Anda di halaman 1dari 82

AUDIT SIKLUS AKUISISI DAN

PEMBAYARAN: PENGUJIAN
PENGENDALIAN, PENGUJIAN
SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI,
DAN UTANG USAHA

Oleh: Rahmat Kurniawan, SE.,MA.,Ak


TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengidentifikasi akun serta kelas transaksi dalam siklus
akuisisi dan pembayaran.
Menguraikan fungsi bisnis dan dokumen serta catatan
terkait dalam siklus akuisisi dan pembayaran.
Menguraikan bagaimana e-commerce akan mempengaruhi
akuisisi barang dan jasa
Memahami pengendalian internal, dan merancang serta
melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan
pembayaran
TUJUAN PEMBELAJARAN
Menguraikan metodologi untuk merancang pengujian atas
rincian saldo utang usaha dengan menggunakan model
risiko audit.
Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk utang
usaha
Merancang dan melaksnakan pengujian atas rincian saldo
untuk utang usaha, termasuk pengujian kewajiban setelah
periode
Membedakan reliabilitas faktur vendor, laporan vendor, dan
konfirmasi utang usaha sebagai bukti audit.
AKUN DAN KELAS TRANSAKSI DALAM
SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN

Tujuan audit atas siklus akuisisi dan pembayaran adalah untuk


mengevaluasi apakah akun-akun yang dipengaruhi oleh akuisisi
barang dan jasa serta pengeluaran kas bagi akuisisi tersebut
disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi
yang diterima umum
Terdapat tiga kelas transaksi yang dimasukkan dalam siklus:
1. Akuisisi barang dan jasa
2. Pengeluaran kas
3. Retur dan pengurangan pembelian serta diskon pembelian
Akun -Akun Dalam Siklus Akuisisi Dan
Pembayaran (Akun-T)
Kas di Bank Pembelian bahan baku
Utang uasaha

Akuisisi barang
dan jasa
Retur dan pengurangan
Pengeluaran
pembelian Properti, pabrik dan
kas
peralatan
Retur dan
pengurangan
Diskon Pembelian pembelian
Beban dibayar di muka
Disko
pembelian
Akun pengendali beban
manufaktur
Akun pengendali beban
penjualan Akun pengendali beban
Akun Pembantu administrasi
Akun Pembantu
Perbaikan dan Akun Pembantu
pemeliharaan Komisi
Pajak Beban perjalanan Perlengkapan
Perlengkapan Beban pengiriman Perjalanan Pejabat
Ongkos angku masuk Perbaikan Biaya Hukum
Utilitas Iklan Biaya Audit pajak
FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS SERTA
DOKUMEN DAN CATATAN YANG TERKAIT

Kelas Transaksi, Akun, Fungsi Bisnis serta Dokumen serta Catatan Terkait untuk Siklus Akuisisi
dan Pembayaran
Kelas Transaksi Akun Fungsi Bisnis Dokumen dan Catatan

Akuisisi Persediaan Memroses pesanan Permintaan pembelian


Properti, pabrik, dan pembelian Pesanan pembelian
peralatan
Menerima barang dan Laporan penerimaan
Beban dibayar di
jasa
muka
Perbaikan leasehold Mengakui kewajiban Faktur vendor
Utang usaha Memo debet
Beban manufaktur Voucher
Beban penjualan File transaksi akuisisi
Beban administrasi Jurnal akuisisi atau listing
File induk utang usaha
Neraca saldo utang usaha
Laporan vendor
Pengeluaran Kas Kas di Bank (dari Memroses dan mencatat Cek
pengeluaran kas) pengeluaran kas File transaksi pengeluaran
Utang Usaha kas
Diskon pembelian Jurnal pengeluaran kas
atau listing
Fungsi Bisnis 1:
Memproses Pesanan Pembelian

Merupakan titik awal bagi siklus akuisisi dan


pemabayaran
Bentuk permintaan dan persetujuan yang diperlukan
tergantung pada sifat barang dan jasa serta kebijakan
perusahaan
Dokumen-dokumen yang digunakan:
Permintaan pembelian
Pesanan pembelian
Permintaan Pembelian

Digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh karyawan yang


berwenang
Dapat berupa permintaan akuisisi seperti atas bahan oleh seorang
mandor atau supervisor ruang penyimpanan,
Perbaikan pihak luar oleh personil kantor atau pabrik, atau
Asuransi oleh wakil presiden direktur yang bertanggung jawab atas
properti dan peralatan.
Adakalanya permintaan pembelian dilakukan otomatisasi
(komputerisasi apabila persediaan telah mencapai posisi stock
tertentu)
Pesanan Pembelian

Merupakan dokumen yang digunakan untuk memesan barang


dan jasa dari vendor
Pesanan tersebut mencakup deskripsi, kuantitas, dan
informasi terkait mengenai barang serta jasa yang ingin dibeli
perusahaan dan sering kali digunakan untuk menunjukkan
otorisasi akuisisi
Perusahaan dapat melakukan pesanan pembelian secara
elektronik kepada vendor yang telah memiliki sistem
Electronic Data Interchange (EDI)
Fungsi Bisnis 2:
Menerima Barang dan Jasa

Penerimaan barang dan jasa dari vendor oleh perusahaan


merupakan titik kritis dari siklus karena merupakan saat dimana
sebagian besar perusahaan mulai mengakui akuisisi dan kewajiban
terkait pada catatannya
Ketika barang diterima, pengendalian yang memadai akan
mewajibkan dilakukannya pemeriksaan atas deskripsi, kuantitas,
kedatangan tepat waktu, dan kondisi
Dokumen yang digunakan adalah Laporan Penerimaan, yang
merupakan kertas atau dokumen elektronik yang dibuat pada saat
barang diterima, yang mencantumkan deskripsi barang, kuantitas
yang diterima, tanggal diterima, dan data lainnya yang relevan.
Fungsi Bisnis 3:
Mengakui Kewajiban

