Anda di halaman 1dari 8

DASAR DASAR PENDIDIKAN IPA

BEHAVIORISME DALAM PENDIDIKAN IPA


Oleh

Fazliana Samaun (421415003)

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


PENGERTIAN BEHAVIORISME
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang
didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 yang
berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subyek
tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan salah satu aliran
psikologi yang meyakini bahwa untuk mengkaji perilaku individu
harus dilakukan terhadap setiap aktivitas individu yang dapat
diamati, bukan pada peristiwa hipotetis yang terjadi dalam diri
individu.
Belajar menurut teori Behaviorisme adalah perubahan tingkah laku sebagai
akibat dari adanya reaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dikatakan
telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukan perubahan pada tingkah
lakunya, apabila dia belum menunjukkan perubahan tingkah laku maka belum
dikatakan bahwa ia telah melakukan proses belajar.
Tokoh behaviorisme antara
lain :
Edward Lee Thorndike
John Watson,
Clark L. Hull
Edwin Guthrie
Burrhus Frederic Skinner
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR BEHAVIORISME

Stimulus Control in Operant Learning


Stimulus adalah sesuatu yang diberikan guru kepada siswa misalnya alat peraga,
gambar tertentu dalam rangka membantu belajarnya. Sedangkan respons adalah
reaksi siswa terhadap stimulus yang telah diberikan.

Reinforcement and Punishment


Konsekuensi yang menyenangkan akan memperkuat perilaku disebut penguatan
(reinforcement) sedangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan
memperlemah perilaku disebut dengan hukuman (punishment).

Positive and Negative Reinforcement


Pemberian stimulus positif yang diikuti respon disebut penguatan positif, misalnya
dengan memuji siswa setelah dapat merespon pertanyaan guru. Sedangkan
mengganti peristiwa yang dinilai negatif untuk memperkuat perilaku disebut
penguatan negatif, misalnya apabila siswa mampu mengerjakan tugas dengan
sempurna maka diperbolehkan tidak mengikuti ulangan.
Primary and Secondary Reinforcement
Penguatan primer adalah penguatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
fisik seperti air, makanan, udara dll. Sedangkan penguatan sekunder adalah
penguatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan non fisik seperti pujian,
pangkat, uang dll.
Immediacy
Penguatan hendaknya diberikan segera setelah perilaku muncul karena akan
menimbulkan perubahan perilaku yang jauh lebih baik daripada pemberian
penguatan yang diulur-ulur waktunya.

Shapping
Menurut skinner untuk membentuk perilaku seseorang diperlukan langkah-langkah
berikut : 1. Menguraikan perilaku yang akan dibentuk menjadi tahapan-tahapan yang
lebih rinci; 2. menentukan penguatan yang akan digunakan; 3. Penguatan terus
diberikan apabila muncul perilaku yang semakin dekat dengan perilaku yang akan
dibentuk.
Extinction
Kepunahan akan terjadi apabila respon yang telah terbentuk tidak
mendapatkan penguatan lagi dalam waktu tertentu.
PENERAPAN TEORI BEHAVIORISME DALAM
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Dapat diterapkan dengan menggunakan stimulus-stimulus yang dapat
membangkitkan semangat siswa dalam belajar dan mampu merangsang siswa
untuk merubah perilakunya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Misalnya dalam mengajarkan materi tentang diri sendiri , stimulus dapat diberikan
dengan cara menunjukkan gambar / foto Tubuh manusia atau menunjukkan torso
manusia, dengan menunjukkan media tentu siswa akan lebih tertarik dan termotivasi
untuk melakukan pembelajaran.
Dengan menunjukkan media pembelajaran yang menarik akan menunjukkan
respons yang positif, respons yang diberikan siswa merupakan tindakan, jika siswa
melakukan perubahan tingkah laku.
Misalnya siswa bertanya fungsi anggota tubuh manusia, atau mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan guru setelah melihat media contohnya menujukkan bagian
tubuh manusia dan bertanya pada siswa apa fungsinya siswa yang mampu menjawab
dengan benar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
diindikasikan telah terjadi perubahan perilaku.
Dalam pembelajaran IPA agar pengetahuan (perilaku/tindakan) siswa
dapat bertahan dalam ingatannya perlu dilakukan penguatan dengan
cara mengulang (drill) materi yang diberikan atau dengan cara
memberikan penguatan kepada siswa yang mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan guru misalnya dengan memberikan pujian,
memberikan nilai yang sangat memuaskan, atau dengan cara yang
lainnya yang dapat membuat bangga siswa yang telah berhasil. Untuk
siswa yang tidak berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan guru
akan diberikan kegiatan remedial sebagai bentuk penguatan berupa
pengulangan.
Kelebihan teori behaviorisme
Teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih
membutuhkan dominansi peran orang dewasa, suka mengulangi dan
harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk
penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
Membiasakan guru untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan
kondisi belajar
Kelemahan teori behaviorisme
Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered
learning), bersifat mekanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang
diamati dan diukur.
Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan
menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar
yang efektif. Penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk
mendisiplinkan siswa (teori skinner) baik hukuman verbal maupun fisik
seperti kata-kata kasar, ejekan, jeweran yang justru berakibat buruk
pada siswa.
TERIMA KASIH