Anda di halaman 1dari 7

DASAR DASAR PENDIDIKAN IPA

BEHAVIORISME DALAM PENDIDIKAN IPA

Oleh

Fazliana Samaun (421415003)

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


PENGERTIAN BEHAVIORISME

Behaviorisme adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar


pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme
termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan dapat dan harus
dianggap sebagai perilaku.

Belajar menurut teori Behavioristik adalah perubahan tingkah laku sebagai


akibat dari adanya reaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dikatakan
telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukan perubahan pada tingkah
lakunya, apabila dia belum menunjukkan perubahan tingkah laku maka belum
dikatakan bahwa ia telah melakukan proses belajar. Teori ini sangat
mementingkan adanya input yang berupa stimulus dan output yang berupa
respons. Dalam proses pembelajaran input ini bisa berupa alat peraga,
gambar-gambar, atau cara-cara tertentu untuk membantu proses belajar
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Stimulus dan Respons
BEHAVIORISME
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa misalnya alat
peraga, gambar atau charta tertentu dalam rangka membantu belajarnya.
Stimulus ini dapat terintegrasi dengan baik melalui perencanaan program
pembelajaran yang baik lengkap dengan alat-alat yang membentu siswa
mencapai tujuan belajar. Sedangkan respons adalah reaksi siswa terhadap
stimulus yang telah diberikan oleh guru tersebut, reaksi ini haruslah dapat
diamati dan diukur.

Reinforcement (penguatan)
Konsekuensi yang menyenangkan akan memperkuat perilaku disebut penguatan
(reinforcement) sedangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan
memperlemah perilaku disebut dengan hukuman (punishment).

Pembentukan perilaku (Shapping)


Menurut skinner untuk membentuk perilaku seseorang diperlukan langkah-langkah
berikut : 1. Mengurai perilaku yang akan dibentuk menjadi tahapan-tahapan yang
lebih rinci; 2. menentukan penguatan yang akan digunakan; 3. Penguatan terus
diberikan apabila muncul perilaku yang semakin dekat dengan perilaku yang akan
dibentuk.

Kepunahan (Extinction)
Kepunahan akan terjadi apabila respon yang telah terbentuk tidak mendapatkan
penguatan lagi dalam waktu tertentu.
KEKUATAN DAN KELEMAHAN
BEHAVIORISME
Kekuatan Behaviorisme:
Behaviorisme melakukan penelitiannya terhadap perilaku berdasarkan
yang tampak atau observable behavioris. Oleh sebab itu,
mempermudah proses penelitian karena perilaku dapat dikuantifikasi.
Teknik terapi perilaku yang efektif secara intensif menggunakan
intervensi berbasis behaviorisme, dan dapat diterapkan pada anak dan
orang dewasa.

Kelemahan Behaviorisme:
Behaviorisme memandang bahwa pembelajar adalah individu yang
pasif yang bertugas memberikan respon kepada stimulus yang
diberikan. Oleh sebab itu belajar didefinisikan sebagai perubahan
perilaku.
Behaviorisme menggenalisir hasil eksperimen terhadap hewan kepada
manusia. Oleh sebab itu, generalisasi kurang berhasil apabila
diterapkan terhadap orang dewasa.
PENERAPAN TEORI BEHAVIORISME DALAM
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Dapat diterapkan dengan menggunakan stimus-stimulus yang dapat
membangkitkan semangat siswa dalam belajar dan mampu merangsang
siswa untuk merubah perilakunya sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai.
Misalya dalam mengajarkan materi tentang diri sendiri , stimulus dapat
diberikan dengan cara menunjukkan gambar / foto Tubuh manusia atau
menunjukkan torso manusia, dengan menunjukkan media tentu siswa akan
lebih tertarik dan termotivasi untuk melakukan pembelajaran.

Dengan menunjukkan media pembelajaran yang menarik akan menunjukkan


respons yang positif, respons yang diberikan siswa merupakan tindakan, jika
siswa melakukan perubahan tingkah laku.
Misalnya siswa bertanya fungsi anggota tubuh manusia, atau mampu
menjawab pertanyaan yang diberikan guru setelah melihat media contohnya
menujukkan bagian tubuh manusia dan bertanya pada siswa apa fungsinya
siswa yang mampu menjawab dengan benar dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai diindikasikan telah terjadi perubahan perilaku
Referensi

1. Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

2. Burhanuddin, dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: An-Ruzz Media

3. Lismayadi. 2013. Teori Behaviorisme Dalam Pembelajaran (Diakses pada 27 Agustus

2016)
TERIMA KASIH