Pengakuan kewajiban yang tepat atas penerimaan barang dan jasa


memerlukan pencatatan yang tepat waktu dan akurat, karena
pencatatan awal akan mempengaruhi laporan keuangan dan
pengeluaran kas aktual
Dokumen dan catatan yang terlibat:
Faktur vendor
Memo debet
Voucher
File transaksi akuisisi
Jurnal akuisisi atau listing
File induk utang usaha
Neraca saldo utang usaha
Laporan vendor
Faktur Vendor

Merupakan dokumen yang yang diterima dari vendor yang


menunjukkan jumlah yang terutang atas suatu akuisisi
Faktur tersebut menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang serta
jasa yang diterima, harga (termasuk ongkos angkut), syarat diskon
tunai, tanggal penagihan, dan total jumlahnya
Faktur vendor merupakan jumlah yang penting karena
menunjukkan jumlah yang tercatat dalam file transaksi akuisisi
Untuk perusahaan yang menggunakan EDI, faktur vendor
dikirimkan secara elektronik, yang akan mempengaruhi auditor
dalam mengevaluasi bukti
Memo Debet

Merupakan dokumen yang diterima dari vendor yang


menunjukkan pengurangan jumlah yang terutang
kepada vendor akibat retur barang atau pengurangan
yang diberikan
Memo debet sangat mirip dengan faktur vendor,
tetapi mendukung pengurangan utang usaha dan
bukan peningkatan
Voucher

Merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat dan


mengendalikan akuisisi, dengan memberi nomor urut setiap
transaksi akuisisi
Voucher ini meliputi folder yang berisi dokumen dan paket
dokumen yang relevan seperti:
pesanan pembelian,
salinan packing slip,
laporan penerimaan, dan
faktur vendor
Setelah pembayaran dilakukan, salinan cek ditambahkan ke paket
voucer
File Transaksi Akuisisi

Merupakan file yang dibuat komputer yang meliputi semua transaksi


akuisisi yang diproses oleh sistem akuntansi selama suatu periode
(harian, mingguan, bulanan)
File ini berisi nama vendor, tanggal, jumlah, klasifikasi akun atau
klasifikasi dan deskripsi, serta kuantitas barang dan jasa yang dibeli
File transaksi juga dapat menampung retur dan pengurangan
pembelian
Informasi pada file transaksi akuisisi dapat digunakan untuk
berbagai catatan, listing, atau laporan, seperti jurnal akuisisi, file
induk utang usaha, dan transaksi untuk saldo akun atau divisi
tertentu
Jurnal Akuisisi atau Listing

Merupakan laporan yang dibuat dari file transaksi akuisisi, yang


meliputi nama vendor, tanggal, jumlah, dan klasifikasi akun atau
klasifikasi setiap transaksi, seperti perbaikan dan pemeliharaan,
persediaan atau utilitas
Jurnal tsb juga mengidentifikasi apakah akuisisi dilakukan secara tunai
atau kredit
Jurnal atau listing dapat mencakup setiap periode waktu (biasanya
sebulan), yang meliputi total setiap jumlah akun yang dicatat selama
periode waktu tersebut
Transaksi yang sama yang dicatat dalam jurnal diposting secara
simultan ke buku besar umum, dan jika dilakuakn secara kredit ke file
induk utang usaha
File Induk Utang Usaha

Digunakan untuk mencatat transaksi akuisisi, pengeluaran kas,


serta retur dan pengurangan akuisisi untuk setiap vendor
File induk ini diperbaharui dari file transaksi akuisisi, retur dan
pengurangan, serta pengeluaran kas yang terkomputerisasi
Total setiap saldo akun dalam file induk sama dengan total
saldo utang usaha dalam buku besar umum
Printout file induk utang usaha menunjukkan, per vendor, saldo
awal utang usaha, setiap akuisisi, retur dan pengurangan
akuisisi, pengeluaran kas, dan saldo akhir
Neraca Saldo Utang Usaha

Mencantumkan jumlah yang terutang kepada setiap


vendor atau dari setiap faktur atau voucher pada
suatu titik waktu
Neraca tersebut dibuat langsung dari file induk utang
usaha
Laporan Vendor

Merupakan dokumen yang disiapkan setiap bulan oleh


vendor dan menunjukkan saldo awal, akuisisi, retur dan
pengurangan, pembayaran kepada vendor, dan saldo akhir
Saldo dan aktivitas tersebut merupakan representasi vendor
atas transaksi yang dilakukan selama periode berjalan
Kecuali untuk jumlah yang diperselisihkan dan perbedaan
waktu, file induk utang usaha klien harus sama dengan
laporan vendor
Fungsi Bisnis 4:
Memproses dan Mencatat Pengeluaran Kas

Pembayaran atas pembelian barang dan jasa merupakan


aktivitas yang signifikan bagi semua entitas
Aktivitas tersebut secara langsung akan mengurangi saldo
akun kewajiban, terutama utang usaha
Dokumen dan catatan yang terkait dengan proses pengeluaran
kas:
Cek
File transaksi pengeluaran kas
Jurnal pengeluaran kas atau listing
Cek

