Anda di halaman 1dari 12

7.

Dorongan (Ekpresi)
Kristeller
O Definisi
O Dorongan (ekspresi) Kristeller adalah dorongan tangan
penolong persalinan pada fundus uteri dengan arah menuju
panggul yang bertujuan untuk membantu persalinan kala II

O Indikasi
1. Pada persalinan letak kepala:
a. Ibu kelelahan
b. Kemajuan persalinan kala II yang lambat

2. Pada persalinan sunsang


Dilakukan saat bokong membuka pintu dengan tujuan untuk
memperlancar persalinan kala II & agar lengan janin tidak
mengungkit
O Syarat:
1. Bagian bawah janin sudah berada didasar
panggul
2. His adekuat

O Kontra Indikasi:
1. Diproporsi janin panggul
2. Bekas perlukaan dinding rahim (relatif)

O Komplikasi:
1. Ibu kesakitan
2. Ruptur uteri
3. Ruptur perinei
O Teknik
Penolong duduk disebelah kiri dada ibu,
menghadap kearah panggul. Dengan satu
atau kedua lengan lurus, telapak tangan
diletakkan pada fundus uteri dan
mengadakan dorongan bersamaan dengan
his serta pengejanan ibu

O Umumnya dihentikan bila:


a. Pada persalinan letak kepala, yang pada
waktu kepala janin keluar pintu
b. Pada persalinan sunsang, saat skapula
janin terlihat pada vulva
8. EPISIOTOMI
O Definisi
Adalah tindakan menggunting perineum ibu dengan tujuan
mempermudah pengeeluaran janin pada persalinan kala II.

O Indikasi
1. Primigravida
2. Persalinan buatan
3. Bekas ruptura perinei
4. Perineum tinggi
5. Introitus vagine kaku
6. Persalinan prematur

O Syarat
Bagian bawah janin sudah berada didasar panggul.
O Komplikasi
1. Ruptur perinei
2. Perdarahan ( 120cc)
3. Infeksi
4. Hematom
5. Penyembuhan tidak terjadi perprimam
6. Dispareuni

O Teknik
Dikenal 3 macam Episiotomi:
1. Episiotomi Median
Tindakan ini akan menggunting dinding vagina , kulit, m. Bulbokavernosus,
m. Transversus perinei superfisialis dan sebagian m. Spingter ani eksternus.

2. Episiotomi mediolateral
seperti pada Episiotomi median tetapi tanpa mengenai m. Sfingter ani
eksternus

3. Episiotomi lateral
Tindakan ini hanya akan menggunting dinding vagina, kulit dan m.
Bulbokavernosus saja
9. MANUAL PLASENTA
O Definisi
Adalah tindakan melepaskan plasenta daru dasarnya dan menariknya
keluar dari jalan lahir ibu secara manual

O Indikasi
1. Retensio plasenta
2. Perdarahan yang banyak pada kala uri
3. Persalinan dengan narkose
4. Tali pusat putus pada pangkalnya

O Syarat
Pembukaan serviks uteri masih dapat dilalu oleh tangan penolong
(obsteteris hand)

O Prinsip
1. Memasukkan tangan kedalam cavum uteri guna melepaskan dan
mengambil plasenta.
2. Bila kanalis servisis uteri susah menyempit (pada ibu yang sudah lama
bersalin) pada umumnya diperlukan narkose
O Teknik
1. Tangan kanan penolong masuk kedalam kanalis
servisis uteri menelusuri tali pusat. Kemudian
jari-jari tangan dibuka dengan tujuan untuk
melebarkan kanalis servisis uteri tersebut.
2. Setelah sampai pada kavum utri, jari-jari tangan
diluruskan dan dirapatkan. Dengan
menggunakan sisi dan ujung tangan, plasenta
dilepaskan dari dasarnya kemudian dicekam
dan ditarik keluar dari jalan lahir.
3. Segera setelah plasenta dilepaskan dari
dasarny, uterotonika diberikan secara IV
O Komplikasi
1. Atonia uteri
2. Ruptura uteri
3. Sisa plasenta
4. Infeksi jalan lahir
10. EKSTRAKSI
FORCEPS
O Definisi
Adalah persalinan buatan dengan cara
mengadakan rotasi, ekstraksi atau
kombinasi keduanya dengan alat
forceps yang dipasang pada kepala jani
sehingga janin lahir.

Forcep kiri adalah yang dipegan oleh


tangan kiri operator dan ditempatkan
dalam panggul kiri ibu, demikian
sebaliknya
O Bagian forceps
a. Daun forceps
Merupakan bagian yang mencekam kepala janin dan mempunyai 2
lengkungan yaitu lengkung kepala dan lengkung panggul.

b. Tungkai forceps
Diantara daun dan kunci forceps
Tangkai yang terbuka adalah pangkalnya jauh satu dengan yang lain (forceps
Simpson)
Tangkai yang tertutup seperti forceps Naegele dan forceps Tucker-McLane.

c. Kunci forceps
1. Kunci Inggris kedua tangkai dikunci saling dikaitkan
2. Kunci Prancis kedua tangkai dikunci disekrup setelah disilangkan
3. Kunci Jerman kedua tangkai dikunci dikaitkan pasak yang terdapat
pada satu tangkai forceps dengan cekungan pada tangkai forceps
pasangannya
4. Kunci Norwegia kedua tangkai dikunci dengan cara saling
menggeserkan (sliding) kedua tangkainya

d. Pemegang forceps
bagian yang dipegang operator saat melakukan ekstraksi forceps. Umumnya
mempunyai lekukan tempat jari operator berada.