Anda di halaman 1dari 35

REFERA

T
KARAKTERISTIK
MATERNAL PADA
SECTIO CAESAR
Pembimbing : dr. Raden Pandji Setiawan, Sp.OG
Coass : Marthin Fernandes Pasaribu
BAGIAN KEPANITERAAN OBSGYN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
PERIODE 27/02/ 2017 06/05/2017
JAKARTA
LATAR BELAKANG
Latar Belakang
O Survei Demografi dan Tindakan SS diambil jika
Kesehatan Indonesia ada kelainan pada 3 faktor
(SDKI) 2007 penentu persalinan yaitu
memperoleh AKI periode Power (tenaga
5 tahun sebelum survei
mengejan atau
adalah 228 per 100.000
kontraksi otot dinding
kelahiran hidup.
rahim),
Passage (keadaan jalan
lahir), dan
Passanger (janin yang
hendak dikeluarkan).

Badan Pusat Statistik (BPS) et al. Survei Demografi dan Manuaba, IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan
Kesehatan (SDKI) 2007. BPS, Depkes RI, ASID, BKKBN, dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.
Jakarta, 2007. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1998.
Lanjutan..
O WHO pada tahun 1970an angka SS diseluruh
dunia hanya 5-7% dari seluruh persalinan,
namun pada tahun 2003 angkanya telah
mencapai 25-30% dari seluruh persalinan.

O WHO 5-15% dari seluruh persalinan

O Organization for Economic Co-operation dan


Development (OECD) thn 2004 s.d. 2008
> anjuran WHO tersebut.

Organization for Economic Co-operation Development (OECD). World Cesarean Rates OECD Countries.
OECD Health Data 2010 www.oecd.org
TINJAUAN PUSTAKA
Persalinan
O Definisi
O Proses menipis dan membukanya leher rahim, yang
diikuti oleh turunnya janin ke jalan lahir, dan
kemudian disusul oleh kelahiran, yaitu proses
keluarnya bayi serta pengeluaran placenta dari
rahim.

O Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan


selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan
dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan
menyebabkan perubahan pada serviks (membuka
dan menipis)

Andriana, Evariny, 2007. Melahirkan Tanpa Rasa Sakit. Jakarta : Buana Ilmu Populer
JNPK-KR DepKes RI, 2008; 37)
Tanda-Tanda
Persalinan
1. Timbulnya his
2. Keluarnya lendir
berdarah dari
jalan lahir
(show).
3. Pendataran dan
pembukaan

Mochtar, Rustam 1998, Sinopsis Obstetri. EGC, Jakarta.


Seksio Sesarea
O Seksio Sesarea (SS)
O adalah suatu
persalinan buatan,
dimana janin dilahirkan
melalui suatu insisi
pada dinding perut dan
dinding rahim dengan
syarat rahim dalam
keadaan utuh serta
berat janin diatas
500gram

Wiknjosastro, H et al. Ilmu Bedah Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 1989.
Epidemiologi
Tahun (%)
NO Negara
2004 2005 2006 2007 2008
1. Australia 29,1 30,0 30,3 30,6 -
Czech
2. 16,0 17,1 18,4 19,6 20,5
Republic
3. Denmark 20,0 19,4 20,4 21,4 22,1
4. Estonia 17,2 18,9 19,0 20,0 19,9
5. France 18,6 19,1 19,4 19,9 19,9
6. Germany 26,0 26,7 27,8 28,5 29,4
7. Hungary 27,1 29,2 29,3 30,3 31,4
8. Italy 39,4 39,4 39,7 39,8 -
9. Korea 36,7 36,3 35,1 35,3 35,3
10. Mexico 37,0 38,2 39,5 40,7 43,9
11. New Zealand 22,3 22,8 23,9 22,8 22,8
12. Poland 16,3 18,9 19,6 18,8 19,3
13. Portugal 27,0 27,8 31,0 31,2 32,7
14. Slovenia 14,3 15,5 16,4 16,8 27,0
15. Switzerland 25,7 26,7 28,8 30,0 23,7
16. U.K. 22,7 23,6 23,2 23,6 23,7
17. U.S. 29,1 30,3 31,1 31,8 32,0

Sumber : OECD Health Data, 2010.