Digunakan untuk membayar akuisisi ketika pembayaran sudah


jatuh tempo
Sebagian besar perusahaan menggunakan cek yang dibuat
melalui komputer berdasarkan informasi yang tercantum dalam
file transaksi akuisisi pada saat barang dan jasa diterima
Cek dibuat dalam format multi salinan, dimana yang asli diberikan
pada pihak yang dibayar, satu salinan diarsipkan dengan faktur
vendor dan dokumen pendukung lainnya, dan yang lainnya
diarsipkan secara numeris
Setiap cek dicatat dalam file transaksi pengeluarn kas.
Cek

Setelah cek ditandatangani oleh orang yang berwenang, cek tersebut


menjadi aktiva. Karena itu cek harus dikirimkan oleh si penandatangan
atau orang yang ditunjuk oleh penandatangan
Ketika cek dicairkan oleh vendor atau kliring oleh bank klien, cek itu
disebut sebagai cek yang dibatalkan. Pada titik tersebut, cek bukan
lagi sebuah aktiva, melainkan sebuah dokumen.
Dalam beberapa rencana EDI, perusahaan menyerahkan pembayaran
secara elektronik kepada vedor melalui transfer dana elektronik
(Electronic Fund Transfer = EFT) antara bank perusahaan dan bank
vendor.
File Transaksi Pengeluaran Kas

Merupakan file yang dibuat dengan komputer yang


mencantumkan semua transaksi pengeluaran kas yang
dproses oleh sistem akuntansi selama suatu periode, seperti
satu hari, satu minggu, atau satu bulan
File ini berisi informasi yang sama seperti yang dibahas untuk
file transaksi akuisisi
Jurnal atau Listing Pengeluaran Kas

Merupakan listing atau laporan yang dibuat dari file transaksi


pengeluaran kas yang mencantumkan semua transaksi
selama periode waktu tertentu
Transaksi yang sama, termasuk semua informasi yang
relevan, akan dicantumkan dalam file induk utang usaha dan
buku besar umum
E-COMMERCE DAN PENGARUHNYA TERHADAP
SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN

Perusahaan menggunkaan Internet dan opsi-e-commerce


lainnya untuk merampingkan proses akuisisi barang dan jasa
serta proses lainnya seputar manajemen mata rantai suplai.
Informasi mengenai deskripsi produk, penetapan harga,
skedul pengiriman, dan syarat lainnya telah tersedia di
Internet melalui Website vendor dan database yang dapat
diakses dengan mudah lainnya.
E-COMMERCE DAN PENGARUHNYA TERHADAP
SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN

Penggunaan Internet untuk memperoleh barang dan jasa


menimbulkan efisiensi pasar dan harga yang lebih murah
karena pasar online akan memungkinkan jumlah pemasok
dan pelanggan yang lebih besar untuk menegoisasikan
pembelian serta penjualan produk dan jasa.
Penggunaan internet untuk mengakuisisi barang dan jasa
juga sering memungkinkan pengiriman produk dan jasa
dengan lebih cepat karena waktu yang terkait dengan
melakukan pemesanan secara online dapat dihemat.
E-COMMERCE DAN PENGARUHNYA TERHADAP
SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN

Ketersediaan produk dan informasi tentang mata rantai suplai


lainnya secara online, seperti status pesanan, yang
membantu mengurangi biaya yang berkaitan dengan
penggajian setelah dihubungkan dengan penetapan staf
layanan pelanggan dan fungsi penjualan lainnya.
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN
PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS
TRANSAKSI

Akun yang menyita banyak waktu untuk pengujian rincian


atas saldo adalah: piutang, persediaan, aktiva tetap, utang
usaha, dan beban
4 dari 5 akun tsb berhubungan dengan siklus akuisisi dan
pembayaran
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
siklus akuisisi dan pembayaran yang efektif dapat
menghemat waktu dalam melakukan pengujian rincian atas
saldo
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN
PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS
TRANSAKSI

Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas


transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi ke
dalam dua bidang yang luas:
1. Pengujian akuisisi, yang meliputi tiga dari empat fungsi bisnis
yang telah dibahas sebelumnya dalam bab ini, yaitu;
memproses pesanan pembelian, menerima barang dan jasa
serta mengakui kewajiban
2. Pengujian pembayaran, yang menyangkut fungsi ke empat,
yaitu memproses dan mencatat pengeluaran kas.
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN
PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS
TRANSAKSI

Memahami pengendalian internal-


akuisisi dan pengeluaran kas

Menilai risiko pengendalian yang


direncanakan-akuisisi dan pengeluaran kas

Menentukan luas
pengujian pengendalian

Merancang pengujian pengendalian Prosedur audit


dan pengujian substantif atas transaksi Ukuran sampel
untuk akuisisi dan pengeluaran kas
guna memenuhi tujuan audit yang Item yang dipilih
berkaitan dengan transaksi Penetapan waktu
Memahami Pengendalian Internal

Auditor harus memahami pengendalian internal untuk


siklus akuisisi dan pembayaran sebagai bagian dari
pelaksanaan prosedur penilaian risiko dengan mempelajari:
Bagan arus (flow chart) klien,
Mereview kuesioner pengendalian internal, serta
Melaksanakan pengujian walkthrough untuk transaksi akuisisi
dan pengeluaran kas.
Pengendalian Internal Kunci

Otorisasi pembelian
Pemisahan fungsi penyimpanan barang yang diterima dari
fungsi lainnya
Pencatatan yang tepat waktu
Review yang independen atas transaksi
Otorisasi pembayaran kepada vendor
Otorisasi Pembelian

