Anda di halaman 1dari 10

REVIEW UNDANG-UNDANG

NOMOR 22 TAHUN 2001


TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI

Oleh : Endras Herdad Jaya (113140099)


Pasal 1 Ayat 9
Berbunyi : Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang
bertujuan untuk menghasilkan Minyak dan Gas Bumi
dari wilayah kerja yang ditentukan, yang terdiri atas
pengeboran dan penyelesaian sumur, pembangunan
sarana pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan
untuk pemisahan dan pemurnian Minyak dan Gas Bumi
di lapangan serta kegiatan lain yang mendukungnya.
Review
Pada kata menghasilkan bersifat kata kerja yang
tidak pas digunakan. Karena seolah-olah pihak yang
melakukan kegiatan eksploitasi lah yang
menghasilkan minyak dan gas bumi, sehingga
bersifat tidak baku. Padahal pada kegiatan
eksploitasi bertujuan untuk mendapatkan minyak
dan gas bumi di permukaan atau dengan kata lain
memproduksikannya. Oleh Karena itu, kata
menghasilkan harus diganti dengan kata
mendapatkan.
Revisi Pasal 1 Ayat 9

Eksploitasi
adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan
untuk mendapatkan Minyak dan Gas Bumi dari wilayah
kerja yang ditentukan, yang terdiri atas pengeboran
dan penyelesaian sumur, pembangunan sarana
pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan untuk
pemisahan dan pemurnian Minyak dan Gas Bumi di
lapangan serta kegiatan lain yang mendukungnya.
Pasal 1 Ayat 5

Berbunyi: Kuasa Pertambangan adalah wewenang


yang diberikan Negara kepada Pemerintah untuk
enyelenggarakan kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi.
Review
Pada kata Negara bersifat sebagai kata benda,
sehingga kurang cocok untuk digunakan, dimana
pada pasal 1 ayat 5 menjelaskan bahwa kuasa
pertambangan diberikan Negara kepada Pemerintah.
Kata diberikan sama dengan Negara memberikan
kuasa pertambangan kepada pemerintah, sehingga
bersifat sebagai kata kerja. Oleh Karena itu, kata
negara perlu dihapus dan kata diberikan diganti
dengan dimiliki, serta langsung dicantumkan
Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemilik
kuasa pertambangan, karena fungsi pemerintah
disini adalah sebagai penyelenggara.
Revisi Pasal 1 Ayat 5
Kuasa Pertambangan adalah wewenang yang dimiliki
oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk
menyelenggarakan kegiatan Eksplorasi dan
Eksploitasi.
Pasal 33 Ayat 4
Berbunyi: Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap
yang bermaksud melaksanakan kegiatannya dapat
memindahkan bangunan, tempat umum, sarana dan
prasarana umum sebagaimana dimaksud dalam ayat
(3) huruf a dan huruf b setelah terlebih dahulu
memperoleh izin dari instansi Pemerintah yang
berwenang.
Review
Pada pasal 33 ayat 4 seharusnya dihapus saja,
karena tidak mendukung pasal 33 ayat 3 dan seolah-
olah Pemerintah memberikan kemudahan kepada
Badan Usaha dalam melaksanakan kegiatannya,
dimana sebenarnya Pemerintah mungkin saja
dirugikan. Hal ini dikarenakan tidak dijelaskannya
apakah yang menanggung pemindahan bangunan,
tempat umum, sarana dan prasarana umum adalah
pemerintah atau badan usaha, khususnya pihak
asing.
TERIMAKASIH