Anda di halaman 1dari 102

+

Pencitraan pada gangguan


lambung dan usus

dr indriasari, SpRad
21 Januari 2017
+
Anatomy
+
Modalitas pencitraan lambung
dan usus

1. Foto polos abdomen


2. Foto kovensional dengan kontras (fluoroskopi)
3. USG
4. CT scan
+
Foto polos abdomen

Foto didaerah abdomen terutama untuk


melihat kelainan gastrointestinal
Indikasi pemeriksaan : akut abdomen,
melihat adanya pneumoperitoneum
maupun ileus
Pemeriksaan lengkap = abdomen 3 posisi
(AP supine, AP setengah duduk /erect dan
LLD (left lateral decubitus))
+
+
+
Hal yang harus dinilai dalam
foto polos abdomen

Udara
- Udara intraluminalbowel gas pattern
- Udara bebas ekstraritoneal/pneumoperitoneum
- Koleksi udara ditempat lainnya (bilier tract, intramural)
Soft tissue
Kalsifikasi dan tulang
Benda asing (corpal)
+
Udara (gas pattern pada foto
polos abdomen)

Udara lambung selalu ada


Udara usus halus Tervisualisasi 2/3 loop
usus yang tidak terdistensi
Udara usus besar (colon) hampir selalu ada
di rectum dan sigmoid, tidak terdistensi
+
Udara di gaster

Udara di
loop usus
halus

Udara di
rectosigmoid

Normal gas pattern (Foto abdomen polos


AP/supine)
+
Usus Halus vs Colon

Colon
Lokasi perifer
Haustral marking
Fekal material
Diamater normal < 5 cm

Usus Halus
Sentral
Valvula conniventes
Diameter normal < 2.5
cm
+
+
Fekal material pada foto polos
abdomen
+
Foto konvensional dengan
kontras
(guided fluoroskopi) pada
pemeriksaan lambung dan usus
1. Barium Meal (OMD= oesophagus maag duodenum)
2. Barium follow through
3. Barium enema (colon in loop)
+
Fluoroskopi
Pancaran sinar x berkekuatan rendah diberikan
secara berkesinambungan pada pasien
menghasilkan citra dinamis ditampilkan pada
monitor

Penggunaan barium (kontras media) pada sal.cerna


dan prosedur intervensional dimonitor dan dilakukan
dengan fluoroskopi
+Kontras Media
Zat yang membantu visualisasi beberapa struktur
selama melakukan pemeriksaan radiografi
konvensional dengan kontras.
Zat kontras yang paling banyak digunakan barium
sulfat (untuk memperlihatkan bentuk saluran
pencernaan)
Zat kontras intravena (sediaan iodin) digunakan
pada pemeriksaan IVP maupun CT scan kontras
untuk memperjelas gambaran vaskular berbagai
organ

barium Iodin kontras


+
Barium Meal (OMD=
oesophagus-maag-duodenum)
Pemeriksaan radiografi konvensional dengan
menggunakan kontras barium yang diberikan
secara oral memperlihatkan organ saluran cerna
atas (esophagus gaster), pemeriksaan dilakukan
dibawah panduan fluoroskopi

Indikasi Umum : hematemesis malena, penurunan berat


badan, anemia, nyeri epigastrium, gangguan
pencernaan, disfagia dan muntah-muntah
esofagus
+

Gaster
+
Gastroesophageal junction
+
+
Barium follow through

Media kontras diminum,


dapat merupakan lanjutan
pemeriksaan barium meal,
ditunggu / dilihat sampai
mengisi seluruh usus halus
+
Barium enema;BE (CIL : colon
in loop)
Pemeriksaan ini memerlukan colon
yang telah dibersihkan dengan
pemberian laksan satu hari sebelum
pemeriksaan. Barium dimasukan
kedalam colon dengan
menggunakan tube yang telah
diletakkan pada rectum
pengambilan film dibawah panduan
fluoroskopi.