Otorisasi yang tepat dalam melakukan akuisisi akan


memastikan bahwa:
Barang dan jasa yang diperoleh sesuai dengan tujuan
perusahaan
Menghindari akuisisi item yang berlebihan
Menghindari akuisisi item yang tidak diperlukan
Otorisasi Pembelian

Tingkat otorisasi yang berbeda untuk jenis akuisisi yang


berbeda dan jumlah nilai uang yang berbeda:
Akuisisi aktiva tetap dengan nilai tertentu memerlukan otorisasi
dewan direksi
Item-item yang jarang diperoleh (ex: polis asuransi dan kontrak
jasa jangka panjang) memerlukan otorisasi pejabat tertentu
Perlengkapan dan jasa yang bersifat rutin hanya memerlukan
otorisasi supervisor atau kepala departemen
Bahan baku dapat dipesan secara otomatis apabila sudah
berada di bawah tingkat yang telah ditentukan
Otorisasi Pembelian

Setelah permintaan pembelian diotorisasi, selanjutnya


dilakukan pesanan pembelian, yang biasanya dilakukan oleh
departemen pembelian
Departemen pembelian memastikan kualitas barang dan
jasa yang akan diakuisisi, tingkat harga dan vendor
Agar pengendalian internal berjalan baik, Departemen
Pembelian harus terpisah dari departemen yang
mengotorisasi dan departemen yang menerima barang
Semua pesanan pembelian harus dipranomori
Pemisahan Penyimpanan Aktiva dari
Fungsi Lainnya

Departemen penerimaan bertugas untuk menyiapkan laporan


penerimaan sebagai bukti penerimaan dan pemeriksaan barang
Satu salinan diserahkan ke gudang bahan baku dan lainnya ke
departemen utang usaha yang memerlukan informasinya
Untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan, barang tersebut
harus dikendalikan secara fisik dari saat penerimaannya hingga
penggunaan atau pelepasannya
Personil di departemen penerimaan harus independen dari personil
ruang penyimpanan dan departemen akuntansi
Catatan akuntansi harus memadai setiap ada perpindahan barang
(dari penerimaan ke penyimpanan, dari penyimpanan ke user)
Pencatatan yang Tepat Waktu dan Review
Independen atas Transaksi

Pencatatan kewajiban atas akuisisi dibuat atas dasar penerimaan


barang dan jasa atau ditangguhkan hingga faktur vendor diterima
Departemen utang usaha bertanggung jawab untuk memverifikasi
kelayakan akuisisi dengan cara:
Membandingkan rincian pada pesanan pembelian, laporan
penerimaan, dan faktur vendor untuk menentukan bahwa deskripsi,
harga, kuantitas, syarat, dan ongkos angkut yang ada dalam faktur
vendor telah benar
Memverifikasi perkalian, footing, dan distribusi akun
Memperhitungkan semua laporan penerimaan untuk memastikan
tujuan kelengkapan terpenuhi
Pencatatan yang Tepat Waktu dan Review
Independen atas Transaksi

Personil yang mencatat akuisisi tidak boleh memiliki akses


ke kas, sekuritas, dan aktiva lainnya

Dokumen dan catatan yang memadai, prosedur yang tepat


untuk menyimpan catatan, dan pengecekan independen atas
kinerja juga merupakan pengendalian yang penting dalam
fungsi utang usaha.
Otorisasi Pembayaran

Terhadap pengeluaran kas, hendaklah dilakukan


pengendalian berikut:
Penandatanganan cek oleh individu yang memiliki wewenang
yang tepat
Pemisahan tanggung jawab untuk menandatangani cek dan
melaksanakan fungsi utang usaha
Pemeriksaan yang cermat atas dokumen pendukung oleh si
penandatanganan cek pada saat cek ditandatangani.
Otorisasi Pembayaran

Cek harus dipranomori agar jauh lebih mudah memperhitungkan


semua cek
Cek dicetak pada kertas khusus yang membuatnya sulit untuk
mengubah payee atau penerima pembayaran dan jumlah
pembayaran
Perusahaan harus berhati-hati dalam melakukan pengendaian fisik
terhadap cek kosong, yang sudah tidak digunakan lagi, dan yang
telah ditandatangani.
Metode pembatalan dokumen pendukung agar tidak bisa digunakan
lagi sebagai pendukung cek lainnya di kemudian hari, yaitu dengan
cara menuliskan nomor cek pada dokumen pendukung
Menentukan Luas Pengujian
Pengendalian
Setelah mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan
defisiensi, auditor menilai risiko pengendalian.
Jika auditor bermaksud mengandalkan pengendalian untuk
mendukung penilaian risiko pengendalian pendahuluan di bawah
maksimum, auditor melaksanakan pengujian pengendalian untuk
memperoleh bukti bahwa pengendalian telah beroperasi secara
efektif.
Setelah efektivitas operasi pengendalian ditingkatkan dan
didukung oleh pengujian pengendalian tambahan, auditor akan
mampu mengurangi pengujian substantif.
Merancang Pengujian Pengendalian dan
Pengujian Substantif atas Transaksi untuk Akuisisi

Lihat Tabel 19-2


Cara mempelajari Tabel 5-2:
Hubungkan setiap pengendalian internal dengan tujuan audit
berkaitan dengan transaksi
Hubungkan pengujian pengendalian dengan pengendalian
internal
Hubungkan pengujian substantif atas transaksi dengan tujuan
audit yang berkaitan dengan transaksi setelah
mempertimbangkan pengendalian serta defisiensi sistem.
Merancang Pengujian Pengendalian dan
Pengujian Substantif atas Transaksi Akuisisi

