Anda di halaman 1dari 10

Tuberkolosis pada ibu

hamil (TBC)
Pengertian
Penyakit yang disebabkan oleh
bakteri Mycobakterium tubercolosis
complex.

(Kemenkes RI,
2013)
Tanda dan gejala
Gejala umum: keluhan yang sering
ditemukan adalah batuk-batuk yg
lama, badan terasa lemah, nafsu
makan berkurang, BB menurun, kdg2
ada batuk darah dan sakit didada.
Gejala tambahan:
a. Malaise
b. Berkeringat malam hari tanpa
kegiatan fisik (Kemenkes RI, 2013;
c. Demam meriang > 1 bulan
Prawirohardjo, 2005)
Diagnosis
Setiap ibu yang datang dengan tanda dan gejala di
atas, dianggap sebagai suspek TB, dan perlu
dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis
langsung.
Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan BTA dilakukan
dengan metode SPS (sewaktu-pagi-sewaktu)
sebanyak tiga kali pengambilan, yaitu saat
pertama kali berkunjung, kemudian setelah bangun
tidur pagi di hari kedua (pot dahak dibawa pulang),
dan saat menyerahkan pot dahak di hari kedua.
Foto radiologi dianggap positif bila ditemukan
gambaran infiltrat atau kavitas.
(Kemenkes RI,
2013)
Tatalaksana
Pengobatan TB pada ibu hamil pada prinsipnya tidak berbeda
dengan pengobatan TB pada umumnya. Hanya saja,
streptomisin TIDaK BoleH diberikan karena dapat menyebabkan
cacat bawaan pada janin.
Pastikan selama masa pengobatan, pasien didampingi oleh
seorang pengawas minum obat (PMO) yang dapat memantau
dan mendorong kepatuhan pasien berobat.
Untuk Kategori 1 (pasien TB baru BTA positif, ATAU pasien TB
baru BTA negatif foto toraks positif), ibu diberikan rifampisin,
INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari selama 2 bulan,
dilanjutkan rifampisin dan INH 3 kali seminggu (intermiten)
selama 4 bulan. Dosis yang diberikan adalah sebagai berikut.
INH dosis 5 mg/kgBB/hari (untuk pemberian setiap hari) atau 10
mg/kgBB/hari (untuk pemberian 3 kali seminggu); maksimum 300
mg/hari
Rifampisin 10 mg/kgBB/hari; maksimum 600 mg/hari
Pirazinamid 25 mg/kgBB/hari; maksimum 2000 mg/hari
Etambutol 15 mg/kgBB
(Kemenkes RI,
Terapi tersebut dapat diberikan
dalam bentuk kombinasi dosis tetap
(KDT) sesuai berat badan ibu seperti
di bawah ini:
BB (Kg) Setiap hari (intensif) Tiga kali seminggu
selama 56 hari (2 bulan) (intermiten) selama
pertama 16 minggu (4 bulan)
berikutnya
30-37 2 tablet 4KDT 2 tablet 2KDT
38-54 3 tablet 4KDT 3 tablet 2KDT
55-70 4 tablet 4KDT 4 tablet 2KDT
>71 5 tablet 4KDT 5 tablet 2KDT
(Kemenkes RI,
2013)
Lakukan pemeriksaan dahak kembali di akhir
tahap intensif (bulan kedua).
Bila hasil (-), lanjutkan pengobatan tahap
berikutnya.
Bila hasil (+), berikan tambahan pengobatan
seperti tahap intensif selama 28 hari (OAT sisipan).
Setelah selesai, lakukan pemeriksaan dahak
ulangan. Bila negatif, lanjutkan pengobatan ke
tahap berikutnya. Bila tetap positif, rujuk pasien
ke layanan TB-MDR untuk pemeriksaan resistensi
sambil melanjutkan pengobatan ke tahap lanjutan.

(Kemenkes RI,
2013)
Lakukan pemeriksaan dahak satu bulan sebelum tahap
lanjutan selesai (bulan kelima).
Bila hasilnya (-), lanjutkan pengobatan.
Bila hasilnya (+), rujuk pasien ke layanan TB-MDR dan mulai
pengobatan kategori 2.
Lakukan pemeriksaan dahak di akhir pengobatan (bulan
keenam). Bila hasilnya negatif, pasien dinyatakan sembuh.
Bila hasilnya positif, rujuk pasien ke layanan TB-MDR dan
mulai pengobatan kategori 2.
Setelah lahir, bayi diberikan profilaksis INH (5-10
mg/kgBB/hari) sampai 6 bulan. Vaksinasi BCG segera
diberikan setelah pengobatan profilaksis selesai.
Ibu hamil dengan tuberkulosis Kategori 2 (pasien kambuh,
pasien gagal, dan pasien putus berobat) dan ibu hamil
dengan TB ekstra paru sebaiknya dirujuk ke layanan TB-
MDR untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
(Kemenkes RI,
Askeb dan pencegahan
Tidak ada indikasi untuk
pengguguran kehamilan pada
penderita TBC.
Tetap ANC spt biasa
Dianjurkan penderita datang diawal
atau diakhir dan segera diperiksa
tidak trjadi penularan pada org2
sekitar
Pada proses persalinan klien 2005)
(Prawirohardjo,

ditempatkan dikamar bersalin khusus


Persalinan ditolong dg ekstraksi forcep dans
edapat mgkin pasien tdk meneran, diberi
masker agar tidak tjd penyebaran kuman
kesekitarnya
Bayi jika BCG tersedia sebaiknya segera
diberikan saat bayi telah lahir
Penkes pada penderita dan keluarga tentang
TBC, penularannya terhadap anak klien dan
kel. menyadari sepenuhnya cara melakukan
perawatab oada bayinya dengan baik

(Prawirohardjo, 2005)