Anda di halaman 1dari 10

APLIKASI SEMIKONDUKTOR

THERMISTOR
Nama kelompok:
1. Makhfira Safitri (A1C314023)
2. Hidayaturrahman (A1C314024)
3. Ayu Kartika Sari (A1C314025)
4. Puspa Armandita (A1C314026)
5. Phuty Ayu Ningrum (A1C314028)
Termistor (thermistor) adalah komponen
semikonduktor yang memiliki tahanan (resistansi)
yang dapat berubah dengan suhu/temperature.

Thermistor merupakan singkatan dari thermally


sensitive resistor, yang berarti resistor yang peka
atau sensitif terhadap suhu. Ada dua jenis termistor,
yaitu: PTC (Positive Temperature Coefficient) dan
NTC (Negative Temperature Coefficient ).
Termistor digunakan dalam berbagai aplikasi, dan berikut ini
beberapa aplikasi termistor yang paling populer:

1. SENSOR SUHU
Sensor suhuadalah alatyang digunakan untuk
mengubahbesaranpanasmenjadi besaranlistrikyang dapat
dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode
yang digunakan untuk membuatsensorini, salah satunya
dengan cara menggunakan material yang
berubahhambatannyaterhadaparus listriksesuai dengan
suhunya.
Adapun sensor suhu dapat terbuat menggunakan bahan

semikonduktor. Bahansemikonduktormempunyai sifat


terbalik dari logam, semakin besar suhu, nilai hambatan
akan semakin turun.
Hal ini dikarenakan pada suhu yang semakin tinggi, elektron

dari semikonduktor akan berpindah ke tingkat yang paling


atas dan dapat bergerak dengan bebas.
Seiring dengan kenaikan suhu, semakin banyak elektron

dari semikonduktor tersebut yang bergerak bebas, sehingga


nilai hambatan tersebut berkurang
Aplikasi sensor suhu
1) Pendeteksi dan pengontrol temperatur. Termistor-termistor

disediakan sangat murah dan dapat diandalkan sebagai


sensor temperaturyang memiliki rentang yang lebar. Contoh-
contoh sederhana jarak dari alarm-alarm api pada pendeteksi
tumor. Kadang-kadang termistor merupakan bagian dari
osilator dan frekwensi keluarannya menjadi fungsi
temperatur.
2) Compensasi Sebagian besar resistor dan penghubung

pada PTC. Termistor dihubungkan pararel dengan NTC


yang komponen-komponennya bisa di nonaktifkan
dengan bantuan temperatur.

3) Seperti pada relay temperatur dan saklar. Kegunaan

pada efek-efek terhadap pemanasan . Sebagai contoh,


pengkarakteristikan dengan NTC bias digunakan untuk
mengatur tegangan dan pada penundaan dan waktu
sirkuit. Pengkarakterisasian dengan PTC digunakan untuk
memproteksi gelombang.
2. PEMBATAS LONJAKAN ARUS
Termistor biasanya juga digunakan sebagai pembatas lonjakan arus.

Termistor membatasi lonjakan arus untuk menghindari kerusakan

komponen secara bertahap dan untuk mencegah sekring atau juga circuit

breaker putus atau trip. Jenis termistor yang biasanya digunakan sebagai

pembatas arus ini adalah termistor NTC. Jadi pada awalnya resistansi

termistor yang tinggi akan menahan aliran arus yang besar, dan ketika

dalam beberapa detik arus terus mengalir, termistor NTC akan memanas,

sehingga resistansinya menurun dan memungkinkan arus normal

mengalir ke rangkaian.
3. Proteksi sirkuit
Termistor juga bisa digunakan untuk melindungi sirkuit atau
rangkaian dengan cara memutus aliran arus (sebagai pengganti
sekring). Jenis termistor yang digunakan untuk melindungi sirkuit ini
adalah termistor PTC. Jadi pada normalnya termistor PTC akan
membolehkan aliran arus mengalir ke rangkaian, dan ketika ada arus
berlebih yang mengalir melalui termistor, maka termistor PTC akan
memanas, dan memanasnya suhu atau meningkatnya suhu ini akan
meningkatkan resistansi dari termistor PTC, sehingga aliran arus akan
terhambat atau terputus.