Anda di halaman 1dari 18

arinta julia buwana saputra, S. Gz.

PENGARUH STATUS GIZI PADA


SISTEM REPRODUKSI

Kebutuhan zat gizi dipengaruhi oleh usia reproduksi,


tingkat aktivitas dan status gizi seseorang

Zat gizi dibutuhkan untuk penyempurnaan pertumbuhan dan


fungsi organ reproduksi, pada masa pubertas tubuh
memproduksi hormon - hormon seks sehingga alat reproduksi
berfungsi dan mengalami perubahan

Hormon seks perempuan adalah estrogen dan progesteron,


berada dalam darah sehingga mempengaruhi organ tubuh

Kekurangan nutrisi akan mempengaruhi sistem reproduksi,


contoh anemia dan status gizi kurang cenderung melahirkan
bayi BBLR dan perdarahan saat melahirkan
Dengan Menarche dan
Menstruasi
Menarche bervariasi, biasanya terjadi pada usia 10-14
tahun.
Dipengaruhi oleh hormon gonadotropin, (hormon yang

merangsang pertumbuhan dan aktivitas gonad) dan


ovarium mulai berfungsi.
Vit B1, B2 dan B6 penting untuk metabolisme KH.
Lanjutan 1......
Vit B12 dan asam folat utk pembentukan sel darah

merah

Vit A untuk petumbuhan yang diperlukan jaringan

Remaja dengan kesehatan & status gizi baik,

menarche mengalami percepatan dan sebaliknya

Pada masa menstruasi, dibutuhkan Fe, asam folat

dan protein lebih banyak.


Lanjutan 2
Asupan gizi yang bervariasi sepanjang siklus haid,
akan meningkatan asupan energi pada fase luteal
(masa saat ovulasi terjadi hingga hari pertama mens di
bandingkan fase folikuler (Fase hari 1 hari ke 10
menstruasi)

Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat


mengakibatkan perubahan energi belum didapatkan
data yang pasti.
Lanjutan 3
Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber

peningkatan asupan kalori selama fase luteal,yang lain


berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang
mengandung gula cenderung meningkat selama fase
luteal, ada yang berpendapat asupan lemak dan protein
meningkat pada fase luteal.
Lanjutan 4
Diet rendah lemak : diet rendah lemak akan
menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menstruasi
meningkat rata-rata 1,3, hari lamanya waktu menstruasi
meningkat rata-rata 0,5 hari,dan fase folikuler
meningkat rata-rata 0,9 hari.
Diet rendah protein : dapat memperbaiki gangguan

perasaan yang tidak nyaman, hal ini berhubungan


dengan pembentukan serotonin di dalam otak.
Lanjutan 5
Diet vegetarian : pengaruh diet vegetarian terhadap

hormon seks telah di teliti, 9 orang vegetarian di beri diet


yang mengandung daging ternyata fase folikuler
memanjang,rata-rata 4,2 hari dan FSH (Follicle
Stimulating Hormone) jg meningkat.
Lanjutan 6
Beberapa penelitian membuktikan bahwa status gizi
berpengaruh terhadap usia menarche :
Semakin tinggi status gizi semakin cepat usia menarche
Sebagai besar status gizi baik sudah mengalami
menarche.
Aspek yg berpengaruh langsung thp percepatan usia

menarche adalah BB, status gizi dan status sosial


ekonomi sedangkan aktivitas fisik adalah faktor tidak
langsung yg mempengaruhi usia menarche.
ZAT GIZI, FERTILITAS& PENCEGAHAN
KEMANDULAN
Banyak penelitian membuktikan bahwa gizi lebih atau
kurang mengurangi tingkat fertilitas, namun
mekanismenya belum jelas

Zat gizi pendukung fertilitas& pencegahan kemandulan


adalah :

Protein : dibutuhkan sebagai salah satu unsur pembentukan


hormon seperti tiroksin & berperan dalam informasi genetik
(deoxyribonucleic acid=DNA)
Lanjutan 1
Lemak : kekurangan as.lemak esensial
(linoleat&linolenat) dan omega 3 yakni asam
eikosapentaenoat / EPA dan asam dokosaheksaenoat /
DHA gangguan pertumbuhan dan kegagalan
reproduksi. Asupan tinggi lemak berpengaruh terhadap
kadar hormon steroid, diet rendah lemak terbukti
memperpanjng siklus hari menstruasi serta
memperpanjang lamanya fase folikuler.
Lanjutan 2
Vit A : pembentukan sel telur, pembuahan,
pembentukan struktur & organ, perkembangan janin.
Kekurangan vit A diduga mengakibatkan keguguran.
Vit E : mencegah keguguran, menjaga kesuburan,
sintesis DNA (kaitannya dengan fungsi sebagai
antioksidan). Sumber : minyak tumbuh2an, sayuran
dan buah.
Lanjutan 3
Asam folat : pembentukan sel darah merah dan putih,

metabolisme asam amino dan sintesis asam nukleat.


Kekurangan menyebabkan gangguan metabolisme DNA
(mengubah morfologi inti sel seperti sel darah merah,
darah putih, vagina dan serviks rahim), menghambat
pertumbahan, anemia megaloblastik & gangguan darah
lainnya. Kebutuhan meningkat pada kehamilan,
menyusui dan anemia. Sumber : sayuan hijau, hati,
biji2an,daging tanpa lemak, kacang2an,dan jeruk
Lanjutan 4
Kalsium : kebutuhan meningkat pd pertumbuhan,
kehamilan dan menyusui, berperan dalam pembentukan
tulang dan pembekuan darah. Sumber : susu, ikan
dengan tulang, tempe, tahu, serealia, kacang2an dan
sayuran hijau.

Fe : merupakan mineral mikro paling banyak dalam


tubuh, berperan dalam pengangkutan O2, metabolisme
energi. Kebutuhan meningkat pada kehamilan, menyusui,
anemia dan masa kanak2. Sumber : daging, ayam, ikan,
telur, kacang2an sayuran hijau & serealia tumbuk
Lanjutan 5
Seng : keterlambatan pematangan seksual,
menghambat pertumbuhan, sintesis dan
degradasi kolagen, sintesis DNA (deoxyribonucleic
acid) & RNA, berkaitan dengan metabolisme dan
berbagai fungsi vit A, pembentukan kulit dan
bepengaruh banyak terhadap jaringan tubuh
terutama pada saat pertumbuhan. Sumber :
daging, hati, kerang, telur, serealia & kacang2an.
Lanjutan 5
Iodium : ada dalam kelenjar tiroid, digunakan untuk
sintesis hormon tiroksin, tetraiodotironin (T4) dan
triiodotironin T3) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
normal, perkembangan fisik dan mental, mengatur
reproduksi, pembentukan sel darah merah dan
perubahan karoten ke bentuk aktif vit A. kekurangan
pd ibu hamil menyebabkan gangguan pertumbuhan
janin, cacat mental dan kreatinisme. Sumber :
makanan laut, ganggang laut dan fortifikasi garam
yodium.
TUGAS
MEMBACA DANANDA
MERESUME
KEMBALI
MATERI NUTRISI PADA USIA
DEWASA,
NUTRISI PADA WUS, DAN PADA
LANSIA

DIKUMPULKAN HARI SELASA, 8


APRIL 2014
Terima
kasih