Anda di halaman 1dari 40

GANGGUAN AKTIFITAS BERHUBUNGAN DENGAN

KELAINAN PENGLIHATAN KATARAK DAN


GLOUKOMA

Oleh :
Ade Tika Herawati, S.Kep., Ners., M.Kep
Aktifitas adalah suatu keadaan bergerak untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.

Gangguan aktifitas adalah suatu kondisi ketidakmampuan


seseorang untuk bergerak secara bebas karena
dipengaruhi oleh berbagai kondisi seperti gangguan
motorik, sensorik, gangguan sistem persyarafan,
muskuloskeletal ataupun gangguan persepsi sensori
sehingga terjadi gangguan dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Skala aktifitas
5 skala aktifitas :
1.Mandiri
2.Memerlukan bantuan dan pengawasan orang lain.
3.Memerlukan bantuan/pengawasan/bimbingan sederhana
4.Memerlukan bantuan dan pengawasan orang lain dan
alat bantu.
5.Tergantung secara total
Menurut carpenito, 5 skala aktivitas
5 skala aktivitas menurut carpenito :
0 Mampu merawat diri secara penuh
Memerlukan penggunaan alat
Memerlukan bantuan / pengawasan orang lain
Memerlukan bantuan, pengawasan orang lain dan
peralatan
Sangat tergantung dan tidak dapat melakukan.
Jenis Mobilitas
Jenis mobilitas :
a. Mobilitas penuh
adalah kemampuan seseorang melakukan
pergerakan secara penuh dan bebas sehingga dapat
berinteraksi sosial dan melaksanakan perannya dengan
maksimal.

b. Mobilitas sebagian
adalah suatu keadaan pergerakkan seseorang yang
terbatas sehingga memerlukan bantuan baik secara
sebagian atau bantuan secara total.
Berdasarkan jenisnya Gangguan mobilitias dibagi dalam 2
jenis :
a. Ganguan mobilitas permanen
b. Gangguan mobilitas sementara
Gangguan mobilitas sebagian disebabkan karena berbagai
faktor, salah satunya disebabkan karena adanya gangguan
persepsi sensori akibat :
a.Katarak
b.Gloukoma
kATARAK

Katarak setiap keadaan kekeruhan pada


lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan) lensa, denaturasi protein
lensa atau akibat kedua-duanya.
Etiologi

Katarak disebabkan oleh berbagai factor yaitu


Fisik seperti trauma tumpul, trauma tajam
Kimia seperti obat-obatan
Penyakit Predisposisi seperti : DM
Genetic dan gangguan perkembangan
Infeksi virus di masa pertumbuhan janin
Usia di atas 50 tahun ke atas
Patofisiologi katarak
Usia meningkat

Perubahan susunan kimiawi pada lensa

Penurunan uptake oksigen
Peningkatan konsentrasi ion Na, Ca dan K
Penurunan protein

Proses kimiawi protein pada lensa dan sinar UV merubah
membuat lensa kekuningan

Lensa menjadi keruh

Cahaya terhalang untuk diterima oleh retina

Penurunan ketajaman penglihatan

Perubahan persepsi sensori penglihatan
Klasifikasi Katarak
Katarak Kongenital
Katarak Rubela
Katarak Juvenil
Katarak senile
Katarak Komplikata
Katarak diabetes
Katarak sekunder
Katarak traumatika
Katarak Kongenital
Katarak Kongenital katarak yang mulai terjadi
sebelum atau segera setelah lahir dan bayi
berusia kurang dari 1 tahun.
Katarak kongenital merupakan penyebab kebutaan
pada bayi yang cukup berarti terutama akibat
penanganannya yang kurang tepat.
Katarak ini sering ditemukan pada bayi yang
dilahirkan oleh ibu yang menderita rubella, DM,
toksoplasmosis, hipoparatyroidisme, galaktosemia.
Katarak Juvenil
Katarak yang lembek dan terdapat pada orang
muda, yang mulai terbentuknya pada usia kurang
dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan.
Katarak juvenil biasanya merupakan kelanjutan
katarak kongenital trauma.
Katarak senile