Lanjutan..
O Untuk wilayah ASEAN, dari
9.550 ibu dan 9.665 anaknya
yang disurvei di 4 negara
anggota ASEAN, secara
keseluruhan angka seksio
sesareanya adalah 27%,
bervariasi antara 1935% di
tiap negara dan 1239% di 9
RS yang terdapat di 4 negara
ASEAN yang disurvei tersebut.

O Khusus di Indonesia, angka SS


meningkat dari 6,8% hasil
SDKI 2007 menjadi 15,3%
pada hasil Riskesdas 2010.
Tipe-Tipe Operasi
Seksio Sesarea
1. Klasik / Corporal Anterior
Rahim
2. Transperitoneal Profunda
3. Seksio Sesarea
Extraperitoneal
4. Caesarian Histerektomi

Suletiyowati Tety, Risnawati , Buku Panduan Phantom. Akademi kebidanan Ar-Rum Salatiga, Salatiga, 2016; 53

Indikasi SS
Absolut Relatif
Ibu Induksi persalinan yang Bedah sesarea elektif
gagal berulang
Penyakit ibu (preeklamsia
Proses persalinan tidak maju berat, penyakit jantung,
(distosia persalinan) diabetes mellitus, kanker
serviks
Disproporsi sefalopelvik.
Uteroplasenta Riwayat bedah uterus
Bedah uterus sebelumnya
sebelumnya (miomektomi
(sesarea klasik)
dengan ketebalan penuh)

Presentasi funik (tali pusat)


Riwayat ruptur uterus
pada saat persalinan

Obstruksi jalan lahir


(fibroid)
Plasenta previa, abruptio
plasenta berukuran besar.
Janin Gawat janin / hasil Malpresentasi janin
pemeriksaan janin yang (sungsang, presentasi alis,
tidak meyakinkan presentasi gabungan)
Prolaps tali pusat Makrosomia
Malpresentasi janin (posisi Kelainan janin
melintang). (hidrosefalus).
Sumber : Norwitz dan Schorge dalam Artsiyanti (2007)

Norwitz, ER & Schorge, JO dalam Artsiyanti, D. At a Glance Obstetri dan Ginekologi. Penerbit Erlangga, Surabaya, 2007.
Komplikasi SS

O Perdarahan karena atonia uteri


O Pelebaran insisi uterus
O Akibat tindakan anasthesi
O Embolisme
O Perlukaan organ lain
Mortalitas dan Morbiditas
Sesudah Seksio Sesarea
a) Mortalitas maternal
a) negara kanada dan amerika serikat
kira-kira 30: 10,000
b) peningkatan resiko kematian ibu
pada pembedahannya sendiri
sebanyak 10 kali lipat dibanding
pervaginam.

Faktor faktor penyebab

Oxorn, H & Forte, WR 2010, Ilmu kebidanan: patologi & fisiologi persalinan, Yayasan Essentia Medica (YEM), Yogyakarta.
Berbagai Penyulit Dalam
Kehamilan dan Persalinan
1. Preeklampsia dan
eklampsia

Preeklampsia berat dan eklampsia dapat


menyebabkan komplikasi kematian ibu dan
janin.

Terminasi Kehamilan

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
2. Haemorrhagic Ante Partum atau
perdarahan sebelum melahirkan

Dapat oleh karena solutio plasenta, plasenta


previa, atau sebab lain.

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
3. Kehamilan
kembar

Bila letak lintang


atau gawat lain

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
4. Distosia

Penyebab :
O His yang tidak adekuat
O Kelainan letak (presentasi bahu, dahi ,
muka, hidrosephalus dll)
O Kelainan jalan lahir (CPD)

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
5. Persalinan lama

Persalinan >24 jam


O Nilai keadaan yang mengancam
Ibu dan Janin

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
7. Ketuban Pecah Dini

Dapat dipertahankan dengan


berbagai intervensi,

Bila infeksi intra uterine yang


mengancam keselamatan ibu
dan janin indikasi

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
8. Bekas SC

Lihat riwayat tipe SS.

Bila tiper corporal / klasik


pertimbangkan SS elektif.

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
9. Kehamilan post term

Dapat diinduksi terlebih


dahulu, bila gagal indikasi.