4 dari 6 tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi akuisisi


memerlukan perhatian khusus sehingga harus diperiksa secara
hati-hati, yaitu:
Akuisisi yang dicatat adalah untuk barang dan jasa yang diterima
(Keterjadian)
Akusisi yang ada telah dicatat (kelengkapan)
Akuisisi yang dicatat secara akurat (kekauratan)
Akusisi telah diklasifikasikan dengan benar (klasifikasi)
Keterjadian

Pengendalian yang memadai dapat mencegah


pencatatan akuisisi yang:
Tidak ada (fiktif) secara tidak sengaja atau ada unsur kesengajaan,
Pencatatan ganda
Mencatumkan beban bisnis atau transaksi aktiva yang curang atau yang
terutama memberikan manfaat bagi manajemen atau karyawan (contoh:
transaksi pribadi yang dicatat sebagai transaksi perusahaan, kepentingan
direksi dan keluarganya yang ditanggung perusahaan)
Jika pengendalian terhadap transaksi yang tidak tepat atau sebenarnya tidak
ada tidak memadai, akan diperlukan pemeriksaan yang lebih ekstensif atas
dokumen pendukung
Kelengkapan

Kelalaian untuk mencatat akuisisi barang dan jasa yang


diterima akan mempengaruhi saldo utang usaha dan
menghasilkan lebih saji laba bersih serta ekuitas pemilik.
Beberapa audit sulit untuk melakukan pengujian atas rincian
saldo guna menentukan apakah transaksi yang ada belum
dicatat, sehingga auditor harus mengandalkan pengendalian
dan pengujian substantif atas transaksi untuk tujuan ini
Karena audit atas utang usaha memerlukan waktu yang lama,
pengendalian internal yang efektif dan diuji dengan tepat dapat
mengurangi waktu dan biaya audit
Keakuratan

Luas pengujian yang terinci atas banyak akun neraca dan


beban tergantung pada evaluasi auditor atas keefektifan
pengendalian internal terhadap keakuratan transaksi akuisisi
yang dicatat, contoh:
Jika auditor merasa yakin bahwa transaksi aktiva tetap telah dicatat
dengan benar dalam jurnal akuisisi, maka dapat diterima untuk
memvouching lebih sedikit akuisisi periode berjalan selama pengujian
atas rincian saldo ketimbang jika pengendaliannya tidak memadai
Jika klien menggunakan catatan persediaan perpetual, pengujian terinci
atas persediaan dapat dikurangi secara signifikan apabila auditor yakin
bahwa catatan perpetual memang akurat
Klasifikasi

Pengujian yang terinci atas setiap akun tertentu dapat


dikurangi jika auditor yakin bahwa pengendalian interal
sudah memadai untuk memberikan kepastian yang layak
menyangkut klasifikasi yang benar dalam jurnal akuisisi
2 bidang yang paling terpengaruh oleh pengendalian yang
efektif atas klasifikasi yaitu:
Akuisisi periode berjalan atas aktiva tetap, dan
Semua akun beban, seperti reparasi dan pemeliharaan, utilitas
serta iklan
Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian
Substantif atas Transaksi Pengeluaran Kas

Lihat Tabel 19-3


Metodologi dan proses mengembangkan prosedur audit untuk
akuisisi juga berlaku untuk pengeluaran kas.
Auditor melaksanakan pengujian akuisisi dan pengeluaran kas
pada saat yang bersamaan
Untuk transaksi yang akan diperiksa yang dipilih dari jurnal
akuisisi, faktur vendor, laporan penerimaan, dan dokumentasi
akuisisi lainnya diperiksa pada saat yang bersamaan seperti
cek yang dibatalkan terkait
Sampling Atribut untuk Pengujian Pengendalian dan
Pengujian Substantif atas Transaksi

Pelajari lagi Sampling Attribut pada Bab 15


Perbedaan Penting antara Siklus Akuisisi dan
Pembayaran dengan Siklus Lainnya

1. Terdapat sejumlah besar akun yang terlibat dalam siklus ini,


termasuk akun laporan laba rugi dan neraca, sehingga
meningkatkan potensi salah saji klasifikasi dan mungkin akan
mempengaruhi laba. (Contoh: misklasifikasi antara beban reparasi
dan pemeliharaan serta aktiva tetap)
2. Transaksi dalam siklus ini untuk menuntut pertimbangan yang
signifikan, seperti biaya lease dan kontruksi. Pertimbangan tersebut
mengakibatkan meningkatnya kemungkinan salah saji
3. Jumlah nilai uang setiap transaksi dalam siklus mencakup rentang
yang luar. Akibatnya, auditor sering kali memisahkan item-item yang
bernilai besar dan tidak biasa serta mengujinya atas dasar 100
persen
PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO UNTUK
UTANG USAHA

Utang usaha adalah kewajiban yang belum dibayar atas barang dan
jasa yang diterima dalam peristiwa bisnis yang biasa, mencakup:
akuisisi bahan baku,
peralatan,
utilitas,
reparasi, serta
banyak jenis barang dan jasa lainnya yang diterima sebelum akhir tahun.
Akun ini penting bagi setiap audit atas siklus akuisisi dan
pembayaran, karena hampir semua transaksi dalam siklus akuisisi
dan pembayaran mengalir melalui utang usaha
PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO UNTUK
UTANG USAHA