Indikasi : colitis, tumor colon, tumor


intraabdominal, kelainan kongenital
(Hirschprung), invaginasi

KI : perforasi, KU jelek, ileus


paralitik
+
+
CIL

CIL
+
+
Ultrasonography
Menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi, yang
dihasilkan oleh kristal pizoelektrik pada tranduser.
Gelombang tersebut berjalan melewati tubuh, dan
dipantulkan kembali secara bervariasi diterima oleh
tranduser kembali dirubah menjadi arus listrik
gambar skala abu-abu pada monitor

Citra yang bergerak didapatkan saat tranduser


digerakkan pada tubuh (real time)
Potongan=potongan yang diperoleh pada setiap bidang
ditampilkan pada monitor

Udara dan tulang merupakan konduktor suara


yang buruk, sehingga tidak dapat divisualisi
dengan baik
Cairan memiliki kemampuan untuk menghantarkan suara
dengan baik
+
CT Abdomen

Indikasi :
Evaluasi nyeri abdomen, flank maupun pelvis,
termasuk evaluasi suspect batu tr urinarius
maupun appendicitis
Evaluasi massa renal dan adrenal serta
abnormalitas tr. Urinarius dengan CT urography
Evaluasi suspect massa abdominal, pelvis, koleksi
cairan , maupun massa ginekologis
Evaluasi malignansi primer dan metastase, serta
karakterisasi lesi
Evaluasi penyakit hati difus dan sistema bilier
Menilai rekurensi tumor post reseksi surgical
Mendeteksi komplikasi operasi abdominal dan
pelvis (absces, pembentukan sinus)
Evaluasi proses inflamasi pada abdomen dan pelvis
+

Menilai abnormalitas struktur vaskular pelvis maupun


abdomen
Evaluasi trauma abdomen maupun pelvis
Evaluasi kelainan kongenital pada abdomen maupun
pelvis
Mengklarifikasi temuan dari imaging lain maupun
labortaorium
Evaluasi obstruksi usus halus maupun usus besar
Screening ca colon dan polyp dengan CT colonoscopy
Tuntunan prodedur intervensi maupun terapi pada
abdomen dan pelvis
Penilaian pre dan post transplantasi
Non invasive angiography dan non invasive
plebography
+

Persiapan CT abdomen dengan kontras intravena


PUASA
INFORM CONSENT
ANAMNESA riwayat allergi
UREUM-CREATININ
Sebaiknya hindari pemberian kontras pada pasien: asthma,
sesak nafas, decomp cordis, dermatitis, KU buruk,
kesadaran menurun.
Berikan marker oral dapat berupa larutan kontras maupun
air
Berikan marker rektal berupa larutan kontras
+
+
Gangguan lambung dan usus

Esophagitis refluks
Gastritis
Ulcus Gaster
Tumor lambung dan usus
Infeksi (necrotizing enterocolitis, colitis)
Appendicitis acut dan abses apendiks
Penyakit pada colon (diverticulitis, invaginasi)
Kongenital (atresia ani)
+
Esophagitis refluks

Definisi : inflamasi mukosa esophagus karena refluks


gastroesophageal (GERD)
Pemeriksaan radiologi : esophagography (media kontras
diminumkan pada pasien, dimonitor perjalanan media
sepanjang esophagus dengan menggunakan
fluoroskopi)
Temuan esophagography : Mukosa 1/3 distal esophagus
tampak irregular, bernodul-nodul dan berulserasi
+

Normal
+
Gastritis

Definisi : Inflamasi mukosa lambung


Pemeriksaan radiologi : barium meal (OMD), CT scan
abdomen
Temuan radiologi: lipatan mukosa gaster tampak
menebal dan berulcerasi
+OMD

Normal
+
CT Abdomen

Normal
+
Ulkus gaster

Lesi mukosal pada gaster, paling banyak terjadi di


kurvatura minor
Pemeriksaan radiologi : OMD dan CT abdomen
Temuan radiologi : pada pandangan dari depan (en
face) tampak kolam barium yang terkumpul pada
kawah ulkus, dengan lipatan mukosa yang menyebar
mengelilingi ulkus. Pada pandangan on profile (dari
samping) ulkus tampak sebagai kantung yang keluar
dari dinding lambung
+
OMD

Normal
+
+
CT abdomen

Normal
+
Tumor lambung
Terbagi menjadi tumor jinak dan ganas
Pemeriksaan radiologi : OMD dan CT abdomen
Temuan radiologis ca lambung :
1. Jenis polipoid : massa jaringan lunak yang
menyebabkan defek pengisian di dalam lambung
2. Jenis ulcerasi : daerah yang mengalami ulserasi
yang terbatas dalam tepi lambung
3. Jenis infiltrasi difus : infiltrasi submukosa difus
dengan invasi ke otot menyebabkan lambung
menjadi kaku, kecil dan memiliki kemampuan
distensi buruk
4. Jenis infiltrasi lokal : suatu area fokal dari mukosa
yang irregular dan penyempitan pada lokasi
tumor
+

normal
+

normal
+

normal
+
Necrotizing enterocolitis (NEC)

