Anda di halaman 1dari 15

PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA

DAN DEMOKRASI
KELOMPOK 2
Komang Monica Cristina (1406205009)
Ni Kadek Ratna Sari (1406205012)
Sri Purnamasari (1406205013)
Weda Pratama (1406205014)
I Gst Ayu Ari Warmadewi (1406206026)
Wayan Yuniari (1406205031)
Cokorda Istri Agung Krisna Dewi
(1406205038)
i.A Putu Dian Savitri (1406205144)
SLIDE YUNIARI
SUB BAHASAN
Demokrasi
Partisipasi Politik
Pemanfaatan Sosial Media dalam
Partisipasi Politik dan Demokrasi
Fenomena Berita Bohong (Hoax) dalam
Demokrasi di Sosial Media
Buzzer Media Sosial dalam Politik
Media Sosial Sebagai Sarana Black
Campaign
DEMOKRASI

Implementasi
PENGERTIAN Demokrasi Di
DEMOKRASI Lingkungan
PRINSIP- Kehidupan
PRINSIP Bernegara
DEMOKRASI
PENGERTIAN

PARTISIPASI
POLITIK
Partisipasi Masyarakat
dalam Politik sebagai
Implementasi Nilai-Nilai
Demokrasi
di Indonesia.
Pemanfaatan Sosial Media dalam Partisipasi
Politik dan Demokrasi

Socialmedia adalah suatu set komunikasi dan alat


kolaborasi yang memungkinkan banyak jenis interaksi yang
sebelumnya tidak tersedia untuk orangbiasa, Chris Brogan
(2010:11).

Penggunaan Media Sosial dalam Partisipasi


Politik dan Demokrasi

Manfaat Penggunaan Sosial Media dalam


Partisipasi Politik dan Demokrasi
Kerugian Penggunaan Sosial Media dalam
Partisipasi Politik dan Demokrasi
Fenomena Berita Bohong
(Hoax) dalam Demokrasi di
Sosial Media

Satu fenomena yang mewarnai demokrasi di


Indonesia saat ini adalah bahwa dengan adanya
media sosial, maka berbagai informasi di
negara ini menjadi semakin mudah diakses.
contoh berita bohong di sosial media yang
melibatkan nama tokoh politik yaitu berita
mengenai : Turki Dukung Demo 411 dmana
dalam berita di sosial media, pemerintah Turki
mendukung demonstrasi 411 karena beredarnya
foto pejabat Turki di depan Masjid Istiqlal, yang
tak lain adalah Wakil Menteri Pertahanan Turki
Suay Alpay.
Buzzer Media Sosial dalam
Politik
Menurut D.W. Rajecki, dalam bukunya Attitute,
themes and Advence (1982) ada tiga komponen
yang mempengaruhi opini publik, antara lain
perasan, tingkah laku, nalar yang
menghasilkan penilaian atau pengertian dari
seseorang berdasarkan rasio atau kemampuan
penalarannya.
Saat ini momen pemilu khususnya pilkada
di 101 daerah di Indonesia
Salah satu yang menarik dibicarakan dalam
pilkada adalah fenomena para
buzzer (orang yang mengampanyekan
sesuatu) yang menggunakan media sosial.
Media Sosial Sebagai Sarana
Black Campaign

KAMPANYE MEDIA
SOSIAL

Seringkali terjadi kampanye hitam dengan


menjelek-jelekkan calon lain, saling menjatuhkan
dengan menyebar fitnah dan kabar-kabar miring
mengenai lawan politiknya, dan parahnya seringkali
para pelaku-pelaku tidak bertanggung jawab itu
sengaja menggunakan akun-akun fake untuk
menyembunyikan identitas asli mereka.
KESIMPULAN
Media sosial didalam demokrasi
memiliki dua posisi, yaitu menjadi
instrumen
yang memperkuat demokrasi, atau
menjadi instrumen yang mencederai
demokrasi itu sendiri. Aksi seperti
penyebaran berita bohong, penyebaran
buzzer di media sosial hingga kampanye
hitam adalah beberapa contoh yang
dapat menciderai nilai-nilai demokrasi itu
sendiri.
SARAN
Masyarakat umum , tokoh politik dan
pemerintah harus bekerjasama dalam
memanfaatkan sosial media secara
positif dalam berdemokrasi. Mayarakat
pula harus lebih selektif dalam
mempercayai informasi yang disampaikan
di media sosial serta lebih bertanggung
jawab dalam menyampaikan postingan di
media sosial.
SESI
?
DISKUSI