Utang usaha harus dibedakan dari kewajiban akrual dan


kewajiban berbunga
Kewajiban akan dianggap sebagai utang usaha hanya jika
total jumlah kewajiban itu diketahui dan terutang pada
tanggal neraca
Jika kewajiban mencakup pembayaran bunga, hal tsb harus
dicatat sebagai wesel bayar, utang kontrak, utang hipotik,
atau utang obligasi
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS
RINCIAN SALDO UNTUK UTANG USAHA

Mengidentifikasi risiko bisnis yang mempengaruhi utang


Tahap I
usaha

Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai


risiko inheren untuk utang usaha Tahap I

Menilai risiko pengendalian untuk siklus akuisisi dan


pembayaran Tahap I

Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan


pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan Tahap II
pembayaran

Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk utang


usaha Tahap III

Prosedur audit
Merancang pengujian atas rincian utang usaha untuk memenuhi Ukuran sampel
Tahap III
tujuan audit yang berkaitan dengan saldo Item yang dipilih
Penetapan waktu
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS
RINCIAN SALDO UNTUK UTANG USAHA

Jika pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas


transaksi terkait menunjukkan bahwa pengendalian telah
beroperasi secara efektif, dan jika hasil prosedur analitis
memuaskan, auditor mungkin akan mengurangi pengujian
atas rincian saldo utang usaha.
Akan tetapi, karena utang usaha cenderung materail bagi
sebagian besar perusahaan, auditor hampir selalu
melaksanakan sejumlah pengujian atas rincian saldo.
Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang
Mempengaruhi Utang Usaha (Tahap I)

Resiko bisnis klien dapat berasal dari proses pembelian


barang dan jasa yang dilakukan klien serta sistem
pembayaran yang digunakan, seperti:
Pembelian persediaan just in time
Pembagian informasi dengan pemasok
Penggunaan teknologi e-commerce
Auditor harus memahami proses yang digunakan oleh klien terkait
dengan arus barang dan arus uang serta untuk menentukan cut off
di akhir tahun
Menetapkan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi dan
Menilai Risiko Inheren (Tahap I)

Sejumlah transaksi dapat mempengaruhi utang usaha


Saldonya sering kali berjumlah besar dan terdiri dari sejumlah
besar saldo vendor serta relatif mahal untuk mengaudit akun
tersebut
Karena alasan tersebut, auditor umumnya menetapkan salah saji
yang dapat ditoleransi yang relatif tinggi untuk utang usaha, serta
menilai risiko inheren sebagai sedang atau tinggi
Auditor harus memberikan perhatian lebih terkait dengan saldo
pisah batas dan kelengkapan karena berpotensi menimbulkan
kurang saji saldo akun
Menilai Risiko Pengendalian dan Merancang serta
Melaksanakan Pengujian Pengendalian dan Pengujian
Substantif atas Transaksi (Tahap I dan II)

Setelah menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan


risiko inheren untuk utang usaha, auditor menilai risiko
pengendalian berdasarkan pemahaman terhadap
pengendalian internal.
Pengujian substantif bergantung pada keefektifan relatif
pengendalian internal yang berhubungan dengan utang
usaha
Pengaruh Pengendalian Internal Klien terhadap
Pengujian Utang Usaha

Asumsikan bahwa klien memiliki pengendalian internal yang sangat efektif


terhadap pencatatan dan pembayaran akuisisi, dimana:
Penerimaan barang didokumentasikan secara tepat waktu dengan laporan
penerimaan yang telah dipranomori;
Voucher yang dipranomori disiapkan secara tepat waktu dan efisien serta dicatat
dalam file transaksi akuisisi dan file induk utang usaha
Pengeluaran kas dilakukan secara tepat waktu ketika jatuh tempo dan segera dicatat
dalam file transaksi pengeluaran kas serta file induk utang usaha
Saldo setiap utang usaha dalam file induk direkonsiliasi setiap bulan dengan laporan
vendor, dan secara otomatis komputer akan merekonsiliasi total file induk dengan
buku besar umum.
Dalam situasi di atas, verifikasi utang usaha akan lebih mudah setelah
auditor menyimpulkan bahwa pengendalian internal beroperasi secara
efektif
Pengaruh Pengendalian Internal Klien terhadap
Pengujian Utang Usaha

Asumsikan bahwa laporan penerimaan tidak digunakan, klien


menunda pencatatan akuisisi hingga pengeluaran kas dilakukan,
dan karena lemahnya posisi kas, tagihan sering kali dibayar
beberapa bulan setelah tanggal jatuh temponya
Ketika auditor menghadapi situasi ini, kemungkinan besar akan
ada kurang saji utang usaha; karena itu, diperlukan pengujian
atas rincian saldo utang usaha yang ekstensif untuk
menentukan apakah utang usaha telah dinyatakan dengan
benar pada tanggal neraca.
Merancang dan Melaksanakan Prosedur Analitis
(Tahap III)

Penggunaan prosedur analitis merupakan hal yang penting


dalam siklus akuisisi dan pembayaran dengan tujuan:
Untuk mengungkapkan salah saji utang usaha
Mengungkap pada bagian mana fokus audit lebih ekstensif
agar audit lebih efektif dan efisien
Merancang dan Melaksanakan Prosedur Analitis
(Tahap III)

Tabel 5-4 Prosedur analitis untuk siklus akuisisi dan pembayaran


Prosedur Analitis Salah saji yang Mungkin
Membandingkan saldo akun beban yang
berhubungan dengan akuisisi dengan tahun Salah saji utang usaha dan beban
sebelumnya
Mereview daftar utang usaha untuk melihat
Klasifikasi salah saji untuk kewajiban
utang yang tidak biasa, nonvendor, dan
nondagang
utang berbunga
Membandingkan utang usaha individual Akun yang tidak tercatat atau idak ada, atau
dengan tahun sebelumnya salah saji
Menghitung rasio, seperti pembelian dibagi
Akun yang tidak tercatat atau tidak ada,
dengan utang usaha, dan utang usaha
atau salah saji
dibagi dengan kewajiban lancar
Merancang dan Melaksanakan Prosedur Analitis
(Tahap III)

