Anda di halaman 1dari 20

TABLET HISAP

MALTODEKSTRIN DE 1-5 DARI PATI


SINGKONG SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
TABLET HISAP EKSTRAK DAUN SIRIH
(PIPER BETLE L.,)
Tujuan
penelitian

Untuk mengetahui
kemampuan
maltodekstrin DE 1-5
sebagai bahan pengikat
dalam formula tablet
hisap ekstrak daun sirih
PENDAHULUAN

Di dalam daun sirih terdapat minyak


Tanaman sirih berasal dari india, atsiri yang mengandung allilkatekol,
ceylon dan malaysia dan kadinen, sineol, estragol, eugenol,
kemudian menyebar sampai ke eugenol metil eter dan pirokatekin.
afrika timur, dapat tumbuh sampai Selain minyak atsiri di dalam daun
ketinggian 300 m diatas segar terdapat pula: air, protein, lemak
permukaan laut. karbohidrat, serat, bahan mineral,
kalsium fosfor, besidan ion besi.
Kegunaan daun
sirih
tablet hisap ditujukkan untuk pengobatan
iritasi lokal, infeksi mulut, infeksi
tenggorokan, dapat pula mengandung
bahan aktif yang bekerja secara sistemik
setelah ditelan.
dalam penelitian ini digunakan
maltodekstrin de 1-5 dari pati singkong
sebagai bahan pengikat. maltodekstrin
adalah hasil hidrolisis pati parsial yang
dicirikan oleh total dekstrose yang terdapat
dalam bahan (dextrose equifalen).
dibuat dengan cara menghidrolisis pati
singkong dengan -amilase 0,1% pada
suhu 953C selama 4 menit.
Formula
tablet hisap

Bahan Formula (%) b/b


A B C
Ekstrak 8 8 8
kental
daun sirih
Maltodekst 15 20 25
rin
Manitol 59 54 49
Sugar 8 8 8
Talk 5 5 5
Magnesiun 2 2 2
stearat
aerosil 3 3 3
Bahan dan Alat

Bahan : Alat :
Pati singkong Hamber mixer
Ekstrak daun sirih Timbangan analitik
Aquadest PH meter
Kalsium klorida Desikator
Natrium hidroksida Ayakan 80 mesh
Enzim -amilase Oven
Asam klorida Pencetak tablet single
Etanol punch
Dekstrosa Alat pengukur kekerasan
Pereaksi fehling tablet
Indicator metal biru Alat uji keregasan
Manitol Jangka sorong
Aerosol Alat uji waktu hanur
Magnesium stearat Alat uji laju alir
Talk
Sugar tab
Cara kerja

Untuk mengetahuai kualifikasi pati singkong yang akan


digunakan dalam penelitian dikarakterisasi terlebih dahulu,
meliputi :
Penentuan kadar amilosa
Penetapan susut pengeringan dan sisa pemijaran derajat putih
Penentuan pH menggunakan pH meter
Suhu gelatinasi
Bentuk dan ukuran partikel
Pembuatan maltodekstrin
DE 1-5 dan karakterisasi
Karakteristik maltodekstrin,
meliputi :
Pembuatan tablet
hisap
Uji organoleptik dilakukan
terhadap 15 responden yang
mengetahui bau dan rasa ekstrak
daun sirih, responden diminta
untuk menguji rasa dari tiga
formula tablet hisap yaitu
formula A, B, C dan satu tablet
hisap yang mengandung ekstrak
daun sirih yangada dipasaran
untuk mengetahui tingkat
kesukaan dan kemanisan
terhadap masing masing tablet.
hasil
Karakter pati
singkong

Karakter pati singkong perlu dilakukan untuk


dijadikan acuan untuk menghasilkan maltodekstrin
yang sama pada pembuatan selanjutnya.
Penetapan kadar amilosa penting karna
mempengaruhi sifat rheologi maltodekstrin yang
dihasilkan. Kadar amilosa yang diperoleh : 16,13%
Pemeriksaan susut pengeringan perlu dilakukan
karna pada proses pembuatan maltodekstrin, dihitung
berdasarkan bobot kering pati. Susut pengeringan
yang diperoleh : 8,53%
Pemeriksaan sisa pemijaran bertujuan untuk
mengetahui adanya pencemaran pada pati yang
digunakan. Jika proses pembuatan pati semakin baik
maka pencemaran akan semakin kecil. Hasil
pemeriksaan diperoleh sisa pemijaran sebesar : 0,08%.
pH pati perlu diperiksa karena mempengaruhi
pembuatan malodekstrin dan enzim -amilase bekerja
pada pH 6,5.
Hasil pemeriksaan pH pati adalah 5,98
pada proses pembuatan maltodekstrin, pati dihidrolisis
dengan pemanasan di atas suhu gelatinasinnya. Hasil
pengukuran menggunakan brabender amylograph
menunjukkan bahwa suhu gelatinasi pati singkong
berada pada kisaran 66 75C.
derajat pengukuran putih pati menggunakan alat
whitemeter, dengan barium sulfat. Hasil pemeriksaan
menunjukkan bahwa pati singkong yang memiliki nilai
derajat putih 98,8%
Pembuatan dan karakter
maltodekstrin