Katarak senile semua kekeruhan lensa yang


terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 50
tahun.
Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui
secara pasti.
Katarak Komplikata
Katarak komplikata katarak akibat penyakit mata
lain seperti radang dan proses degenerasi seperti
ablasi retina, retinitis pigmentosa, glaucoma, tumor
intraocular, iskemia ocular, nekrosis anterior
segmen, Buftalmos, akibat suatu trauma dan pasca
bedah mata.
Katarak komplikata juga dapat disebabkan oleh
penyakit sistemik endokrin (DM, hipoparatiroid,
galaktosemia, dan miotonia distrofi) dan keracunan
obat.
Katarak traumatika

Setiap robekan pada kapsul sebagai akibat trauma,


misalnya trauma tembus pada mata yang
disebabkan oleh benda tajam, akan menyebabkan
katarak.
Pengobatan operatif adalah perlu.
Manifestasi klinis
Penurunan ketajaman penglihatan
Silau
Pengembunan seperti mutiara keabuan pada
pupil
Susah melihat dimalam hari
Pupil akan tampak kekuningan,abu-abu atau
putih
GLOUKOMA

Glaukoma sekelompok gangguan yang


melibatkan beberapa perubahan atau gejala
patologis ditandai dengan peningkatan TIO
dengan segala akibatnya.
Etiolog
i

Bertambahnya produksi cairan mata


Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah
sudut bilik mata atau di celah pupil
Berubahnya susunan biokimia cairan mata
bertambahnya protein dan sel cairan mata
Patofisiol
ogi
Hiperproduksi Ha
Obstruksi aliran HA

Nyeri HA meningkat di COA TIO meningkat

Supplay darah dan oksigen menurun pada saraf
optikus dan retina

Jaringan iskemik dan kehilangan fungsinya

Kerusakan penglihatan
o Glaukoma tipe primer
Glaukoma sudut
terbuka
Glaukoma sudut
tertutup Klasifika
o Glaukoma tipe si
sekunder
o Glaukoma tipe
congenital
GLAUKOMA
TIPE PRIMER
Glaukoma tipe primer bentuk yang paling sering
terjadi

Dibagi menjadi 2 :
a.Glaukoma sudut terbuka
b.Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut
terbuka
glaucoma kronik/glaucoma simpleks/open angle glaucoma
bentuk glaucoma primer yang lebih tersembunyi dan
membahayakan serta paling sering terjadi (ada kurang lebih 90%
dari klien glaucoma).
terjadi pada individu yang mempunyai sudut ruang (sudut antara
iris dan kornea) terbuka normal tapi terdapat hambatan pada aliran
keluar akuos humor melalui sudut ruangan Hambatan terjadi di
jaringan trabekula, kanal schlemn atau vena-vena akueos.
Tanda klasik bersifat bilateral, herediter, TIO meninggi, sudut COA
terbuka, bola mata tenang, lapang pandang mengecil dengan
macam-macam skotoma yang khas, perjalanan penyakit progresif
lambat.
Glaukoma sudut
Angle closure glaucoma/close angle
tertutup
glaucoma/narrow angle glaucoma/acute glaucoma
awitannya mendadak harus ditangani sebagai
keadaan emergensi.
Mekanisme dasar menyempitnya sudut dan
perubahan letak iris yang terlalu ke depan.

Perubahan letak iris kornea menyempit atau
menutup sudut ruangan menghalangi aliran keluar
akueos humor TIO meningkat dengan cepat,
kadang mencapai
tekanan 50-70 mmHg.
Tindakan pada situasi ini harus cepat dan tepat
kebutaan pada mata yang terserang.
Tanda dan gejala glaukoma sudut tertutup :
nyeri hebat di dalam dan sekitar mata
timbulnya halo di sekitar cahaya
pandangan kabur
klien kadang mengeluh keluhan umum sakit
kepala, mual, muntah, kedinginan, demam bahkan
perasaan takut mati mirip serangan angina.
Peningkatan TIO nyeri yang melalui saraf kornea
menjalar ke pelipis, oksiput dan rahang melalui
cabang-cabang nervus trigeminus.
Iritasi saraf vagal dapat mengakibatkan mual dan
sakit perut.
GLAUKOMA
TIPE
SEKUNDER
Glaucoma sekunder glaucoma yg tjdi akibat
penyakit mata lain penyempitan sudut atau
peningkatan vol cairan di dalam mata.