Auditor harus membandingkan total beban tahun berjalan


dengan tahun sebelumnya untuk mengungkapkan salah saji
utang usaha serta akun beban.
Karena akuntansi berganda, salah saji akun beban biasanya juga
menimbulkan salah saji yang sama pada utang usaha.
Karena itu, membandingkan beban saat ini seperti sewa, utilitas,
dan tagihan lainnya yang terjadwal secara teratur dengan tahun
sebelumnya, merupakan suatu prosedur yang efektif untuk
menganalisis utang usaha apabila beban dari tahun ke tahun
diharapkan relatif stabil.
Merancang dan Melaksanakan Pengujian Atas
Rincian Saldo Utang Usaha (Tahap III)

7 tujuan audit yang berkaitan dengan saldo utang usaha:


Eksistensi
Kelengkapan
Keakuratan
Klasifikasi
Pisah batas
Detail tie-in
Hak dan kewajiban
Sementara nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada utang
Perbedaan Penekanan Audit atas
Kewajiban dan Aktiva
Dalam memverifikasi aktiva, auditor menekankan lebih saji
melalui verifikasi dengan konfirmasi, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan dokumen pendukung. Auditor tidak boleh
mengabaikan kemungkinan aktiva mengalami kurang saji tetapi
harus lebih memperhatikan lebih saji
Dalam memverifikasi saldo kewajiban, fokus utamanya adalah
pada kewajiban yang kurang saji atau dihilangkan

Perbedaan penekanan tersebut terkait dengan lebih saji ekuitas


pemilik
Auditor harus hati-hati dalam mengaudit aktiva dan kewajiban karena
berimplikasi secara langsung dengan kewajiban hukum akuntan publik
Perbedaan Penekanan Audit atas
Kewajiban dan Aktiva

Namun auditor juga harus memberikan perhatian juga


terhadap kemungkinan kurang saji ekuitas pemilik
walaupun kemungkinannya kecil
Kurang saji dan lebih saji sama-sama memiliki implikasi
hukum dan mengakibatkan pemakai laporan keuangan
salah dalam pengambilan keputusan
Perbedaan Penekanan Audit atas
Kewajiban dan Aktiva
Tujuan nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada
kewajiban. Nilai realisasi hanya dapat diterapkan pada
aktiva
Aspek hak dalam tujuan hak dan kewajiban tidak dapat
diterapkan pada kewajiban. Untuk kewajiban, auditor
memperhatikan kewajiban klien dalam pembayaran
kewajiban tsb.
Untuk kewajiban, penekanan diberikan pada pencarian
kurang saji dan bukan lebih saji, namun mengabaikan
kurang saji tidak boleh terjadi
Prosedur Pengujian atas Rincian Saldo
untuk Utang Usaha yang Umum
Lihat Tabel 19-5
Prosedur audit yang digunakan auditor sangat bervariasi
tergantung pada sifat entitas, materialitas utang usaha,
sifat dan efektivitas pengendalian internal, serta resiko
inheren
Pengujian Kewajiban Setelah Tanggal
Neraca
Karena menekankan pada kurang saji, pengujian
kewajiban setelah tanggal neraca merupakan hal yang
penting bagi utang usaha
Pengujian untuk pencarian utang usaha yang belum
tercatat sangat tergantung pada penilaian resiko
pengendalian dan materialitas saldo akun yang potensial
Prosedur yang sama yang digunakan untuk mengungkap
utang yang belum tercatat dapat juga diterapkan untuk
tujuan keakuratan
Prosedur yang Digunakan dalam Pengujian
Kewajiban Setelah Tanggal Neraca

Memeriksa dokumentasi yang mendasari pengeluaran kas


setelah tanggal neraca
Memeriksa dokumentasi yang mendasari tagihan yang
belum dibayar beberapa minggu setelah akhir tahun
Menelusuri laporan penerimaan yang dikeluarkan sebelum
akhir tahun ke faktur vendor terkait
Menelusuri laporan vendor yang menunjukkan saldo yang
jatuh tempo ke neraca saldo utang usaha
Mengirim konfirmasi ke vendor dengan siapa klien
melakukan bisnis
Memeriksa dokumentasi yang mendasari pengeluaran
kas setelah tanggal neraca

Tujuan: untuk menentukan apakah pengeluaran kas setelah


tanggal neraca dilakukan untuk kewajiban periode berjalan
Jika memang untuk kewajiban periode berjalan, auditor
harus menelusurinya ke:
Neraca saldo utang usaha untuk memastikan bahwa
pembayaran tersebut telah dilakukan
Laporan penerimaan untuk menunjukkan tanggal persediaan
diterima
Faktur vendor untuk menunjukkan tanggal transaksi
Pengujian ini dapat dilakukan untuk transaksi pengeluaran kas beberapa
minggu setelah tanggal neraca
Memeriksa dokumentasi yang mendasari tagihan yang
belum dibayar beberapa minggu setelah akhir tahun