Penambahan ion Ca2+ pada suspensi berfungsi


sebagai stabilisator enzim -amilase, karena dapat
menurunkan tingkat penguraian enzim akibat panas
yang terjadi. Kerja -amilase padamolekul
amilopekinakan menghasilkan glukosa, maltosa, dan
berbagai jenis -limit dekstrin terdiri dari empat
atau lebih residu gula yang mengandung ikatan -
1,6, sedangkat terhadap amilosa memotong rantai
ikatan glukosidik -1,4 secara acak.

hasil penetapan susut pengeringan diperoleh 4,6%


hasil pemeriksaan diperoleh sisa pemijaran maltodekstrin
sebesar 0,08%
hasil pemeriksaan pH sebesar 5,35%
hasil pemeriksaan derajat putih sebesar 77,05%
maltodekstrin yang dihasilkan diayak dengan ayakan 80 mesh,
sehingga mempunyai ukuran partikel 180
Tablet hisap

Tablet hisap dibuat dalam 3 formula A, B, C. maltodekstrin yang


digunakan sebagai bahan pengikat, masing-masing 15, 20 dan 25%.
Komposisi tiap formula terdiri dari bahan aktif ekstrak kental daun
sirih, manitol sebagai pengisi, sugar tab sebagai pemanis tambahan,
maltodekstrin sebagai pengikat talk dan magnesium stearat sebagai
pelincir serta aerosil sebagai adsorben.
hasil penentuan laju alir masa tablet menunjukkan bahwa ketiga
formula memiliki laju alir yang cukup baik untuk memindahkan
masa tablet dari hopper ke die, dengan sudut istirahat ideal 26-45,
hal itu menunjukkan bahwa ketiga formula tablet hisap dapat
mengalir dengan bebas.
Hasil evaluasi tablet
hisap

Hasil pengukuran keseragaman bobot ketiga formula


tablet hisap daun sirih mempunyai koefisien variasi
berkisar antara 0,43% - 0,93%, perbedaan tersebut
dipengaruhi oleh jumlah bahan yang diisikan kedalam die.
Pada umumnya diameter tablet konstan namun ketebalan
tablet dapat bervariasi. Ketebalan tablet harus terkontrol
sampai perbedaan 5%. Ketiga formula memiliki
ketebalan yang hampr sama, dan diameter tablet hisap
ketiga formul;a hanya memiliki sedikit perbedaan.
Kekerasan merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi ketahanan tablet terhadap gunjangan
mekanik yang mungkin terjadi selama pengemasan,
penyiapan maupun transportasi. Ketiga formula tablet
hisap memiliki kekerasan yang hampir sama.
Waktu hancur tablet hisap dari ketiga formula
menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi
maltodekstrin yang ditambahkan semakin mudah hancur.
Uji hedonik (tingkat kesukaan) penting
dilakukan pada tablet hisap karena pada
penggunaannya tinggal dalam mulut dalam
jangka waktu yang cukup lama.
Dari hasil uji kesukaan, tampak bahwa
tablet hisap standar yang ada di pasaran
paling disukai, karena mempunyai tingkat
kemanisan yang cukup dibandingkan
dengan tablet yang dibuat sendiri.
paramete Formula
r A B C

Masa tablet
Laju alir (g/det) 3,76 4,82 11,07
Sudut diam () 17,24 33,69 35,17
tablet
Keseragaman
bobot
Bobot rata rata 506,3 500,05 500,1
(mg)
Koefisien variasi 0,93 0,43 0,42
(%)
Keseragaman
ukuran
Diameter (mm) 10,05 10,05 10,05
Koefisien fariasi 0 0,02 0,02
(%)
Tebal (mm) 3,03 3,02 2,96
kesimpulan

Maltodekstrin DE 1-5 dari pati singkong dapat


digunakan sebagai bahan pengikat tablet hisap
ekstrak daun sirih yang dibuat bsecara cetak langsung
pada konsentrasi 15, 20 dan 25%. Semakin besar
konsentrasi malodekstrin, tablet hisap yang dihasilkan
semakin keras dan keregasannya berkurang, namun
tidak memperpanjang waktu hancur. Tidak ada
perbedaan proposi tingkat kesukaan dari ketiga
formula tablet hisap, ketiga formula tablet hisap
kurang disukai karena kurang manis dibanding tablet
hisap standar yang ada dipasaran