCESS/KRAFT
PULPING
Pulp kraft (kraft pulping) termasuk
proses pembuatan pulp secara alkali.

Disebut kraft karena pulp yang


dihasilkan dari proses ini memiliki
kekuatan lebih tinggi dibandingkan
proses mekanis dan semikimia, akan
tetapi rendemen yang dihasilkan lebih
kecil karena komponen yang
terdegradasi lebih banyak (lignin,
ekstraktif dan mineral)
Sejarah
Metode pulp kraft digunakan
pertama kali secara komersil pada
tahun 1885 di Swedia
Metode ini kemudian digunakan
oleh banyak pabrikan, dengan
diperkenalkannya Tomlinson
recovery furnace pada tahun 1930
Awal tahun 1950 diperkenalkan
proses pengelantangan dengan
menggunakan chlorine dioksida.
Keuntungan pembuatan pulp secara kraft
Dapat menggunakan semua spesies dan
kualitas kayu, termasuk semua tipe kdj
dan kdl, bahkan campuran keduanya
waktu pemasakan yang pendek
pengolahan limbah cairan pemasak dan
produksi by product yang berharga
seperti minyak tall dan terpentin dari
spesies pinus
sifat sifat kekuatan pulp yang sangat baik
Proses Pembuatan Pulp
Penyiapan Kayu dan Chip
Penyediaan bahan baku log di wood yard
dengan tujuan untuk degradasi lignin
secara alami
Kemudian log melewati stone trap (alat
yang berfungsi untuk membuang batu
yang menempel pada log), setelah itu
log dicuci.
Selanjutnya kulit log dikupas dengan alat
yang berbentuk drum disebut Drum
barker.
Drum Barkers
toucherdubois.ca
Setelah itu Log yang sudah bersih ini
kemudian di buat chip menggunakan
alat chipper.
Chip kemudian disimpan di chip
yard, setelah itu chip di kirim ke
penyaringan utama untuk
memisahkan chip yang bisa dipakai
dan yang tidak. Chip yang standar
kemudian dikirim ke bejana
pemasak(digester).
Wood Chipper

woodchipperrental.nettruecapitalist.wikia
.com
Blower tank
us.magnetrol.com

Digester
pulpandpaper-technology.com
Cooking
Chip dimasak dengan beberapa tahap dan
dibagi menjadi beberapa zona pada
temperatur maksimal sekitar 160 oC
-presteaming
Pertama chip dikukus, kemudian dipanaskan
dengan steam di steaming vessel dengan
tujuan : menghilangkan udara yang
terperangkap di dalam rongga-rongga chips
dan menggantinya dengan steam (uap air)
dan untuk memanaskan chips
Impregnation
Chip dimasak dengan cairan pemasak
yang disebut dengan larutan pemasak
(white liquor)
Pada tahap ini terjadi dua proses yang
berbeda yaitu:
1. bulk penetration yaitu larutan pemasak
masuk ke dalam chip melalui pori-pori
kayu
2. diffusi yaitu ion dan molekul larutan
pemasak bergerak dari tempat larutan
Cooking- Blowing

Pada kraft pulping larutan pemasak


terdiri atas bahan kimia aktif yaitu
sodium hidroksida (NaOH) dan
sodium sulfit (Na2S)
Dalam larutan pemasak juga
terdapat kandungan kimia yang tidak
ikut bereaksi di dalam proses
pemasakan pulp yaitu sodium
karbonat (Na2CO3)
Reaksi kimia yang terjadi pada
proses ini antara bahan aktif
alkali (NaOH+Na2S) dan efektif
Alkali (NaOH + 1/2 Na2S) yaitu
jumlah aktual OH- dengan
komponen kayu.
Sebagian besar bahan kimia
yang dikonsumsi oleh karbohidrat
yang terkandung dalam kayu dan
kekuatan pulp disebut derajat
penghilangan selulosa dan
Pada proses pemasakan dikontrol
dengan target KAPPA NUMBER
dimana dengan ini dapat ditentukan
sisa lignin yang ada pada akhir proses
pemasakan kayu.
Bilangan Kappa adalah jumlah mililiter
kalium permanganat 0,1 N yang
terpakai oleh 1 gr pulp kering oven
sesuai dengan kondisi standar. Hasil
yang diperoleh dikoreksi terhadap 50%
pemakaian permanganat (SNI
0494,2008).
knowpulp.com
Variabel utama yang di kontrol
selama pemasakan adalah:

Waktu dan temperatur (H


Faktor)
Alkali Charge
Rasio larutan pemasak dan
kayu
Washing and Screening
Tahap selanjutnya setelah pulp siap kemudian
dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan
sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak
terhadap lingkungan.
Proses selanjutnya pulp disaring (screening) agar
terbebas dari bahan-bahan pengotor yang dapat
mengurangi kualitas pulp. Proses penyaringan ini
ada dua tahap, yaitu penyaringan kasar dan
penyaringan halus. Proses akhir dari penyaringan
berada pada sand removal cyclones yang
berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp.
O2 Delignifikasi
Kemudian pulp dicampur dengan oksigen (O 2)
dan sodium hidroksida (NaOH) yang biasanya
sodium hidroksida ini didapatkan dari WL
oksidasi yaitu larutan pemasak yang sudah
dioksidasi di dalam delignification tower
sebelum dicuci di dalam washer.
Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk
mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia
pada tahap pengelantangan (bleaching),
mengurangi kandungan lignin, serta
memutihkan pulp.
Bleaching
Pulp ini kemudian dikelantang (bleaching)
dengan bahan kimia yang bertujuan untuk
mencapai derajat keputihan sesuai standar
ISO.
Bagian ini terdiri atas beberapa tahap yaitu
D0-EO-D1-D2
Pada tahap D0 pulp dari tahap sebelumnya
ditambahkan chlorine dioksida (ClO2) setelah
itu pulp memasuki tahap EO yaitu tahap
ekstraksi. Ditahap ini pulp ditambahkan
sodium hidroksida dan kadang ditambahkan
juga hidrogen peroksida sedangkan tahap
berikutnya yaitu tahap D1 dan D2
Paper sheet
asia.ru
diagramprosespembuatanpulp
infoprintpack.com
Pulp sulfit
Proses sulfit sendiri
merupakan pembuatan pulp
yang pertama dilakukan
dengan menambahkan cairan
kalsium hidrogen sulfit dan
belerang dioksida dalam
sistem bertekanan.
Pembuatan pulp proses sulfit
yang pertama dilakukan
dengan menambahkan cairan
kalsium hidrogen sulfit dan
belerang dioksida dalam
sistem bertekanan. Proses
sulfit dibuat untuk
menghasilkan pulp dengan
selulosa yang murni
Pulp sulfit digunakan untuk
membuat kertas, tisu, dan
juga menambahkan kekuatan
pada kertas koran. Cairan
pemasak yang digunakan
adalah asam sulfit yang
dibuat dengan membakar
sulfur menghasilkan sulfur
dioksida, sulfur ini dapat
menyerap air menghasilkan
Keuntungan proses sulfit adalah :

1. R yang dihasilkan lebih besar dibandingkan


proses kraft
2. Pulpnya dapat menghasilkan turunan selulosa
3. Lebih mudah dioperasikan
4. Lebih mudah untuk diputihkan

Pulp sulfit biasanya sedikit lebih rusak jika


dibandingkan dengan pulp hasil kraft, sehingga
produknya sedikit yang digunakan
ORGANOSOLV PROCESS
Pada tahun 2000-an mulai
dikembangkan metode baru
dengan menggunakan
organosolvent yang relatif
lebih ramah lingkungan.

Metode ini tidak


menggunakan klorin dalam
prosesnya, tetapi
menggunakan bahan kimia,
TERIMA KASIH