Prosedur ini dilakukan untuk kewajiban yang belum dibayar


mendekati akhir pekerjaan lapangan audit
Contoh: dalam audit tahun buku 2010 yang pekerjaan
lapangan selesai 30 Maret, asumsikan auditor memeriksa
dokumen pendukung untuk cek yang belum dibayar pada
tanggal 28 Maret harus diperiksa untuk menentukan apakah
hal itu merupakan kewajiban pada tanggal 30 maret
Menelusuri laporan penerimaan yang dikeluarkan
sebelum akhir tahun ke faktur vendor terkait

Semua barang dagang yang diterima sebelum akhir tahun


periode akuntansi harus dicantumkan sebagai utang usaha
Auditor menguji kewajiban yang belum tecatat dengan
menelusuri laporan penerimaan yang diterbitkan hingga
akhir tahun ke faktur vendor dan memastikan bahwa laporan
itu telah dimasukkan dalam utang usaha
Menelusuri laporan vendor yang menunjukkan saldo
yang jatuh tempo ke neraca saldo utang usaha

Jika klien menyimpan file laporan vendor, auditor dapat


menelusuri setiap laporan yang memiliki saldo yang jatuh
tempo pada tanggal neraca ke listing untuk memastikan
bahwa hal itu telah dicantumkan sebagai utang usaha
Mengirim konfirmasi ke vendor dengan siapa klien
melakukan bisnis

Walaupun penggunaan konfirmasi untuk utang usaha kurang


begitu umum ketimbang untuk piutang usaha, auditor dapat
menggunakannya untuk menguji vendor yang dihapus dari
daftar utang usaha, transaksi yang dihilangkan, dan saldo
akun yang salah saji
Pengiriman konfirmasi kepada vendor aktif yang saldonya
belum dicantumkan dalam daftar utang usaha merupakan
cara yang bermanfaat untuk mencari tahu jumlah yang
dihilangkan, yang biasa disebut dengan konfirmasi saldo nol
Pengujian Pisah Batas

Untuk menentukan apakah transaksi yang dicatat beberapa


hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dicantumkan
pada periode yang benar
Lima prosedur audit kewajiban setelah periode (lihat slide
sebelumnya) dapat juga digunakan untuk pengujian pisah
batas, tetapi menekankan pada kurang saji utang usaha
Tiga prosedur yang pertama juga dapat diterapkan untuk
memeriksa dokumentasi pendukung sebagai pengujian atas
lebih saji utang usaha
Pengujian Pisah Batas

Contoh:
Pengujian prosedur ketiga atas kurang saji (utang usaha belum
dicatat) dilakukan dengan menelusuri laporan penerimaan yang
dikeluarkan sebelum akhir tahun ke faktur vendor terkait
Untuk menguji jumlah pisah batas lebih saji, auditor harus
menelusuri laporan penerimaan yang dikeluarkan setelah akhir
tahun ke faktur terkait guna memastikan bahwa hal itu tidak
dicatat sebagai utang usaha
Hubungan Pisah Batas dengan Observasi
Fisik Persediaan

Contoh:
Akuisisi persediaan sebesar 400 juta terlambat diterima pada sore hari
tanggal 31 Desember setelah observasi fisik persediaan selesai dilakukan
Jika akuisisi dimasukkan dalam utang usaha dan pembelian, tetapi

dikecualikan dari persediaan, hal itu akan menimbulkan kurang saji


laba bersih sebesar 400 juta.
Sebaliknya jika akuisisi dikecualikan baik dari persediaan maupun

utang usaha, terdapat salah saji dalam neraca, tetapi laporan laba
ruginya benar
Untuk mengetahui jenis salah saji mana yang telah terjadi adalah dengan
mengoordinasikan pengujian pisah batas dengan observasi persediaan
Persediaan dalam Perjalanan

Auditor harus membedakan syarat pembelian atas dasar FOB


Destination dengan FOB Shipping Point (Origin)
Untuk FOB Destination, hak akan berpindah ke pembeli ketika
persediaan diterima, sehingga hanya persediaan yang diterima
pada atau sebelum tanggal neraca yang harus dimasukkan dalam
persediaan dan utang usaha
Untuk FOB Origin, perusahaan harus mencatat persediaan dan
utang usaha yang terkait pada periode berjalan jika pengiriman
dilakukan pada atau sebelum tanggal neraca
Auditor dapat menentukan apakah akuisisi dilakukan atas dasar
FOB Destination atau FOB Origin dengan memeriksa faktur
vendor
Reliabilitas Bukti

Auditor harus memahami reliabilitas relatif dari tiga jenis


utama bukti yang umumnya digunakan untuk
memverifikasi utang usaha, yaitu:
Faktur vendor
Laporan vendor, dan
Konfirmasi
Perbedaan antara Faktur Vendor dan
Laporan Vendor

Auditor akan memperoleh bukti yang sangat andal


mengenai transaksi ketika memeriksa faktur vendor dan
dokumen terkait, seperti laporan penerimaan dan
pesanan pembelian karena mencantumkan unit yang
diperoleh, harga, ongkos angkut, dan data lain
Sedangkan laporan vendor hanya mencantumkan total
jumlah transaksi
Keunggulan Faktur Vendor dan Laporan
Vendor

Faktur vendor lebih unggul dalam memverifikasi


transaksi karena auditor memverifikasi setiap transaksi
dan faktur menunjukkan rincian akuisisi
Laporan vendor lebih unggul dalam memverifikasi utang
usaha karena mencantumkan saldo akhir. Auditor dapat
membandingkan faktur vendor yang ada dengan milik
klien dan masih belum mengungkapkan yang hilang,
yang merupakan perhatian utama dalam utang usaha.
Perbedaan antara Laporan Vendor dan
Konfirmasi

ssss