Anda di halaman 1dari 26

MAXILLOMANDIBULAR RELATION

(MMR)

09 April 2015
METODE MMR
1. Metode mekanik
- Pre extraction
a. Profile radiograph
b. Profile fotograph
c. Swensons method

- Post extraction
a. Niswongers method (2 dot system)
b. Willis method
c. Silvermans closest speaking space
METODE MMR
2. Metode fisiologis
- physiologic rest position

- phonetics

- facial expression

- swallowing method
TEKNIK MMR

KOMBINASI :
Mekanik (Willis method) - fisiologis
RELASI RAHANG

1. Relasi orientasi

2. Relasi vertikal / dimensi vertikal


- OVD
- RVD

3. Relasi horizontal / sentris


TAHAP MMR

1. Establishment of Plane Orientation

2. Establishment of Vertical jaw relation

3. Establishment of Horizontal jaw relation

4. Record of centric relation


ESTABLISHMENT OF PLANE ORIENTATION
ESTABLISHMENT OF VERTICAL JAW RELATION

Definisi dimensi vertikal :

Pengukuran wajah secara vertikal pada midline yang


ditentukan oleh 2 titik secara arbitrari dimana salah satu
titik berada diatas mulut dan titik lainya berada dibawah
mulut.
DIMENSI VERTIKAL / TINGGI GIGITAN :

Dimensi Vertikal Oklusi ( OVD)


Dimensi Vertikal Posisi Istirahat
( RVD)

OVD = jarak SUBNASION / HIDUNG dengan GNATHION/DAGU


pada waktu gigi- gigi RA dan RB berkontak ( oklousi ).

RVD = jarak antara SUBNATION /HIDUNG dengan GNATHION /


DAGU pada waktu gigi-gigi RA dan RB tidak berkontak ( RB
dalam keadaan istirahat ).

RVD OVD = FREE WAY SPACE


Rentang FREE WAY SPACE : 2 4mm / 6mm
GAMBAR
FREE WAY SPACE
PADA ORANG TIDAK BERGIGI
OVD HILANG RVD TETAP ADA

PETUNJUK DALAM PEMBUATAN GTL :


JARAK ANTARA PUPIL DAN SUDUT MULUT / MULUT / STOMION =
RVD

CARA

DENGAN MEMINDAHKAN JARAK


PUPIL MULUT ( PM ) KE JARAK HIDUNG DAGU ( HD )
DIDAPATKAN RVD DARI RECORD BLOCK RAHANG TIDAK BERGIGI TOTAL
( EDENTULOUS TOTALIS ).
MENURUT WILLIS RUMUS UNTUK MENCARI OVD :

OVD = RVD FREE WAY SPACE


KESALAHAN-2 PENGUKURAN DIMENSI VERTIKAL :

1. TERLALU TINGGI / OVER OPENING


TRAUMA
Gigi akan saling bertemu dengan kekuatan yang cukup besar timbul rasa sakit
pada jaringan pendukung GTL.

PENAMPILAN / APPEARANCE
wajah mengalami perpanjangan wajah menjadi tegang dan pada waktu RB
dalam posisi istirahat bibir akan terbuka.
KEHILANGAN FREE WAY SPACE
RB tidak dlm posisi istirahat, otot-otot tegang dan cepat lelah timbul CLICKING
TEETH / HORSE SHOE SOUND SPEAK DEFECT.
RASA TIDAK NYAMAN / DISCOMFORT
pada waktu mengunyah makanan gigi-gigi RA dan RB saling bertemu lebih cepat dari yang
diperkirakan kehilangan kontrol dari otak makanan tanpa terkendali keluar dari
mulut.
2. TERLALU RENDAH / OVER CLOSING
PENAMPILAN
wajah mengalami pemendekan jaringan lunak mengkerut , garis-2 wajah menjadi lebih dalam
lebih tua.
ANGULAR CHEILITIS / PERLECHE
akibat adanya sudut mulut yang jatuh ke bawah dan masuk kedalam genangan saliva pada
sudut mulut tsb timbul luka yang sukar sembuh.
PIPI TERGIGIT
VDO lebih rendah dari semestinya tonus otot pipi berkurang, pipi tendensi melekuk kedalam
masuk diantara gigi-gigi RA dan RB.

EFISIENSI PENGUNYAHAN BERKURANG


gigi-2 RA dan RB belum berkontak pada waktu oto-2 pengunyahan sudah selesai berkontraksi
perlu kontraksi tambahan untuk gigi-2 RA dan RB saling bertemu kondisi kontraksi otot-2 sudah
lemah makanan kurang lumat.

COSTENS SYNDROME
pendengaran terganggu / tinnitus aurium, macam-2 gejala neuralgik ; lidah, tenggorokan, tepi
hidung terasa terbakar, sakit kepala regio temporal dan rasa kering dalam mulut ( serostomia )
karena gangguan fungsi glandula salivarius
ESTABLISHMENT OF HORIZONTAL JAW
RELATION
HORIZONTAL JAW RELATION

1. Oklusi sentrik

2. Relasi sentrik

3. Oklusi eksentrik

4. Relasi eksentrik
METODE PENENTUAN RELASI SENTRIK
1. Pasien diinstruksikan relax kemudian RB disorong ke belakang

2. Membimbing pergerakan protrusif-retrusif

3. Teknik boo

4. Instruksi menelan dengan lidah menyentuh sisi base plate paling posterior

5. Metode fatigue
RECORD OF CENTRIC RELATION

1. Pemanasan bite rim

2. Paper clip

3. Double v groove