Anda di halaman 1dari 16

Hematothorax

Nama kelompok :
Chieffiana Laila N (121.0021)
Geovani Anggasta Lidyawati
(121.0041)
Hildan Aviano (121.0045)
Putri Rachmandina Rizky (121.0079)
Sujiati (121.0101)

DEFINISI

Hematothorax merupakan suatu


keadaan dimana darah
terakumulasi pada rongga pleura
yang disebabkan karena adanya
trauma pada dada yang menjadi
predisposisi terpenting
perembesan darah berkumpul
dikantong pleura tidak bisa
Etiologi
Penyebab paling umum dari
hemothorax adalah trauma dada.
Trauma misalnya:
Luka tembus paru-paru, jantung,
pembuluh darah besar, atau dinding
dada
Trauma tumpul dada kadang-kadang
dapat mengakibatkan lecet
hemothorax oleh pembuluh internal.
Lanjutan..
Dapat juga terjadi pada pasien yang memiliki:

Sebuah cacat pembekuan darah


Kematian jaringan paru-paru (paru-paru
infark)
Kanker paru-paru atau pleura
Menusuk dada (ketika senjata seperti pisau
atau memotong peluru paru-paru)
Penempatan dari kateter vena sentral
Operasi jantung
Tuberkulosis
Manifestasi klinis

Tanda dan gejala Hemotoraks yang mungkin


timbul:
Denyut jantung yang cepat
Kecemasan
Kegelisahan
Kelelahan
Kulit yang dingin dan berkeringat
Kulit yang pucat
Nyeri dada pleuritik
Sesak nafas
Penatalaksanaan medik

Resusitasi cairan
Pemasangan WSD (Water Sealed Drainage)
Pasien yang sulit bernapas bisa
memanfaatkan terapi oksigen supplemental
Darah harus dikeluarkan dan paru harus
direekspansi.
Terapi Analgesic
Terapi IV
Auto transfuse
Torakotomi
Pemeriksaan diagnostik

Sinar X dada
Radiologi
GDA
Torasentesis
Hb
Komplikasi

Komplikasi dapat berupa :


Kegagalan pernafasan
Kematian
Fibrosis atau parut dari membran pleura
Syok
Gagal Nafas
Pneumotoraks
Pengkajian keperawatan

Keluhan utama meliputi sesak napas,


bernapas tanpa berat pada dada dan keluhan
susah untuk melakukan pernapasan.

Riwayat Penyakit Saat Ini : Keluhan sesak


mendadak dan semakin lama semakin berat.
Nyeri dada dirasakan pada sisi yang sakit, rasa
berat, tertekan dan terasa lebih nyeri pada
gerakan pernapasan. Kaji apakah ada riwayat
trauma yang mengenai rongga dada seperti
peluru yang menembus dada dan paru,
Lanjutan..
ledakan yang menyebabkan peningkatan.
Tekanan udara dan terjadi tekanan pada dada
yang mendadak menyebabkan tekanan
didalam paru meningkat, kecelakaan lalu
lintas biasanya menyebabkan trauma tumpul
pada dada atau tusukan benda tajam
langsung menembus pleura.

Riwayat Penyakit Dahulu


Perlu ditanyakan apakah klien pernah
merokok, terpapar polusi udara yang berat.
Perlu ditanyakan apakah ada riwayat alergi
pada keluarga.
Pemeriksaan Fisik

B1 (Breathing)
Inspeksi
Pada hematothorax akumulasi darah
dan adanya udara akan memberikan
tekanan positif dari rongga pleura,
sehingga berdampak pada
peningkatan usaha dan frekuensi
pernapasan, serta penggunaan otot
bantu pernapasan.
Palpasi
Taktil fremitus menurun pada sisi yang
sakit. Disamping itu, pada palpasi juga
ditemukan pergerakan dinding dada yang
tertinggal didada yang sakit.
Perkusi
Suara ketok pada sisi yang sakit mulai
pekak dan semakin ke atas akan
didapatkan bunyi hiperesonan karena
adanya darah dan udara dirongga pleura.
Auskultasi
Suara napas menurun sampai menghilang
di sisi yang sakit
Lanjutan...
B2 (Blood)
Perawat perlu memonitor dampak hemtohorax pada status
kardiovaskular meliputi keadaan hemodinamik seperti nadi,
tekanan darah, dan CRT.
B3 (Brain)
Pada inspeksi tingkat kesadaran perlu dikaji.
B4 (Bladder)
Pengukuran volume output urine berhubungan dengan intake
cairan.
B5 (Bowel)
Perawat perlu mengkaji tentang bentuk, turgor, nyeri, serta
tanda-tanda infeksi karena dapat merangsang serangan asma,
meningkatkan frekuensi pernapasan, serta konstipasi.
B6 (Bone)
Pada trauma tusuk di dada, sering ditemukan adanya kerusakan
otot dan jaringan lunak dada sehingga meningkatkan risiko
infeksi.
Diagnosis Keperawatan
Ketidakefektifan pola pernapasan yang berhubungan
dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap
akumulasi darah dan udara serta terjadinya peningkatan
tekanan postif dalam rongga pleura.
Bersihan jalan napas yang tidak efektif yang
berhubungan dengan adanya akumulasi sekret di jalan
napas.
Resiko tinggi infeksi yang berhubungan dengan adanya
port drainade akibat luka penusukan dari tindakan WSD.
Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan
adanya luka pasca pemasangan WSD.
Resiko tinggi terutama yang berhubungan dengan
adanya tidak optimalnya drainase selang sekunder dari
pipa WSD yang terjepit.
Lanjutan..

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi: kurang dari


kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan terjadinya
peningkatan metabolisme tubuh, nafsu makan terganggu
akibat sesak napas sekunder yang menekan struktur
abdomen.
Gangguan ADL (activity dailing living) yang berhubungan
dengan kelemahan fisik umum dan keletihan sekunder
akibat adanya sesak napas.
Cemas yang berhubungan dengan adanya ancaman
kematian yang dibayangkan klien (ketidakmampuan untuk
bernapas).
Gangguan pola tidur dan istirahat yang berhubungan
dengan bentuk yang menetap dan sesak napas yang
dirasakan, serta berubahan suasana lingkungan.
Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan
informasi mengenai proses penyakit dan perubahan.
teima acih
temanku