Kondisi ini secara tidak langsung mengganggu
aktivitas struktur yang terlibat dalam sirkulasi
dan/ reabsorbsi akueos humor.
Gangguan ini terjadi akibat :
Perubahan lensa dislokasi lensa, intumesensi
lensa yang katarak, terlepasnya kapsul lensa
pada katarak
Perubahan uvea uveitis anterior, melanoma
dari jaringan uvea, neovaskularsasi di iris
Trauma hifema, kontusio bulbi, robeknya
kornea/limbus disertai prolaps iris
Operasi pertumbuhan epitel yang masuk
camera oculi anterior (COA), gagalnya
pembentukkan COA setelah operasi katarak,
uveitis pascaekstraksi katarak yang
menyebabkan perlengketan iris
GLAUKOMA TIPE CONGENITAL
Glaukoma tipe
congenital

Terjadi akibat kegagalan jaringan


mesodermal memfungsikan trabekular.
Kondisi ini disebabkan oleh ciri autosom
resesif dan biasanya bilateral.
Pemeriksaan
Diagnostik
Pemeriksaan tajam penglihatan
Tonometri
Gonioskopi
memeriksa sudut bilik mata depan
menggunakan suatu lensa kontak khusus.
Oftalmoskopi
Pemeriksaan fundus mata memperhatikan
keadaan papil saraf optik, sangat penting dalam
pengelolaan glaukoma yang kronik.
Pemeriksaan lapang pandang
Pengkajian
Pengkajian keperawatan berhubungan dengan kebutuhan
aktifitas dikaitkan dengan gangguan persepsi sensori pada
klien dengan katarak dan gloukoma adalah

Wawancara
saat wawancara kita tanyakan :
a.Bagaimana kah pengaruh katarak dan gloukoma yang
diderita terhadap pemenuhan aktifitasnya klien.
b.Bagaimanakah tingkat aktifitas klien akibat adanya
katarak dan gloukoma??
c.Bagaimana upaya klien dalam memenuhi kebutuhannya
sehubungan dengan adanya katak dan gloukoma.
Riwayat kesehatan sekarang, dahulu dan keluarga
a.Tanyakan sejak kapankah gangguan aktifitas dirasakan
klien
b.Apakah yang memperberat dan memperingan masalah
klien
c.Upaya yang dilakukan untuk menangani masalah tersebut
d.Hasil yang didapatkan dari penanganan yang telah
dilakukan
e.Adakah penyakit dahulu yang memperberat keluhan saat
ini
f.Adakah riwayat dengan keluhan dan masalah yang sama
dalam keluarga
Pemeriksaan Fisik
a.Pengkajian status penglihatan pasien --- pemeriksaan
visus
b.Pengkajian pengunaan alat bantu --- yang sedang
digunakan
c.Pengkajian kemampuan klien dalam menggunakan alat
bantu
d.Masalah yang muncul dari pemakaian alat bantu ---
kesulitan penggunaan alat bantu, ketersediaan alat dan
kemampuan untuk mendapatkan dorongan, bantuan dan
support dari keluarga dan lingkungan
Intervensi :
Beberapa tindakkan keperawatan yang berhubungan
dengan gangguan aktifitas akibat gangguan persepsi
sensori akibat katarak dan gloukoma.
1.Penggunaan alat bantu --- kaca mata
2.Pengunaan alat bantu saat beraktifitas
3.Melibatkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan aktifitas
klien
4.Menyiapkan support system bagi klien