Definisi : Enterocolitis idiopatik pada bayi


prematur dengan berat badan lahir rendah,
sebangian besar sering dikaitkan penyebab
infeksi dan iskemik
Pemeriksaan radiologi : foto polos abdomen
Temuan rediologis : ileus ringan, pneumatosis
intestinalis (gambaran udara di dinding usus),
udara porta, pneumoperitoneum
+
Appendicitis acute dan abses
apendix

Peradangan akut appendix oleh karena obstruksi lumen


dan infeksi
Pemeriksaan radiologi : foto polos abdomen,
appendicogram, USG appendix dan CT abdomen
Temuan radiologis : appendix menebal > 7 cm,
appendicolith, infiltat / abses periapendix
+
+
+
+
+
+
+
Diverticulitis

Inflamasi / perforasi divertikel kolon


Devertikel kolon : herniasi mukosa dan submukosa
melalui lapisan dinding kolon
Pemeriksaan radiologi : CIL, CT scan abdomen
Temuan : Herniasi mengantong kecil dari colon, dengan
penebalan dinding irregular dan kesuraman lemak
pericolic
Lokasi paling sering : colon sigmoid
+
+
+
+
Colitis ulcerativa

Penyakit inflamasi kronis yang mengenai mukosa dan


submokosa colorectal, bersifat kronis dan idiopatik
Pemeriksaan radiologis : CIL, CT abdomen
Temuan : kolon yang terkena, hampir selalu melibatkan
rectum dan sigmoid hingga kejauhan bervariasi dari
colon proksimal, dan mungkin melibatkan seluruh colon
(pancolitis). Hilangnya pola haustrae yang
diakibatkannya dengan perubahan fibrotik dapat
menimbulkan gambaran menyerupai tube (pipa) pada
usus.
+
+
+
+
Invaginasi/ intussusception

Invaginasi segmen proksimal usus ke dalam lumen


segmen distalnya. Biasanya pada bayi dan balita.
Bisa juga pada orang dewasa
Pemeriksaan : CIL, usg, CT abdomen
Temuan : gambaran usus di dalam usus, target
sign.
Paling sering mengenai ileoileal, ileocolic, colocolic
+
+
+
+
+
Malformasi anorectal (atresia
ani)
Definisi : anus inperforata
Pemeriksaan : foto polos abdomen posisi lateral prone
cross table beam
Temuan radiologis : obstruksi usus distal
+
+
Ileus Paralitik / Adynamic ileus

Udara terdistensi terlihat di usus halus, colon dan rectum


Air fluid level yang panjang
Biasanya pasien post-OP
Ileus paralitik / generelized adynamic ileus
+
SBO (small bowel obstruction)

Dilatasi usus halus yang tidak proposional


Gas di colon / rectum minimal
SBO (small bowel obstruction)
+
Etiologi SBO
+
Large Bowel Obstruction (LBO)

Dilatasi colon sampai lokasi obstruksi


Udara di regtosigmoid tidak tampak / minimal
Udara di usus halus tidak ada/ minimal jika valvula
ileocaecal kompeten
+
Etiologi LBO
Air in Rectum Air in Small Air in Large
or sigmoid Bowel Bowel

Localized 2-3 distended Air in rectum or


Yes
Ileus loops sigmoid

Generalized Multiple Yes-


Yes
Ileus distended loops Distended

Multiple dilated
SBO No
loops
No

None-unless
Yes-
LBO No ileocecal valve
Dilated
incompetent
Extraluminal Air
Free Intraperitoneal Air
+
Tanda udara bebas
intraperitoneum
(pneumoperitoneum)

Udara dibawah diafragma


Rigler sign (tervisualisasi dinding dalam dan
dinding luar sistema usus)
Ligamen falciform sign
+
Crescent
sign

Free
Intraperitoneal
+
+
+
+
+
Air on both sides
of bowel wall
Riglers Sign

Free Intraperitoneal
Air
Falciform
Ligament
Sign

Free Intraperitoneal
Air
+
Etiologi pneumoperitoneum

Rupture of a hollow viscus


Perforated ulcer
Perforated diverticulitis
Perforated carcinoma
Trauma or instrumentation
Post-op 57 days
NOT perforated appendix
Air in Lesser Sac
+

TERIMA KASIH