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
10. Gawat Janin

DJJ < 100/menit atau >


160 /menit

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Lanjutan..
11. Kematian janin dalam
rahim

O Usia kehamilan > 20 minggu atau sudah


mencapai 500gr
O Sebaiknya dilakukan persalinan normal
O Bila ada hambatan, seperti mati dalam posisi
lintang atau gagal kemajuan setelah diberi
sintosin

Seksio Sesaria

Manuaba, Ida Ayu Chandranita, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
Hamil muda

1. Umur Ibu

Hamil tua
Lanjutan..
O Para ahli memperkirakan bahwa ada sekitar 65% kehamilan
yang terjadi termasuk dalam kategori 4 terlalu yaitu
O terlalu muda,
O terlalu tua,
O terlalu sering
O terlalu banyak (lebih dari 4 anak).

O Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa risiko seksio


sesarea lebih tinggi diantara wanita yang lebih tua, yaitu 2-3
kali lebih banyak melakukan persalinan dengan seksio sesarea
dibandingkan yang berusia 20 tahun.

BPS, BKKBN, Depkes. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007. Jakarta
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
Paritas tinggi yaitu jumlah anak
lebih dari empat berpotensi
untuk timbulnya kelainan
ginekologis dan non obstetrik
serta mempunyai angka
kematian maternal lebih tinggi.
2. Paritas ibu

Risiko pada paritas satu dapat


ditangani dengan asuhan obstetric
lebih baik, sedangkan risiko pada
paritas tinggi dapat dicegah atau
dikurangi dengan keluarga
berencana.
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
3. Pendidikan Melalui pengetahuan yang baik seputar
proses kehamilan dan persalinan, maka seorang
wanita hamil memiliki panduan untuk menjaga
kandungannya serta melewati proses kehamilan
yang bersih dan aman.

Dengan pengetahuan tentang jenis


persalinan, seorang wanita hamil juga dapat
lebih mandiri menentukan jenis persalinan
yang akan dilalui, disamping seharusnya tetap
mempertimbangkan indikasi medis.
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea4. Pekerjaan

Wanita yang sedang hamil tetap


diperbolehkan untuk bekerja, asal
pekerjaan tersebut sifatnya ringan,
tidak melelahkan ibu dan tidak
mengganggu kehamilannya.

Keluhan turun rahim (prolapsus


uteri) sering terjadi pada perempuan
setengah baya atau yang sering
melahirkan, akibat mengangkat
beban yang berat

Anwar, IN et al. Bunga Rampai Masalah Kesehatan Dari Dalam Kandungan Sampai Lanjut Usia. Balai Penerbit FK UI, Jakarta, 2007.
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
5. Pengeluaran Kemiskinan merupakan
Keluarga faktor pendukung terjadinya
morbiditas dan mortalitas
maternal dan neonatal.

Kebutuhan gizi ibu hamil dan


janinnya, pemenuhan kualitas
lingkungan yang mendukung
guna menghindari risiko
terjadinya infeksi, serta
kemampuan untuk menentukan
jenis persalinan, sangat
tergantung pada kondisi ekonomi
keluarga.
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
Tempat Tinggal
6.

Perbedaan domisili akan


mempengaruhi perbedaan sarana dan
prasarana khususnya di bidang kesehatan
reproduksi. Pada umumnya, di wilayah
kota lebih banyak jenis pilihan dan
kemudahan untuk memperoleh layanan
obstetri dibanding keadaannya di desa.

Kondisi ini sangat memungkinkan


untuk menyebabkan perbedaan angka SS
diantara kedua wilayah tersebut.
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
Selain disebabkan karena alasan
medis, persalinan melalui SS juga ada
7. Faktor sosial
yang dilakukan atas permintaan pasien
budaya lainnya meskipun tanpa adanya indikasi medis
yang jelas.
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea
8. UmurKehamilan Pada bayi sungsang prematur dengan
berat 1.500 gram serta adanya komplikasi
tambahan seperti hipertensi, diabetes,
hambatan pertumbuhan janin, dan presentasi
kaki, SS primer harus dilakukan.

Pada kehamilan lewat waktu dengan


risiko tinggi, SS menjadi pilihan
Faktor faktor yang
mempengaruhi
tindakan seksio
sesarea

Deteksi dini terhadap tanda


9. Pemeriksaan
bahaya kehamilan dilakukan minimal
Kehamilan (Antenatal 4 kali selama ibu hamil atau dilakukan
Care/ANC)
pada tiap semester